
Hari dimana peringatan ulang tahun Nathalie dan Nathania yang ke dua pulih lima tahun diselenggarakan. Seperti yang direncanakan oleh Nyonya besar Chloe, acara ulang tahun di gelar dengan mewah sama seperti tahun sebelumnya. Para keluarga inti juga sudah hadir. Mulai dari Nenek KBR, Kakek Rudi dan juga istrinya, Lexi beserta anak dan istrinya, Kevin juga bersama Sherin dan anak pertamanya Keenan. Belum lagi tamu undangan yang lainya. Maklum saja, Nathania dan Nathalie adalah Pemiliki perusahaan besar. Mereka terikat dengan tiga keluarga yang memiliki pengaruh di negara ini. Tentulah bukan hanya hal awam bagi mereka menyelenggarakan acara ulang tahun dengan berlebihan begini. Padahal, kalau saja boleh memilih, mereka pasti akan memilih untuk cukup saja meniup lilin dan menerima doa dari orang tua, Nenek, Kakek, kakak dan juga keluarga dekat lainya.
Tiga pasang sahabat dan juga pasutri yang tak lain adalah Lexi, Nath dan Kevin, beserta tiga pasangan mereka yaitu, Vanya, Sherin dan Devi. Seperti biasa saat bertemu, mereka akan asyik mengobrol dan merencanakan liburan bersama tanpa anak-anak mereka.
" Selamat ulang tahun. " Ucap Zadet dengan wajah super dingin yang hampir saja membekukan siapa lawan bicaranya. Iya, dia tak lain adalah putra pertama dari Lexi dan Devi. Pria itu selalu berekspresi dingin. Aneh memang, padahal orang tua mereka sama sekali tidak memiliki sifat itu. Tapi karena sedari kecil Zadet selalu melihat Ayahnya yang tertindas, dia akhirnya bertekad untuk menjaga jarak dari gadis dan lebih banyak diam diri. Alhasil, seperti inilah Zadet sekarang.
" Chongratulation my bolo-bolo. " Ucap Keenan tersenyum ramah seperti biasanya. Dan seperti inilah putra tertua dari Kevin dan Sherin. Dia menjadi pria yang banyak terlibat dalam hubungan asmara. Memang sedikit mirip ayahnya, tapi sepertinya juga sangat keterlaluan. Dia memanfaatkan wajah tampannya untuk mendekati banyak gadis.
Nathania dan Nathalie hanya diam dan begitu enggan menanggapi ucapan selamat dari Zadet dan Keenan. Memang saat kecil mereka sangat dekat, meski hubungan mereka agak berjarak selama beberapa tahun terakhir, mereka tetap berkomunikasi meski sangat jarang.
" Kakak kembar! Happy Birthday.... selamat bertambah tua. " Ucap Zalia. Gadis cantik ini adalah adik dari Zadet. Sifatnya sama seperti Ibunya, galak dan suka sekali menindas. Tapi dia juga gadis yang pintar sekali mencairkan suasana loh, tapi dia juga pintar membuat suasana menjadi tegang karena ulah isengnya.
" Terimakasih ya Za. " Nathania dan Nathalie menerima pelukan Zalia secara bergantian.
" Kakak, hadiah kalian sudah aku letakkan di sana ya? jadi jangan mengira aku datang dengan tangan kosong. " Ucap Zalia sembari menunjuk sebuah tempat yang memang di sediakan untuk meletakkan hadiah.
Nathania dan Nathalie mengangguk sembari tertawa kecil.
" Terimakasih ya, Zalia. "
" Oh iya, kakak Nana. Khusus untuk kakak, kakak Zadet sangat lama memilih hadiahnya loh. " Bisik Zalia kepada Nathania. Tapi sayangnya Zadet mendengar itu, dia langsung meraih lengan Zalia dan membawanya pergi.
Nathania justru menaikkan sisi bibirnya.
" Aku malah curiga dia sedang mengerjai ku. " Gumam Nathania.
" Lili, jangan lupa simpan hadiah dari ku ya? " Pinta Keenan laku tersenyum manis.
Nathalie menghela nafas kasarnya.
" Cepatlah pergi, kau pasti mengisi kotak hadiah itu dengan pakaian dalam kan? "
Keenan menutup mulutnya yang terbuka karena kaget.
" Bagaimana kau tahu? "
Nathalie berdecih lalu menatap Keenan sebal.
" Karena aku sangat hafal apa yang ada di otak mu. Ah, bukan hanya otak! wajah mu saja sudah berbentuk arena paha. "
Keenan menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
Terserah saja lah. Yang pasti kau akan menyukainya.
" Sana pergi! makan lah yang banyak sampai otak mu penuh dengan makanan. " Titah Nathalie.
Keenan kembali tersenyum.
" Baik, my bolo-bolo. "
" Dasar bocah tengik! " Maki Nathalie yang mendapatkan tawa dari Nathania.
