Touch Me!

Touch Me!
S2- Kabar Mengejutkan



" Syalalala lala lala lala lala,..... " Sammy nampak begitu semangat pagi ini. Sedari bangun tidur, dia terus bernyanyi riang. Bahkan suaranya sampai begitu berisik hingga ke telinga Nathan dan Ivi.


" Aku cinta kepadamu....! yeah......! I love you biebeh....! " Sammy bernyanyi bahagia. Bahkan, sikat gigi pun dia jadikan mik untuk bernyanyi riang Ingin tahu kenapa dia bisa begitu gila sepagi ini? Oh, tidak! bahkan saat pulang semalam dia juga begitu gila. Saat Nathan mengomel karena Sammy meninggalkan kantor begitu saja, dia bahkan sama sekali tidak marah dan yang membuat Nahan semakin kesal adalah, senyum manis di wajah Sammy. Sungguh sangat kesal pastinya ketika memarahi orang tapi yang di marahi malah tersenyum seperti orang bodoh.


Di kamar Nathan dan Ivi.


" Sialan! aku ingin menyumpal mulutnya. " Kesal Nathan yang sebal dengan suara Sammy.


" Apa jangan-jangan, otaknya kabur dari kepalanya dan dia jadi seperti orang gila. " Ujar Ivi sembari membantu Nathan memasang kancing kemejanya.


" Dia selalu bernyanyi tiga kalimat yang semua nya dengan menjelaskan bahwa dia sedang jatuh cinta. "


" Benarkah? aku malah tidak bisa mendengar dengan jelas. Di telingaku, Kakak kedua malah seperti lalat pidato. "


Nathan mendesah sebal.


" Dengarkan! " Sejenak, Nathan dan Ivi mendengarkan apa yang dinyanyikan oleh Sammy.


" Sedari tadi, dia hanya mengatakan tiga kalimat. Aku cinta kepadamu, I love you, dan syalalalala. Apa dia benar-benar sedang jatuh cinta? " Ucap Nathan.


Sementara di luar ruangan. Nathalie dan Nathania kini juga tengah bersiap-siap untuk berangkat bekerja. Kedua gadis itu juga menyadari jika ada yang tidak beres dengan kakak keduanya. Selain dia penasaran, mereka juga akan menyampaikan sesuatu jadi sekalian saja mereka menunggu untuk sarapan bersama. Lima belas menit mereka menunggu, akhirnya tiga orang itu keluar juga dari kamarnya. Silau! sungguh silau sekali melihat mereka bertiga. Nathan dan Ivi yang berjalan saling menggenggam tangan dengan mesra, apalagi Sammy. Pria itu begitu gila senyum hari ini. Bahkan, Nathalie dan Nathania sampai tidak bisa melihat dengan jelas karena silaunya gigi Sammy yang terus terlihat.


" Ya ampun, aku bisa gila kalau melihat mereka seperti ini terus menerus. " Ujar Nathania dan sontak di angguki oleh Nathalie.


Tidak menunggu lama, mrekan langsung melanjutkan kegiatan mereka untuk sarapan. Dan lagi, drama romantika itu terjadi.


" Sayang, kau jangan makan ini ya? sayang, jangan makan banyak cabai, sayang, makanan itu ada ladanya. Sayang, minumnya susu atau jus? sayang, biar aku seka noda makanan di sisi bibir mu. " Nathan benar-benar terlihat begitu gila bertambah nya hari. Selain dari kekhawatiran yang berlebihan terhadap Ivi dan bayinya, Nathan bahkan selalu menjaga dirinya dari manusia lain. Tidak terkecuali Nathania dan Nathalie. Tahu apa alasannya? tentu saja karena Nathan tidak mau debu dan kuman dari mereka menempel padanya, lalu akan mencelakai istri dan calon bayi mereka. Bahkan semua itu juga di konfirmasi oleh Sammy. Semenjak Ivi d kabarkan hamil, Nathan selalu menjaga dirinya dengan sangat ketat.


" Aku benar-benar ingin bunuh diri melihat ini. " Nathania menghentikan kegiatan makannya. Sungguh, kemesraan mereka begitu membuatnya sebal. Walau bagaiman pun, dia juga ingin menikah dan bahagia bersama dengan suaminya juga. Tapi, apakah bisa?


" Aku malah ingin menjadi orang ketiga di antara mereka. " Sebal Nathalie yang tak kalah dari Nathania.


" Sayang sekali, kau adalah adiknya. " Gumam Nathania yang langsung mendapatkan anggukan dari saudari kembarnya.


