Touch Me!

Touch Me!
S2- Jadwal Padat



Hari ini adalah hari ke tiga puluh alias satu bulan pernikahan Ivi dan Nathan. Semua berjalan seperti biasa. Yang berbeda hanyalah perasaan nyaman yang dirasakan oleh satu sama lain.


Than Than, aku akan segera kembali. Jangan lupa siapkan kudapan yang enak. Bilang kepada Bibi dan paman,jangan lupa juga si kembar, siapkan camilan ke sukaan ku. Setelah dari rumah kakak, aku akan segera menemui mu dan juga keluarga mu.


Seperti itulah bunyi pesan yang Nathan terima pagi ini. Dan sepertinya, ada satu manusia yang cemburu karena tidak sengaja melihat pesan itu. Iya, dia adalah Silvi alias Ivi. Entah mengapa pula, tadi pagi dia merasa penasaran karena ponsel Nathan berdering beberapa kali saat sang pemilik sedang mandi. Tadinya Ivi ingin mengangkat teleponnya, tapi saat Ivi baru memegang ponsel itu, ternyata sudah terputus lebih dulu. Tapi tidak lama setelahnya, satu pesan masuk dari Berly. Ivi membaca pesan itu dengan perasaan kesal. Iya, kesal tapi dia tidak paham kenapa dia harus kesal.


Setelah Nathan selesai mandi, dia bergegas mengambil baju ganti dan memakai nya. Tidak seperti kebanyakan para suami yang disiapkan baju kerja oleh istrinya, Nathan justru melarang keras Ivi melakukanya. Kenapa? karena menurut Nathan, selera Ivi terlalu ketinggalan zaman dan sangat aneh. Saat pertama kali melakukanya, Ivi menyiapkan setelan kerja ya.g berbeda warna. Alasannya adalah trend masa kini yang begitu tidak masuk akal bagi Nathan. Bagaimana tidak? Ivi selalu menyiapkan setelan jas yang berbeda warna. Seperti kemeja warna silver, jas berwarna cream, celana kantor berwarna hitam. Sungguh menggelikan bukan? bahkan beberapa hari yang lalu, Ivi memberikan satu set baju kantor berwarna kuning stabilo kepada Nathan. Tentu saja Nathan sangat tidak sudi memakainya, tapi mau bagaimana lagi? Ivi lagi-lagi mengancam tentang pembuatan anak kepada Nathan. Padahal, selama mereka menikah, baru satu kali mereka melakukannya. Tidak tahu bagaimana bisa begitu, tapi yang jelas, ego dan gengsi mereka masih sama-sama tinggi.


" Ivi, kenapa kau melihat ku begitu? apa kau tergoda oleh ku? "


Hah?! benar, Ivi baru sadar kalau sedari tadi dia terus menatap Nathan yang tengah memakai baju. Tapi itu dama sekali tidak benar. Karena sedari tadi dia hanya sibuk dengan otaknya yang terus berkelana layaknya kesatria pengembara yang pergi ke sebuah tempat entah berantah.


" Jangan percaya diri begitu. Memang bagian mana yang bisa membuat ku tergoda? "


Nathan memutar tubuhnya menatap Ivi.


" Kau benar-benar tidak tahu bagian mana yang menggoda? apa kau buta? apa bola mata mu terbuat dari kue klepon? kau tidak bisa melihat betapa sempurnanya seorang Nathan Refez Chloe? "


" Tidak tuh. Memang sebelah mana yang menggoda? "


Nathan berjalan melangkah menuju Ivi sembari menatap aneh yang tidak tahu apa maksudnya. Setelah sampai di hadapan Ivi, Nathan merah pergelangan tangan Ivi dan membuat tubuhnya bertabrakan lalu menempel erat.


" Selain dari wajah, dan tubuh ku, bagian bawah ku juga menggoda. Terutama isi dompet dan isi resleting ku. "


Ivi menelan ludahnya sendiri karena merasa malu dengan ucapan Nathan yang barusan. Memang benar sih menggoda, tapi melakukannya tanpa suatu perasaan yang tidak bisa Ivi jelaskan sungguh lah sulit. Bahkan dia juga sering berdebar-debar saat tak senagaja menatap Nathan saat pagi hari ataupun di lain kesempatan lainya.


