
" Meski aku benci mengakuinya, tapi aku bukanlah Ibu mu, Vanya. " Ujar Wanita paruh baya itu. Dia masih tetap tersenyum. Meski Vanya bisa melihat. Dia sedang menahan diri untuk tidak menangis.
Vanya masih terdiam tak bergeming sedikit pun. Tidak ingin percaya, tapi ini nyata.
Wanita paruh baya itu berjalan mendekat. Ditatapnya Vanya dengan tatapan penuh kerinduan. Sementara Vanya, dia masih termangu dengan wajah wanita paruh
baya itu.
" Vanya, maafkan Bibi yang baru bisa memiliki keberanian untuk menemui mu. " Ucapnya lirih.
"Bibi? " Vanya menatapnya bingung.
Wanita paruh baya itu mengangguk. Air mata yang sedari tadi ia tahan, akhirnya lolos dari pelupuk matanya.
" Iya. Aku Nanti. Saudara kembar Ibumu, Tanti. " Ucapnya sembari menyeka air mata yang menetes di pipinya.
Vanya juga menghapus air matanya. Iya, untuk apa menangis? wanita yang berdiri dihadapannya adalah keluarga yang tidak pernah ia temui. Jadi, akan lebih baik jika menyambutnya dengan senyum kan? dari pada dengan air mata.
" Jadi, anda Bibi ku? benar begitu?
" Iya. " Ucap Bibi Nanti sembari mengusap pucuk kepala Vanya.
Vanya tersenyum dan langsung berhambur ke pelukan wanita itu.
" Aku merindukan mu, Nak. " Ucapnya lirih. Ini benar-benar di luar ekspetasinya. Ia kira, ia tidak akan di terima karena selama ini, Nanti tidak pernah mengunjungi saudara kembar dan juga keponakannya itu.
" Bibi, kenapa tidak pernah datang menemui ku dan Ibu selama ini? " Tanya Vanya sembari meregangkan pelukannya agar bisa menatap lawan bicaranya.
" Panjang sekali ceritanya Vanya. Bibi akan menceritakannya nanti. Saat ini, kau dalam masalah bukan?
Vanya mengerutkan dahinya. " Dari mana Bibi tahu?
" Bibi mengetahui segalanya. Bahkan hal terkecil pun Bibi tahu. Maka dari itu, Bibi datang.
" Tapi Bibi, saat ini aku harus menghadapi keluarga suamiku. Mereka tidak menyukaiku dan membuat suamiku kehilangan memori tentang ku dan anak kami.
Bibi Nanti tersenyum. " Jangan takut. Bibi ada bersamamu. Ingat ini baik-baik Vanya. Kau adalah pewaris tunggal KBR Group. Jangan ketakutan menghadapi keluarga Chloe. Karena status KBR, ada di atas itu.
Vanya menatap Bibi bingung. Seolah banyak sekali pertanyaan yang bermunculan di otaknya.
" Jangan bingung. Kau akan mendapatkan semua jawaban dari rasa penasaran mu nanti. Sekarang, kau tahu apa yang lebih penting kan? " Bibi Nanti tersenyum menatap keponakannya yang masih terdiam dengan wajah bingungnya.
" Jangan bertanya apapun. Hanya ingat ini. Kau adalah pewaris tunggal KBR Group. Kau paham? " Tanya Bibi Nanti sembari menangkup wajah Vanya.
Vanya hanya bisa mengangguk meski dia masih kebingungan. Tapi, satu hal yang di pahami.
Kaya, dia kaya sekarang. Malahan, lebih kaya dari pada keluarga Chloe.... Ah, benar-benar beruntung. Mulai sekarang, dia bisa sombong kan? hahaha
Gaby, Im Ready to Fighting NOW!!!!
" Pergilah Nak, Bibi juga harus segera kembali. " Ucapnya sembari menepuk pundak Vanya beberapa kali.
Vanya tersenyum dan mengangguk. Dia langsung memeluk Bib Nanti lalu mencium pipinya. Ini, adalah kebiasaan yang sering Vanya lakukan ketika Ibunya memberikan hadiah padanya. Entahlah, Vanya begitu reflek karena bahagia.
Begitu juga dengan Bibi Nanti. Dia juga merasa bahagia karena disambut hangat oleh keponakannya.
( Ini sengaja Author tunda ya tentang keluarga KBR. Karena, seluk beluk dan cerita keluarga KBR ini, bersangkutan dengan Rudi Dirgantara/ Ayah kandung Vanya. Takutnya para Reader kejang otaknya gara-gara bingung π)
" Lexi, aku sedang dalam perjalanan ke kantor. Bisakah aku bertemu denganmu? " Tanya Vanya lewat sambungan teleponnya.
