Touch Me!

Touch Me!
Talk



" Hei! gadis cobra! bagaimana malam pertamamu? "


Devi melirik dua sahabatnya yang tak lain adalah, Sherin dan Vanya. Mereka nampak begitu antusias dengan pertanyaan ini. Heh! memang apalagi kalau bukan bertengkar? mereka sih enak tidak memiliki Ibu yang menyebalkan seperti, Ibunya. Devi hanya bisa menghela nafas sembari menatap dua sahabatnya itu.


" Kenapa dia diam saja? " Tanya Sherin kepada Vanya. Tentu saja Vanya sudah bisa menduga apa yang terjadi, Devi adalah sosok yang tidak mudah untuk membuka hati. Dia pasti sudah membentengi dirinya agar tidak jatuh cinta, meski pria itu adalah suaminya sendiri. Vanya menatap ke arah Devi yang diam seolah malas untuk menjawab pertanyaan itu. Ada rasa iba dihatinya, Devi memiliki banyak pengalaman tidak enak karena Ibunya. Banyak sekali gosip yang mengatakan bagaimana Ibunya merayu para suami tetangga. Meski itu terbukti tidak benar, tetap saja makian dari para tetangganya menghantuinya setiap saat. Devi perlahan menjauhi para pria dan menutup dirinya serapat mungkin.


" Mungkin dia sedang mengingat betapa perkasanya Lexi malam itu. " Jawab Vanya yang ingin menghibur temannya itu.


Devi terperangah menatap Vanya dengan tatapan tidak percaya, tapi lain ekspresi yang terukir diwajah Sherin. Gadis itu nampak merona, pikirannya mengembara dan membayangkan betapa kekarnya tubuh lexi, lembutnya sentuhan Lexi, dan bagaimana mereka mendesah bersamaan.


" Kau beruntung sekali ya, Devi? aku benar-benar iri loh.." Ujar Sherin sembari memegangi wajahnya yang masih saja merona.


Devi dan Vanya menggeleng keheranan melihat tingkah Sherin.


" Kalau begitu, kenapa tidak menikah saja? " Ujar Devi dengan wajah sebalnya.


Sherin mendesah sebal menatap Devi. Menikah? memang dia mau menikahi siapa? dia sudah dua kali kencan buta, dan hasilnya? hah! di luar dugaan. Dia kira akan segera menemukan pasangan, yang ada laki-laki partner kencan buta nya menghilang entah kemana. Lalu dengan siapa dia akan menikah? Dokter Kevin? orang itu terlalu mengancam hidupnya. para penggemarnya tak henti-hentinya menatap sinis kepadanya setiap kali bertemu.


" Menikah dengan bapak mu? " Tanya Sherin sebal.


" Pft.....! " Vanya menahan tawanya, sungguh dia sudah bisa menduganya. Beberapa hari yang lalu, Sherin menceritakan padanya akan datang ke kencan buta. Tapi anehnya pria itu menghilang tanpa kabar, kejadian itu terjadi hingga dua kali. Ah,.. siapa lagi kalau bukan Kevin pelakunya?


" Kenapa kau tertawa? apa kau bahagia melihatku menjadi perawan tua? " Protes Sherin yang merasa kesal melihat Vanya mulai cekikikan sendiri.


" Bukanya lebih baik menjadi perawan tua? " Pertanyaan Devi mampu membuat dua sahabatnya itu terperangah keheranan.


" Kau gila ya?! " Kesal Sherin.


" Kau baru tahu? " Devi mendengus tapi tak mau kalah.


" Kau ini adalah orang paling beruntung tahu? kau menikah dengan sekretaris tampan, berbakat, tubuhnya sangat wangi, dia juga kekar dan terlihat gagah. " Sherin mengatakan semua itu dengan wajah yang kembali merona. Sejujurnya, dia juga tidak tahu kenapa di akhir-akhir ini begitu mesum. Tidak mungkin karena Vanya kan? apa karena dia sudah kebelet nikah?


Devi berdecih sembari mengingat Lexi.


Memang benar sih, dia tampan, pintar, cekatan, tubuhnya juga bagus dan terlihat gagah, tapi kan dia homo? sayang sekali ya? andai saja dia tidak homo.


Vanya menggeleng heran karena dua sahabatnya itu. Tapi yang bisa ia lihat, sedikit banyaknya Devi sudah mulai menganggap Lexi. Dan Sherin, wanita itu menyukai Kevin tapi takut untuk mengakuinya.


Huh....! untung saja aku dan Nath saling mencintai. Ah,! aku jadi merindukan suamiku tercinta.


" Vanya, apa kau sudah mengetahuinya? " Tanya Devi sembari menatap Vanya serius.