" Sudahlah, lebih baik kita katakan saja lalu pergi setelahnya. "


" Kakak kedua, kakak pertama dan kakak ipar. Kami ingin memberi tahu kalian sesuatu. "


Mereka bertiga rupanya masih sibuk dengan kegiatan mereka. Nathan sibuk membantu Ivi menyuapkan makanan, Sammy sibuk tersenyum memandangi ponselnya. Nathania dan Nathalie kompak menarik nafas dalam-dalam mengusir kekesalan mereka. Mungkin ini bukan hal ya g penting bagi mereka, tapi sesuai perintah Ayah dan Ibu nya, Nathalie dan Nathania harus memberi tahu Kakak-kakak nya tentang rencana mereka.


" Baiklah, terserah kalian maj dengar atau tidak, mau perduli atau tidak juga bukan masalah. Tapi kami harus memberi tahu kalian karena Ibu dan Ayah meminta kami memberi tahu. Kami akan segera menikah. "


" Menikah?! " Tanya Nathan dan Sammy kompak. Iya, meskipun dua gadis itu menyebalkan, Nathania dan Nathalie tetaplah adik mereka yang selama ini mereka sayangi.


Nathania dan Nathalie kompak mendesah sebal. Memnag kenapa kalau mereka mau menikah? reaksi macam apa yang tiba-tiba ini? batin mereka kesal.


" Siapa? " Tanya Nathan dan Sammy dengan tatapan tajam kepada si kembar itu.


" Apanya? " Tanya mereka kompak kebingungan.


" Siapa bajingan yang akan menikahi kalian? " Tanya lagi Sammy dan Nathan. Tatapan mereka juga semakin menajam entah apa maksudnya.


" Eh? bajingan? " Nathalie dan Nathania kompak saling menatap.


" Aku akan menikah dengan Zadet. " Ucap Nathania yang terlibat malas.


" Aku akan menikah dengan Keenan. " Ucap Nathalie yang semakin membuat darah Sammy dan Nathan mendidih.


" Bajingan sialan! " Mereka berdua kompak berdiri dengan tatapan marah.


" Kalian tidak punya laki-laki lain apa?! apa kalian tidak tahu? Keenan adalah playboy cap sendok dan garpu. Zadet? heh! pria itu bahkan kencingnya saja masih berbelok-belok. " Kesal Nathan. Iya, Nathan adalah kakak sekaligus raja bagi mereka berdua. Sifat mereka tentu saja Nathan tahu benar. Yah, meskipun sebenarnya kedua pria itu baik, tapi tetap saja dia kesal. Kesal karena adiknya akan di ambil oleh pria asing. Asing? memang mereka asing? tapi masa bodoh! pokoknya dia kesal.


" Selama ini, aku kira dua pria menyebalkan itu hanya bercanda. Tidak tahu nya, mereka benar-benar serius ya? kalau tahu begini, dari suku saja aku ikat kuat-kuat tongkat ajaib mereka sampai tongkat ajaibnya tidak berkembang. "


Nathania dan Nathalie tentu saja hanya bisa menatap lurus tanpa mau berkomentar. Dibanding mereka, dia juga lebih kesal karena tidak memiliki pilihan yang lain. Kalau saja ada, mana mungkin mereka akan menyetujui nya? dan seandainya saja, mereka tidak di desak untuk menikah, mereka pasti akan memiliki cukup waktu untuk mencari pasangan sesuai selera mereka.


" Telepon mereka! aku ingin merontokkan gigi mereka. " Titah Nathan.


" Iya, aku juga tidak sabar membelokkan tulang hidung mereka. " Timpal Sammy.


" Kakak kedua, tidak kah kau berpikir jika ini salah mu? " Tanya Nathania sebal.


" Eh? kenapa bisa jadi salah ku? "


" Kalau saja kakak kedua mau mengakui bahwa kakak menghamili kami, kami tidak akan menikah dengan mereka. " Ketus Nathania.


Sial! Sammy tidak bisa berkata-kata. Dia memilih untuk duduk kembali dengan tenang. Bagaimana mungkin dia mengakui hal gila semacam itu. Ditambah lagi, Nathania dan Nathalie adalah gadis yang sudah dia anggap sebagai adik kandungnya sendiri. Jadi bagaimana bisa dia melakukan itu?


" Setelah aku pikir-pikir, berdua cukup baik kok. " Ujar Sammy tanpa berani menatap mata Nathania dan Nathalie.


To Be Continued.