
Nathan yang tadinya begitu mengandalkan Sammy untuk membantunya mendapatkan restu, kini berubah memaki dan mengutuk Samy habis-habisan melalui tatapan sinisnya. Ditambah lagi bibirnya berkomat-kamit tanpa suara, sudah jelas Sammy bisa mengartikannya sebagai makian yang luar biasa menyakitkan.
" Paman, apa keadaan anda sudah lebih baik? " Tanya lagi Sammy yang mencoba untuk tidak menghiraukan tatapan mematikan yang terus diarahkan kepadanya.
Ayah tersenyum ramah dan masih enggan melepaskan jabatan tangan dari Sammy.
" Sekarang sudah lebih baik, mungkin karena melihat mu datang menemui ku. Ngomong-ngomong, namamu siapa? "
" Sammy, paman. " Jawab Sammy yang sedikit gugup karena tak sengaja tatapannya bertemu dengan tatapan Nathan yang masih saja melotot tajam kepadanya.
" Nama mu bagus sekali ya? " Sammy tersenyum lalu mencoba melepaskan tangannya dari genggaman tangan Ayahnya Ivi. Sayang, sepertinya Ayahnya Ivi sedang memprovokasi Nathan.
" Ah, iya paman. "
" Kau punya kekasih? " Tanya Ayahnya Ivi yang sudah pasti itu disengaja.
" Be belum Tuan. " Jawab Sammy gugup.
" Sudah! kau kan punya banyak wanita. Alena, Cecil, Monica, Marisa, Diana, Dinda, Naura, Tia, Karina, Kalina, dan,.. dan masih banyak lagi. " Sela Nathan yang merasa kesal. Kalau tidak segera dihentikan, Ayah nya Ivi pasti akan menjodohkan Sammy dengan Ivi. Kalau sampai dibiarkan begitu saja. Dan dia, mau tida mau harus menikahi wanita yang sudah disiapkan oleh kakek dan nenek Chloe.
Sammy yang mendengar ucapan Nathan kini menjadi melotot kesal. Bagaimana bisa mulut Nathan yang adalah saudara angkatnya begitu frontal saat berbohong? padahal, semur hidupnya dia habiskan untuk menjomblo karena harapan terbesarnya adalah Berly. Wanita yang membuatnya jatuh cinta pada pandangan pertama. Wanita tangguh dengan keindahan rupa yang tiada duanya bagi dirinya.
Ayah Ivi menatap Sammy tajam lalu menjauhkan tangannya seketika. Dia pikir, pria sopan santun itu bisa ia gunakan untuk mengusir Nathan, tapi nyatanya dia malah menjadi kesal karena mendengar banyak nya wanita yang menjadi kekasihnya. Tapi, Ayahnya Ivi kembali meraih tangan Sammy dan menggenggamnya hangat.
" Kau pasti pria yang hebat. "
" Eh? " Baik Sammy ataupun Nathan kini menatap Ayahnya Ivi heran.
" Calon Ayah mertua, kenapa kau memujinya seolah itu adalah prestasi? kalau dia tertular penyakit aneh bagaimana? " Protes Nathan dengan nada lembut meski sebenarnya memaki kebodohan calon Ayah mertuanya yang aneh itu di dalam hati.
Ayah Ivi menoleh ke arah Nathan dengan sinis.
" Memang kenapa? memiliki banyak kekasih berarti pria ini dikagumi banyak wanita. "
Sammy tersenyum bahagia hingga lupa sesaat tujuan utamanya datang ke tempat itu. Sementara Nathan, pria itu kini kembali menatap Sammy kesal dengan mimik yang mengancam jahat.
" Calon Ayah mertua, bukanya lebih baik memiliki calon menantu yang setia dengan putrimu? " Protes Nathan.
" Memang aku ada mengatakan akan menjadikan laki-laki brengsek ini sebagai menantu? "
Sammy melongo heran dengan julukan yang baru saja ia terima. Bukanya beberapa detik lalu dia begitu di sanjung? batinnya menggerutu.
" Kau, berhentilah memanggil ku calon Ayah mertua. Aku tidak mau menjadi Ayah mertua mu. " Ayah Ivi melengos ke arah lain setelah mengatakan itu.
" Calon Ayah mertua, bisa beri tahu aku apa kekurangan ku? aku janji akan memperbaiki diri agar bisa menjadi menantu seperti yang kau inginkan. " Pinta Nathan dengan nada lembut seperti yang sudah Sammy ajarkan pada saat perjalanan menuju ke rumah sakit.
" Cih! "
Salah mu sendiri. Kenapa kau begitu tampan, kaya, tubuh yang bagus, dan kau setia. Kalau kau menjadi menantuku, bisa-bisa istriku memandangi mu tiada henti setiap hari.
" Calon Ayah mertua, tolong beri tahu aku. Bagaimana aku bisa menjadi menantu mu. " Pinta lagi Nathan.
