
Ahir-ahir Nisa sering bermimpi buruk, begitu pula dengan yang dialami Zi. Tetapi Nisa tidak pernah mengatakannya pada siapapun. Begitu pula dengan putranya yang menyimpan rahasianya sendiri.
Sejak Nisa hamil, kedekatan Zi dengan dirinya mulai berkurang. Zi lebih fokus pada pendidikannya dan Nisa lebih fokus pada suami dan janin dalam kandungannya.
Sebenarnya Zi bukannya tidak mau berdekatan dengan ibunya, melainkan ia hanya tidak mau merepotkan ibunya dengan studinya. Lagi pula kini Zi sudah ikut les juga, jadi untuk masalah pelajaran Nisa tidak terlalu hawatir.
Sedangkan Nisa dan Fadhil juga mempunyai kesibukan masing-masing. Mereka sama-sama sibuk mempersiapkan segalanya termasuk sibuk mempersiapkan kehadiran sang baby.
Sejak Nisa mulai cuti, ia hanya berdiam diri di rumah. Kata dokter ia tidak boleh kecapekan dan harus sering kontrol. Karena memang dalam kandungannya kali ini ada sedikit masalah kesehatan.
Di kehamilan kedua Nisa ia mengalami hipertensi atau istilah dalam kehamilan sering di sebut dengan pre eklamsia. Pre eklamsia adalah suatu kondisi yang dialami seorang ibu hamil selama masa kehamilannya.
Komplikasi kehamilan berpotensi berbahaya yang ditandai dengan tekanan darah tinggi.
Pre-eklampsia biasanya dimulai setelah usia kehamilan dua puluh minggu pada wanita yang tekanan darahnya telah normal. Hal ini dapat menyebabkan komplikasi serius, bahkan fatal, bagi ibu maupun bayi.
Padahal ia tidak pernah stress ataupun makan yang aneh-aneh, tetapi kenapa ia bisa mengalaminya?
Menurut dokter pribadinya hal itu bisa saja terjadi pada ibu hamil dan penyebabnya pun beragam. Kebanyakan memang hal itu terjadi karena kurangnya asupan sehat untuk ibu hamil.
Hipertensi atau yang lebih familiar disebut tekanan darah tinggi merupakan gangguan kesehatan berbahaya dengan risiko kematian. Terlebih lagi jika dialami ibu hamil, sebab tidak hanya membahayakan bagi kesehatan Ibu melainkan juga janin dalam kandungan.
Penyebab hipertensi pada Ibu hamil tidak berbeda dengan penyebab kondisi normal yaitu dipicu peningkatan tekanan aliran darah yang dipompa oleh jantung sehingga menyebabkan kerusakan dinding arteri di pembuluh darah. Umumnya hipertensi menghampiri Ibu hamil yang menginjak usia dua puluh tahun sampai di atas empat puluh tahun.
Terlebih saat ini usia kandungan Nisa sudah kepala tiga, jadi hal itu bisa saja terjadi. Memang ahir-ahir ini Nisa sering mengalami sakit kepala, pandangan kabur dan jarang buang air kecil.
Menurut dokter itu sebagai pertanda adanya ganggan hipertensi yang menyerangnya. Normalnya, tekanan darah orang dewasa berkisar antara 90/60 mmHg hingga 120/80 mmHg. Namun, pada ibu hamil yang mengalami darah tinggi, tekanan darah bisa di atas 140/90 mmHg.
Terahir kali saat Nisa mengechek kandungannya memang tekanan darahnya cukup tinggi, dan dokter pun memberinya obat penurun darah. Tetapi satu lagi masalah yang dihadapinya sejak kecil, yaitu Nisa tidak bisa menelan pil atau kapsul dari dokter manapun.
Cara meminum obatnya pun terbilang unik, karena ia akan mengunyah pil itu jika berbentuk tablet, dan akan membuka tutup kapsul hanya demi bisa menelan serbuk obat itu.
Beruntung suaminya mengerti kebiasaan Nisa, jadi ia pun tidak bisa menang melawan suaminya sendiri.
Akibatnya Fadhil harus turun tangan sendiri, telaten dalam membantu istrinya untuk bisa meminum obat itu. Karena ia juga sudah diperingatkan agar lebih menjaga istrinya. Terlebih serangan hipertensi itu sangat berbahaya buat janin dan ibunya.
