
Seorang presdir muda tampan yang sudah hampir lima tahun memimpin perusahaan Chloe, kini masih saja ramai diperbincangkan di semua kalangan. Postur tubuhnya yang tinggi, tubuh yang atletis dan wajah super tampan yang selalu mencuri perhatian di manapun dia berada.
Seperti biasa, pagi ini para pegawai sudah siap berbaris untuk menyambut kedatangan presdirnya yang tak lain adalah, Nathan Rezef Chloe. Putra satu-satunya dari pasangan Nath dan Vanya. Pria tampan itu tak kalah dingin dari Ayahnya. Dia juga terkenal sangat irit dalam berkata-kata. Tak banyak yang bisa di gali dari kehidupan pribadinya, khususnya masalah percintaan. Sebenarnya dia sudah beberapa kali diterpa isu kedekatannya dengan beberapa wanita, tapi asisten Nathan selalu membantah kabar miring sesuai titah Bos nya.
" Aku dengar Ayah dan Ibu berangkat ke LA sore nanti. Apa kau tidak ingin mengantar mereka ke bandara? " Tanya Sammy. Seorang asisten sektretaris yang menemani Nathan dari awal hingga sekarang ini.
" Kau tahu bagaimana Ibu ku kan? " Nathan kembali melanjutkan kegiatannya setelah berhenti sesaat untuk mendengarkan ucapan Sammy.
Sammy hanya bisa mengangguk sembari tersenyum mengingat beberapa bulan lalu saat Nathan dan dia mengantar orang tua Nathan ke bandara. Ibu justru menangis dan memeluk Nathan dan menciuminya tiada henti, begitu juga Nathalie dan Nathania. Dua gadis kembar itu juga sama malasnya saat Ibu mereka melakukan itu. Tahu apa itu alasannya? apalagi kalau bukan Tuan Nath yang selalu menatap kesal kepada anak-anaknya yang begitu banyak menerima kecupan dari istrinya.
" Kau benar juga. Apalagi saat Ayah mu melotot kesal. " Sammy terkekeh melihat Tuan Nath yang seperti anak-anak haus kasih sayang.
Nathan menghela nafasnya. Memang benar apa yang diucapkan Sammy. Ayahnya selalu saja memasang wajah cemburu saat Ibunya memperhatikan Nathan dan kedua adik perempuannya. Dia bahkan terang-terangan mengatai Putranya sebagai raja iblis, dan kedua putrinya sebagai iblis perebut kasih sayang. Entah bagaimana caranya menggambarkan seorang Nath yang mulai tua itu. Semakin hari dia semakin manja seperti anak muda yang dimabuk cinta. Tapi untungnya hanya ditujukkan kepada Vanya seorang.
" Ayah mu benar-benar mencintai Ibumu ya? ah...! aku benar-benar iri. "
Nathan malah merasa begitu jijik melihat Ayahnya yang selalu bergelayut manja tanpa mengenal tempat. Apalagi kalau paman Kevin, paman Lexi, bibi Sherin dan bibi Devi datang, mereka akan saling memamerkan kemesraan dengan begitu menjijikan.
" Aku malah begitu muak melihatnya."
Sammy menggeleng heran dengan Nathan yang berbanding terbalik dengan sifat ayahnya.
" Mungkin kau akan merasakannya saat kau benar-benar jatuh cinta. "
Nathan tak mau lagi menyahuti ucapan Sammy yang tidak masuk akal itu. Dari mana dia bisa jatuh cinta kalau wanita yang mendekatinya selalu terlihat agresif dan tidak mengenal malu. Ibunya juga sudah beberapa kali mengenalkan anak dari sahabat bisnisnya tapi tak ada satupun yang membuatnya Nyaman. Nathalie dan Nathania juga mulai terpapar virus gila, yaitu menjodohkan kakaknya. Setiap hari mereka membawa teman-temannya secara bergantian dan mengenalkannya kepada Nathan. Sudahlah, Nathan sudah sangat muak dengan itu.
" Aku dengar, kakek dan nenek mu memintamu untuk menemui seorang gadis nanti malam kan? "
" Bahkan mereka juga sama? "
Sammy terkekeh geli melihat betapa antusiasnya keluarga Chloe ingin melihat Nathan berpacaran lalu menikah.
