
Hari ini adalah hari dimana Nathan dan Ivi kembali ke negara asal mereka. Seperti yang sudah di tentukan, Sammy akan datang menjemput mereka di bandara. Sedikit hal membuat Sammy yang tadinya tak begitu memperdulikan Nathan dan Ivi yang berjalan menuju ke arah nya, tapi saat melihat Nathan memakai tas Ivi, dan membawa dua koper besar sendirian, bagaimana mungkin dia tidak menahan tawa. Seorang Nathan yang ketus, sombong dan menyebalkan tingkat raja dewa sedang membawa tas istrinya dan membawa koper istrinya juga? hah! padahal Sammy pernah mengira kalau istri seorang Nathan akan menjadi seperti budak cinta. Sekarang setelah melihat kejadian luar biasa ini, dia baru sadar kalau Nathan juga adalah manusia biasa yang bisa hilang otak saat jatuh cinta.
" Hai kakak kakak pertama dan kakak ipar? " Sapa Sammy sembari menahan tawa saat manik matanya tak sengaja melihat wajah sebal Nathan. Mungkin di dalam hati nya menggerutu kesal dan tidak berani berkata-kata terhadap istrinya.
" Hai kakak kedua? apa kabar mu hari ini? " Tanya Ivi yang entah mengapa terlihat begitu ramah. Sammy sempat berpikir, apakah selama bulan madu kakak ipar bisa menaklukan siluman kera itu seutuhnya? bagaimana bisa dua orang itu terlihat begitu berbeda? Nathan seperti menahan kesal, dan Ivi seperti sedang berbunga-bunga. Apakah kalau Nathan kesal itu adalah sebuah kebahagiaan bagi Ivi?
Sammy tersenyum rikuh karena malu dengan tebakannya yang tidak mendasar itu. Segera dia membantu pengawal yang tengah mengangkat masuk kedua koper besar itu.
" Jangan berani-berani nya menceritakan kepada siapapun, tentang apa yang kau lihat barusan ini. Kau paham? " Nathan mendelik dengan tatapan mengancam yang tentu saja membuat Sammy tidak memiliki alasan untuk mengatakan tidak.
" Baik, kakak pertama ku yang baik hati. " Sammy terkekeh lalu sigap masuk kedalam mobil sebelum terkena damprat dari Nathan.
Sesampainya di rumah, Nathan dan Ivi lansung masuk ke kamar mereka untuk istirahat sejenak. Seperti yang sudah disepakati beberapa waktu lalu, Nathan akan memijat Ivi setiap akan tidur. Tentu saja Nathan awalnya hanya mengiyakan tanpa maksud menjalankan. Tapi siapa sangka Ivi benar-benar akan menagihnya seperti dia berhutang nyawa tujuh turunan. Tahu apa ancamannya kalau dia tidak mau memijit Ivi sebelum tidur? Kalau kau tidak mau memijit ku, maka aku akan membuat anak kita mirip seperti kakak Bien. Mengerikan sekali, batin Nathan. Memang tidak masuk akal, tapi mau bagaiman lagi? hanya dengan mendengar kalimat seperti itu saja, dia sudah begitu ketakutan. Kan tidak mungkin anak nya mirip si curut mabuk. Padahal jelas-jelas dia yang membuatnya meski tidak perlu bekerja keras seperti kuda. Enak saja mirip curut mabuk. Nathan menggerutu di dalam hati.
" Nathan, ke sebelah kiri. " Pinta Ivi sembari memejamkan mata dengan posisi tengkurap menikmati sentuhan tangan Nathan yang cukup membuat lelahnya mereda sesaat.
" Sekarang ke sebelah kanan. Ke atas sedikit. Ke bawah lagi, ke tengah sedikit, naikkan sedikit tangan mu, pinggir lagi. " Seperti itulah mulut Ivi saat Nathan me urut saja apa yang di pinta istrinya. Wah, Nathan sangat sabar ya? pft...! tidak! pria itu juga menggerutu dengan bibir yang bergerak tanpa suara. Bagaimana pun dia juga merasa begitu lelah. Dia juga ingin di pijit sembari berbaring menikmati pijitan. Tapi sepertinya rasa toleransi Ivi benar-benar nihil. Padahal dia sudah memberi kode dengan mengibas-ngibas kan tangannya agar terlihat kalau dia kelelahan. Tapi siluman betina terkutuk itu malah hanya melirik dan sama sekali tidak terlihat perduli.