Biasanya kondisi ini akan menghilang atau membaik setelah bayi lahir, tetapi yang namanya Fadhil tetap saja gelisah karena ini juga pengalaman pertamanya sebagai seorang suami dan calon ayah.
Kata dokter, karena Nisa tidak mempunyai riwayat
Hipertensi, bisa jadi hal itu terjadi karena Nisa sedang mengalami gangguan pada sistem imunnya.
Hal yang selalu ia ingat adalah tekanan darah tinggi bisa membahayakan ibu hamil dan janin yang dikandungnya. Selain itu, ibu hamil dengan hipertensi juga lebih berisiko mengalami komplikasi selama persalinan, bahkan setelahnya.
Diantaranya bisa terjadi keguguran, aliran darah ke plasenta terganggu, abrupsio plasenta atau solusio plasenta ataupun kerusakan organ.
Sedangkan abrupsio plasenta atau solusio plasenta adalah komplikasi kehamilan di mana plasenta terlepas dari dinding rahim sebelum proses persalinan berlangsung. Risiko terjadinya kondisi ini biasanya lebih tinggi pada ibu hamil yang mengalami preeklamsia.
Abrupsio plasenta bisa menyebabkan ibu hamil mengalami perdarahan parah yang tidak hanya dapat mengancam nyawanya sendiri, tapi juga nyawa janin yang dikandungnya.
Darah tinggi yang tidak terkontrol saat hamil bisa menyebabkan ibu hamil mengalami kerusakan pada organ-organ penting, yaitu otak, jantung, paru-paru, ginjal, dan hati.
Darah tinggi saat hamil adalah kondisi medis yang membutuhkan penanganan sedini mungkin, agar janin dan ibu hamil tetap dalam kondisi sehat. Oleh karena itu, Bumil perlu melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin ke dokter kandungan supaya dokter bisa mendeteksi lebih awal jika ada darah tinggi atau gangguan kesehatan lainnya.
Selain itu, Bumil juga dianjurkan untuk mengonsumsi makanan bergizi, termasuk vitamin prenatal yang diberikan dokter, beristirahat dengan cukup, mengendalikan stres, dan jangan terlalu lelah.
Hal-hal itu rupanya cukup menguras pikiran Fadhil, meskipun ia pergi bekerja tetapi pikirannya tertinggal di rumah. Ia tidak menyangka hal ini bisa terjadi. Apalagi ini pengalaman pertamanya sebagai calon ayah.
Ia begitu gugup ketika tau istrinya mengalami hipertensi. Tetapi Yo selalu berada di sisi Fadhil, ia menguatkan dan selalu memberikan semangat untuknya.
Beruntungnya di saat-saat seperti itu ada Yo yang tak pernah meninggalkannya. Begitu pula dengan Yo yang bersyukur karena dipertemukan dengan lelaki hebat seperti Fadhil.
"Oh ya, bagaimana perkembangan hubunganmu dengan Alexa?"
"Alhamdulillah sejauh ini masih lancar kak. Kami masih sering bertukar kabar lewat email."
"Alhamdulillah kalau begitu."
"Semoga hubungan kalian berjalan lancar sampai hari yang kau impikan itu tiba. Semoga saja Allah mempermudah urusan kalian nanti. Aamiin."
"Aamiin, terimakasih kak."
"Sama-sama."
"Oh ya ini sudah mau memasuki jam makan siang, aku permisi dulu."
"Iya kak, hati-hati ... salam buat kakak ipar."
"InsyaAllah ..."
Lalu Fadhil meninggalkan Yo sendirian untuk menunju rumahnya. Ia harus memastikan istrinya minum obat tepat waktu.
Siang itu ia pun melajukan mobilnya di tengah lengangnya jalanan ibu kota. Agar ia cepat sampai di rumah ia pun menaikan kecepatan dari mobil yang ia kendarai.
Lagi pula ada hal yang paling membahagiakan Fadhil saat ini adalah kehangatan dan kebahagiaan Nisa, begitu pula ia juga amat menjaga kehamilan Nisa kali ini.
~Bersambung~