
Setelah memberi tahu nama Nathan, Ibu dan Dodi kini berkerubung menatap Nathan dengan tatapan menyelidik. Mereka tak henti-hentinya menatap Nathan dari ujung kaki hingga ujung kepala. Ini sebenarnya membuat benar-benar membuat Nathan tidak nyaman, tapi dia tetap berusaha untuk tersenyum meski sangat terlihat kalau terlalu dipaksakan senyumnya.
Ibu dan Dodi tentu saja tidak percaya begitu saja pengakuan Nathan. Setelah mereka ingat-ingat, wajahnya memang mirip, rapi jaman sekarang banyak sekali orang yang menggunakan kemiripannya dengan tokoh terkenal sebagai senjata untuk mencari keuntungan kan? bisa saja pria yang ada dihadapannya itu adalah salah satu penipu. Kalau asli, mana mungkin mau dengan Ivi yang tomboi dan sembrono.
" Apa kau pikir kami bodoh? " Tanya Dodi dengan tatapan meremehkan.
" Bodoh? tentu saja tidak. " Jawab Nathan yang tidak tahu apa maksud pertanyaan Dodi.
" Kau pikir, kami tidak tahu kalau kau Nathan palsu? meskipun kau sangat tampan, lebih baik jangan menyalah gunakan ketampanan mu itu. " Ucap Ibu yang tak kalah sebal melirik Nathan.
Jadi mereka kira aku palsu? helo!!! wajah seperti ku itu the one and only ya! mana ada wajah yang mirip.
" Aku asli kok. "
Ibu dan Dodi tersenyum masam mendengarnya. Mereka tentu saja tidak akan percaya jika Nathan Rezef Chloe, yang terkenal sebagai pewaris perusahaan besar Chloe dan anak dari pemilik KBR dan cucu dari Dirgantara Group.
" Omong kosong! " Tolak Dodi lalu mengibaskan telapak tangan di depan wajahnya.
Sialan! mulutmu lelah sekali membahas yang lagi-lagi sama.
Nathan mengeluarkan Dompetnya dan menunjukkan kartu identitasnya.
" Ini kartu identitas ku. "
Dodi dan Ibu mengambil kartu nama itu dan membacanya dengan seksama.
" Apa ini palsu juga. " Tanya Ibu.
" Sepertinya asli. " Bisik Dodi.
" Bagaimana? " Tanya Ibu lagi.
" Ibu, ini asli. Dia benar-benar Nathan Rezef Chloe yang kaya raya itu. " Dodi dan Ibu saling menatap tidak percaya. Setelah beberapa saat, dia kembali menatap Nathan sembari menelan ludah bersamaan.
" Jadi kau benar-benar Nathan yang anaknya Nathan Chloe dan Vanya Rezef ya? " Tanya lagi Dodi yang masih tidak percaya dengan kenyataan yang aneh ini. Apa Cinderella di dunia itu nyata ya? apa Ivi akan segera menjadi Cinderella nya?
" Iya, aku anak dari Nathan dan Vanya. "
Dodi dan Ibu kini saling menatap dengan mata yang berbinar bahagia. Bahkan, pipi mereka juga sampai bersemu merah.
Sementara Ivi dan Ayah, mereka sedari tadi hanya menatap bingung pembicaraan Ibu, Dodi dan Nathan. Mereka terus diam sembari memperhatikan apa yang sebenarnya terjadi.
" Ya ampun,....... kau benar-benar sangat tampan dan mempesona ya? " Ibu meraih Pipi Nathan dan mencubitnya gemas. Kapan lagi bisa mencubit pipi anak orang kaya seperti ini batin Ibu.
Nathan yang merasa tidak biasa dengan adegan ini, sebenarnya ingin menepis dengan kasar kedua tangan calon Ibu mertuanya agar menjauh dari pipinya. Tapi mau bagaimana lagi? dia adalah Ibunya Ivi yang harus ia hormati.
Apa-apaan sih Ibu ini?! sakit sekali pipiku!
Cukup lama adegan menggelikan itu teejadi. Mulai dari kalimat-kalimat pujian yang seolah tengah menjilat.
Kau lebih tampan dari yang kami lihat di beberapa berita ya?
Ternyata tubuh mu sangat tinggi dan tegap ya?
Kau benar-benar sempurna ya?
Parfum yang kau gunakan sangat harum ya?
Ah, kau benar-benar seperti seorang Dewa ketampanan.
Jangan tanya bagaimana Nathan saat ini. Karena pria itu kini tengah menikmati tiap pujian dari calon Ibu mertua dan calon kakak iparnya. Meskipun dia sudah tahu kalau dia memiliki penampilan yang sempurna, tapi tetap saja dia merasa bahagia saat ada yang memujinya berlebihan seperti ini.