" Bukan hanya itu, kakek Rudi juga siap membantu mencari jodoh untukmu. Nenek KBR juga berpendapat yang sama. "
Brak....!
Nathan menggebrak meja dengan wajah kesalnya. Usianya memang sudah tiga puluh tahun, tapi dia tidak mau menikah kalau bukan keinginan darinya. Apalagi seluruh anggota keluarga kini mendesaknya, sudah pasti dia akan membantah. Heh..! itulah ! Nathan Rezef Chloe. Baginya, peraturan atau titah itu ada karena untuk dilanggar.
" Jadi, bagaimana pendapat mu? " Tanya Sammy yang sudah bisa menebak jika Nathan tidak akan semudah itu mengangguk seperti kambing gila. Nathan paling anti di atur-atur dalam hal apapun. Maka sudah pasti kalau penjodohan ini akan seratus persen gagal.
Sammy tersenyum mengingat beberapa waktu lalu saat dengan terang-terangan Nathan menolak hampir tiga puluh wanita cantik dengan alasan yang tidak logis.
" Kau pendek. Aku tidak suka. "
" Kau terlalu tinggi. Aku tidak suka. "
" Kulitmu terlalu putih, aku tidak suka. "
" Gigimu kotor. Menjauh lah! "
" Rambutmu terlalu pajang. Kau manusia apa hantu? "
" Kakimu terlalu jenjang. Kau manusia atau jerapah? "
" Apa kau mandi dengan parfum? hidungku sakit. Menjauh lah! "
" Bajumu terlalu mencolok. Mataku sakit. " Padahal waktu itu gadisnya memakai baju hitam.
" Kau kurang gizi? kenapa kau sangat kurus? aku tidak suka. "
" Kau banyak makan ya? tubuhmu seperti babi. "
" Kau terlalu cantik, aku tidak suka. "
" Matamu terlalu besar, aku tidak suka. "
Dan itu hanyalah secuil dari alasan tidak masuk akal yang bisa Sammy sampaikan melalui batinnya. Entah bagaimana tipe wanita yamg menjadi idaman Nathan. Dia bahkan sudah ikut membantu mencarikan banyak gadis tapi tetap saja tidak cocok. Sekarang ini hanya bisa memohon keajaiban dari yang maha kuasa agar mendatangkan gadis yang sesuai keinginan Nathan.
" Ya Tuhan.... datangkan lah gadis yang cocok untuk Nathan dan siap menerima kesialan karena memiliki suami tanpa hati. "
Nathan hanya menggeleng melihat Sammy mengangkat tinggi kedua tangannya ke atas sembari memohon. Tentu saja dia tahu kalau Sammy banyak ikut campur dalam perjodohan itu. Tapi Nathan benar-benar tidak mau menikah hanya karena masalah usia. Entah ada atau tidak wanita yang dia inginkan, dia tidak akan memusingkannya. Menikah atau tidak juga tidak terlalu ia fokuskan.
" Jadi sebenarnya, kau menyukai wanita yang seperti apa? " Tanya Sammy yang kembali berkeinginan untuk mencari wanita untuk Nathan.
Nathan nampak berpikir sejenak sebelum menjawab pertanyaan dari Sammy.
" Wanita yang tidak gila dan agresif saat dekat dengan ku. "
Sammy menghela nafasnya. Itu sih susah sekali. Kebanyakan dari para gadis sudah pasti akan blingsatan kalau dekat dengan Nathan.
Sammy yang kembali merasa pusing menghentikan obrolan yang menguras energi jiwa dan raganya. Dia menaikan lengan kemejanya untuk melihat pukul berapa sekarang. Dia mengeryit karena sudah hampir satu jam dia memesan satu box kecil yang berisi dua belas potong ayam kesukaanya tak kunjung datang.
" Apa yang kau tunggu? " Tanya Nathan yang jelas melihat ekspresi Sammy.
" Ayam goreng mentega pesanan kita belum juga datang. "
" Benar juga, aku sudah lapar. "
" Suruh dia ke atas. Aku ingin sekalian memakinya karena terlalu lama mengantar pesanan ku. "
Benar saja, setelah beberapa saat pintu berbunyi karena ketukan dari penjaga yang menyampaikan, bahwa pengantar pesanan ingin menemui nya. Dengan cepat Sammy menyuruh masuk dan bersiap untuk memaki.
