
Masih disebuah gedung rumah sakit dimana Ayahnya Ivi menjalani perawatan. Nath entah mengapa merasa lega karena telah menceritakan bagaiman sifat raja iblis yang tak lain adalah putranya sendiri. Sebenarnya gelar raja iblis ini bermula saat Nathan mulai merebut perhatian Ibunya secara keseluruhan. Yang pada akhirnya mau tidak mau harus membiarkan waktunya banyak terbuang karena ulah Nathan yang mudah sekali cemburu saat Nath menghabiskan waktunya bersama Vanya istrinya. Entah sadar atau tidak, sebenarnya Nathan dan Nath sama-sama memiliki sifat cemburu yang luar biasa terutama tentang Ibunya yang menjadi rebutan mereka. Dari sanalah kelicikan-kelicikan tumbuh di hati Nath dan Nathan. Nath yang selalu menitipkan Nathan dirumah orang tuanya, kemudian Nathan yang selalu memiliki cara untuk mengganggu Ayahnya, semua itu berjalan hingga sampai sekarang ini. Nath menjulukinya raja iblis, dan Nathan menjulukinya kaisar mesum.
" Jadi, Nathan adalah pria yang seperti itu ya? " Tanya Ayahnya Ivi yang masih tidak percaya.
Nathan mengangguk dengan wajah yang begitu meyakinkan. Padahal sebelum datang ke rumah sakit, dia benar-benar sudah memutuskan untuk membohongi keluarga Ivi dan menceritakan semua hal yang bak tentang Nathan. Tapi sayang sekali, mulut Nath yang sulit dikontrol itu malah menerocos dengan lancarnya tanpa mengenal rem sedikitpun.
" Iya, anda heran kan? bahkan dia akan merengut saat merasa sedikit sebal. Terkadang saja aku heran, dia itu laki-laki atau perempuan. Tapi berbanding terbalik saat berada diluar rumah. Wajah menyebalkan itu akan berubah menjadi pendiam dan tidak mudah di tebak bagaimana kondisi hatinya. "
" Dia pasti mirip anda ya? haha... " Ayah Ivi kelepasan bicara dan saat menatap manik mata Nath yamg tidak biasa, Ayahnya Ivi sontak terdiam dan langsung menutup mulutnya rapat-tapat tanpa mengalihkan pandangan yang masih terlihat ngeri.
Nath memang terdiam sesaat, bukan berarti marah atau tersinggung, tapi dia tengah memikirkan apakah sifat Nathan mirip dengannya. Tapi tentulah Nath mengelak.
" haha... mana mungkin, dia sama sekali tidak mirip dengan ku. Wajah kami memang mirip, tapi pribadi kami berbanding terbalik. " Nath terdiam sesat sembari membenahi dasinya agar terlihat lebih percaya diri.
" Sebenarnya, aku saat muda dulu sangat terkenal baik, ramah, mudah bergaul, banyak teman, banyak mantan pacar, dan yang paling penting, aku terkenal dengan ketampanan ku yang tidak pasaran ini. "
Ayahnya Ivi memaksakan senyumnya meski jelas terlihat malas. Jujur saja, dia tidak buta sehingga tidak tahu kalau Nath adalah pria yang tampan. Bahkan di usianya yang sudah berkepala lima wajah tampannya itu tidak luntur termakan usia. Tapi kan dia juga mantan pria tampan. Yah, meskipun sekarang perutnya membuncit sedikit.
" Tuan Chloe, ngomong-ngomong apa ada tidak sibuk? anda sudah hampir satu jam berada disini. Saya takut sudah membuang-buang waktu anda. " Ujar Ayahnya Ivi.
Pergi sana! meskipun kau kaya dan tampan, kehadiran mu sungguh sangat berbahaya.
Bukan tanpa alasan Ayahnya Ivi berkata demi kian di dalam hati. Tadi saat matanya tidak sengaja melihat ke arah istri dan anaknya, dia mulai merasa kesal karena mata istrinya tak henti-hentinya menatap Nath dengan tatapan penuh kekaguman. Ayah yang merasa minder kini melirik dan membedakan tentang dirinya dan Nath. Mulai dari bentuk tubuh, warna kulit, dan perut buncitnya yang sama sekali tidak menawan. Padahal Nath sama sekali tidak buncit. Apa dia bisa mendapatkannya?
" Anda mengusir saya ya? " Tanya Nath dengan ekspresi datarnya.
