
" Semoga kau selamat sampai tujuan. Kalau begitu, aku harus segera kembali ke kantor. " Sammy bangkit dengan tubuh yang begitu mati rasa. Dia bahkan sudah tidak bisa lagi menahan diri lebih lama untuk berada di hadapan wanita yang ia cintai.
Menyedihkan sekali. Kalau juga tidak mendapatkan istri, Minggu depan aku akan menjadi biksu saja.
Grep....!
Lengan mulus kini memeluk tubuhnya dan secara otomatis menghentikan langkah kakinya. Tentu saja Sammy tahu siapa yang memeluknya. Ele, dia lah yang memeluk Sammy dengan begitu erat.
" Aku mencintai mu. "
Deg!
Sammy mengeryit karena takut apa yang dia dengar barusan adalah halusinasi nya saja. Selain dari terllau mengharapkan cinta dari Ele, dia juga sudah mulai gila karena tak kunjung mendapatkan istri. Meskipun jantungnya berdetak sangat cepat sekarang, nyatanya otaknya masih saja memerintahkan untuk tidak mudah mempercayai apa yang dia dengar barusan.
" Apa, apa yang kau katakan barusan? " Tanya lagi Sammy masih dengan posisi yang sama. Ele melepaskan kedua lengannya dan berdiri di belakang tubuh Sammy. Sungguh dia ingin mengatakannya lagi. Tapi dia takut jika perasaan yang ia miliki tidak sama dengan apa yang dirasakan Sammy. Selama ini dia sudah terbiasa memiliki teman laki-laki jadi dia bingung menebak bagaimana perasaan Sammy terhadapnya. Sammy yang yang tak mendapatkan jawaban dari Ele kini tergerak untuk memutar tubuhnya menatap Ele.
" El? " Panggil Sammy. Tidak tahulah benar atau tidak yang tadi dia dengar. Sekarang tidak usah lagi pikirkan apa hasil dari pengakuannya. Sammy menelan Saliva nya menatap Ele yang kini tertunduk dan tidak tahu bagaimana ekspresinya.
" El, aku, aku " Sial! perasaan tadi sudah nekat dan siap. Lalu kenapa mulutnya sulit sekali di gerakkan?
" Apa? " Tanya Ele sembari menegakkan wajahnya sedikit ke atas agar bisa menatap Sammy.
" Aku, anu. " Sammy menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Gila! ternyata menyatakan cinta kepada Ele lebih sulit dari pada mempresentasikan sebuah proposal penting. Ele yang terus saja menatap Sammy hanya bisa melakukannya seperti itu. Sungguh, dia bingung karena tidak tahu bagaimana perasaan Sammy terhadapnya. Tapi, besok pagi dia juga harus segera pergi kalau tidak sekarang, dia takut tidak akan memiliki kesempatan untuk menyatakan perasaannya secara langsung. Ele mencengkram kain dress nya mencari kekuatan dan keberanian untuk melancarkan niatnya.
" Bisakah, kau memejamkan mata? "
" Eh? " Meskipun merasa aneh, tapi Sammy menuruti saja apa yang diminta Ele. Yah, siapa tahu Ele ingin memberikan kejutan sebelum dia pergi.
Setelah Sammy memejamkan mata, Ele memajukan langkahnya agar posisi mereka semakin dekat. Kedua kakinya berjinjit untuk menyesuaikan tingginya dengan Sammy. Perlahan dia menggerakkan kedua tangannya untuk menekan tengkuk Sammy agar memudahkannya.
Cup....
Satu kecupan terasa di bibir Sammy. Memang tidak ada pergerakkan apa-apa selain menempelkan bibir. Tapi karena ini yang pertama bagi Sammy, tentu saja dia merasa terkejut dan sontak membuka matanya.
Hah? aku dicium?
Sammy mengerjap kan matanya beberapa kali karena tidak mau terlaku senang dulu. Takutnya, ini adalah khayalan saja karena terlalu lama menjomblo. Dengan hati-hati dia menggerakkan tangannya untuk menyentuh wajah Ele yang masih menautkan bibinya. Hah? jadi sungguhan? Sammy kembali memejamkan mata dan mulai menggerakkan bibirnya mengecap rasa bibir indah Ele. Tidak tahu dari mana ilmu berciuman itu berasal, Sammy dan Ele mulai menikmati ciuman bibir mereka tanpa perduli beberapa pengunjung yang saat ini memperhatikan mereka dengan seksama.
Ele dan Sammy keluar dari kafe itu dengan perasaan malu dan canggung. Benar-benar mengherankan. Mereka berdua sampai lupa kalau berada di tempat umum.
