
Dua minggu sudah waktu berlalu. Seperti yang sudah direncanakan dari beberapa hari yang lalu, Sammy akan menikahi Ele. Tidak rumit, permintaan pernikahan mereka disambut dengan tangan terbuka oleh keluarga Ele. Mungkin, ini adalah sedikit bayaran atas semua kesabaran yang di miliki Sammy.
" Heh! deg-degkan ya? " Ivi tersenyum meledek karena sudah beberapa kali melihat Sammy menarik nafas dan menghembuskan nya perlahan. Bahkan, lutut pria itu sampai bergetar meski Sammy sudah memegangi nya dengan kuat.
" Ivi, kalau kau datang hanya ingin meledek, bagaimana kalau kau pergi cari makanan sana. " Ucap Sammy.
" Makanan lagi, kakak kedua ini sama saja dengan semua orang. Dimana saja mereka melihat ku, mereka selalu bertanya, Ivi apa kau lapar? kau mau makan ini? kau mau makan itu? " Ivi menjebik sebal. Bukanya tidak bersyukur karena banyak orang yang memperhatikannya, tapi melihat tubuhnya yang sudah seperti bola boling, rasanya dia sudah tidak ingin memakan apapun. Usia kandungannya baru lima bulan, tapi beratnya sudah bertambah sebelas kilo. Bahkan, cincin pernikahannya saja sampai tidak bisa dipakai lagi karena jarinya yang gendut.
" Terus kenapa datang kesini? " Tanya Sammy yang sudah mulai curiga. Takutnya, Ivi memiliki maksud buruk karena datang ke ruangannya.
" Jangan menatapku seperti itu! aku kesini karena ingin memberikan ini padamu. " Ivi memberikan sebuah kotak obat berukuran kecil.
" Obat apa ini? " Tanya Sammy sembari membaca khasiat dari obat yang di berikan Ivi.
" Obat penenang. " Jawab Ivi santai.
" Apa?! " Sammy bangkit karena kaget. Kalau di drama yang ia tonton, obat penenang kan banyak digunakan untuk orang yang depresi dan histeris. Setelah disuntik atau meminum obat penenang, bukannya dia akan langsung tidur seperti di kebanyakan drama?
" Kenapa sekaget itu? " Tanya Ivi yang kini malah di buat bingung oleh Sammy.
" Ivi, kau mau menggagalkan pernikahan ku yang hanya tinggal satu jam lagi akan berlangsung? "
Ivi mendesah sebal. Bisa-bisanyaberpikir sejauh itu. Batin Ivi.
" Kakak kedua, itu obat penenang bertujuan agar acara pernikahan mu lancar. Ibu dan Ayah tahu kalau kau pasti gugup. Jadi, dia memintaku untuk memberikan itu padamu. "
" Kalau aku minum ini, bukanya aku akan Langung tenang lalu tertidur? "
Ivi mendesah sebal.
" Itu bukan obat tidur yang akan membuat mu tertidur. Meskipun aku ingin sekali mengerjai mu, aku juga tidak mungkin melakukannya di hari pernikahan mu kan? "
Sammy menghembuskan nafas panjangnya. Benar, tidak mungkin juga Ivi melakukan hal aneh yang akan merusak acara pernikahannya kan? di tatapannya lagi botol obat itu lalu membuka nya dan mengambil satu butir dan menelannya langsung tanpa air. Masa bodoh mau pahit atau apa lah rasanya obat itu. Karena yang paling penting, dia tidak boleh gemetaran sampai seperti ini terus menerus kan?
Setelah beberapa saat. Acara pernikahan Sammy dan Ele berlangsung. Hampir sama dengan meriahnya acara pernikahan Nathalie dan Nathania, pesta pernikahan Sammy dan Ele berlangsung meriah. Bukan hanya karena keinginan Vanya, tapi juga ini adalah permintaan dari keluarga Ele yang ternyata, Ele adalah anak dari orang berada. Maka Sammy tidak bisa melakukan apapun selain mengiyakan semua persyaratan yang penting dia menikah.