***
Semetara Lexi kini sedang menelan salivanya yang terasa seperti menelan pasir.
" Harus sekarang ya? " Lexi sedikit ngeri harus berhadapan langsung dengan Vanya. Bingung, menolak takut tidak menolak ya takut juga.
' Ayo bertemu di mini Cafe. ' Ajak Vanya lewat pesan singkat kepada Lexi.
' Ok.
Setelah beberapa saat.
Lexi dan Vanya, kini sedang duduk untuk membicarakan sesuatu.
" Vanya, apa terjadi sesuatu yang membahagiakan hari ini? " Tanya Lexi yang sedari tadi tidak melihat ada kesedihan atau kemarahan. Justru, Vanya nampak sangat semangat hari ini.
" Tentu saja. " Vanya menganggukkan kepala beberapa saat dibarengi dengan senyum dibibirnya.
Ya ampun! kenapa malah aku merinding ya? Gumam Lexi didalam hati.
" Lexi, aku sudah sangat siap sekarang. " Ucap Vanya sembari tersenyum.
Lexi kini malah kebingungan. " Siap? untuk?
" Untuk merebut kembali tongkat ajaib milikku!
" Hah?! " Lexi terperangah.
" Eh, bukan. Maksud ku, merebut suamiku kembali.
" Kau yakin?
Vanya mengangguk.
" Tentu saja. Aku tidak takut sama sekali. " Ujar Vanya sembari menepuk dadanya. Heh, dia benar-benar bahagia karena bisa begitu percaya diri.
" Vanya, kau kerasukan setan apa? " Lexi malah semakin bingung.
Vanya memajukan wajahnya agar dekat dengan Lexi yang duduk bersebrangan dengannya. Sementara Lexi, dia justru memundurkan wajahnya karena ngeri. Vanya memang cantik, tapi akan sangat menyeramkan jika Nath mengetahui Vanya begitu ingin mendekatkan wajahnya dengan Lexi.
" Cih! aku tidak bernafsu melihatmu! " Kesal Vanya yang merasa tersinggung.
" Bu, bukan begitu. Aku masih ingin hidup, Vanya.
" Terserah. Aku hanya ingin memberitahu. Sebenarnya, aku adalah pewaris tunggal KBR Group loh.
" Eh? " Lexi kini malah dibuat semakin bingung.
" Aku serius! " Pekik Vanya yang kesal melihat wajah Lexi yang begitu tidak percaya.
" KBR Group? kau ini mimpi atau apa sih? kau tahu tidak KBR itu perusahaan apa? kau tahu tidak? kalau KBR Group adalah salah satu perusahaan terbesar se Asia?
" Ih! jangan banyak bertanya! pokonya, aku adalah pewaris tunggal KBR Group!
Lexi berdecih tidak percaya. Tapi, untuk membangunkan Vanya dai mimpi siang bolongnya, Lexi membuka GGL ( Tau lah ya apa maksudnya? ).
Bukanya membangunkan mimpi siang bolongnya Vanya, kini malah dia yang dibuat jantungan.
" Ini? kenapa jadi begini? apa-apaan ini? " Lexi melihat banyaknya Artikel yang ditulis resmi oleh akun resmi yang tidak mungkin hanyalah isapan jempol semata.
* Presdir KBR Group, mengumumkan pewaris tunggal yang selama ini disembunyikan. *
" Kau?! " Lexi menatap Vanya dan photo yang terpampang sebagai pewaris KBR Group di ponselnya secara bergantian.
" Apa? " Kini Vanya yang menjadi bingung melihat wajah Lexi seperti ingin sekarat.
" Kau benar-benar pewaris tunggal KBR Group yang di sembunyikan itu?! " Tanya Lexi yang sejujurnya tidak percaya. Tapi, dia juga tidak bisa membantah Artikel resmi yang belum lama di terbitkan.
" Aku kan sudah bilang. " Jawab Vanya santai.
Lexi menepuk pipinya beberapa kali untuk menyadarkan dirinya.
" Jadi selama ini, aku dekat dengan pewaris tunggal KBR Group yang misterius itu? Ya ampun! " Lexi menatap Vanya kembali. Benar, ini nyata.
" Jadi, sampai kapan kau akan bertingkah seperti anjing mabuk? " Tanya Vanya ya g mulai kesal dengan Lexi. Ada hal penting yang harus dibahas. Tapi Lexi malah seperti tidak tertarik dengan hal lainya. Dia masih sibuk dengan keterkejutannya.
" Vanya, bisakah aku berphoto denganmu? " Tanya Lexi yang sudah tidak perduli lagi dengan hal uang lainya.
