Touch Me!

Touch Me!
Misteri



Lima belas jam sudah semenjak kepergian Nath. Vanya masih termenung sembari memandangi ponselnya. Hatinya gelisah memikirkan hal-hal yang begitu menakutkan.


Entahlah, bahkan Vanya tidak bisa mengontrol perasaan itu. Perasaan yang begitu berat ditinggal suaminya. Sedari tadi, dia hanya menghela nafas. Rasanya, Apartemen itu begitu terasa kosong. Padahal, sebelumnya dia juga hanya tinggal berdua di malam hari bersama putranya. Meskipun kini pengasuh Nathan diminta untuk menginap, tetap saja, perasaan hampa itu semakin terasa. Benar, bukan Apartemennya yang sunyi dan hampa. Tapi hatinya. Hati seorang istri yang baru saja merasakan indahnya berumah tangga.


" Ibu? " Panggil Nathan yang sedari tadi memperhatikan wajah Ibunya yang terlihat murung.


" Iya. " Jawab Vanya sembari mengalihkan pandangannya menatap putra semata wayangnya.


" Ibu tidak makan?


" Em? " Vanya nampak bingung. Dia menundukkan kepalanya ke meja. Dan, dia bahkan lupa jika sekarang sedang duduk dimeja makan. Sedari tadi, tangannya hanya sibuk mengaduk-aduk makanan dihadapannya.


" Ibu tidak lapar?


" Maaf sayang, ini Ibu makan sekarang. " Vanya mulai menyuap makanan ke dalam mulutnya.


Huh! ya ampun! bahkan makanan yang biasa ia pesan itu enak, kini terasa sangat hambar. Kepergian Nath benar-benar membawa separuh jiwa Vanya ikut menghilang.


Setelah selesai menyantap makan malamnya, Vanya kembali ke kamar. Begitu juga Nathan yang sudah mulai sibuk dengan Game onlinenya.


Vanya duduk dipinggiran tempat tidur. Dia benar-benar sangat kuatir. Diliriknya ponsel yang tergelatak tak jauh darinya. Lagi, dia mendesah karena belum juga Nath memberikan kabar.


Lelah yang terasa ditubuhnya, membuat Vanya terpaksa merebahkan tubuhnya. Pikirannya masih sama. Yaitu, Nath.


Drt....Drt....


Vanya bangkit dari posisinya dan langsung menyambar ponselnya. Bibirnya melengkung ke atas. Dia benar-benar bahagia. Akhirnya, yang ia tunggu-tunggu menghubunginya juga.


' Sayang! ' Nath.


' Nath! ' Vanya.


' Aku sudah sampai. Sekarang aku sudah ada dirumah Ayah dan Ibu. Maaf aku telat menghubungimu. ' Nath.


' Iya. Tidak apa-apa. Kau belum kerumah sakit? ' Vanya.


' Belum. Aku ingin mandi dan berganti pakaian. Tidak perlu khawatir. Pelayan rumah mengatakan, jika Ayah sudah dalam keadaan baik-baik saja. Kemungkinan, aku tidak akan lama.


Vanya mendesah lega.


' Syukurlah kalau begitu. ' Vanya.


' Apa yang sedang kau lakukan? ' Nath.


' Memikirkan mu. ' Vanya.


' Pft...! kau rindu padaku? ' Nath.


' Iya, ' Vanya.


' Aku juga. ' Nath.


' Baiklah, sekarang bersiaplah. Kau akan langsung menemui Ayah mu kan? ' Vanya.


' Iya. ' Nath.


' Baiklah, hubungi lagi aku saat kau sudah pulang dari rumah sakit ya? ' Vanya.


' Tentu. Sayang. Jaga diri dan anak kita. Aku mencintai mu. ' Nath.


' Kau juga. Aku juga mencintai mu.


Panggilan terputus.


Akhirnya, Vanya bisa tidur dengan tenang malam ini. Suara Nath benar-benar membawa kebahagiaan dihatinya. Vanya bahkan tersenyum mengingat mulutnya yang kini sangat ahli mengungkapkan cinta kepada suaminya itu.


***


Seorang wanita paruh baya kini sedang membaca informasi tentang Vanya. Dia tersenyum sembari mengelus wajah Vanya pada salah satu lembar photo yang sempat di abadikan oleh orang suruhannya.


Dia meletakkan semua lembar kertas yang sudah rampung ia baca. Dia menyenderkan tubuhnya di senderan kursi.


" Vanya....." Ucapnya setengah bergumam.


" Apa yang harus kita lakukan Nyonya besar? " Tanya pria yang berdiri tak jauh dari wanita itu.


" Apa? " Dia bangkit dari posisinya dan menatap Pria itu.


" Maaf, jika saya salah mengajukan pertanyaan. " Ujarnya sembari membungkuk memohon pengampunan.


" Tenanglah. Aku hanya sedang berpikir. Bagaimana caranya aku akan menjelaskan siapa diriku. " Wanita itu nampak tak berekspresi. Tapi, dari nada bicaranya, dia terlihat begitu perduli dengan tokoh yang sedang menjadi topik pembicaraan mereka.


Wanita paruh baya itu menghela nafasnya. Dia nampak berpikir.


" Waktu untuk itu, harus segera terjadi Nyonya. Karena, Vanya sedang berurusan dengan keluarga Chloe. Dan itu, sangat tidak baik.


Wanita itu menatap Pria tersebut dengan mimik yang sedikit ragu.


