
Vanya memiringkan tubuh ke kanan dan ke kiri, mencari posisi mana yang akan membuat tubuhnya nyaman untuk merangkak ke dunia mimpi. Tapi tetap saja masih kesulitan. Apa yang ia lihat beberapa saat lalu tentang Gaby, membuatnya tak bisa tidur dengan tenang. Jelas dia melihat betapa kejamnya tatapan suami Gaby saat terlalu lama menunggu Gaby ke toilet.
Dasar sialan! kenapa membuang waktuku begitu banyak?! apa kau pikir aku begitu senggang?! buang wajah memelas mu yang menjijikkan itu! jika bukan karena terpaksa, aku pasti sudah menjatuhkan mu dari jet pribadiku!
Semua kata-kata kasar itu dengan jelas Vanya bisa mendengarnya. Tapi yang membuat Vanya bingung, kenapa Gaby nampak begitu pasrah? kenapa dia yang dulu begitu percaya diri dan berani tidak berniat membela diri? apa yang membuatnya berubah seratus delapan puluh derajat?. Gaby bahkan hanya membiarkan saja suaminya mendorong kepalanya beberapa kali dihadapannya dan Devi. Bahkan Devi yang tidak menyukai Gaby, hampir tidak bisa mengendalikan diri saat melihat Gaby di perlakukan seperti itu di hadapannya. Tapi untunglah, Vanya ada disana untuk menahan Devi. Bayangan-bayangan wajah Gaby yang di penuhi lebam, semakin membuat Vanya tak karuan. Rasanya dia tidak bisa hanya diam dan melihat. Tapi, Gaby yang saat itu mengatakan beberapa kata, mampu membuatnya diam tanpa bisa melakukan apa-apa.
Vanya, Devi, terimakasih untuk maaf yang kalian berikan. Suatu saat nanti, aku akan berusaha membalas kebaikan hati kalian yang mau memperdulikan ku dengan tulus. Tapi tolong, biarkan aku menjalani hukuman ini. Ini adalah takdir ku, dan jalan hidup yang harus aku hadapi sendiri.
" Sayang, ada apa? " Tanya Nath yang sedikit terganggu oleh pergerakan Vanya yang tak juga berhenti.
Vanya membalikkan tubuhnya menatap Nath yang juga menatapnya.
" Tidak bisa tidur? apa tubuhmu pegal-pegal? "
Vanya memeluk Nath erat. Dia benar-benar tidak bisa membayangkan jika berada di posisi Gaby. Dimaki-maki, disakiti dengan kata-kata juga fisiknya. Dia begitu terbiasa dengan Nath yang lembut dan pengertian.
Itu pasti sangat menyakitkan untuknya.
" Nath, "
" Iya? "
Vanya mengurai pelukannya untuk menatap wajah suaminya. " Kau tahu? aku dan Devi bertemu dengan Gaby di toilet. "
Nath menatap lalu bergegas memeriksa tubuh dan wajah Vanya.
" Apa yang kau lakukan? "
" Apa dia menyakiti mu? "
Vanya menghela nafasnya. Dia menarik tubuh suaminya agar berada di posisi berbaring seperti sebelumnya.
" Tidak. Dia tidak melakukan apapun. Tapi dia meminta maaf. "
Nath mengerutkan dahinya. Maaf? kenapa tiba-tiba? batinnya. Jika benar, itu berarti bagus. Tapi kalau hanya untuk trik seperti biasanya, bukankah itu menakutkan? dia bahkan sampai ke tempat ini disaat mereka sedang berlibur. Nath menjadi sedikit ragu. Harus percaya atau mencurigai? pasalnya, Gaby bukan orang yang mudah menyerah akan sesuatu yang begitu ia inginkan.
" Nath aku tahu apa yang kau pikirkan. Tapi aku bisa melihat tatapan tulus saat dia meminta maaf. "
Nath kini semakin bergulat dengan pikirannya. Jika itu benar, berarti ada sesuatu yang besar telah terjadi padanya. Memang sudah beberapa bulan ini dia tidak mendengar kabar apapun tentang Gaby. Setelah berita kehancuran bisnis keluarganya, Nath menutup diri dari apapun yang berhubungan dengan Gaby.
" Benarkah? "
" Iya. Dia bersama suaminya. "
Nath mengeryit menatap Vanya. Suami? jadi sudah begitu banyak hal yang dia abaikan tentang Gaby?. Kini Nath menghela nafas leganya. Sudah tidak perlu lagi memikirkan cara menghadapi Gaby sekarang ini.
Vanya menceritakan apa yang terjadi beberapa jam yang lalu saat bertemu dengan Gaby. Nath mendengarkannya dengan seksama. Bukan dia penasaran. Hanya saja, mendengar sahabatnya dalam keadaan miris, membuatnya tak tega dengan apa yang Gaby alami. Dia mengingat kembali beberapa tahun lalu. Gaby remaja selalu menunggu Nath pulang dari kampus. Gaby tersenyum manis degan seragam sekolah menengah atas yang setiap hari ia kenakan. Dia juga selalu bersikap manja saat berbicara dengan Nath. Nath pikir, suatu hari Gaby akan mendapatkan laki-laki yang mencintainya dengan tulus. Kenapa? karena dia tahu, Gaby tetap menjaga kehormatannya meski banyak pria yang berlomba-lomba mengejar cintanya. Gadis itu nampak menjaga diri dari pria selain Nath dan Lexi. Lalu bagaimana bisa dia diperlakukan layaknya wanita rendahan?