" Iya. Eh! bukan, maksudnya tidak, kok. " Ayahnya Ivi tersenyum malu karena sempat keceplosan.
Nathan tersenyum lalu menepuk bahu Ayahnya Ivi beberapa kali.
" Bercanda kok. "
Ayahnya Ivi tersenyum menanggapi ucapan Nath. Tidak mungkin kan dia mengakui yang sebenarnya?
" Besok aku akan datang kesini lagi. Aku sungguh berharap agar hari pernikahan anak-anak kita segera dilaksanakan. "
" Sa saya juga sependapat, Tuan Chloe. "
Setelah obrolan untuk berpamitan, Nath akhirnya memutuskan untuk undur diri. Pria itu cukup merasa lega karena jalan untuk putra satu-satunya sudah mulus sekarang. Nath tersenyum seolah hal yang menggelitik terjadi. Iya, dia sebenarnya merasa heran dengan dirinya sendiri. Bagaimana mungkin mulutnya bisa begitu lancar menceritakan keburukan putra satu-satunya itu. Tapi syukurlah, setelah menceritakan itu semua, Ayahnya Ivi jadi sedikit membuka hati dan lama kelamaan menyetujui pernikahan anak mereka.
Lain yang ada dipikirkan Nath, lain pula yang dipikirkan Ayahnya Ivi. Awalnya dia memang menolak Nathan karena terlalu sempurna. Tapi mendengar cerita dari Nath tadi, otaknya sudah lumayan segar dan berpikir jernih sekarang. Tidak ada manusia yang sempurna. Nathan boleh tampan dan kaya, dia juga tidak seperti kebanyakan pria kaya lainya yang suka mempermainkan wanita. Tapi karena dia agak gila makanya Ayahnya Ivi memutuskan untuk merestui anaknya.
Dengan begini, istriku tidak mungkin akan berlama-lama mengagumi Nathan. Kalau dia tahu sifat asli Nathan yang sebenarnya, dia pasti akan badmood kan? ah, mulutku langsung lancar mengatakan sesuatu mengunakan bahasa Inggris setelah bertemu ayahnya Nathan.
Ayah menoleh ke arah istrinya setelah memastikan bahwa Ayahnya Nathan sudah tidak terlihat lagi. Dan inilah pemandangan yang paling dia benci. Istrinya itu masih saja terpana dengan Nathan Chloe sampai-sampai, pipinya masih saja bersemu merah.
" Ibu? " Tanya Ayah pelan.
" Em? " Jawab Ibu tanpa sadar. Kenapa? karena ya h ada di otaknya adalah wajah Nathan Chloe yang begitu menawan dan masih saja gagah walau sudah bisa dibilang hampir menjadi kakek.
" Apa dia tampan? " Tanya Ayah lagi pelan karena tidak ingin mengganggu istrinya yang begitu konsentrasi dalam melamun kan sesuatu yang sudah bisa ia tebak apa itu.
" iya, tampan sekali. " Ibu kini tersenyum karena bayangan Nathan Chloe kembali menguasai pikirannya. Sementara Dodi yang ada disampingnya Ibunya hanya bisa menutup mulut menahan tawa menggunakan telapak tangan dan menekannya agar tidak mengeluarkan suara.
" Ibu menyukai dia? " Tanya Ayah lagi dengan lembut.
" Iya, suka sekali. " Ibu masih saja tersenyum layaknya orang bodoh.
" Ibu! " Bentak Ayah tapi tidak dengan nada dan suara yang marah.
" Apa?! " Ibu yang kaget sontak bangkit dan tergagap saat matanya tak senagaja menatap manik mata suaminya yang kini terlihat kesal.
" Ayah, kenapa sih? " Tanya Ibu bingung.
Ayah meraih selimutnya lalu merebahkan kembali posisinya dan menarik selimut hingga menutupi bagian kepalanya.
Dasar Ayah dan Anak sama saja! perebut perhatian! aku memang tidak setampan kalian, tapi aku adalah mantan playboy yang terkenal. Tidak seperti kalian berdua, Huh!
Ibu yang merasa aneh dengan sikap suaminya, kini kembali duduk ke posisi semula. Tentulah ini semakin membuat Ayah kesal.
Kenapa malah duduk sih? aku ini sedang ngambek loh, apa tidak bisa merayuku? ih!! awas saja kau dua Nathan terkutuk! saat Nathan menjadi menantuku, aku akan membalas semua perbuatan kejam kalian kepadaku selama ini.
To Be Continued.