Touch Me!

Touch Me!
S2- Final Episode



" Dengar, kalau kalian tidak merebut perhatian Ibu kalian, Ayah kalian pasti akan lebih dulu merebutnya. Jika itu terjadi, Ibu kalian akan menganggap kalian pengganggu, lalu Ibu kalian akan segera mengirim kalian ke panti asuhan. "


" Jadi, mulai dari sekarang kita harus lebih giat menjauhkan Ayah kita, dan menghabiskan semua waktu Ibu bersama kita. "


Anak laki-laki yang memberi petuah adalah Nichole. Iya, dia anak dari Ivi dan Nathan yang kini sudah berusia tujuh tahun. Sementara satu anak laki-laki yang mengiyakan dan menuruti semua ucapan Nichole adalah Reiner, anak dari Sammy dan Ele. Sementara dua anak perempuan yang berusia empat tahun adalah Theana, anak dari Keenan dan Nathalie. Satu lagi anak perempuan yang bernama Laurent, adalah anak dari Nathania dan Kenzo.


" Kakak, menurutmu, apakah Ayah kami begitu berbahaya? " Tanya Reiner yang melihat jika Ayahnya tidak begitu membahayakan.


" Coba kau ingat-ingat lagi. Siapa yang tidur bersama Ibu mu saat malam hari? " Tanya Nichole atau biasa orang memanggilnya Nick.


Reiner berpikir sesaat lalu dengan jelas menjawab.


" Dengan Ayah ku. "


" Lalu, siapa yang akan memarahi mu jika kau membuat kesalahan? " Tanya lagi Nick dengan sorot mata yang serius. Sementara Theana dan Laurent, dua bocah yang tidak terlalu paham itu hanya bisa diam dan mendengarkan saja.


" Itu, Ayah ku juga. " Jawab Reiner tanpa ragu.


Nick tersenyum miring.


" Kau sudah merasakan sendiri kan? jika itu terus berlanjut, maka lama kelamaan kau akan ditendang keluar oleh Ayah mu. "


Reiner mengangguk setuju dan paham.


" Kakak benar! mulai sekarang, aku akan membuat Ibuku tidur bersama ku saat siang ataupun malam. Aku juga akan membuat Ayah ku dimarahi oleh Ibuku agar dia tahu bagaimana rasanya dimarahi. "


" Laurent, Theana, kalian juga harus begitu ya? " Nick menghasut kedua adik perempuannya yang masih begitu polos itu. Seperti biasa, dua bocah kecil itu akan mengangguk dan akan semakin rewel dari sebelumnya. Heh! beginilah Nick. Dia sangat suka menghasut adik-adiknya yang begitu polos itu. Entah darimana sifat seperti itu, karena dia selalu terlihat polos dan lugu di mata kedua orang tuanya.


" Nick! petuah tidak masuk akal apa lagi yang mau berikan? " Entah dari kapan Sammy ada belakang punggung Nick, tali Nick adalah Nick yang dikenal dengan si licik yang jago sandiwara.


" Paman? " Nick berpura-pura memasang wajah polos seolah tengah ketakutan.


" Paman, aku hanya mengatakan kepada mereka agar tidak nakal lagi. "


Sammy semakin mengeryitkan dahinya karena mencari kebenaran dari ucapan Nick. Percaya? oh, tentu saja tidak! setiap kali mereka berkumpul seperti ini, besok pasti akan ada ulah menyebalkan dari ketiga anak-anak itu.


" Nick, lebih baik kalau kau tidak berbohong. Kalau sampai Reiner membuat masalah lagi, itu pastikan karena petuah dari mu. "


Nick yang melihat Ayah nya berjalan ke arah mereka bersama dengan gang lainya, tentu saja mengambil kesempatan ini untuk memberikan contoh kepada adik-adik nya.


" Ayah! hua....hua....hua......." Nick berlari cepat sembari merentangkan tangan meminta agar Nathan memeluknya.


" Ada apa? " Tanya Nathan setelah berhasil mengangkat tubuh Nick ke dalam gendongannya. Nick yang terlihat pandai sekali berakting menangis benar-benar membuat Sammy dan ketiga adiknya merasa salut.


Sepertinya kewaspadaan ku terhadap bocah ini harus naik level. Batin Sammy.


Kakak sangat hebat! aku akan berusaha sehebat kakak. Batin ketiga anak itu.


" percaya atau tidak, anak mu itu sangat pintar sekali berakting, kakak pertama. " Ucap Sammy terus terang.


Vanya, Ivi, Ele, Nathalie dan Nathania yang sudah biasa melihat kejadian seperti ini hanya bisa menggeleng lalu kembali berbincang. Iya, ini memang sudah terbiasa terjadi. Sebentar lagi, Nathan dan Sammy pasti akan saling adu panco. Sementara Keenan dan Zadet, ke dua pria itu justru lebih fokus berjaga-jaga dan mencari jalan keluar saat anaknya membuat ulah lagi. Vanya yang tak mendapati keberadaan suaminya memutuskan untuk masuk untuk menemui Nath. Diruang kerja tidak ada, di ruang refleksi juga tidak ada, pasti ada di kamar. Batin Vanya. Benar saja, Nath benar-benar ada di kamar. Pria itu duduk di dekat jendela dan mengamati anak cucunya yang tengah bermain dan bersantai bersama.


