After Married

After Married
KEDATANGAN YO



Setelah selesai melakukan olahraga pagi yang panas dan menyehatkan tersebut, mereka berdua terkulai lemas diatas tempat tidur mereka. Bentuk ranjang mereka pun sudah tidak karuan lagi. Beruntungnya Zi sedang melakukan study tour, jadi tidak ada yang akan mengganggu mereka lagi.


Tapi sayangnya itu hanyalah angan-angan saja. Sesaat setelah Fadhil ingin memejamkan mata kembali sembari memeluk istrinya. Suara teriakan Yo menggema di lantai bawah.


Yo yang baru saja pulang dari liburannya sudah tidak sabar ingin bercerita pada kakak angkatnya tersebut. Terlebih saat liburan kemarin ia bertemu seorang gadis yang membuatnya jatuh cinta pada pandangan pertama.


Namanya Alexa, meskipun dia berkebangsaan Australia, tetapi dia amat sopan, berbeda dengan beberapa gadis yang pernah ditemui Yo. Karena saking bahagianya ia sampai melupakan tata krama baru di rumah Fadhil.


Fadhil yang merasa terganggu ahirnya keluar dari kamarnya dan menemui adik angkatnya tersebut.


"Pagi-pagi sudah teriak-teriak, mau cari mati ya?" gertak Fadhil dari lantai dua.


Yo yang lagi kasmaran tidak memperdulikan amarah sang kakak. Ia malah berlari dan menghamburkan dirinya pada kakaknya tersebut.


"Oh my Good, kak beginikah rasanya jatuh cinta?" tanya Yo sesaat setelah melepas pelukannya pada kakaknya itu.


Matanya masih saja berbinar-binar persis orang yang lagi pertama kali jatuh cinta. Entahlah... apakah memang ini pertama kalinya untuk Yo, Fadhil sendiri tidak tau. Karena ia tidak mau mengusik luka lama adik angkatnya itu.


Tangan Fadhil reflek menempel pada kening Yo dan berkata, "Tidak panas? kamu kesambet setan dari mana sih?"


"Astaghfirullah kak, yang bener aja aku dikatain kesambet," protes Yo.


"Ya sudah kita duduk disana saja," ajak Fadhil pada adiknya.


Mereka berdua pun menuju ruang keluarga di lantai dua. Dengan tidak sabarnya Yo segera menceritakan pengalamannya saat liburan kemarin. Maklum saja, selama ini Fadhil tidak pernah memberikan liburan panjang untuknya. Karena memang posisi Yo sangat penting untuk dirinya.


Ia pun selalu mengusahakan agar Yo tidak pernah absen. Tetapi untuk merayakan kehamilan Nisa, ia pun memberikan hak cuti pada adiknya itu. Beruntungnya selama ia cuti, semua pekerjaan kantor baik-baik saja. Jadi selama itulah Yo benar-benar bebas dari tugas kantornya.


Yo menceritakan bagaimana ia bisa bertemu dan Alexa dan sudah ngapain aja bersamanya. Waktu satu minggu yang diberikan Fadhil benar-benar dimanfaatkan Yo dengan baik.


Saat di tempat liburan itu kebetulan Alexa lagi cuti kuliah, ia juga sama halnya dengan Yo yang pergi berlibur. Dan mereka berjanji akan saling memberi kabar setelah perpisahan itu.


Meskipun disana mereka belum mengikat janji pacaran, tetapi hati mereka saling terkait satu sama lain. Meskipun Alexa adalah orang asing, tetapi dari cara bicara dan tingkah lakunya ia tau bahwa Alexa gadis yang baik.


Didikan ketat yang diberikan oleh keluarganya membuat Alexa tumbuh menjadi gadis berbeda. Dia memang anak orang kaya, tetapi kehidupannya dibatasi dan selalu diawasi kedua orangtuanya. Apalagi Alexa adalah putri tunggal.


Pertemuan dengan Yo pun tidak lepas dari pengawasan para pengawal Alexa, tetapi mereka tidak mau ikut campur selama keamanan majikan mereka tidak terganggu. Para pengawal yang diutus Ayah Alexa selalu melaporkan setiap perkembangan nona mereka.


Saat tau Alexa bertemu dengan Yo, Ayah Alexa segera mencari tau identitasnya. Dari data yang diberikan oleh para pengawalnya ia tidak keberatan putri mereka dekat dengan Yo. Apalagi Yo merupakan salah satu kaki tangan Fadhil yang sangat berpengaruh.