" Ivi, sudah ya? tangan ku sudah kejang nih. " Pinta Nathan. Sungguh sekarang ini dia benar-benar merasa sangat lelah.
" Baiklah. " Nathan akhirnya bisa mendesah lega. Dia mulai perlahan membaringkan tubuhnya di samping Ivi. Hah....! akhirnya dia bisa meluruskan tulang punggungnya. Bibir indah Nathan tertarik manis saat dia tersenyum dengan wajah yang terlihat begitu lega. Sayang, itu semua tidak berlangsung lama. Kenapa? karena Ivi memberikan tangan nya di atas dada Nathan.
" Sekarang kau bisa memijat tangan ku sembari berbaring kan? "
Nathan menoleh ke arah Ivi dan menatap nya datar.
" Ivi, apa kau mau merontokkan jemari indah ku? "
Ivi berdecih menatap sebal Nathan.
" Laki-laki tidak boleh memiliki jemari cantik. Kau kan tahu, jemariku seperti pisang kepok. Jadi kau tidak boleh memiliki jemari cantik. Dengar ya Nathan, setidaknya biarkan salah satu bagian fisik mu jelek. Kalau indah semua, bagaimana bisa orang akan menghina mu. "
" Apa di matamu, aku begitu indah? " Nathan tersenyum menatap Ivi dengan tatapan yang jelas sekali kalau dia sedang membutuhkan pengakuan atas kelebihannya sendiri.
" Hah! ayo kita tidur. " Ajak Ivi lalu membenahi posisi tidurnya. Dia meraih selimut lalu menaikkan tinggi hingga menutupi tubuhnya sampai ke bagia leher.
" Ivi, kau belum menjawab loh. "
Setelah beberapa jam mereka istirahat untuk tidur, tibalah bagi mereka untuk memberi kabar bahagia perihal kehamilan Ivi. Pertama, mereka menghubungi kedua orang tua Ivi, lalu kakak nya Dodi, lalu Nath dan Vanya, dan uang terakhir adalah Salied. Tentu saja Ivi mendapatkan banyak ucapan selamat dari mereka. Terutama Vanya dan Salied yang menangis haru mendengar kabar kehamilan Ivi. Setelah memberi tahu anggota keluarga, sekarang tiba giliran Nathan dan Ivi mengumumkan tentang kabar bahagia ini. Ivi membagikan photo hasil alat penguji kehamilan, dan Nathan mengunggah photo Ivi yang tengah memegang alat uji kehamilan dengan wajah bahagia. Tentu saja, mereka semua mendapatkan banyak ucapan selamat atas kehamilan Ivi. Apalagi kolom komentar di akun media sosial Nathan yang mencapai empat puluh ribu komentar yang kebanyakan adalah ucapan selamat dan patah hatinya para penggemar pria itu.
***
" Oh, my God! " Sammy menatap layar ponselnya dengan mulut menganga tidak percaya. Awalnya dia memang tida paham maksud dari unggahan photo Nathan dan Ivi, tapi saat melihat keterangan photo yang di unggah Nathan, jelas sekali bahwa Nathan tengah mengumumkan kabar kehamilan Ivi. She is pregnant. My Wife. Keterangan Nathan.
" Siluman kera itu kenapa begitu romantis sih? dia ini sedang mengumumkan siapa istri dan kehamilan juga? sialan! aku kapan bisa pamer istri yang memegang hasil uji kehamilan? "
Ditempat lain, Salia terdiam tanpa kata melihat unggahan dari Nathan dan Ivi. Jujur hatinya memang lah masih belum sepenuhnya rela. Tapi dia juga tidak akan membiarkan rasa haus cinta dari Nathan itu menghancurkan hidup adiknya lagi. Sudah cukup penderitaan yang ia berikan untuk Ivi. Maka sekarang, dia akan berusaha sekuat tenaga untuk melupakan apa yang seharusnya dia lupakan.
To Be Continued.