" Cih! apanya yang tampan? saat Ayah muda, wajah Ayah jauh lebih tampan dari kotoran lalat itu loh. " Ejek Ayah sembari melirik kesal. Tentu saja dia kesal karena semenjak ada Nathan, Ayah tidak lagi menjadi pusat perhatian bagi istri dan anak laki-lakinya.
" Ayah, tolong jangan berbohong. Ibu bilang, Ayah dulu korban bully loh, makanya Ibu merasa Iba dan menerima Ayah sebagai pacar. " Ejek Dodi yang tengah tersenyum mengejek ke arah nya.
" Jangan omong kosong ya! Ibu mu itu adalah salah satu penggemar yang begitu fanatik dan ambisius. Ayah terpaksa menikahi Ibumu. Kalau tidak, Ayah bisa mati berdiri karenanya. "
Ibu terperangah lalu menatap kesal ke arah Ayah dengan mulut yang bergumam komat kamit karena kesal.
" Ayah, tapi aku kan sudah melihat photo Ayah waktu muda. Kalau dilibat-lihat, memang tidak ada bagian yang bisa dibilang tampan. Perut Ayah saja sudah gendut saat muda. Sudah begitu, "
" Jangan bicara lagi! itu semua karena Ibumu sedang marah. Dia sengaja mengedit photo Ayah menjadi jelek seperti itu. " Elak Ayah yang masih tak berani menatap manik mata ibu yang semakin terlihat kesal.
Sekarang giliran Ivi dan Nathan yang kebingungan melihat pertengkaran ini. Nathan lalu menatap Ivi dan mengangkat alisnya untuk menanyakan apa yang terjadi. Ivi hanya bisa menggeleng lalu menggaris keningnya dengan jari telunjuk. ( Isyarat sinting. )
" Kakak, Ayah, bisakah jangan bertengkar lagi? " Tanya Ivi yang merasa tidak enak karena adegan bar-bar keluarganya disaksikan oleh orang asing.
Dodi dan Ayah kompak terdiam meski wajah mereka terlihat masih ingin melanjutkan percekcokan tak berarti itu.
" Jadi, kapan dan dimana kalian bertemu, Nathan? " Tanya Ibu yang sudah tak bersungut lagi wajahnya.
Waduh! bagaimana aku harus menjawab pertanyaan ini? kan tidak mungkin kalau aku bilang baru bertemu beberapa minggu yang lalu.
" Ki kita bertemu beberapa bulan yang lalu, Bu. " Sela Ivi karena tahu jika Nathan tengah kebingungan.
" Iya. Beberapa bulan yang lalu. " Timpal Nathan saat Ivi mulai berdekatan dengannya agar lebih mudah untuk kompak berbohong.
" Tepatnya berapa bulan? "
" Dua bulan. " Ivi.
" Tiga bulan. " Nathan.
Nathan dan Ivi kompak saling melihat saat jawaban mereka tidak sama.
Ibu dan yang lainya mengeryit bingung dengan jawaban berbeda dari Ivi dan Nathan.
" Jadi yang benar yang mana? " Tanya lagi Dodi.
" Dua bulan. " Nathan.
" Tiga bulan. " Ivi.
Eh? Mereka kembali mengeryit bingung saat jawaban mereka kini terbalik.
" Kalian ini sedang bermain-main atau apa ya? " Ibu bertanya karena sudah tidak tahan dengan keanehan ini.
" Kalian ini sebenarnya mau menikah atau mau main rumah-rumahan? " Taya Ayah dengan tatapan menyelidik.
Nathan dan Ivi kompak menelan ludahnya sendiri. Mereka juga saling lirik dan saling bertanya satu sama lain.
" kenapa kalian diam? " Tanya lagi ayah.
" Kami akan menikah. Tidak perduli berapa lama waktu yang kami butuhkan untuk mengenal satu sama lain. " Jawab Nathan tegas.
Sialan! mulut ini lancar sekali.
" Apa alasan mu mau menikahi putriku? " Tanya Ayah.
Nathan berdehem lalu melirik ke arah Ivi mencari-cari kelebihan gadis ayam goreng yang sebentar lagi akan dia nikahi itu.
Ya ampun! kalau aku bilang karena dia cantik, itu namanya fitnah kan? kalau dilihat dari body nya, dia tidak memiliki kelebihan apapun. Gila! lebih baik aku mengerjakan proyek besar dari pada menjawab pertanyaan ini.
To Be Continued.