
Vanya masih diam membeku melihat tatapan marah suaminya. Sempat ingin berdecak kagum sih, bukan kepada Nath. Tapi kepada dirinya sendiri. Ternyata dia begitu dicintai oleh suaminya ya? ah...! jadi semakin percaya diri kalau mau sombong. Iya benar sekali, sombong itu tidak masalah selama masih hidup. Kalau sudah mati mau sombong sama siapa? apa mau sombong dengan malaikat pencabut nyawa? oh tidak ya, tidak mungkin!
" Sayang? " Nath masih menatapnya dengan tatapan sama. Tangannya juga terulur dengan jemari yang bergerak seolah menyuruhnya mendekat.
Dengan kaki yang sedikit gemetar, Vanya mencoba untuk melangkah mendekati suaminya. Vanya dengan sengaja menginjak kaki Burhan yang masih saja terperangah sembari menatapnya. Terdengar pria itu memekik tapi tak berani membalas. Ini gara-gara Burhan, dia jadi melupakan suaminya. Batin Vanya.
Tuhan, selamatkan aku. Jangan buat suamiku marah, kalau dia marah, jatah nanti malam bisa gagal. Hiks.... tolong ya Tuhan.
Vanya begitu di fokus dengan pemikirannya sendiri, hingga ia berjalan tanpa menyadari tatapan iri dari semua orang. Dua wanita yang sempat ke GR an sendiri juga merasa malu. Ternyata Presdir Nath bukan menatap mereka, melainkan wanita yang ada disamping mereka. Batin dua wanita itu.
Vanya yang tiba-tiba tersadar jika dia tengah ditatap oleh ratusan orang, tiba-tiba merasa down dan ingin lari dari sana. Tapi saat matanya kembali menatap wajah cemburu suaminya, dia urungkan niat untuk kabur dengan kekuatan cahaya itu.
Lebih baik menyelamatkan pemilik tongkat ajaib ku kan?
Nath tersenyum saat Vanya naik ke podium dan menyambut uluran tangan Nath. Pria itu meraih pinggul Vanya dan mengeratkan posisi mereka. Nath memberikan kecupan di pucuk kepala Vanya, lalu memberikan penghargaan yang ia dapat untuk Vanya.
" Aku memberikan penghargaan pertamaku kepada istriku, dan jika Tuhan memberiku kesempatan untuk mendapatkan lagi, maka aku akan tetap memberikan kepada Istriku. Aku berada di posisi ini karena istri cantikku ini. Sebelumnya, aku sangat tertutup mengenai hal pribadiku. Tapi kali ini, aku ingin mengumumkan kepada dunia. Jika wanita ini adalah istriku. Ibu dari anakku. Wanita yang begitu tangguh ini, adalah satu-satunya wanitaku. Baik kini, esok dan seterusnya. Dan teruntuk kalian yang menggoda istriku, aku ingin mengatakan ini. Aku adalah pria yang sangat pencemburu. Aku akan melakukan hal gila saat melihat istriku di rayu oleh pria lain. Huh....! terkadang aku juga sangat marah saat ada yang sekedar melirik istriku ini. Jadi, berhati-hatilah dalam menjaga perasaan seorang Nathan Chloe. "
Vanya yang sedari tadi hanya tegap dengan tubuh yang gemetar, kini juga terus menelan ludahnya sendiri. Dari perkataan Nath, sudah bisa disimpulkan jika Nath tengah marah saat ini.
Riuh para wartawan setelah Nath mengakhiri ucapannya. Tentu saja para wartawan mengenali. Jika Vanya, adalah Pewaris dari Dirgantara dan KBR. Mereka ingin sekali mewawancarai pasangan serasi itu, tapi sayang, Nath sangat tidak setuju. Alasan konyol yang kini di menghantui pikirannya adalah, kebanyakan dari wartawan adalah pria.
Vanya yang belum terbiasa dikerumuni banyak wartawan, hanya bisa meringkuk di dada suaminya. Ini sedikit keterlaluan memang. Bisa-bisanya mengancam orang di depan publik. Ya meskipun belum tentu semua orang paham maksud ucapan Nath tadi.
Tak butuh waktu lama, berita tentang Nath dan Vanya menjadi trending dibeberapa berita online. Photo-photo mesra mereka juga ikut tersebar luas. Kolom komentar juga memenuhi tiap unggahan dari berita online. Mereka mengagumi pasangan yang begitu terlihat bahagia itu. Berbagai pujian juga didapat oleh Vanya dan Nath. Oh tidak! tapi yang sedang menjadi trending kini sedang perang dingin.
