
Jarak wajah yang begitu dekat, perasaan yang sama dan sudah sama-sama mengetahui, ditambah lagi besok Ele akan pergi. Sammy dan Ele saling mendekatkan wajah mereka hingga bibir mereka berciuman dengan mesra. Entah juga setan kurang ajar dari mana, mereka berdua benar-benar di mabuk cinta hingga tanpa sadar melakukan apa yang seharusnya tidak di lakukan oleh pasangan yang belum menikah.
Sammy dan Ele yang sudah dikuasai olah perasaan satu sama lain hanya perduli bagaimana mereka akan menjalani satu hari yang singkat sebelum Ele kembali ke negaranya. Sammy menjalankan tangannya mengusap lembut punggung Ele tanpa melepaskan ciumannya. Perlahan tangannya mulai menyusuri bagian-bagian tubuh Ele dengan gerakan yang begitu lembut penuh cinta.
" El? apa kau yakin dengan ini? " Sammy menghentikan kegiatannya sesaat. Matanya menatap intens bola mata Ele yang juga sudah di kuasai perasaan yang dia sendiri tidak paham. Tidak menjawab, Ele justru meraih tengkuk Sammy dan memulai kembali aksi ciumannya yang sempat terhenti. Tentu saja Sammy melanjutkan apa yang ia tahan tadi. Meskipun tidak memiliki pengalaman dalam hal ini, Sammy yang tentulah pria normal mana bisa menahan diri lagi? ditambah Ele yang malu-malu tapi tetap saja memberikan serangan yang sulit untuk di tahan olehnya.
" El, semoga kau tidak akan menyesal setelah ini. " Ucap Sammy pelan lalu kembali melanjutkan aksinya. Beberapa saat kemudian, entah dari mana memulainya, tapi Sammy dan Ele benar-benar sudah dalam keadaan polos tanpa busana. Malu? sungguh mereka tidak memikirkan itu lagi. Karena perasaan aneh yang sulit di tahan itu menampik rasa malu nya entah kemana.
" Em..." Ele meremas pundak Sammy yang kini tengah menyesap leher jenjangnya dan terus melaju ke bawah sampai ke bagian dadanya. Sungguh luar biasa! batin Sammy bahagia melihat bagian dada Ele yang begitu indah. Bohong saja kalau dia tidak pernah melihat adegan dewasa seperti ini. Karena dia diam-diam menyimpan video dewasa dan menontonnya saat senggang. Untunglah, tentu saja dia tahu harus melalukan apa berkat hobinya menonton video dewasa secara diam-diam dirumah.
" Ah....! " Ele mulai menggelinjang saat Sammy mulai memainkan bagian ujung dada Ele secara bergantian. Tak cukup hanya sampai disitu, Sammy kini mulai menurunkan lagi ciumannya hingga sampailah di tempat paling intim dari wanita cantik, Ele. Indah. Sammy tidak bisa lagi memikirkan yang lain selain indah dan menambah kadar perasaan ingin memakan Ele sesegera mungkin.
" El, aku mulai sekarang ya? " Gadis cantik itu tidak berani menjawab ataupun mengangguk meski dia ingin sekali mengangguk dengan cepat. Todak tahulah, mungkin sekarang dia ingat dengan rasa malu. Diam, tentu saja Sammy tahu apa maksud dari diamnya Ele saat ini. Sembari mengarahkan tongkat ajaibnya, Sammy kembali mencium bibir Ele dan perlahan-lahan menekan pinggulnya agar lebih dalam masuk ke dalam bagian inti dari Ele.
Berhasil!!!! Mari beri tepuk tangan untuk kakak kedua yang sudah tidak lagi membujang.
Beberapa saat setelah itu. Sammy kini memeluk tubuh Ele dengan erat. Sungguh dia tidak tahu bagaimana cara menyampaikan bagaimana bahagianya dia hari ini. Dia pikir, Ele adalah gadis yang akan merasa malu karena Sammy bukanlah anak kandung dari keluarga Chloe. Tapi apa yang Ele lakukan hari ini benar-benar membuatnya merasa bersyukur.
Ele, aku berjanji akan membahagiakan mu sampai akhir hidupku. Asalkan kau bersedia terus bersama ku, aku akan berikan apa yang kau minta dariku.
" El? " Panggil Sammy karena dia menyadari kalau Ele sudah terbangun.
" Em? " Ele benar-benar tidak berani menatap mata Sammy seperti biasanya. Malu, dan canggung serta jantungnya yang berdetak sangat kencang sedari tadi cukup membuatnya tak bisa berkata-kata. Bahkan, mau menggerakkan tubuh nya juga ia tahan untuk alasan yang tidak jelas.
" Apa kau benar-benar harus pergi? " Sammy kini semakin erat menggenggam satu tangan Ele yang sedari tadi berada di dadanya.
