After Married

After Married
HIDUP BARU



.....................


Entah kenapa Nisa yg tadi hanya berniat mengerjai Zein ahirnya tak bisa melawan saat Zein melakukan itu. Pikirannya menolak tapi bahasa tubuhnya sama sekali menikmatinya. Lagi pula mereka sudah sah sebagai suami istri. Maka dari itu Nisa pun tak kuasa untuk menolaknya.


Dan Zein tak akan mungkin melepaskan Nisa yg begitu manis didepannya..lagian dia juga sudah tidak tahan ingin melihat Nisa segera hamil.


Ahirnya pergulatan panas tersebut selesai saat hari sudah hampir sore. Mereka yg kelelahan ahirnya tertidur berdua. Entah sudah berapa kali ronde mereka ulang - ulang sampai mereka tak merasa kalau hari sudah semakin sore.


⚘ 2 jam kemudian.


Alarm Hp Nisa berbunyi , karena kalau saat di luar negeri jarang mendengar adzan..maka dari itu setiap waktu sholat alarm Hp Nisa akan berbunyi.


Dan saat itulah Nisa mulai mengerjapkan kedua matanya. Dipandangilah wajah suami tampannya ini..


" Manis sekali sayang..tapi aku g nyangka kamu akan sebuas itu saat di ranjang.." ucap Nisa dalam hatinya.


Lalu Nisa mulai beranjak dari tempat tidurnya menuju toilet. 15 menit kemudian ia sudah selesai mandi..ia pun bergegas memakai pakaiannya dan menuju tempat tidur untuk membangunkan suami tampannya itu.


" Sayang...bangun dong..udah masuk waktu maghrib lo..sholat dulu yuk.." ucap Nisa sambil menggoyang - goyangkan tubuh Zein.


" Mmm...hooaahhhh...uda maghrib ya.."


" Huum.."ucap Nisa manja.


" Kamu uda mandi.?.."


" Udah dong..ni tinggal nunggu suamiku tersayang buat sholat jamaah.." ucap Nisa malu- malu.


" Mm.. baiklah..tunggu sebentar ya sayang..aku mandi dulu.." Cup..satu kecupan sebelum mandi..biar cepet mandinya..." ucapnya pada Nisa sambil mengedipkan sebelah matanya.


Nisa pun tersenyum ..kemudian menyiapkan alat sholat untuk dia dan suaminya. Lalu ia pun berwudhu. Dan kembali saat suaminya pun sudah selesai berwudhu.


Lalu mereka memakai perlengkapan ibadah kemudian sholat berjamaah bareng .


Sesudah itu..Nisa mengemasi perlengkapan sholatnya dan menaruh dalam almari pakaian.


" Malam ini kita kemana kak ? "


" Mm.. bagaimana kalau mencoba kuliner malam yg ada disini?"


" Hayukk.."ucap Nisa antusias..


Lalu mereka pun memakai jaket berhodie malam itu..karena memang cuacanya sedikit dingin di kala malam hari.




Ahirnya mereka jalan jalan ke mall terbesar di kota itu dan masuk ke kedai food court untuk mencoba aneka macam kuliner disana.


Nisa sangat bahagia mempunyai Zein yg selalu memanjakannya dan jarang sekali membuatnya kecewa.


Sungguh mereka pasangan yg paling romantis kala itu. Dan serasa dunia hanya milik mereka berdua dan lainnya hanya mengontrak saja.


⚘ Fadhil pov -


Sejak pernikahan Nisa beberapa waktu lalu.. Fadhil memutuskan untuk berpindah kerja dari kota X menuju kota J.


Pekerjaan yg sudah ditekuninya selama beberapa tahun belakangan ini seolah tak membuatnya enggan untuk melepasnya. Sungguh kenangan di kota X..membuatnya tersiksa..apalagi dengan pernikahan Nisa. Ia tak bisa menerimanya.


Maka dari itu ia lebih memilih untuk hijrah ke kota J. Yg notabene kota itu kota yg amat jauh jika dijangkau dari kota kelahirannya.


Meskipun bossnya sudah menghalangi langkahnya untuk berpindah..tapi itu tak ada artinya lagi buatnya.