" Apa? tentang apa? "


" Ayahmu sudah mengumumkan kepada seluruh negara ini, dia mewariskan seluruh aset Dirgantara untukmu. "


Deg....!


Vanya terdiam, entah apa yang bisa dia katakan. KBR Group dan sekarang Dirgantara? dia bingung sendiri, apa harus bahagia karena banyak harta atau sedih karena semua ini terjadi begitu tiba-tiba.


Vanya tersenyum menatap kedua sahabatnya yang menatapnga seolah menunggu reaksinya.


" Vanya, kau benar-benar super kaya raya sekarang. " Ujar Sherin, Devi mengangguk-anggukkan kepalnya menyetujui.


" Kau sudah tambah kaya, jangan lupa tentang Maldives. " Devi mengingatkan.


Vanya terkekeh sembari mengangguk. " Tenang, aku dan Nath sudah kembali bersama, dan Devi juga sudah menikah, sekarang hanya tinggal menunggu Sherin kan? "


" Apa-apaan? kalau aku belum menikah dalam waktu dekat ini, Maldives juga tidak akan jadi? " Tanya Sherin yang merasa kecewa.


" Iya, meskipun pasangan ku homo. " Timpal Devi yang membuat Vanya dan Sherin terkejut.


***


" Bagaimana malam pertamamu? " Tanya Nath dengan wajah mengejeknya.


Lexi menghela nafas kasarnya. Dia mengingat kembali betapa liar cara tidur Devi. Malam pertama tapi begitu sial, namun ada senyum yang tipis yang terlihat dibibirnya. Jujur saja, mengingat Devi yang sedang marah dan memakinya, wanita itu justru terlihat manis dan berani. Apalagi, saat dia mengingat gaun Devi yang tersingkap waktu itu, huh...! untung saja dia bisa menahan diri, kalau tidak, dia pasti sudah babak belur dibuatnya.


" Anjing bodoh ini sedang jatuh cinta. " Ujar kevin berbisik kepada Nath.


Nath tersenyum melihat Lexi yang tersenyum sendiri saat mereka bertanya tentang malam pertamanya.


" Aku rasa begitu. " Nath tidak pernah melihat Lexi seperti ini sebelumnya. Dulu memang dia begitu mencintai Mage, tapi karena cintanya tak terbalas dari awal, dia tidak pernah tersenyum seperti ini, yang ada dia hanya murung memikirkan cintanya.


" Lexi, apa tubuhnya indah? " Tanya Kevin perlahan.


Lexi yang masih belum sadar dari lamunannya hanya menjawab apa yang tengah ia bayangkan.


" Iya. Dia memang mulus. " Lexi.


" Apa dia montok? " Kevin.


" Tidak sih, tapi lumayan. " Lexi.


" Bagaimana rasanya? " Kevin.


" Belum aku coba. " Lexi.


Sontak, Nath dan Kevin tertawa terbahak-bahak. Lexi yang sedang melamun itu menjadi gelagapan dan kebingungan dengan apa yang sedang ditertawakan oleh Nath dan Kevin.


" Kenapa kalian tertawa? "


Nath menatap Lexi tapi belum bisa menghentikan tawanya, jadi dia juga tidak bisa menjawab pertanyaannya.


" Jadi kau gagal ya? " Tanya Kevin yang merasa iba tapi lucu.


" Apa sih? " Bingung Lexi.


" Malam pertamamu! " Timpal Nath dan kembali tertawa.


Lexi mendengus kesal. " Tertawa lah, Nath. Kau bahagia karena istrimu juga mencintaimu. Tapi mulai hari ini, aku akan mengganggumu setiap malam. Dan kau , Kevin. Kau akan merasakan apa yang aku rasakan nanti. " Ancam Lexi yang benar-benar terlihat kesal.


Kevin langsung terdiam dan tak lagi bisa berbicara. Tentu saja dia sedang merasa was-was. Bagaimana kalau itu benar? Sherin kan masih sulit untuk ditaklukan hingga sekarang.


Nath menatap Kevin dan Lexi bergantian. Dia terkekeh geli melihatnya.


" Kau tahu, Lexi? dia sudah menggagalkan dua kali kencan buta nya Sherin. " Ucap Nath sembari menahan tawanya.


" Hah? kasian sekali. Dua naywa terbuang sia-sia. " Ujar Lexi dengan tatapan mengejek.


" Gila ya! aku hanya memberi mereka uang dan menyuruhnya pergi. Aku bukan malaikat pencabut nyawa. " Protes Kevin.


" Ayo ke unit Sherin. Mereka sedang ada disana, kita ajak mereka bermain Truth of dare, itu akan menguntungkan kita kan? " Ajak Nath.


To Be Continued.