Touch Me!

Touch Me!
S2- Hari sial Sammy



Sial! ini benar-benar jari tersial yang pernah Sammy lalui. Kenapa? alasannya adalah, seharian ini dia selalu melihat sepasang manusia yang begitu mesra tanpa mengenal situasi dan kondisi. Mulai dari dia keluar dari kamar untuk sarapan, berada di dalam mobil, lalu di kantor pun dia melihat mereka dengan tidak tau malunya bermesraan terus menerus. Iya, pasangan yang membuat Sammy kesal seharian ini adalah Nathan dan Ivi. Tidak tahu kerasukan iblis apa mereka berdua, tapi setiap kali Sammy melihat mereka berdua, dia selalu saja merinding tak jelas. Oh, mungkin juga karena rasa iri atau apalah dia sendiri juga belum paham apa alasannya.


Saat sarapan pagi. Sammy hanya bisa melompong seperti kambing yang baru saja di cabut otaknya. Pemandangan pagi ini benar-benar dia kesulitan menelan makanannya sendiri. Nathan dan Ivi begitu terlihat aku. Bahkan, mereka juga memakan di satu piring yang sama. Saling menyuap dengan sendok yang sama, minum juga dari gelas yang sama. Kenapa? apa kemarin hujan meteor lalu sala satu meteor itu menghujam kepala mereka dan membuat mereka gila? atau semalam mereka saat tertidur jiwa mereka tertukar dengan pasangan suami istri yang harmonis? memikirkan alasan yang logis, tentu saja sangat sulit bagi Sammy. Mengingat kedua siluman kera itu sama sekali tidak saling mengasihi sebelumnya, lalu tiba-tiba begini.


" Kalian, apa suhu tubuh kalian normal? " Tanya Sammy yang masih kebingungan dan juga penasaran.


" Suhu tubuh kami tentu saja normal. Yang tidak normal adalah kau. Kau kan sebentar lagi akan terlihat seperti seorang kakek, apa kau masih belum laku juga? "


Sammy terperangah kaget mendengar jawaban Nathan. Yah, dia memang tahu kalau Nathan sangat suka menyombongkan diri. Tapi, dia sama sekali tidak menyangka kalau akan mendengar Nathan membanggakan dirinya karena sudah memiliki istri lalu menghinanya yang masih belum menikah. Menikah? bahkan pacar saja belum punya. Batin Sammy sedih.


" Nathan, sejak kapan kau bisa menyombongkan diri sampai ke tahap ini? kau lupa ya kalau aku jomblo karena terlalu pusing memikirkan wanita mana yang akan cocok dengan mu. " Balas Sammy dengan tatapan sebalnya.


Nathan melirik kesal tapi hanya sesaat. Saat ini dia sama sekali tidak ingin merespon apapun dan merusak suasana penuh cinta yang sedang terjadi antara dia dan Ivi.


" Sayang, setelah ini kau ikut dengan ku ke kantor ya? " Ajak Nathan lalu menyuapkan menerima suapan nasi dari Ivi.


" Kenapa? tidak biasanya kau mengajakku ikut bekerja bersama mu. "


" Aku sedang tidak ingin jauh dari mu. "


" Uhuk...Uhuk...." Sammy meraih segelas air yang terletak tak jauh dari nya. Sungguh dia sangat aneh dengan Nathan dan Ivi. Memang benar, selama ini dia mengakui jika Ivi dan Nathan sama-sama licik dan mau nya menang sendiri seperti siluman kera jantan dan kera betina. Tapi sungguh dia tidak menyangka kalau mereka berdua akan segila ini dalam hubungan pernikahan. Bahkan panggilan Sayang dari mulut Nathan untuk Ivi benar-benar membuatnya merinding ngeri.


" Sayang, kita sudahi saja sarapannya ya? dari tadi ada suara bekicot. Aku benar-benar semakin kesal saat bekicot itu terbatuk tadi. "


" Eh? " Ivi menatap Sammy yang kini tengah menatap Nathan dengan mata tajam yang memancarkan sinar kekesalan yang luar biasa.


" Maksud mu, kakak kedua adalah bekicot? " Ivi bertanya dengan tatapan yang seolah dia tidak terima kalau Sammy mendapatkan julukan aneh seperti itu. Sammy yang merasa kalau Ivi kini membelanya, kini merubah tatapannya menatap Ivi seolah penuh kekaguman.


