
Nathan mengabiskan waktu dua menit nya hanya untuk menggaruk tengkuk, dan mengubah posisi duduknya beberapa kali. Benar-benar tidak tahan lagi rasanya di tatap oleh Salia dengan tatapan anehnya itu. Dia bahkan sudah mengancingkan kancing kemeja atasnya dan membukanya beberapa kali. Tidak tahan tapi juga tidak mau membiarkan ketiga orang jahanam itu menang taruhan. Dia menggerakkan kaki nya untuk mengusir perasaan aneh yang tak kunjung menghilang darinya.
" Nathan kau lebih tampan dari pada di photo ya? "
" Tentu saja. " Jawab Nathan yang sebenarnya dari tadi melirik jam yang melingkar di pergelangan tangannya.
Salia tersenyum melihat reaksi Nathan yang berbeda dari para lelaki yang ia kenal sebelumnya. Biasanya para lelaki akan terus memuji-muji kecantikannya tiada henti. Dan setelah itu, mereka pasti akan terus mendekatinya. Tai Nathan, laki-laki itu begitu berbeda dan terlihat tidak tertarik padanya.
Nathan, laki-laki sepertimu benar-benar membuatku merasa tertantang. Aku pasti akan mendapat kan mu, Nathan Refez Chloe.
" Yes!!! " Ucap Nathan seraya bangkit dan berdiri tegak dengan senyum yang cerah. Salia menatap Nathan dengan tatapan bingung tapi tidak kunjung bertanya.
" Ada apa, Nathan? "
" Aku berhasil. " Salia semakin mengeryit bingung mendengar jawaban Nathan yang sudah pasti tidak dia mengerti.
" Apa yang berhasil? "
" Tentu saja tiga menit ku sudah aku lewati dengan susah payah. Bahkan sudah lewat setengah menit, haha aku menang. Aku pergi dulu, semoga tidak bertemu lagi. " Ucap Nathan lalu pergi begitu saja meninggalkan Salia yang terus memanggil nya dengan tatapan penuh tanya.
" Ada apa sih? tiga menit apa? " Gumam Salia.
Nathan memasuki kembali mobil mewahnya dan melajukan dengan perasaan bangga yang luar biasa. Ini benar-benar kali pertama bagi dirinya menemui wanita yang dipilihkan keluarganya selama itu. Biasanya saat dia datang, dia akan langsung mengatakan satu kalimat lalu pergi, misalnya seperti ini. Kau jelek! aku tidak suka. Dan pertemuan dengan para wanita itu biasanya hanya berselang tiga puluh detik atau paling lama satu menit.
" Hahaha......! Kau benar-benar hebat Nathan! kau sudah berusaha dengan sangat baik. Kau pantas untuk di sanjung kali ini. " Nathan tersenyum sembari mengusap kepalanya sendiri.
Nathan langsung menghubungi Nana untuk menyampaikan kabar atas kemenangannya.
" Hallo? "
Kakak pertama? berapa durasinya malam ini?
" Kalian semua kalah! aku bertahan selama tiga menit tiga puluh detik! hahaha... "
Hei hei! percaya diri sekali. Kami kembali merubah durasi waktu taruhan karena sudah bisa menebak kalau kakak pasti akan bertahan lebih lama tiga puluh detik dari waktu taruhan kami yang lama. Jadi setelah kakak pergi, kami kembali mengubah waktu taruhan. Aku tiga menit, Lili empat menit, dan kakak kedua tiga menit tiga puluh detik. Dan berikan selamat kepada kakak kedua!!!! yeay.....
Nathan menghempaskan ponselnya lalu mendengus kesal. Bisa-bisanya mereka begitu tahu apa yang akan terjadi dan dilakukan olehnya, padahal dia sudah mati-matian berjuang selama tiga menit tiga puluh detik itu dengan perasaan resah seakan sedang menghadapi perang dunia ke dua. Nathan memukul setir mobilnya beberapa kali dengan perasaan kesal nya. Sebenarnya bukan dia tidak menyukai gadis lalu tertarik pada pria, hanya saja tidak ada wanita yang membuatnya merasa betah. Apalagi saat gadis menatapnya lekat seolah sedang menatap gumpalan daging segar, rasanya bulu kuduk selalu berdiri entah mengapa.
***
" Dasar kakak pertama. Menghabiskan waktu tiga menit tiga puluh detik saja sangat bangga. " Gerutu Nathalie.