" Iya. Lusa adalah hari ulang tahun Ibuku. Aku harus pulang. " Sejujurnya Ele juga belum siap kalau harus berpisah dengan Sammy, tapi hari ulang tahun Ibunya juga sangat penting baginya.
" Kira-kira sampai kapan aku harus menunggumu? " Sammy menatap Ele yang masih saja sibuk menyembunyikan wajah di dada Sammy.
" Bagaimana jika aku tidak bisa kembali dalam waktu dekat? " Ele kini mengangkat wajahnya menatap Sammy.
" Bolehkah aku datang kesana? " Ele tersenyum bahagia saat Sammy menanyakan ini. Dia pikir, Sammy hanya akan menunggu di sini tanpa mau mendatanginya dan memperjuangkannya, untunglah Sammy tidak seperti yang ia kira.
" Apa kau sungguh akan melakukannya? " Tanya Ele penuh semangat. Iya, dia sendiri tidak bisa menyembunyikan bagaimana bahagianya ia mendengar Sammy bersedia dayang ke negaranya untuk bertemu dengannya nanti.
" Kenapa tidak? jika kau pindah ke ujung dunia juga aku akan tetap mendatangi mu. Bahkan, jika kau mau kita menikah setelah hari ulang tahun Ibu mu aku juga akan melakukanya. "
Ele kini terdiam menatap bola mata Sammy mencari kesungguhan dari sana.
" Iya. " Jawab Sammy tegas dan meyakinkan.
" Sungguh? " Ele kini terbangun dari posisinya dan duduk menghadap Sammy dengan tatapan yang berbinar bahagia.
" Su sungguh, indah. " Sammy menelan salivanya karena bisa dengan kelas melihat tubuh polos Ele yang kini bersimpuh di hadapannya. Ele yang tidak sadar karena sangking Bahagianya kini memeluk Sammy tanpa mengingat jika tubuhnya benar-benar sangat polos saat ini.
Hah! tentu saja sampai ke ujung dunia pun aku alam mengejar mu. Mana mungkin aku melepaskan wanita secantik dan sebaik dirimu begitu saja. Heh! aku benar-benar bisa menyombongkan diri setelah ini. Oh, apakah perlu membuat status bahwa perjaka ku sudah hilang? semacam pasang banner begitu? haha aku bahagia.
" Terimakasih. " Ele semakin mengeratkan pelukannya yang tanpa dia sadari, dia lagi-lagi membangunkan si tongkat ajaib yang hampir saja menjadi biksu.
Bruk....
Dengan satu gerakkan Sammy mengubah posisi mereka dan Ele berada di bawah kungkungan Sammy sekarang.
Waktu terus berjalan hingga matahari yang baru saja terbenam kini sudah mulai terbit perlahan-lahan menyinari bumi. Pagi ini juga Sammy sudah mengantar Ele ke bandara. Sedih memang, tali ini tidak akan lama. Selain masih bisa mengirim pesan dan melakukan panggilan Video, mereka juga akan bertemu setelah hari dimana Sammy akan diresmikan sebagai Presdir di perusahaan VNS Group.
Bruk....!
Sammy yang merasakan lelah ditubuhnya sesaat merebahkan dulu tubuhnya di tempat tidur kesayangan yang semalam tidak bertemu karena menginap di apartemen Ele.
" Siluman babi! aku tahu kau sudah pulang. Cepat turun kebawah, Ibu dan Ayah sudah menunggu mu. Mereka juga sudah menyiapkan penggarisan besi loh. " Ucap Nathan setelah beberapa kali mengetuk pintu.
" Penggarisan besi? " Sammy menelan ludahnya sembari membayangkan hal mengerikan itu. Ayah dan Ibu pasti tahu kala dia tidak pulang semalaman. Sialan! memalukan sekali di usianya yang sudah tiga pulih tahun masih saja harus di pukul pantatnya. Kalau tidak turun juga, Ibunya pasti akan datang menghampirinya. Terpaksa sudah dia turun dan menghampiri orang tuanya.
" Ayah, Ibu? " Vanya dan Nath yang sudah menunggu Sammy dengan ekspresi yang tidak bisa dijelaskan, kini di buat kaget dengan apa yang mereka lihat. Bukan hanya Vanya dan Nath, tapi juga Nathan dan Ivi.
" Kau! apa yang kau lakukan semalam?! " Tanya Vanya kesal.
" A aku tidak melakukan apapun. "
" Kakak kedua, lihat ini dan coba katakan lagi kalau tidak melakukan apapun. " Ivi menyerahkan ponselnya yang sudah berada dalam mode kamera untuk Sammy berkaca.
" Ini? " Sammy sendiri tidak menyadari adanya beberapa tanda merah di sekitar lehernya.
To Be Continued.