Ayah Ivi menghela nafas lalu menatap kesal ke arah Nathan.
" Baiklah kalau kau ingin tahu. "
" Pertama, kau harus mengganti wajah mu. Kedua, kau tidak boleh bersikap begitu lemah lembut kepada istriku. Ketiga, kau harus membuat tubuh mu gendut. "
Nathan dan Sammy mengeryit bingung. Semua persyaratan itu kenapa seolah-olah Ayahnya Ivi sedang merasa tersaingi?
" Calon Ayah mertua, mengganti wajah tentu saja tidak bisa. Menggendutkan tubuh, aku rasa juga tidak mudah. Aku kan berolah raga setiap hari. Kalau sikap lemah lembut, bukanya itu kewajiban seseorang untuk menghormati kepada yang lebih tua? "
" Dasar kotoran lalat! begitu saja tidak bisa. Kau di diskualifikasi! kau tidak akan pernah menjadi menantu ku sampai kapan pun. "
" Siapa yang mengizinkan mu melakukan itu? " Ibunya Ivi menyela setelah membuka pintu karena baru saja datang.
Ayahnya Ivi menelan ludah lalu mengalihkan pandangan karena merasa takut.
" Nathan adalah calon menantu ku. Setuju atau tidak, kau hanya boleh mengikuti kemauan ku. Kau mengerti suamiku tersayang? " Tanya Ibunya Ivi dengan senyum yang terkesan menantang.
Sammy tersenyum lalu menjabat tangan Ibunya Ivi begitupun dengan Nathan. Kali ini dia sudah bertekad bahwa tidak boleh gagal mendapatkan restu. Karena pernikahannya dengan Ivi sudah harus segera dilakukan.
" Bibi, tadi sebelum masuk kesini, Nathan sudah membayar tagihan rumah sakit sampai paman sembuh total loh. " Puji Sammy sesuai yang sudah direncanakan. Tadinya tujuan Sammy adalah menghasut Ayahnya Ivi, tapi sepertinya sulit dan untunglah ada Ibunya Ivi yang terlihat lebih mudah untuk di hasut.
" Benarkah? " Ibunya Ivi menatap Nathan dengan tatapan yang berbinar-binar bahagia. Dia langsung saja berjalan cepat dan memeluk erat Nathan hingga ia terbatuk-batuk karena sesak.
" Kau benar-benar menantu yang paling baik sedunia. Kau tampan, kau paling sempurna. " Ibu mencubit pelan pipi Nathan layaknya mencubit pipi anak-anak.
" Oh iya Bibi, Nathan juga adalah pria yang setia loh. Tapi tidak tahu setia atau tidak laku sih. Soalnya dia tidak pernah berpacaran. " Ucap Sammy yang membuat Ibunya Ivi terkejut. Wanita paruh baya itu kini mendekati Sammy untuk mencari tahu tentang Nathan lebih banyak.
" Apa benar begitu? "
" Iya Bibi. " Sammy dan Ibunya Ivi kini sudah duduk di sofa dan mulai bergosip. Sedangkan Nathan dan Ayahnya Ivi, mereka saling tatap dengan tatapan canggung. Sesekali Nathan melemparkan senyum, tapi Ayahnya Ivi malah melengos begitu saja.
" Apa seleranya aneh? " Tanya Ibunya Ivi.
" Maksud Bibi? "
" Iya, padahal pria seperti dia pasti banyak perempuan cantik yang menyukainya kan? tapi kenapa malah mau menjadikan Ivi ku sebagai istri? "
" Mungkin,- "
" Hei hei! Ivi ku adalah putri paling cantik di dunia! kalian tidak boleh menggunjingnya begitu. " Kesal Ayah tapi tak berteriak.
Ibu Ivi berdecih lalu kembali bergosip dengan Sammy. Nathan tersenyum dan mendekati Ayahnya Ivi. Memang sedikit ngeri, tapi ini harus ia lakukan agar bisa cepat menikah dengan Ivi.
" Calon Ayah mertua, apa perlu sesuatu? " Tanya Nathan lembut.
Ayah Ivi menatapnya lalu menghela nafas.
" Katakan padaku. Apa alasan mu ingin menikahi Ivi ku? kemarin kau hanya bengong seperti kambing mabuk. Katakan alasannya sekarang. "
Nathan menarik nafas lalu menghembuskan perlahan untuk mencari kekuatan. Kekuatan untuk berbohong maksudnya.
" Ivi, dia adalah gadis tercantik yang ada di hidup ku. Dia adalah wanita yang paling manis mengalahkan biang gula. Dia adalah wanita yang memiliki daya tarik layaknya bidadari dari surga. Dia adalah wanita tengik, tidak! maksud ku, wanita dengan karakter unik dan menarik. "
Ya Tuhan, maafkan aku yang banyak berbohong. Aku sudah memfitnah gadis ayam goreng itu. Semoga kau tidak menghukum ku karena ini ya?
To Be Continued.