Touch Me!

Touch Me!
Ada Apa Dengan Nath?



Hari demi hari berlalu. Nath masih terbaring di rumah sakit. Bukan tidak ada maksud. Kevin sengaja memberikan Nath obat itu, karena ingin memberikan pelajaran bagi ke dua orang tuanya.


Kevin berharap, dengan kejadian ini, orang tua Nath akan sedikit luluh dan tidak lagi menyetir hidup Nath. Tapi, ternyata itu hanyalah harapan Kevin semata.


Kevin tersenyum sembari memandangi sahabat karibnya itu.


" Tinggal beberapa jam lagi, kau akan kembali Nath. " Gumamnya sembari tersenyum senang.


Drt....Drt....


Ponsel Kevin bergetar karena seseorang sedang menghubunginya.


" Lexi? " Ucapnya, saat panggilan telepon itu terhubung.


' Kevin, ini gawat! '


" Katakan! " Kevin.


' Orang tua Nath ada di bangsal. Dia melihat Mage tadi. ' Lexi.


Iya, hari ini Kevin sengaja menjemput Mage untuk menemui Nath, karena selain sudah janji, yang Kevin ketahui adalah, hari ini orang tua Nath ada perjalanan bisnis keluar negeri.


Sial! kenapa bisa begini?!


'' Bawa Mage pergi. Akan bahaya jika Mage tertangkap.'' Kevin.


Kevin menatap Nath sesaat. " Aku harap, aku bisa melihatmu membuka mata Nath. Tapi sepertinya, aku harus pergi untuk mencegah orang tuamu menemukan Mage.


Kevin menghela nafasnya. Padahal, dia sengaja berdiri disana sembari menunggu Nath sadar beberapa jam lagi. Terbukti, Nath sudah mulai menggerakkan jari. Dengan berat hati, Kevin meninggalkan Nath sendiri disana.


And then, disinilah Vanya masuk dan melakukan kegiatan tidak senonoh 🀭🀭☺️ ( Othor minta maaf tidak menulis kegiatan detailnya lagi. Othor takut tidak bisa mengontrol diri nantinya. Kan Gak lucu kalau Othor perkosa orang 😁😁


NOW......


Vanya gelisah sembari menatap layar ponselnya. Hari sudah malam, tapi tidak juga Nath menghubunginya. Padahal, beberapa hari sebelumnya, Nath selalu memberikan kabar tentang kegiatannya.


Vanya semakin mengerucutkan bibirnya. Kesal, takut, khawatir, itulah yang sedang Vanya rasakan. Jelas, ini bukan Nath. Nath tidak akan membisu tanpa kabar. Meski ada orang tuanya didekatnya, dia akan mengirim pesan untuk membuat hati Vanya lega.


" Nath, apa yang terjadi dengan mu? " Gumam Vanya sembari menjatuhkan tubuhnya dengan posisi terlentang. Dia tahu, bahkan sangat tahu. Nath, suaminya tidak akan mengkhianatinya. Nath memang banyak mengalah dulu, tapi tidak Nath yang sekarang. Nath akan memperjuangkan Vanya walau apapun yang terjadi. Bahkan, jika Nath harus kehilangan segala fasilitas nya, maka bukan masalah bagi Nath. Karena Vanya dan putra mereka, adalah prioritas utama bagi Nath.


***


Brak.....!


Lexi membanting sebotol minuman yang baru akan ia tenggak. Bagaimana tidak? Kevin memberi tahu segala yang terjadi dengan Nath.


" Sialan! orang tua bau tanah itu, benar-benar membuat otakku keram setia kali mereka berulah! dia itu amnesia atau apa?! apa dia lupa? Nath adalah anak kandung mereka?!


Lexi menyambar jaket dan kunci mobil yang tergeletak di ranjang tidurnya. Baru saja, ingin merileksasikan otaknya. Eh, ada saja yang menambah otaknya jungkir balik. Masa bodoh dengan botol minuman yang pecah dan berserakan dimana-mana. Paling juga cuma akan mendengar Ibunya mengoceh sepanjang hari.


Setelah beberapa saat.


Lexi menekan bel pintu Apartemen Kevin yang berada disebelah Unit Sherin.


" Masuklah... " Ucap Kevin setelah membuka pintu dan mendapati Lexi disana.


Lexi masuk dengan wajah kesal bercampur emosi.


" Apa mereka begitu ketagihan membuat Nath menderita? " Tanya Lexi yang sudah benar-benar muak dengan segala tingkah kedua orang tua Nath.


Kevin membawa dua botol air mineral lalu meletakkan dimeja dan ikut duduk.


" Sebenarnya, ada hal yang mengganjal di otakku selama ini. " Ujar Kevin sembari berpikir.


" Apa? " Lexi penasaran.


" Bukankah sangat aneh? kenapa orang tua Nath selalu bertindak se enaknya? bagaimana orang tua begitu tidak perduli dengan kebahagiaan putra mereka sediri?


Lexi mengerutkan dahinya. Dia juga sering berpikir begitu selama ini. Alasan apa yamg membuat Orang tua Nath begitu tidak bisa menahan diri. Terutama, tentang Mage dan Vanya. Orang tua Nath seolah begitu membenci kedua wanita itu. Sebenarnya kenapa? apakah ada hal yang terlewat dan mereka abaikan selama ini? orang tua Nath memang sangat membatasi ruang lingkup Nath Tapi, kenapa terasa begitu berlebihan saat menyangkut dua wanita ini?