" El? kita akan kemana sekarang? " Tanya Sammy.
" Aku harus segera berkemas. Aku kembali ke apartemen saja. " Entahlah, Ele juga benar-benar tidak tahu harus kemana dan mengatakan apa. Dia benar-benar merasa malu dan canggung sekarang ini.
" Kalau begitu, aku akan membantu mu berkemas. Kita ke parkiran kantor dulu ya? " Ajak Sammy yang langsung di angguki oleh Ele. Sesampainya di parkiran, Sammy dan Ele langsung menuju ke apartemen dengan alasan berkemas. Padahal, bajunya sudah semua dikemas dengan rapih tadi pagi. Entah alasan apa yang akan di pakai nanti oleh Ele untuk menutupi kebohongannya.
Satu jam tiga puluh menit. Waktu yang ditempuh oleh Sammy dan Ele untuk sampai ke apartemen Ele. Sesampainya mereka disana, Ele nampak ragu-ragu karena bingung mencari alasan kalau sampai Sammy melihat semua barangnya sudah rapih. Tapi tidak mungkin juga kalau tidak masuk ke dalam kan?
" El, sepertinya barang-barang mu tidak banyak ya? semua nya juga sudah bersih. " Seperti yang Ele duga. Sudahlah, tidak ada gunanya juga berbohong hanya karena masalah sepele seperti ini.
" Itu, sebenarnya aku sudah membereskan semua pakaian ku. Tadi itu aku terlalu gugup sampai tidak bisa berpikir. " Ele menjawab tanpa berani menatap mata Sammy yang terus saja menatapnya sembari tersenyum. Sammy juga sama gugupnya dengan Ele. Tapi sebisa mungkin dia menyembunyikan itu semua agar tidak terlihat oleh Ele.
" Ele, karena kita tidak perlu beres-beres lagi, bagaimana kalau kita bahas yang tadi? " Kini mereka sudah duduk berdampingan di sebuah sofa yang berada di ruang tamu. Mereka benar-benar merasakan hal yang sama. Mulai dari jantung yang berdebar hebat, gugup, dan seperti ada perasaan bahagia yang tertahan oleh sesuatu saat ini.
" El, apa yang kau katakan tadi benar? "
" Yang, yang mana? " Tanya Ele gugup.
" Tentang ungkapan itu. " Ya ampun, bahkan Sammy saja mau mengatakan aku mencintai mu sangat sulit. Memang luar biasa keberanian Ele tadi. Batin Sammy.
" Iya. " Ele menatap berani bola mata Sammy saat Sammy menanyakan itu. Biarlah Sammy mau menganggapnya aneh karena terlalu berani. Karena kalau tidak mengungkapkan nya sekarang, dia takut saat ia datang lagi nanti, Sammy sudah memiliki kekasih dan orang itu bukan dia.
" Hah? " Sammy kini terperangah menatap Ele yang begitu jelas terlibat berani dan jujur.
" Aku, aku jatuh cinta padamu. Aku tidak tahu kapan perasaan ini muncul. Tapi, aku mulai menyadari saat aku ingin kembali ke negara ku. Aku merasa tidak rela kalau harus jauh dari mu. Apalagi, kalau sampai aku tahu kau memiliki hubungan dengan wanita lain, aku benar-benar tidak rela kalau itu terjadi. " Tidak tahu perasaan apa yang kini menekannya, secara tidak sadar matanya berkaca-kaca saat mulai membahas tentang berpisah jauh dari Sammy hingga dugaannya kalau Sammy akan menjalin hubungan asmara dengan wanita lain.
" El? " Sammy menangkup wajah Ele. Benar, tidak ada gunanya menjadi pengecut. Pria seharusnya tidak sebodoh ini dan membiarkan wanita memiliki dugaan sejauh itu kan?
" Aku juga sama. Aku mencintai mu. Aku jatuh cinta padamu saat pertama kali kita bertemu. " Ele tersenyum dengan mata yang berkaca-kaca karena merasa terharu.
Jarak wajah yang begitu dekat, perasaan yang sama dan sudah sama-sama mengetahui, ditambah lagi besok Ele akan pergi. Sammy dan Ele saling mendekatkan wajah mereka hingga bibir mereka berciuman dengan mesra. Entah juga setan kurang ajar dari mana, mereka berdua benar-benar di mabuk cinta hingga tanpa sadar melakukan apa yang seharusnya tidak di lakukan oleh pasangan yang belum menikah.
To Be Continued.