After Married

After Married
AHIRNYA



Kebahagiaan bisa datang kapan saja, tetapi kita jangan lupa untuk selalu bersyukur, karena tidak semua hal bisa berjalan sesuai dengan keinginan kita. Semua terasa indah di awal, tetapi bisa juga menjadi petaka di lain waktu.


...***...


Setelah Nisa memakai masker pemberian dari Fadhil, ia merasa jauh lebih enakan ketimbang tadi. Kini meskipun sang suami berada di dekatnya sekalipun ia tidak merasakan bau tersebut.


Nisa pun kembali beristirahat setelah Fadhil memberikan makanan dan obat dari dokter Richard. Setidaknya obat itu bisa mengurangi rasa mual yang ia rasakan saat itu.


Karena tadi ia sibuk merawat istrinya, ia pun tidak bisa menjemput putranya dari sekolah. Tadi ia hanya mengirim supir untuk menjemputnya. Awalnya Zi ingin protes, tetapi setelah mendapat penjelasan dari sang ayah, ia pun setuju.


Untung saja supirnya tidak telat untuk menjemputnya, jadi Sharen tidak ada celah untuk mengganggunya di sekolah. Beruntungnya meskipun daddy Zi sibuk, ia masih mengingat anaknya tersebut. Tidak seperti sang paman yang memberikan banyak alasan yang tidak masuk akal ketika terlambat menjemput.


Di perjalanan.


"Pak gimana keadaan mommy?"


"Saya kurang paham den, tetapi tadi bapak terlihat sangat kawatir dengan keadaan nyonya."


"Apa tadi mommy sudah diperiksa oleh dokter?"


"Sudah den, sepuluh menit sebelum saya berangkat jemput aden tadi dokternya sudah datang ke rumah."


"Alhamdulillah kalau begitu."


Dan setelah beberapa saat, mobil yang menjemput Zi masuk pekarangan rumah Fadhil. Benar saja mobil yang biasa dipakai ayahnya masih terparkir rapi di garasi. Itu artinya ayahnya tidak melanjutkan kerjanya.


Zi pun bergegas turun dari mobil dan mulai memasuki rumah.


"Assalamu'alaikum ..." Ucapnya.


"Waalaikumsalam ... aden sudah pulang?" tanya Mbok Ijah menyambut majikan kecilnya.


"Alhamdulilah sudah mbok, dimana daddy and mommy mbok?"


"Masih diatas den, di kamar mereka."


"Terimakasih mbok..."


Lalu Zi pun segera masuk kamarnya dan membersihkan diri sebelum ia menemui kedua orangtuanya.


Satu kebiasaan baik yang ditanamkan Nisa pada anaknya adalah ketika kita pulang dari kegiatan luar rumah, jika ingin bertemu dengan orang rumah sebaiknya kita mandi dan berganti pakaian dulu baru menemui mereka.


Setidaknya kita tidak membawa atau menularkan virus atau apapun itu pada anggota keluarga di rumah. Terkadang tanpa terasa banyak virus atau apapun itu yang ikut terbawa masuk saat kita pulang. Untuk tetap menjaga kesehatan harus dibiasakan sering cuci tangan.


Sebenarnya membersihkan diri sebelum masuk rumah juga ada tuntunannya lo.


...***...


Mengingat di tengah pandemi virus corona ini, siapa pun diharuskan untuk selalu menjaga kebersihan. Kesehatan dan kebersihan sudah menjadi perhatian khusus dalam Islam. Seperti sebelum melaksanakan salat, kita diwajibkan untuk berwudu.


Nah, di dalam Alquran ada beberapa surat yang menjelaskan bahwa menjaga kebersihan itu penting. Bukan hanya fisik, tapi pikiran dan hati setiap manusia. Untuk itu, yuk simak ayat-ayat Alquran mana yang menjelaskan hal tersebut.


1. Allah mencintai orang-orang yang selalu membersihkan diri


Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 222 yang artinya:


"...Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri."


Dari arti ayat tersebut, kita diingatkan untuk tetap bersih dan suci adalah sebagian dari iman. Dengan mensucikan diri, berarti kita menunjukkan cinta dan pengabdian kepada Allah SWT.


2. Tetap menjaga kebersihan berarti tanda terima kasih


Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Maidah ayat 6 yang artinya:


"Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur."


Di sini kita kembali diingatkan bahwa kita membutuhkan langkah ekstra untuk memastikan kita tetap bersih dan suci. Tentunya, kita diharuskan untuk terus bersyukur atas semua bimbingan dan cinta yang diberikan Allah SWT kepada umat-Nya.