" Seberapa berpengaruh keluarga Chloe itu? "


" Sangat, Nyonya. " Tandasnya yang mengartikan, jika keluarga Chloe adalah keluarga yang sulit untuk dikalahkan.


" Tapi,


Wanita paruh baya itu kembali menatap Pria yang sedari tadi menjawab pertanyaannya. Tapi, adalah kata pertama yang ia dengar selama berbicara mengenai keluarga Chloe.


" Tapi apa? " Tanya nya penasaran.


" Ada informasi yang mengatakan, jika ada orang yang diam-diam menghapus jejak putra Vanya dan melindungi Vanya. "


" Siapa orang itu? "


" Tidak terdeteksi Nyonya. Dia selalu menghapus jejaknya dengan sangat rapih. Tidak ada satupun jejak yang mampu kami temukan. "


Wanita paruh baya itu tersenyum. " Siapa orangnya? membuatku penasaran saja. "


" Mungkinkah, itu Putra dari keluarga Chloe yang kini menjadi suami Nona Vanya? "


" Entahlah. kita hanya boleh memastikan, jika orang yang melindungi Vanya secara gelap itu tidak memiliki niat jahat. Karena, jika dia bisa melawan keluarga Chloe tanpa diketahui, maka itu artinya, dia memiliki kekuatan yang tidak bisa diremehkan. "


" Benar Nyonya. Orang semacam itu, pasti bukan orang yang mudah dihadapi.


" Iya.


Wanita paruh baya itu memutar kursinya ke belakang. Dia menatap kaca yang menyuguhkan langsung pemandangan kota disaat malam. Kelap kelip lampu yang terlihat dari atas gedung menambah kesan indah. Ia menghela nafas kasarnya.


" Vanya..... bersiaplah. Sebentar lagi, akan ada perubahan didalam hidupmu. " Dia tersenyum penuh arti.


***


" Lex, kau yakin kepergian Nath tidak akan membawa masalah? " Tanya Kevin. Entah mengapa, hatinya gelisah memikirkan kepergian Nath yang terkesan begitu mendadak.


Dua hari yang lalu, orang yang bekerja diam-diam dengan kevin sebagai pengawal di keluarga Chloe memberi tahu jika Ayah dan Ibunya Nath pergi ke luar negeri. Sayangnya, dia telat mengetahui apa maksut kepergiaannya itu.


" Tenanglah. Jika itu hanya sebuah permohonan atau paksaan, Tidak akan mungkin bisa mengalahkan keteguhan Nath. " Jawab Lexi yang merasa yakin dengan ucapannya.


" Bukan itu yang aku takutkan. " Kevin nampak sangat khawatir saat ini.


" Lalu? "


" Aku hanya takut, Tuan dan Nyonya Chloe bertindak di luar nalar. " Jawabnya yang benar-benar tidak bisa menyembunyikan ke khawatirannya.


" Jadi bagaimana? " Tanya Lexi yang bingung harus bagaimana.


" Tunggu Orang kepercayaan ku memberi kabar. " Ujar Kevin.


" Aku jadi mulai kuatir gara-gara ucapan mu tadi. "


" Iya. Aku harap, ini hanya firasat ku saja. " Kevin berkata dengan wajah yang sudah terlihat sangat berharap.


Lexi menghela nafasnya. " Jujur saja, Tuan dan Nyonya Chloe memang tidak akan berhenti sebelum tujuannya tercapai. Dia lebih suka membunuh targetnya dengan luka batin.


Lexi dan Kevin saling menatap sesaat. Mereka kembali mengingat beberapa tahun yang lalu. Hari dimana dia menyaksikan sendiri. Betapa kejamnya Tuan dan Nyonya Chloe. Dengan tanpa belas kasihan, dia menghancurkan seorang gadis dengan mempermainkan takdir kejam padanya. Gadis yang tidak mengerti apapun selain mencintai putranya. Hanya karena rasa cinta kepada putranya itu, dia kehilangan segalanya. Ayahnya, hartanya, nama baiknya, kebebasannya, cintanya, dan keadilan.


Iya. Gadis itu adalah Magdalena ( Mage). Gadis yang begitu tidak beruntung karena mencintai dan dicintai oleh Putra dari seorang Nathan Chloe. Gadis yang begitu baik itu harus menderita karena mencintai dan di cintai.


To Be Continued.


*Hallo para Reader tersayang.......


Sebelumnya, aku mau bilang thankyou so much buat dukungan dari kalian. Baik itu like, Komen, gift, tips, dan Vote. Pokoknya thankyou so much. Dan maaf. Yang aku gak balas komennya. Bukan gak mau balas, cuma kadang-kadang gk sempet karena waktu aku untuk On di Noveltoon gak bisa terlalu sering karena beberapa kesibukan di dunia nyata. 😁


Khusus untuk episode besok, itu akan ada penjelasan terinci mengenai awal mula Nath yang bisa dinyatakan koma tapi masih bisa On tongkat ajaibnya. Dan kenapa Mage bisa memilih untuk menjauh dari Nath tanpa meminta bantuan dari Nath dan kawan-kawannya.


So, Stay tune ya ...


jangan lupa, kasih aku komentar sebagai masukkan agar aku bisa memperbaiki kesalahan dalam karya aku ini ya......


Salam hangat dariku. Semoga kita dalam lindungan yang maha kuasa dan di berikan kesehatan fisik juga rohaninya. Sampai jumpa di Next episode ya ....❤️❤️❤️*