" Apa?! " Gila atau apa sih si Lexi ini? Vanya menjadi semakin kesal dibuatnya. Tapi, dia juga sangat membutuhkan informasi Lexi sekarang.
" Ayolah, Vanya. " Bujuknya dengan wajah yang merona bahagia.
Gila ya?! aku tidak tahu, sejak kapan Sekretaris seperti Lexi bisa berekspresi begini?
Setelah mengambil beberapa Photo, Lexi dan Vanya melanjutkan obrolan mereka. Tapi kali ini, Lexi sudah kembali serius karena bentakan-bentakan dari Vanya.
" Jadi, katakan padaku. Kenapa kau bisa tahu Nath dihipnotis?
Lexi menghela nafasnya. Dia mulai menceritakan apa yang terjadi sebelum dia menemui Vanya semalam.
" Jadi, saat malam itu, tepatnya pukul sembilan belas. Aku mendapat telepon dari Nath. Dan menanyakan perihal pekerjaan. Saat itu aku sangat bingung. Karena ucapan Nath yang tidak masuk akal.
" Maksudnya? " Tanya Vanya.
" Dia bertanya begini, ' Lexi, bagaimana pekerjaan di kantor? apa ada kendala? maaf, aku terlalu lama meninggalkan perusahaan. Aku tidak tahu, kalau acara pertunangan ku akan semeriah kemarin. Bahkan, butuh beberapa hari untuk mempersiapkan semuanya. ' " Ucap Lexi menirukan ucapan Nath.
" Sebenarnya, Kevin sudah mendapatkan kabar dari orang kepercayaannya. Tapi belum terlalu jelas. Karena tidak ada penjaga atau siapapun yang boleh mengikuti mereka. Yang kami tahu, ada hal yang tidak beres terjadi dengan Nath.
" Awalnya, kami hanya menduga-duga kalau Nath mengalami amnesia karena benturan di kepala atau apalah itu. Tapi saat menghubunginya dan menanyakan segala hal tentang masa lalu, dengan sangat tepat Nath menjawabnya. Dan saat Kevin menanyakan tentangmu, Nath justru kebingungan dan malah balik bertanya. Siapa yang sedang Kevin bicarakan. Kevin sudah memancing beberapa pertanyaan untuk Nath. Tapi nihil. Nath sama sekali tidak mengingat tentang mu. Dari situlah, Kevin menyimpulkan, jika Nath di hipnotis. Dan yang melakukan itu, pasti salah satu Dokter Psikolog yang terkenal di sana.
Hening.....
Vanya seolah kehilangan minatnya untuk berbicara.
Jadi dia bertunangan? apa orang yang dihipnotis bisa sampai seperti itu? apa begitu mudah bagi seseorang melupakan hal yang paling berharga. Nath, meskipun kau di hipnotis, Tapi rasanya, aku benar-benar sangat marah. Baiklah Nath, apapun itu, sebelumnya kau banyak berjuang untuk meluluhkan hatiku. Kau menerima segala kekurangan dan kesalahanku. Kau begitu setia saat bersamaku. Dan saat ini, aku akan berjuang untukmu Nath. Karena aku tahu, di bawah alam sadar mu, kau juga tidak ingin semua menjadi seperti ini. Nath, aku sudah memiliki kekuatan untuk melindungi Nathan. Jadi, aku tidak perlu takut untuk apapun mulai hari ini. Nath, aku datang. Aku akan membebaskan mu dari belenggu itu. Aku akan menghancurkan apapun penghalang kita. Tunggu aku Nath,.......
To Be Continued.
Hallo Para Reader terLove.....
Setelah aku baca komen dari kalian yang merasa kebingungan, akhirnya aku up lagi episodenya. Yah, meskipun othor jadi harus ketik naskah untuk beberapa hari kedepan jadinya,.
Untunglah othor baik hati tidak mau bikin kalian penasaran. ππ€£π€£π€
Ini adalah episode terpanjang othor selama menjadi penulis. Jadi jangan bilang up nya cuma dikit ya? π canda.
Di beberapa part selanjutnya, mungkin agak beribet, tapi percayalah wahai para reader.... βΊοΈ othor sudah berusaha meringkas agar tidak terlalu berbelit-belit.
Jadi, ayo dong ... Kasih othor banyak like dan komennya biar othor semangat. Karena, komen dari kalian itu bisa othor jadikan masukkan untuk memperbaiki cerita othor agar lebih memuaskan bagi para pembaca loh,...π makanya othor bilang, mau komen positif atau negatif, othor akan menerima dengan baik kok...β€οΈβ€οΈ
Udah ah ya,... jari othor udah pegel. Selamat membaca. Eh, komen! komen! ya π€
Jaga kesehatan ya para Reader terLove.