" Apa-apaan kau ini? si siapa yang tergoda oleh isi resleting mu? " Tanya Ivi dengan nada suara yang terdengar gugup.


" Benarkah? apa kau perlu menyentuhnya untuk memastikan? " Nathan sudah memegang tangan Ivi dan membuatnya ngeri karena sepertinya Nathan tidak main-main dengan apa yang dia katakan.


" Jangan! " Ivi menarik tangannya agar tak menyentuh bagian angker dan terlarang itu. Sungguh luar biasa! bagaimana bisa dia mengotori tangan indah dan suci itu.


" Siapa yang akan tertarik dengan isi resleting mu yang begitu loyo? baru masuk, tapi sudah selesai saja. Belum juga aku pemanasan. Bagaimana bisa kau mengira aku tertarik dengan tongkat ajaib mu yang cara bekerjanya sangat kilat? " Kilah Ivi yang dia sendiri sungguh sangat malu. Jangan heran dari mana dia bisa mengetahui itu tentang hal-hal aneh itu. Karena tersangkanya hanyalah satu orang saja. Yaitu, Ibu mertuanya yang sekarang ini ia juluki Yang mulia Ratu mesum mania.


Nathan menatap Ivi dengan tatapan tidak percaya. Tentu saja sebagai seorang laki-laki dia merasa diragukan staminanya. Padahal saat melakukan perkembangbiakan, dia merasa sangat bangga karena mampu membuat Ivi terkapar tak berdaya. Nathan jadi berpikir, apakah Ivi membutuhkan waktu berjam-jam untuk pemanasan? apakah biasanya pria memang mampu melakukan kegiatan perkembangbiakan hingga berjam-jam lamanya? apa pinggang mereka baik-baik saja? apa lutut mereka sehat? hah?! luar biasa membingungkan.


Ivi kembali menelan ludahnya. Apa-apaan?! lelah yang luar biasa saat berhubungan pertama kali saja masih teringat dengan jelas. Bagaimana dia akan mengulanginya dengan durasi yang pasti akan lebih lama? ya tuhan! puji si pemilik punggung besi.


" A aku sedang tidak mood. " Kilah Ivi.


" Kalau begitu, biarkan aku memperbaiki mood mu. " Nathanlie tersenyum penuh maksud.


" Tidak mau ah! a aku harus segera pergi. A aku harus membeli perlengkapan bulanan ku. Aku juga mau menjenguk Ayah dan Ibu ku. "


Nathan menghela nafas kasarnya. Benar, tadi malam Ivi sudah meminta izin darinya untuk menemui orang tuanya.


" Baiklah, kalau sudah selsai, hubungi aku saja. Aku akan menjemput mu. "


" Kenapa kau harus menjemput ku? "


" Biar semua orang berpikir, aku adalah suami yang baik dan sempurna. Aku akan menunjukkan kepada semua orang bahwa aku adalah menantu idaman setiap orang tua. "


Ivi menggeleng heran mendengar Nathan berbicara dengan wajah yang percaya diri.


" Nathan, otak licik mu yang seperti siluman kera itu benar-benar sudah mendarah daging rupanya. " Ujar Ivi yang masih terlihat keheranan.


Nathan menaikan sisi bibirnya sembari melirik Ivi kesal. Lagi-lagi Lebel silman kera tida bisa jauh darinya.


" Dengar, setelah menemui Ayah di rumah sakit, aku akan pulang sebentar ke rumah mereka. Lalu aku akan berbelanja setelahnya aku akan ke Hot Chicken untuk bertemu dengan Bos Ira. Ini sudah satu bulan dan aku tida pernah datang menemuinya. Aku tidak mau nama baik ku yang terkenal imut, baik, dan menggemaskan berubah menjadi gadis tidak tahu diri dan tidak tahu sopan santun. "


Nathan menatap Ivi dengan tatapan yang sulit di artikan.


" Khusu untuk hari ini, aku akan mengantar kemana pun kau pergi. Terutama, saat kau pergi ke tempat terkutuk itu. "


Enak saja kau pergi kesana sendiri. Kalau sampai curut mabuk itu melihat mu seperti kemarin dan tidak ada aku, bisa bahayaa kan? meskipun curut mabuk itu sangat jelek, tapi matamu itu tidak berfungsi dengan baik. Jadi aku melakukan ini untuk melindungi mu dari jenis hewan menjijikkan itu.


To Be Continued.