Kakak ipar, kau benar-benar kera betina yang pengertian.


" Kenapa? apa bekicot tidak pantas? " Tanya balik Nathan setelah melirik ke arah Sammy sebentar.


" Tidak, sayang. " Jawab Ivi karena memang itulah yang ia rasakan.


Kakak ipar, kau benar-benar baik. aku janji akan mengabdi padamu sampai seribu tahun lamanya.


" Bekicot itu kan lembut dan imut. Sedangkan kakak kedua, dia kan terlihat menyebalkan. Apalagi saat menatap mu tadi. Dia seperti sedang mengirimkan santet melalui tatapan matanya. Dia lebih cocoknya di sebut king devil. "


Sialan! aku hanyut kan semua kata-kata indah ku untukmu tadi, kakak ipar terkutuk. Jangan kan seribu tahun, satu detik pun aku tidak akan sudi mengabdi padamu.


" Kalian berdua, apa kalian sama sekali tidak merasa bersalah karena mengatai ku sembarangan? apa kalian lupa? aku berperan besar dalam hubungan kalian. Kalau tidak ada aku, kalian pasti belum sampai ke tahap ini. "


" Dasar pamrih! " Ucap Nathan lalu menatap Sammy lekat.


" Kau juga sering menang taruhan kan? bukankah itu juga karena ku? "


Sammy menggaruk tengkuknya yang tak gagal. Iya memang sih, tali ini kan berbeda konteks. Tadi masalah awalnya adalah sikap aneh mereka berdua, lalu apa hubungannya dengan taruhan? sudahlah, tahan emosi dan biarkan saja sepasang kera gila yang sedang mabuk cinta itu bertingkah sesuka hatinya.


Rupanya, kekesalan Sammy tidak berakhir sampai di situ. Selama di perjalanan ke kantor, dia juga harus menyaksikan betapa mesranya Nathan dan Ivi. Saling menggoda, memeluk, bahkan tidak ragu-ragu memberikan ciuman tanpa mengena malu. Ah! lebih tepatnya, tanpa perduli kalau ada Sammy yang jomblo dan si bapak sopir yang sudah empat bulan tidak pulang kampung untuk menemui istrinya.


" Pak sopir, kau mau aku cekik tidak? " Tanya Sammy yang sebenarnya itu di tujukan untuk Nathan dan Ivi.


" Sepertinya di cekik dan mati sekarang lebih baik ya, Tuan. " Ujar sopir itu yang seolah tahu apa yang tengah di pikirkan Sammy.


" Iya. Tapi aku ingin mencekik dua orang. "


" Kalau begitu, biar aku saja yang melakukanya. Sepertinya, leher kalian tidak besar jadi aku bisa mematahkannya hanya dengan satu gerakan saja. " Sela Nathan yang tahu benar kalau dia dan Ivi lah yang di maksud Sammy.


Ivi menahan tawanya karena Sammy dan sopir itu kompak terdiam tanpa berani berkata-kata lagi.


Lanjut, tahu apa yang lanjut kan? tentu saja kemesraan Nathan dan Ivi. Mereka duduk berdampingan saat Nathan mengerjakan tugasnya. Bahkan, saat Sammy dayang pun, dia hanya di anggap sebagai butiran debu.


Halo? halo? kalian ini waras atau tidak sih?! kalian ini?


Sammy tertunduk pilu mengasihani dirinya sendiri. Sungguh, sebenarnya dia baru sadar sekarang jika dia iri dengan kemesraan mereka berdua. Dia juga ingin seperti itu. Berpegangan tangan, di peluk dan memeluk, di cium dan mencium, menikah, punya anak, dan hidup bahagia. Kalau melihat seperti ini terus menerus, bisa-bisa dia gila karena tidak laku kan.


Tring.....


Satu pesan masuk ke ponsel Sammy.


" Ele? " Sammy tersenyum lalu meninggalkan ruangan Nathan tanpa perduli Nathan yang sedang memanggilnya terus.


" Sebelum Nathan menyerahkan semua pekerjaannya untukku, lebih baik aku pergi berkencan saja dulu. "


To Be Continued.