
Sammy bersimpuh dengan kedua lengannya yang terangkat ke atas. Ini sudah tiga puluh menit, tapi Vanya dan Nath nampak masih belum puas dengan itu. Hari minggu, hari yang menyenangkan bagi manusia lainya. Sayang, mungkin inilah yang dinamakan memakan madu tapi yang tertelan adalah empedu. Baru saja kemarin dia merasakan indahnya hidup. Sekarang dia harus merasakan sedih hidup. Kenapa? karena seperti yang Sammy takutkan. Ibunya sangat suka memukul pantat anak-anaknya saat mereka membuat kesalahan. Dan itulah yang Sammy dapatkan sebelum berada di posisi seperti sekarang ini.
" Sayang, apa kau tidak kasihan? tenaganya pasti sudah habis sekarang. " Bisik Nath yang merasa tak tega melihat Sammy mendapatkan hukuman semacam itu.
" Biarkan saja dia kapok. Dengan begitu, saat kita tanya nanti, dia tidak akan berani berbohong. '' Jawab Vanya.
" Sayang, padahal dulu saat kau membuat tanda merah untukku, aku dengan bangganya loh memamerkan kepada Ibuku dan juga teman-teman ku. " Nath tersenyum setelah mengatakan itu meski mendapatkan tatapan tajam dari Vanya.
" Awas saja kalau sampai anak-anak tahu. Pokonya, aku tidak mau citraku menjadi mesum. " Ancam Vanya. Tentulah Nath hanya bisa mengangguk lalu tersenyum. Padahal, Vanya itu sudah bukan rahasia umum lagi kalau soal kemesumannya. Tapi ya sudahlah, mau di apakan lagi? memang pada dasarnya wanita tidak akan mungkin kalah begitu saja meskipun memang salah.
Lima belas menit setelah itu. Vanya berjalan mendekati Sammy dan mengakhiri hukumannya. Lega.... Batin Sammy sembari meluruskan kedua kakinya yang sudah gemetar dan lemas.
" Sekarang katakan pada Ibu, dimana gadis itu? "
" Dia sudah kembali ke negaranya. " Ucap Sammy polos.
Vanya tercengang mendengar begitu mudahnya mulut Sammy berbicara.
" Kau bilang apa?! pulang ke negaranya? maksud mu, setelah kalian melakukan itu, kau menyuruhnya pulang ke negaranya begitu?! "
" Bukan begitu, Ibu. Dia memang harus pulang. Besok adalah hari ulang tahun Ibunya, jadi dia harus pulang. "
Vanya menghela nafas lega. Benar-benar pusing juga memiliki anak yang sudah dewasa. Dua anak kembarnya sudah menikah, anak kandung laki-lakinya juga sudah menikah, dan sekarang giliran Sammy. Tidak mungkin juga tidak di nikahkan kan kalau sudah sejauh ini hubungan mereka.
" Aku tidak menyangka, ternyata kakak kedua diam-diam nakal juga ya? " Heran Ivi yang sedari tadi menontonnya terus menerus bersama Nathan. Iya, sepasang suami istri itu benar-benar sangat klop. Bahkan, sekarang cara mereka tersenyum licik sudah sangat sama. Bahkan bisa dibilang, Ivi jauh lebih licik ketimbang Nathan. Luar biasa! akan jadi apa anak mereka yang kabarnya berjenis kelamin laki-laki.
" Jangan omong kosong! aku tidak nakal kok. " Sammy melengos sebal. Iya, dia benar-benar sangat sebal dengan mulut Ivi hari ini. Selama dia dihukum, bahkan Ivi dengan sengaja terus mondar mandir meledeknya. Begitu juga dengan Nathan yang setiap kali lewat akan menggelitik lubang hidungnya dan mencubit pahanya. Sial! dua orang itu benar-benar sangat serasi. Doakan saja agar anaknya nanti tidak akan mirip seperti mereka. Semoga saja anak mereka akan lahir dan tumbuh menjadi pribadi yang lembut seperti Vanya, neneknya.
" Tidak nakal? apa kau mau bilang, kalau yang nakal itu adalah gadis mu? " Sela Vanya sembari menatap Sammy dengan tatapan menyelidik dan dengan jelas ia juga tengah menyindir.
Nath tersenyum membatin.
Coba saja kalau pertanyaan itu ditujukan padaku. Tentu saja aku bisa dengan mudah menjawabnya.
Sammy tertunduk tanpa berani lagi menjawab pertanyaan Vanya barusan.