Tak jauh dari Nathalie dan Nathania. Nathan dan Ivi kini berdiri dan berbincang dengan beberapa rekan bisnis Nathan. Sungguh Ivi hanya menghela nafas karena tidak tahu apa yang di bicarakan oleh suaminya.
" Nathan? " Panggil Ivi berbisik di telinga Suaminya.
" Aku pergi ke ujung yang banyak buah nya ya? "
Nathan menoleh ke arah Ivi.
" Baiklah, ingat! jangan terlalu jauh. Hubungi aku jika kau tersesat atau terjadi sesuatu. "
Ivi berjalan dan mencari tempat yang tidak banyak orang. Iya, akhirnya dia menemukan balkon yang tidak ada orang di sana. Ivi menarik nafas panjang dan mengembuskan perlahan.
Huh! rasanya sirna semua penat yang ada di dalam. Maklum saja, karena terlaku banyak orang, jadi berisik dan terasa sesak. Tapi untunglah, balkon yang kini Ivi berdiri menatap suasana malam begitu sepi.
" Wah, Cinderella ada di sini rupanya? "
Ivi tersenyum tanpa membalikkan tubuhnya. Tentu saja dia tahu kalau suara itu adalah milik Salia Marhen.
" Kau masih berani datang ke sini? " Tanya Salia.
Ivi akhirnya memutuskan untuk memutar tubuhnya menatap lawan bicaranya yang terdengar sok itu.
" Kenapa tidak berani? memang apa yang harus ku takutkan. Lagi pula, lalat sepertimu bukan apa-apa bagiku. "
Salia mengepalkan kedua tangannya. Entahlah, rasanya Ivi selalu pandai memancing emosinya.
" Aku sarankan, lebih baik kau pergi dan kemasi seluruh pakaian mu yang ada di kediaman Chloe. Karena aku akan menghancurkan mu malam ini juga. "
Ivi cekikikan mendengar ucapan Salia. Cukup lama dia seperti itu hingga akhirnya bisa menguasai dirinya lagi.
" Oh, ya ampun! aku takut sekali loh, jangan-jangan aku sudah kencing di celana nih. " Ucap Ivi yang pasti, dia sedang mengejek Salia.
" Kau pikir lucu? " Tanya Salia marah.
Ivi menutup bibirnya yang ia buat terbuka karena berpura-pura kaget.
" Oh, aku pikir sedari tadi kau ini sedang melawak loh. Ternyata bukan ya? hah! sayang sekali, padahal ucapan mu itu sangat lucu loh. " Ivi menyeringai setelahnya.
" Dasar tidak tahu malu! kau menikahi Nathan pasti memiliki maksud kan? wanita licik sepertimu hanya menginginkan harta. Walau bagaimana pun, kau adalah anak dari seorang mantan narapidana. Kau juga pasti adalah seorang penjahat yang licik. "
" Memang iya. Terus kenapa kalau aku menikah dengan Nathan karena uang?Nathan saja tidak keberatan. Dia malah selalu memberiku uang. Dia juga memberi tahu semua pin kartu debit maupun kreditnya. Kalau suamiku tidak masalah, kenapa kau yang keberatan? memang kau siapanya suami ku? "
Salia tergerak tangannya ingin menampar Ivi. Tao sebuah tangan mengentikan niat Salia.
" Salia, jangan gegabah. Pergilah temui Ibu. "
" Kakak? " Salia tidak bisa lagi melakukan apapun dan akhirnya mengikuti apa yang diperintahkan oleh kakaknya.
Setelah Salia pergi, Salied menatap Ivi yang terlihat begitu enggan melihatnya.
" Nona Ivi, apa kabar? "
Ivi mengepalkan kedua tangannya menahan sesuatu di dalam hatinya.
" Maaf karena lagi-lagi adikku membuat mu marah. Adikku memang kurang dewasa dan sembrono, tapi sebenarnya dia adalah gadis yang baik. Begitu juga dengan mu. Aku tahu kau gadis yang baik. Aku minta maaf atas nama adikku. Tolong jangan, "
" Diam! " Ivi menatap Salied dengan tatapan marah. Mata yang memerah hingga meneteskan air mata, tangan yang sedari mengepal hingga gemetar. Rasanya sangat sulit menahan emosi saat ini.
Salied juga langsung terdiam. Bukan karena takut. Tapi melihat bagaimana Ivi menatapnya penuh kebencian membuatnya sakit. Tidak tahu kesalahan apa yang sudah ia lakukan, tapi melihat kebencian Ivi yang selalu terlihat berkobar, membuatnya merasa bersalah dan sakit tanpa alasan yang jelas.
To Be Continued.
Halo kesayangan... apa kabar? semoga sehat selalu ya? Aku mau minta maaf karena karena jarang bales komentar dari kalian. Tapi, aku selalu baca kok. Terimakasih karena selalu setia menunggu aku Up dengan jam yang gk menentu.
Oh iya, sebentar lagi rahasia Ivi bakalan ke bongkar nih, jangan lupa stay, kasih like dan komen juga ya?
Jangan lupa jaga kesehatan dan bahagia selalu ya...