Malam hari setelah pesta pernikahan selesai. Bukan hanya Ele dan Sammy saja yang akan menginap di hotel. Tapi, Vanya, Nath, dan seluruh anggota keluarganya juga menginap disana sampai waktunya mereka kembali ke negara asal mereka nanti.
" Apa gunanya memikirkan itu? mengenai anak, semua kan ada karena kehendak Tuhan. " Nathan memeluk tubuh Ivi dari belakang lalu mengelus perut buncitnya dengan lembut.
" Aku tahu. Hanya saja, jika mereka semua juga memiliki anak, pasti akan sangat menyenangkan. Banyak anak-anak yang akan berlarian saat kita semua berkumpul dirumah Ayah dan Ibu. " Ivi memegang kedua lengan Nathan yang masih memeluk nya dan mengusap perutnya.
" Jangan khawatir kalau masalah itu. Kita kan bisa memproduksi banyak anak. " Nathan mengecup pundak Ivi sembari mengeratkan pelukannya. Sungguh bahagia saat tidak lagi gengsi di antara mereka. Memang tidak selalu romantis, mereka juga kerap kali cekcok. Mukai dari nama anak, dan hal-hal kecil yang tidak berarti. Tapi untunglah, rasa cinta diantara mereka mampu mengalahkan ego dan lebih mementingkan kebahagiaan satu sama lain.
Ok! kembali kepada si pengantin baru.
Sammy dan Ele kini tengah duduk berdampingan di tempat tidur. Setelah selesai membersihkan diri, Ele juga sudah rapih dengan setelah gaun tidurnya. Apa ya yang harus dilakukan? batin keduanya canggung.
" El? kau mau tidur sekarang atau bagaimana? " Tanya Sammy setelah beberapa saat menangani dirinya yang terus canggung. Hah?! sialan! padahal, tadi dia membatin akan langsung tidur karena merasa sangat lelah dengan pesta mewahnya. Tapi, melibat Ele yang begitu cantik, ditambah lagi gaun seksi yang di pakai Ele, mana mungkin bisa tidur? lelahnya saja sudah tidak dirasakan lagi oleh tubuhnya.
" Kau bagiamana? " Tanya balik El yang tak kalah gugup. Jujur saja, dia sangat merindukan Sammy karena tidak bertemu secara langsung selama dua Minggu terakhir. Meskipun hari ini cukup melelahkan, tapi kalau langsung tidur begitu saja apakah tidak masalah? mengingat ini kan malam pertama yang biasanya akan melakukan kikuk kikuk seperti pasangan pengantin pada umunya.
" Kalau kau ingin tidur, aku juga akan tidur. " Meskipun aku tidak akan bisa tidur malam ini.
" Tapi aku belum mengantuk. " Jawab Ele dan fokus menatap kedua lututnya.
Sammy mengalihkan pandangan lalu menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan perlahan. Setelah cukup melakukan itu dan tubuhnya juga sudah baik-baik saja, Sammy menatap Ele.
" Kau lelah tidak? " Tanya Sammy pelan.
" Tadi aku memang merasa sangat lelah. Tapi sekarang aku baik-baik saja dan tidak merasakan apapun. " Ele juga menatap mata Sammy meski sebenarnya dia masih malu-malu melakukan itu.
" El, kalau aku menginginkan seperti yang waktu itu, apa kau tidak keberatan? " Sammy menatap Ele dengan tatapan yang seolah memohon agar Ele tak menolaknya. Sungguh Ele benar-benar gadis yang pengertian. Dia tersenyum lalu mengangguk begitu saja setelah Sammy meminta izin darinya.
" Kau bisa melakukan apapun. Aku kan milik mu sekarang. " Ucap Ele.
Angin segar.... Batin Sammy. Karena mendapatkan izin dari Ele, dia mulai menjalankan aksinya. Malam pertama? hah! ini adalah malam kedua yang akan mereka habiskan dengan semangat empat lima.
Sammy meraih tengkuk Ele dan mendekatkan bibir mereka. Lembut, lembut, tapi lama-lama ciuman itu menjadi ganas dan menuntut untuk melakukan lebih. Tangan Sammy mulai menurunkan bagian atas dress Ele dan membaringkan tubuhnya pelan.
To Be Continued.