Hanya satu tujuannya kali ini..melepaskan bayang- bayang Nisa pada dirinya. Ya salah satu langkah awal yg harus ditempuhnya adalah berpindah tempat kerja..dan menjauh sejauh jauhnya.


Tapi yg namanya ikatan takdir..memang kita tidak pernah tau jalannya. Entah itu bahagia ataupun sebuah kekecewaan. Yg Fadhil tau saat ini adalah..dirinya sudah tidak sanggup lagi terluka untuk kedua kalinya. Keinginannya untuk segera pergi menjauh dari Nisa sudah dipikirkannya jauh- jauh hari. Karena memang sedari awal sudah tidak ada celah lagi diantara keduanya. Salah satu jalan terbaik adalah mundur. Biarkan takdir melakukan tugasnya dengan baik.


Yang harus dilakukan Fadhil hanya berdoa dan berusaha agar ia segera diketemukan dengan jodohnya. Jodoh yg tak akan lari lagi saat ia mengejarnya. Bukan jodoh orang lain yg harus ia jaga lagi. Suatu saat jika Tuhan mengijinkan hanya satu pintanya..dipertemukan dengan jodoh dunia dan ahiratnya.


Pagi ini..ia sudah berangkat menuju kota J menggunakan kereta pagi. Dan 13 jam kemudian ia baru akan sampai di kota J. Ia memilih perjalanan dengan kereta karena ia akan menikmati setiap pemandangan yg akan dilaluinya nanti. Sejenak sambil melupakan dan membuang jauh kenangan manis di kota X.


Sudah jauh hari ia menyiapkan semua ini. Ia juga sudah mengirim lamaran kerja di beberapa perusahaan di kota J. Dan ahirnya ia diterima di sebuah perusahaan yg bergerak di bidang kontraktor. Yang tak lain salah satu perusahaan milik Pak Charless. Yg tak lain tak bukan atasan Zein.


Di kota J..ia sudah diterima di sebuah perusahaan besar dibidang kontraktor. Sebuah bidang yg baru untuknya tapi ia akan belajar dengan giat agar kelak mempunyai masa depan yg cemerlang pula.


Sejenak ia akan melupakan kisah cintanya dengan menyibukkan dirinya dengan pekerjaan yg baru. Yg mungkin inilah jalan takdir kehidupannya yg dulu belum selesai dan harus ia selesaikan sekarang agar ia lebih bisa menerima takdir indah di depannya nanti.


Sebuah takdir yg membuatnya bahagia sekaligus dengan berbagai bonus yg siap menunggunya di masa depannya.


⚘ Nisa dan Zein pov -


Sementara itu di sebuah kota di negara T. Ada sepasang suami istri yg sedang kasmaran karena baru merasakan yg namanya pacaran setelah menikah..


" Kak Zein..hari ini kakak manis sekali deh.." ucapnya sambil bergelayut manja di lengan suaminya.


" Ah..tentu saja..kan sedari dulu aku memang sangat manis dan tampan tentunya.." ucapnya sedikit sombong dan sekalian menyentil ujung hidung Nisa dengan gemasnya.


" Aisshhh..kakak apa - apaan si..sakit tau..." ucap Nisa yg sedikit merajuk.


" Emm...sayangnya Zein mau diantar kemana lagi..? " ucapnya sambil memandang kedua manik mata Nisa yg begitu menghipnotisnya.


" Mm..mau pulang aja deh..kan besok mau jalan- jalan lagi.." ucapnya bersemangat.


" What'sss...jalan - jalan lagi.." tanyanya sambil geleng - geleng.." lalu kapan bikin Zein juniornya.." batin Zein berkecamuk..disisi lain ingin membahagiakan istrinya..tapi disisi lain ia juga tak mau kehilangan Nisa karena mereka masih harus berpisah beberapa minggu lagi sebab mereka masih belum menjadi 1 tempat kerja.


" Hu um.."sambil menunjukan puppy eyes nya agar Zein menuruti kemauannya kali ini.


" Ok.." jawabnya sambil tersenyum smirk..di otaknya sedang memikirkan cara agar ia bisa mengurus kepindahan Nisa secara cepat.


Ia pun akan meminta bantuan Pak Charles untuk memuluskan rencananya nanti.