" Apa kau keong?! kenapa kau begitu lama?! kau mau kehilangan pekerjaan mu ya?! "
Pengantar ayam goreng yang ternyata adalah seorang wanita itu nampak diam tak ingin membantah.
" Maaf, Tuan. Motor saya mogok dan,- "
" Banyak alasan! " Bentak Sammy.
Bukanya takut, gadis itu justru mengangkat kepala dan menatap kesal Sammy.
" Aku sudah berkata jujur, kenapa anda tidak percaya? "
Sammy yang menyadari tatapan itu dan tiba-tiba dia merasa gugup.
" Ini pesanan anda Tuan, silahkan beri saya tanda tangan anda. " Gadis itu menyodorkan layar ponselnya untuk meminta tanda tangan pria menyebalkan yang ada dihadapannya itu.
Tanpa bisa berkata-kata lagi, Sammy langsung menggerakkan jarinya untuk menandatangani layar ponsel itu.
" Tolong uang nya. " Ucap gadis itu lagi.
Sammy meraba celana dan jasnya untuk mencari dompet. Tapi ternyata, dompet itu tertinggal di ruangannya. Gadis itu nampak menghela nafas kasarnya.
Cih! membuang-buang waktu saja! penampilannya sangat keren dan tadi juga sok jagoan. Tapi apa ini? dia bahkan tidak punya uang untuk membayar makanannya sendiri.
" Nathan, tolong bayar ini dulu ya? dompetku tertinggal di ruangan ku. "
Nathan kembali menggeleng sebal. Hal seperti ini sudah terbiasa Sammy lakukan.
" Berapa? "
" Dua ratus sembilan puluh sembilan ribu. " Jawab gadis itu.
Nathan mengeluarkan dompetnya lalu mengeryit.
Gadis itu kembali menggerutu di dalam hati setelah melihat ekspresi pria tampan yang sepertinya juga kismin.
Sialan! apa orang-orang ini besar di angkasa? kenapa tidak memiliki otak sama sekali?
" Tuan, apa anda juga tidak punya uang? " Tanya Gadis itu dengan tatapan yang mulai kesal.
" Tunggu. Sepertinya adikku menukar dompet ku. "
" Tidak kah kalian berpikir jika kalian sangat merugikan ku? "
Sammy dan Nathan menatap gadis itu bingung.
" Ini pertama kalinya bagiku mengantar paket sampai di ruangannya. Aku juga sudah menunggu cukup lama untuk hal bodoh ini. Apakah kalian tidak berpikir jika aku harus mengantar pesanan yang lain? aku sudah membuang waktuku karena motorku rusak. Tolong bapak-bapak yang Budiman, bayar lah cepat dan biarkan aku kembali bekerja. "
Nathan hanya terdiam degan perasaan kaget karena ini pertama kalinya ada gadis yang mengoceh marah dihadapannya. Sementara Sammy, dia keluar dari pintu lalu meminjam uang si penjaga yang berdiri di depan pintu ruangan Nathan. Sammy langsung menyerahkan uang itu.
" Terimakasih. " Gadis itu menerima uang dan langsung ingin pergi.
" Tunggu! " Cegah Sammy.
Gadis itu berbalik dengan wajah sebal.
Apa lagi pria brengsek?
" Apa kau tidak bisa melihat dengan jelas pria itu? " Tanya Sammy sembari menunjuk Nathan.
" Saya tidak buta. Tentu saja saya melihat. "
" Apa kau tidak tertarik padanya? "
Gadis itu menatap Nathan sesaat lalu kembali menatap Sammy dengan helaan nafas yang terdengar begitu malas untuk menjawab.
" Maaf, saya lebih tertarik untuk cepat pergi dari sini. Selamat siang. "
To Be Continued.
Hallo para kesayangan......
Setelah komen kalian yang begitu memuluskan niatku untuk melanjutkan season 2, akhirnya aku dengan semangat nulis nih...😀
Selamat membaca dan semoga menghibur ya....
Eh iya. Gimana nih pendapat kalian di eps pertama s2 ini?
Jangan lupa tinggalin komen dan like nya juga ya....