" Aku juga heran. Dia pasti melakukan banyak hal dalan waktu tiga menit itu. "
" Yang pasti dia tidak akan mengobrol. " Ujar Sammy yang kini sedang menghitung uang taruhan mereka. Dia bahkan mengulang-ulang karena takut jika kurang satu atau dua lembar. Kalau lebih sih tidak apa-apa batinnya.
" Aku penasaran. Kira-kira wanita seperti apa ya yang akan kakak pertama sukai? " Tanya Nathania sembari memijat keningnya.
" Aku sudah tahu dong. " Sammy menepuk dadanya bangga.
" Lima puluh juta untuk satu orang. "
Nathalie dan Nathania kompak menoyor kepala Sammy dengan raut wajah kesalnya.
" Dasar mata duitan! kau selalu menganggap kami ini cek yang bisa dicairkan setiap waktu ya?! " Protes Nathania yang juga mewakili saudara kembarnya, Nathalie.
" Hei hei! kalian ini pewaris dari dua perusahaan besar. Kalau kalian tidak banyak beramal, lalu untuk apa uang kalian cari selama ini? kalian tahu kan? wanita incaran ku itu seorang artis top papan atas. Biaya hidupnya pasti mahal. Aku harus menyiapkan segala sesuatunya dari sekarang dong. "
" Makanya jangan terlalu tinggi seleranya. Mana mungkin kakak Berly mau dengan curut idiot sepertimu. " Ucap Nathania sebal.
" Lagi pula kakak Berly tidak berniat menikah. Dia sangat menyukai profesinya dan tidak mau terikat dengan pernikahan. Lebih baik mundur saja sebelum di tendang oleh kenyataan. " Timpal Nathalie.
Sammy sebenarnya ingin sekali memprotes dua gadis kembar yang sudah dia anggap adiknya sendiri, tapi kalau diladeni mulut dua gadis itu akan lebih tajam dari silet. Setiap kali selalu menjatuhkan Sammy dan mematahkan semangatnya yang sudah membara. Padahal rasa sukanya terhadap Berly sudah lebih dari sepuluh tahun ia pendam.
" Cepat beri tahu kami! atau kalau tidak, " Ancam Nathalie.
" Apa?! tidak apa?! " Tantang Sammy.
Nathalie dan Nathania tersenyum licik lalu mengeluarkan ponsel dari saku baju nya.
" Huhuhu.... Ibu, Ayah. Kakak kedua memukul kepalaku, dia juga mencubit bokong Lili. " Ucap Nathania saat sambungan teleponnya tersambung. Sammy tentu saja melotot kaget dan berusaha merampas ponsel Nathania tapi tidak berhasil karena ada Nathalie.
Dasar anak nakal! tenang saja, saat Ayah dan Ibu kembali, Ayah dan Ibu akan memukul pantatnya dengan penggaris besar yang sudah Ayah beli kemarin. Bilang pada Cu Pat Kay itu untuk bersiap, karena Ibu akan kembali satu bulan lagi. Pastikan dia banyak makan sebelum kami hukum. Mengerti?
" Dia pasti akan memukul kami lagi nanti saat tahu kalau kami mengadukannya. "
Tenang saja putri-putriku yang cantik jelita seangkasa raya. Katakan saja pada Ibu kalau Nathan dan Sammy nakal. Ibu akan mencubit pantat mereka dan menyentil itu nya kalau berani-berani nya mencubit pantat montok anak gadis ku.
" Baik Ibu. Kami sayang Ibu. "
Ibu juga, sayang. Baik-baik disana dan buat daftar kenakalan kakak-kakak mu. Ibu dan Ayah akan membuat hukuman dari setiap kenakalan mereka.
" Iya Ibu. " Sambungan terputus. Sammy hanya bisa terperangah dengan perasaan memelas sekarang ini. Dan dua gadis kembar itu, kini menyeringai dengan mimik yang sama.
Sialan! dua gadis busuk ini minta di jitak sampai penyok kepalanya ya?! siapa juga yang berani menyentuh pantat gadis landak seperti kalian?
Nathalie dan Nathania melangkahkan kaki dengan wajah mengancam ke arah Sammy.
" Katakan kepada kami. Siapa gadis yang kakak kedua maksud, atau kakak akan kami buatkan list kenakalan yang pasti Ibu akan mempercayainya. "
Sammy menarik nafas dalam-dalam menyingkirkan segala kemarahannya kepada dua gadis kembar berwajah Angel tapi berhati Devil itu.
" Dia akan datang sekitar tiga puluh menit lagi. "
To Be Continued.