***
Setelah kepulangan mereka, Nathan di bawa oleh Tuan dan Nyonya Chloe. Sementara Nath dan Vanya kembali ke apartemen. Beberapa Kali Vanya melirik kepada Suaminya yang masih diam dan lebih memilih untuk fokus mengemudikan mobilnya.
Marah ya? kenapa diam saja sih? bukanya kalau marah harusnya memaki-maki? kalau diam begitu, bagaimana cara untuk membujuknya? lingerie? ah! disaat seperti ini, apa mungkin itu cocok? ah! tidak tahu ah!!
Setelah sampa di apartemen, Nath juga masih sama. Dia sama sekali tak mau berbicara. Vanya yang melihatnya hanya bisa kebingungan mencari ide untuk menghilangkan kemarahan suaminya.
Beberapa saat kemudian. Vanya menyusul Nath yang sudah lebih dulu mandi dan kini tengah membaringkan tubuhnya.
Ah! aku mulai kesal!
Vanya sudah melakukan banyak cara, tapi tak kunjung bisa memperbaiki mood suaminya itu. Mulai dari mengambilkan baju ganti, menawari masak yang malah mendapatkan cibiran kalau masakannya tidak enak. Dia juga sudah memeluk dan memberikan ciuman mesra sebelum Nath menuju kamar mandi, tapi itu juga gagal. Dan akhirnya, Vanya mengikuti langkah kaki Nath untuk ikut mandi bersama. Tapi sayang, Nath sudah lebih dulu menutup pintu dan menguncinya.
" Sayang,..." Panggil Vanya dengan nada sensualnya.
Nath yang masih cemberut, akhirnya langsung membelakangi Vanya.
" Sayang,... apa aku harus memakai lingerie? " Vanya mulai merangkak mendekati suaminya. Tangannya juga sudah terangkat ingin menggerayangi punggung Nath. Tapi lagi-lagi, itu gagal. Karena Nath menarik selimut tebal dan membuat seluruh tubuhnya tertutup oleh selimut tebal itu.
" Dengar ya Nath, jangan banyak tingkah! kalau kau masih saja mau bertingkah gila begini, aku akan keluar dari kamar ini! "
Nath masih tak bergeming.
Vanya semakin mendengus kesal dibuatnya. Wanita itu mulai menyeringai licik sembari menatap selimut sialan yang menutup tubuh suaminya itu.
" Baguslah, Nath. Terus saja tutup tubuhmu rapat-rapat. Dengan begitu, aku akan bebas mencicipi pria yang masih segar di luaran sana. " Vanya bangkit dari posisinya. Rapi alangkah kagetnya dia saat membalikan tubuh dan melihat Nath sudah berdiri di sana.
" Ka kau! kenapa kau be begitu cepat bergerak? "
" Kalau tidak cepat, kau pasti sudah menemui pria segar yang kau maksud kan?!" Tatapan Nath memang masih terlihat cemburu, tapi rasa takut yang tidak bisa ia sembunyikan, begitu mudah untuk Vanya rasakan.
Vanya tersenyum dan berniat menggoda suaminya lagi.
" Benar, aku sudah membayangkan dikelilingi oleh pria-pria bertubuh atletis yang di hiasi dengan keringat-keringat segar yang memabukkan. Aku bisa dengan mudahnya menyentuh tubuh itu, lalu mengelus dada kotak yang ada enam itu. Tidur di atas tubuh atletis seperti itu pasti menyenangkan kan? Ya ampun,.. aku rasa aku pasti tidak akan mengingat mu lagi jika benar itu terjadi. "
Nath membulatkan matanya. Di dalam otaknya kini tengah bersiap-siap untuk memberi makan banyak lemak kepada pria yang memiliki tubuh atletis.
" Jangan bermimpi! kalau sampai kau menemui mereka, aku akan memotong habis tongkat ajaib mereka. Bahkan telur kembarnya juga akan ku congkel keluar. Dadanya yang kau bilang ada enam bagian itu, akan aku jadikan dua belas bagian. Bagai mana? "
" Ck! " Vanya nampak sedang berpikir dengan wajah sebal.
" Kalau mereka tidak punya tongkat ajaib, kemana aku akan mencarinya? "
" Kenapa kau harus mencari? aku ada di depan mu! "
" Bukanya kau sedang tidak mau di ganggu oleh ku? " Vanya.
" Siapa bilang? " Nath.
" Aku barusan. " Vanya.
" Tadi aku hanya sedang mengumpulkan tenaga. " Nath mengalihkan wajah agar Vanya tak bisa melihat kebohongannya.
" Benarkah? boleh aku lihat seberapa besar tenaga mu malam ini? "
Nath tersenyum sembari meraih tubuh istrinya itu.
" Dasar nakal! "
Nath membawa istrinya ke tempat tidur untuk memberikan bukti tentang tenaganya.
To Be Continued.