" Apakah ada hal yang terjadi di luar sepengetahuan kita? " Tanya Lexi yang merasa apa yang dikatakan Kevin memang benar.


" Benar. " Tandas Kevin dengan wajah seriusnya.


" Apa? " Lexi.


" Gaby. " Ucap Kevin sembari menatap Lexi dengan tatapan seriusnya.


Deg ... !


" Kenapa dengan Gaby? " Lexi mencoba bertanya meski dia sendiri takut untuk mengetahui kebenaran tentang Gaby. Dia masih berharap, Gaby adalah gadis yang baik seperti beberapa tahun lalu dia kenal.


Kevin menghela nafasnya. Dia menyenderkan tubuhnya di senderan sofa.


" Jangan terlalu memuji sikap lugunya selama ini. " Ujar Kevin yang melihat perubahan di wajah Lexi.


" Maaf,.... " Lexi tertunduk karena tidak bisa mengontrol mimik wajahnya yang masih begitu perduli dengan Gaby.


" Sebenarnya, saat Mage datang menemui ku lima tahun lalu, hari dimana Nath kecelakaan karena ingin mencegah kepergian Mage, Mage mengatakan sesuatu padaku.


" Apa? " Tanya Lexi yang semakin terlihat penasaran. Pasalnya, Kevin tidak pernah menceritakan jika Mage datang dihari itu.


" Untuk berhati-hati dengan Gaby. Dia memintaku untuk menjauhkan Nath dari Gaby.


Hening.......


Lexi kembali mengingat segala hal tentang Gaby. Beberapa tahun lalu, Gaby adalah gadis yang begitu lugu dengan senyum yang begitu manis. Tapi, Lexi juga pernah melihat beberapa kali tindakan Gaby yang berlawanan dengan sikap lugu yang ia ketahui selama ini. Lexi pernah melihat Gaby menatap Mage dengan tatapan tajam yang menakutkan beberapa kali. Tapi, Lexi mengira itu hanyalah perasaannya saja dan tidak terlalu memikirkannya.


" Apa kita tertipu dengan tampang lugunya itu? " Lexi mengepalkan tangannya kuat. Bodoh! dia benar-benar bodoh! bagaimana dia bisa begitu tidak peka dan mengabaikan begitu saja? Rasanya rugi sekali mencintai gadis yang begitu tidak berperasaan.


" Mungkin, inilah alasannya Nath selalu menolak Gaby. Meski kita tahu, dulu Nath juga memiliki perasaan untuk gadis itu. Tapi, dia justru kekeh menolaknya.


" Vin, apa yang harus kita lakukan sekarang? "


" Masih belum tahu. Tindakan kita tergantung kondisi Nath saat kembali. Orang tua Nath, pasti sudah melakukan antisipasi.


Lexi menghela nafasnya.


" Aku penasaran, seberapa jauh tindakan Gaby hingga bisa menciptakan kegaduhan sebesar ini? " Tanya Lexi.


" Kau tahu, Lexi? aku tidak bisa mengorek informasi tentang Gaby.


Lexi menatap Kevin dengan tatapan kaget.


" Apa?!


" Iya. Itulah yang membuatku berpikir, kalau Gaby memiliki masa lalu yang di rahasiakan.


Lexi semakin menggeleng keheranan. Dia benar-benar tidak menyangka, dia menghabiskan banyak tahun hanya untuk mencintai gadis yang menyeramkan seperti Gaby.


" Lalu, apa yang akan kita sampaikan kepada Vanya? bagaimana kita akan membantu kalau begini?


" Tergantung keadaannya nanti. ini tidak akan mudah bagi kita. Orang tua Nath, pasti sudah menyiapkan rencana untuk kita menutup mulut dengan rapat.


Lexi semakin gusar.


" Apa kita hanya akan diam?


" Mungkin. Dan kali ini, Vanya yang harus berperang.


Lexi terdiam karena merasa frustasi.


" Tindakan Vanya sangat menentukan masa depan mereka. Jadi, kita hanya bisa bergerak tanpa bicara.


Lexi membuang nafas kasarnya.


" Iya. Hanya Vanya yang bisa kita andalkan sekarang ini.


To Be Continued.


Hallo para Reader tersayang?......


Othor mau jawab beberapa pertanyaan nih.


' Kok malah bikin bingung sih? di part Lima tahun lalu.


Sebenarnya, memang dari awal begitu jalan ceritanya. Othor berusaha menciptakan jalan cerita yang kadang diluar dugaan. Tidak terlalu fokus dengan kesedihan yang menguras air mata. Dan tidak melulu tentang bahagia. Jadi, kalau kalian baca dengan cermat di tiap episode sebelumnya, kalian gak akan bingung kok☺️


Dan di episode berikutnya, akan ada beberapa part perjuangan Vanya mendapatkan kembali Nath.


Tenang,......


Seperti yang sudah othor sampaikan, cerita ini tidak fokus tentang kesedihan. Karena Vanya, adalah tokoh wanita kuat dan tegar yang sengaja othor ciptakan seperti itu. Jadi, jangan takut Vanya akan menangis gitu ya πŸ˜‚


Banyak dari kalian yang mengira kalau Amnesia kan?


Hayo,... tebak kira-kira benar atau tidak ya? πŸ˜‚πŸ˜‚