Yo juga mempunyai peranan penting di perusahaan Fadhil. Jadi jika suatu saat nanti Ayah Alexa mau mewariskan kerajaan bisnisnya ia tidak akan hawatir lagi. Dalam artian secara tidak langsung Ayah Alexa menyetujui putri mereka dekat dengan Yo.


"Kak dia berbeda kak, dia juga sangat cantik."


"Kamu suka dengan dia?"


"Sepertinya begitu kak?"


"Kalau kamu suka, kejar dia, aku merestuimu Yo. Sudah saatnya kamu memiliki seseorang yang berarti untukmu."


"Benarkah kak?"


"Tentu saja, apa perlu aku mewakilimu untuk melamarnya?"


"Jangan kak, dia masih harus menyelesaikan satu semester lagi studynya."


"Lalu bagaimana kalian akan bertemu lagi?"


"Selama kami long distance kami hanya mengirim kabar lewat email saja."


"Apa kalian tidak bertukar no ponsel?"


"Iya si, tapi ia takut dengan penjagaan ayahnya yang sangat over protektif padanya."


"Hah, memangnya dia anak orang terkenal?"


"Bukan ... tetapi ayahnya juga mempuyai kerajaan bisnis di Australia, jadi sepertinya akan sangat susah untuk menemuinya lagi."


"Come on Yo, jangan pesimis begitu, aku yakin kalau kalian berjodoh pasti akan bertemu lagi."


"Soal identitasmu aku yakin para pengawalnya sudah melaporkannya pada Ayah Alexa."


"Kenapa kakak bisa yakin seperti itu?"


"Aduh... sakit kak!" protesnya.


"Kakak ini kenapa sih?"


Yo masih saja mengusap-usap bekas centilan dari Fadhil. Sedangkan pelakunya masih menahan senyumnya.


"Tentu saja kamu menjadi bodoh setelah jatuh cinta."


"Tidak sadarkah kamu, kenapa kamu bisa bebas berjalan-jalan bersama Alexa selama liburan kamu kemarin?"


Yo menggelengkan kepalanya tanda ia tidak paham akan maksud sang kakak. Fadhil menepuk jidatnya.


"Astaga, Yo ... bangun ... "


"Alasan dibalik kenapa kamu bisa menghabiskan liburanmu dengan Alexa dengan tenang, karena ayahnya percaya bahwa kamu orang baik dan tidak akan menyakiti putri mereka."


"Owh ... " Yo pun manggut-manggut tanda mengerti.


"Satu lagi, itu artinya orangtua Alexa merestui hubungan kalian, jika tidak, sejak di hari pertama kalian bertemu pasti kalian akan berpisah."


"Seorang putri tunggal dari orang kaya pastinya akan dijaga ketat oleh ayahnya, baik itu dari teman, atau bahkan kekasih sang gadis."


"Hanya orang-orang terpilih dan yang sudah diselidikilah yang mampu dekat dengannya."


"Apalagi ia merupakan putri orang yang mempuyai sebuah kerajaan bisnis."


"Kakak benar, kenapa aku jadi bodoh seperti ini ya? Apakah aku benar-benar jatuh cinta padanya?"


"Entahlah, tanyakan sendiri pada hatimu, aku mau balik tidur lagi."


"Hah, kenapa kak?" tanya Yo kebingungan.


"Karena kamu menganggu jam tidurku bodoh."


"Memangnya dimana keponakan hansemku?"


"Zi sedang pergi study tour, ia juga sudah membawa dua orang pengawal untuk menjaganya."


"Wah, kakak benar-benar baik hati, setelah aku diberikan cuti, anak sendiri pun diberikan liburan."


"Itu bukan rencanaku, tetapi Zi dan Nisa-lah yang mengaturnya, aku hanya memberikan ijin sekaligus penjagaan buatnya selama liburan Zi berlangsung."


"Terimakasih kak, aku ke kamar dulu."


"Iya."


Dan mereka pun menuju kamar mereka masing-masing.


...~Bersambung~...


.


.


.


.


.


...DUKUNG SELALU AUTHOR DENGAN CARA...


...LIKE...


...KOMEN...


...FAVORIT...


...GIFT/VOTE...


...TERIMAKASIH BANYAK🙏😊...