3. Kebersihan adalah bentuk tindakan dari iman


Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 151 yang artinya:


"Sebagaimana (Kami telah menyempurnakan nikmat Kami kepadamu) Kami telah mengutus kepadamu Rasul diantara kamu yang membacakan ayat-ayat Kami kepada kamu dan mensucikan kamu dan mengajarkan kepadamu Al Kitab dan Al-Hikmah, serta mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui."


Maksud dari ayat tersebut adalah bahwa Allah SWT memberitahu kita semua kalau Islam itu ada untuk mensucikan diri kita. Maka dari itu, kamu juga perlu terus mengingat untuk mensucikan diri berarti kita perlu menjaga kebersihan.


4. Air adalah bentuk hadiah atau pemberian Allah SWT kepada umatnya untuk membersihkan diri


Allah berfirman dalam QS. Al-Anfal ayat 11 yang artinya:


Allah SWT telah memberikan kita hujan dan air untuk membersihkan diri. Karena itu, kita harus mengingatkan diri sendiri bahwa air adalah hak istimewa yang kita dapat sebagai bentuk hadiah dari Allah SWT. Tentunya, kita patut berterima kasih atas pemberian itu.


5. Orang yang bertakwa adalah selalu menjaga kebersihan


Allah SWT berfirman dalam QS. Maryam ayat 13 yang artinya:


"Dan rasa belas kasihan yang mendalam dari sisi Kami dan kesucian (dan dosa). Dan ia adalah seorang yang bertakwa."


Menjaga kebersihan adalah bentuk kewajiban dari Allah SWT. Oleh karena itu, menjaga kebersihan pula hanya dilakukan bagi orang-orang yang bertakwa.


...***...


Karena memang kebiasaan kecil dan mungkin dianggap sepele itu sebenarnya banyak makna dan manfaat yang terkandung di dalamnya.


Dulu sewaktu kecil kita diajari untuk mencuci tangan dan kaki sebelum masuk rumah, ternyata hal itu banyak manfaatnya bukan. Mulai dari kita lebih terjaga kesehatannya, dan tentu saja barang-barang ghaib pun tidak akan ikut serta masuk rumah, terutama jika sebelum masuk rumah kita berdoa terlebih dahulu.


Karena kondisi negeri yang semakin memprihatinkan ini, ia pun berusaha semaksimal mungkin untuk menjaga kebersihan diri. Karena waktu masih memungkinkan, setelah mandi Zi sekalian mengambil air wudhu untuk sholat dzuhur terlebih dahulu.


Fadhil yang sudah melihat Nisa tertidur pun segera membersihkan dirinya dan juga mengambil air wudhu untuk beribadah. Mumpung di rumah setelah sholat, ia pun mengaji sebagai bentuk rasa syukurnya karena sebentar lagi ia akan menjadi seorang ayah yang sesungguhnya.


Sebentar lagi ia akan memiliki anak kandungnya sendiri. "Alhamdulillah Fadhil junior sudah bersemayam di rahimmu sayang." Ucap Fadhil sembari melihat istrinya yang sedang beristirahat.


"Semoga Allah senantiasa menjagamu dan menjaganya sampai ia lahir ke dunia ini... Aamiin."


Setelah ia berdoa dan mau melepas pakaiannya, pintu kamarnya diketuk dari luar.


"Assalamu'alaikum, daddy ini aku." Ucap Zi dari luar.


"Wa'alaikumsalam Zi, sebentar."


Fadhil pun berganti pakaian lalu menemui putranya tersebut.


Ceklek.


"Hai sayang, sudah pulang ya?"


"Alhamdulillah iya Daddy, bagaimana keadaan Mommy?"


"Masuklah," ajaknya pada putranya tersebut.


Lalu Zi pun masuk ke dalam kamar kedua orangtuanya. Dilihatnya ibunya sedang pulas tertidur. Zi ingin mendekat tapi ia mengurungkan niatnya dan mengikuti sang ayah yang mengajaknya ke balkon.


Mereka duduk berdua siang itu di balkon kamar. Mereka memandang pemandangan sekitar rumah mereka. Sudah lama sekali rasanya mereka tidak melewati moment bersantai bersama seperti siang itu.


"Rasanya kita sudah lama tidak menikmati moment berdua seperti ini ya Zi."


"Iya dad."


"Oh ya Daddy, bagaimana keadaan moms, kenapa Daddy sampai tidak masuk kerja kembali dan memilih di rumah?"


"Oh iya lupa, Daddy lom cerita ya? maaf-maaf sayang... jadi ..."


...~Bersambung~...


.


.


.


.


.


...DUKUNG SELALU AUTHOR DENGAN CARA...


...LIKE...


...KOMEN...


...FAVORIT...


...GIFT/VOTE...


...TERIMAKASIH BANYAK🙏😊...