" Setelah peresmian mu, kita temui gadis itu dan segera nikahi dia. "
" Kenapa? kau tidak mau menikahi dia setelah apa yang kau lakukan?! " Vanya kini semakin menajamkan mata karena mulai terpancing dengan hipotesanya sendiri. Walau bagaimanapun, dia juga adalah seorang wanita yang tidak akan mungkin terima saja setelah kikuk kikuk langsung bubar seperti ayam habis kawin.
Sammy tersenyum dan lama kelamaan senyumnya semakin mengembang sempurna hingga barisan gigi putihnya terlihat. Dia dengan semangat memeluk Vanya lalu mencium pipi nya.
" Mau bu! aku mau menikah! " .
" Sialan! dia mencium istriku. " Ucap Nath kesal.
" Tuan Nath, anda sudah cukup tua. Cemburu seperti itu malah menggelikan. " Ucap Nathan menyindir Ayahnya.
" Tutup mulut mu, atau kau akan tahu rasanya mulut kesemutan. " Ancam Nath kesal.
" Ah, aku takut sekali deh. " Nathan memeluk Ivi yang malah sibuk dengan es krimnya.
" Baiklah, kita akan menemui gadis itu setelah acara peresmian mu selesai.Tapi, kau tidak bisa berlama-lama disana. Kalau bisa, kita bicarakan pernikahan lewat telepon saja. Ibu tahu tidak sopan, tapi meninggalkan perusahaan setelah kau diresmikan sebagai Presdir itu sungguh tidak masuk akal. Jadi, kalau bisa saat kita kesana kau hanya tinggal menikah saja. Bagaimana? "
" Iya! Iya bu! aku akan segera menghubungi Ele setibanya dia disana. " Sammy nampak begitu bahagia karena Ibunya mendukung saja dengan siapa dia menikah tanpa menanyakan asal usul seperti Nyonya besar Chloe.
Tidak menunggu lagi apa yang akan di ucapkan Vanya, Sammy langsung saja berlari ke kamar dengan perasaan yang begitu bahagia. Sungguh dia benar-benar merasa bahagia kali ini.
" Jadi hukumannya hanya sampai sini saja? " Tanya Ivi yang masih saja sibuk dengan es krim yang sudah hampir habis itu.
" Tidak apa-apa, dia kan sebentar lagi menikah, setelah menikah pasti akan punya anak. Nanti, biarkan saja anak kita yang menuntaskan ini. " Ucap Nathan tersenyum licik yang juga di setujui oleh Ivi.
***
Ini adalah hari yang cukup mendebarkan bagi Sammy. Karena hari ini, adalah hari dimana dia di umumkan sebagai presdir di VNS Group. Tidak tahu bagaimana menjelaskan perasaan nya saat ini. Tapi, dia sudah bertekad dengan penuh keyakinan bahwa dia akan berusaha sebaik mungkin untuk memajukan perusahaan dan membuat Vanya serta Nath tidak kecewa telah mempercayakan tanggung jawab sebesar ini untuknya. Meskipun perusahaan itu sudah menjadi milih Sammy, tapi jauh di lubuk hati pria itu masih belum bisa mengiyakan seutuhnya kalau perusahaan itu kini sudah menjadi miliknya. Kenapa? karena bayang-bayang Nyonya besar Chloe masih membuatnya sedikit tersentil hatinya.
Seperti yang telah dijanjikan Vanya dan Nath. Pasangan romantis pembisnis yang paling di kagumi oleh banyak orang kini tengah mengumumkan putra kedua mereka sebagai presdir di VNS Group. Wajah tampan Sammy kini mulai banyak di sorot kamera. Bukan hanya ketampanannya saja, namun prestasi saat dia kuliah juga tidak kalah dari Nathan.
Semua berjalan dengan lancar. Tidak ada pertanyaan dari para wartawan yang tidak bisa Sammy jawab. Dan syukurlah, tidak ada satupun yang menanyakan perihal jati dirinya meskipun dia sendiri cukup tahu kalau suatu hari, pertanyaan itu pasti akan dia dengar dan harus dia jawab.
" Sammy, tumbuhlah semakin kuat. Jangan biarkan hatimu goyah dan rendah diri. Kau adalah Sammy. Anak dari Vanya dan Nath yang tidak dibesarkan untuk lemah. " Ucap Sammy kepada dirinya sendiri lalu tersenyum menatap pantulan dirinya dari cermin.
To Be Continued.