" Nath, aku ingin membantunya. Tapi, "
" Tidak sayang. Kita tidak bisa membantunya. Dia yang menginginkan ini. Bukanya aku tidak perduli, tapi sepertinya, dia ingin menjalani hidupnya tanpa campur tangan siapapun. Tapi jika suatu hari dia datang dan meminta bantuan, kita akan membantunya sebagai sesama manusia. "
" Iya. "
" Sekarang tidurlah. "
" Nath, "
" Em? "
" Berjanjilah padaku. Kau tidak boleh memperlakukan ku seperti suaminya Gaby. "
Nath menghela nafasnya. Kalau sampai itu terjadi, bisa-bisa dia dikirim ke hutan Amazon dan dijadikan cemilan ikan piranha oleh KBR dan Dirgantara. Lagi pula, Vanya adalah sumber kebahagiaanya. Bagaimana mungkin dia menyakitinya.
" Aku janji, tidak akan melakukan hal gila semacam itu. Bagiku, kau adalah seorang peri yang memberikan sejuta kebahagiaan untukku. Bagaimana bisa aku menyakiti peri ku? "
" Nath, apa kau sering memakan garam? "
" Tidak, kenapa? "
" Kenapa mulutmu sangat manis? "
" Oh.... garam sudah ganti rasa ya? "
" Iya. Beberapa waktu lalu, garam rasanya asam. "
" Oh, garam itu tidak konsisten ya? "
" Em! "
" Vanya, "
" Iya? "
" Terimakasih untuk semua yang kau berikan. "
" Memang aku memberikan apa? "
" Anak, kebahagian dan lain-lainya. "
" Anak? anak kan kau duluan yang memberiku cairan ajaib. Aku hanya mengolahnya menjadi bayi. "
Nath kembali menghela nafas. Pembicaraan mereka terus berlangsung entah kemana arah hingga mereka tertidur bersamaan dengan saling memeluk.
Pagi harinya.
Tiga pasang suami istri itu memilih Pulau Vilegandu untuk mereka kunjungi.
Pulau Vilegandu merupakan salah satu pulau yang indah di ujung barat North Ari Atoll. Vilegandu menjadi pilihan untuk mereka berbulan madu dengan tenang. Gelombang laut yang tenang, keindahan laguna, dan tentunya pemandangan mentari terbenam yang indah dengan semburat merah kekuningan yang indah.
Vilegandu benar-benar memiliki suasana romantis bagi pasangan. Lokasi honeymoon yang menawan, sunyi, dan indah membuat semua orang akan susah melupakan kenangan bulan madu mereka. Dan inilah alasan terbesar mereka memilih Pulau Vilegandu.
" Wuah.... ini benar-benar indah. " Ucap Devi yang benar-benar terlihat kagum dengan indahnya pulau Vilegandu.
" Iya. Ini diluar ekspetasi ku. Tadinya aku ingin pergi ke Baros. Tapi ternyata, pilihan suamiku benar-benar tepat. " Vanya memeluk erat tubuh Nath.
" Iya. Baiklah, kita mulai membuat bayi sekarang! " Seru Kevin.
Semua orang menatapnya kesal.
" Gila ya! baru saja sampai, dan yang ada di otakmu hanya membuat bayi?! " Ketus Devi yang di angguki oleh Sherin.
" Tapi ide mu itu tidak buruk juga. " Timpal Vanya sembari mendekatkan telapak tangan kepada Kevin dan mengajaknya tos.
" Kita memang sehati, Vanya. " Ucap Kevin setelah menyambut tangan Vanya.
" Iya. Jadi tidak kita membuat anak? "
" Tentu saja jadi! "
Tanpa mereka sadari, Sherin dan Nath menatap mereka tajam.
" Eh! maksud kami, membuat anak ya dengan pasangan masing-masing. Iya kan Vanya? "
" Iya. Tapi kalau kau penasaran membuat anak dengan- " Kevin membungkam mulut Vanya sebelum bom mematikan keluar dari mulut Vanya.
" Jauhkan tanganmu dari Istriku! " Bentak Nath Sembari menepis tangan Kevin.
Sialan! kalau bukan karena mulut bobrok istrimu itu, aku juga tidak akan menyentuhnya kok!
To Be Continued.
Hallo kesayangan, mohon maaf banget karena akhir-akhir ini up cuma sedikit dan ditengah malam pula. Ini karena badan othor yang tiba-tiba drop lagi, padahal sudah satu minggu lebih bebas dari covid, tapi sekarang-sekarang ini kena flu berat dan batuk. Syukurnya gk ada sesak nafas dan demam.
Semoga kalian tetap sehat dan selalu bahagia ya, kesayangan.
Maaf othor jarang banget balas komen. Karena othor benar-benar gk selalu bisa balas satu persatu. Tapi yang pasti, terimakasih banyak untuk like dan komen dari kalian semua. Berkat baca komen-komen dari kalian, othor selalu semangat up meskipun cuma satu eps sehari. ❤️
Sekali lagi, jangan lupa jaga kesehatan dan bahagia selalu ya....