" Sayang? " Panggil Vanya lalu memeluk erat tubuh suaminya dari belakang.


" Apa yang sedang kau pikirkan? " Tanya Vanya tanpa melepaskan pelukannya.


Nath mengubah posisinya lalu membuat tubuh mereka saling berpelukan.


" Sayang, terkadang aku merasa kesal karena waktu berjalan begitu cepat. Kau dan aku sudah memiliki cucu sekarang yang artinya, kita tidak lagi muda. Kau tahu? beberapa waktu terakhir aku selalu takut saat memikirkan satu hal. "


" Hal apa yang kau takutkan? " Tanya Vanya


" Aku takut tidak bisa melihat mu lagi, dan aku takut untuk meninggalkan mu saat kematian datang menjemput salah satu diantara kita. Tapi saat aku memikirkannya lagi, aku justru begitu ambisius dan selalu meminta kepada Tuhan agar kita bisa pergi selamanya bersama-sama. " Nath mengeratkan pekukannya, begitu juga dengan Vanya. Mungkin mereka sudah menjalani hidup yang bahagia selama ini. Tapi, kalau boleh meminta, pasti mereka akan meminta untuk bisa hidup bahagia seperti sekarang ini hingga seribu tahun lagi.


" Kau tahu apa yang membuat ku begitu mencintai mu? " Tanya Vanya lalu mendongakkan kepalanya untuk menatap Nath.


" Kau adalah satu-satunya laki-laki yang begitu takut kehilangan ku. Kau begitu mencintaiku hingga matamu tidak pernah berniat melirik kepada wanita lain. Aku bahagia bersamamu. Itu adalah hal yang aku syukuri sampai sekarang ini. Jadi, mari habiskan sisa hidup kita untuk lebih saling mencintai dari sebelumnya. Agar saat berpisah kita tiba, tidak akan ada penyesalan yang kita rasakan. " Nath mengangguk setuju. Mereka kembali berpelukan dengan air mata yang tidak tahu itu hari atau sedih. Tapi yang pasti, mereka benar-benar tidak akan menyia-nyiakan hidup yang begitu singkat ini. Setelah menghabiskan waktu sebentar berdua, Nath dan Vanya kembali kepada anak-anak dan cucu mereka. Sekarang sudah bertambah ramai karena Berly Dodi dan putri mereka juga sudah sampai. Ibu Ivi, dan Ayahnya juga datang. Bahkan, Salied beserta anak dan istrinya juga ikut hadir.


" Selamat ulang tahun pernikahan, Ayah dan Ibu. " Ucap Nathan beserta semua orang yang hadir. Sebuah pesta kecil-kecilan akhirnya sukses di gelar untuk memperingati hari pernikahan Vanya dan Nath. Melihat Ayahnya yang selalu memeluk Ibunya, Nathan jadi merasa bangga dengan Ayahnya yang tak sekalipun tergoda oleh wanita cantik di luaran sana. Sudah di usia sekarang, tapi mereka benar-benar masih terlihat saling mencintai. Nathan me oleh ke arah Ivi yang kini juga tersenyum bahagia melihat kedua mertuanya.


" Aku mencintaimu, dan akan selamanya begitu. " Ucap Nathan sembari meraih jemari Ivi lalu menggenggamnya erat.


" Aku juga akan selalu mencintai mu. " Ivi tersenyum lalu menyenderkan kepalanya di bahu Nathan.


" Mari kita hidup bahagia bertiga selamanya. " Ucap Nathan.


" Tidak mau menambah anak lagi? " Tanya Ivi yang sebabnya hanya meledek saja. Pasalnya setelah Nick lahir dengan beberapa kendala saat itu, Nathan tidak lagi menginginkan anak. Terlebih saat dia mengingat Ivi yang begitu kesulitan bergerak, sungguh dia hanya tidak ingin istrinya tersiksa dengan kehamilan.


" Aku sudah cukup bahagia memiliki mu dan Nick. " Ivi memeluk Nathan dengan sebelah tangannya, dan Nathan memberikan kecupan di pucuk kepala Ivi.


Aku, Mencintaimu.


END


Hallo kesayangan??? apa kabar? semoga semua dalam keadaan sehat ya. Aku mau mengucapkan banyak-banyak terimakasih untuk para Reader yang sudah menemani cerita ini hingga tamat.


Maaf karena jarang sekali balas komen dari kalian, tapi aku selalu baca satu persatu dan ngebuat aku semangat up tiap harinya.


Sampai jumpa di cerita ku yang lain ya kesayangan, khusunya di Novel " Terpaksa Menikahi Wanita Malam " Aku tunggu kalian semua mampir ke sana ya? ❤️


Terimakasih sekali lagi sudah menyempatkan waktu untuk membaca tulisan yang masih jauh dari kata bagus ini. Sampai jumpa di Novel ku yang lain ya kesayangan. ❤️❤️❤️