Touch Me!

Touch Me!
S2- Posesif



" Ah...... " Dodi histeris saat melihat wajah Berly di hadapannya. Apalagi, saat dia melihat keadaan mereka yang begitu tidak biasa. Selain tubuh mereka yang saling memeluk, dia juga bisa dengan jelas merasakan bagian dada Berly yang menempel di tubuhnya.


" Ya ampun! " Dodi mengusap wajahnya kasar hingga beberapa kali sembari memohon di dalan hati jika apa yang terjadi sekarang ini hanyalah mimpi. Tapi tidak! jelas-jelas itu adalah wajah Berly. Bagaimana bisa dia mau mengingkari? bayangan apa yang terjadi semalam juga bisa dengan jelas ia ingat.


Tadi malam.


Berly yang terus mencium bibir Dodi benar-benar membuat pria itu kewalahan. Dodi yang masih dalam keadaan sadar tentu saja mencoba untuk menjauh agar terhindar dari perbuatan nikmat yang salah. Tapi mau bagaimana lagi? dia itu kan hanya manusia biasa yang tidak memiliki keteguhan seperti dewa. Apalagi, Berly adalah gadis cantik, kulitnya putih bersih, rambutnya panjang tergerai indah, wangi pula. Bagian dada dan Bokongnya proporsional, aroma tubuhnya sangat wangi. Dewa kematian juga pasti akan tergoda, apalagi hanyalah seorang Dodi yang imannya setipis saringan tahu? namanya juga monyet di beti pisang, mana mungkin dia kan menolak.


" Tolong jangan tolak aku. Aku benar-benar menyukai mu. " Ucap Berly setelah menghentikan sesaat adegan ciumannya itu.


Suka ya suka saja tidak apa-apa. Tapi, kalau kau hidup dengan ku, jangan salah kan aku kalau suatu saat aku hanya mampu memberi mu makan dengan bekatul saja.


Berly kembali menyerang bibir Dodi. Kalau sudah sebuas itu, tentu saja Dosi tidak akan menolak. Apalagi tangan Berly sudah menggerayangi kemana-mana. Dada, bokong, bahkan bagian depan Dodi juga tidak luput dara tangan nakal Berly.


Dodi yang merasa sudah tidak tahan lagi akhirnya membawa tubuh Berly ke sofa. Haih,... untunglah Nathan sudah menggantikan dengan sofa yang bagus. Benar-benar mendukung sekali hari ini. Ditambah lagi, Ibu nya juga menginap di rumah sakit.


Perlahan-lahan mereka mulai saling melucuti pakaian mereka masing-masing lalu tak lama, terjadilah adegan ehem ehem.


Kembali ke pagi hari.


" Em......" Berly meregangkan seluruh tubuh nya lalu tak sengaja tangannya menyentuh sesuatu yang lembut tapi keras. Berly bangkit dengan mata yang tidak bisa terbuka sempurna. Perlahan-lahan dia memaksakan matanya untuk terbuka lebar dan melihat sosok yang kini tengah menatap ya juga.


" Eh? sayang? " Berly langsung menjatuhkan tubuhnya di dada Dodi dan memeluk tubuh pria itu erat.


" Aku pasti sudah gila. " Ucap Dodi dengan wajah yang masih terlihat syok.


" Sayang, kau ini seperti gadis yang habis di perkosa saja. Semalam kita melakukanya dengan perasaan penuh cinta loh. " Ujar Berly menatap Dodi dengan tatapan manja.


" Kalau Ibu tahu, dia pasti akan memangkas habis tongkat ajaib ku. Bagaiamana ini? " Dodi terlihat begitu syok hingga tidak memperdulikan Berly yang terus saja memeluk tubuh nya erat. Dia bahkan sesekali memberikan kecupan di dada bidang pria itu.


" Sayang, kala aku hamil kita kan hanya tinggal menikah saja. Tapi, kalau aku tidak hamil juga, kau tetap harus menikahi ku. Kita kan sudah kikuk kikuk, apa kau masih ingin menjauhi ku? ingat ya, cairan dari tongkat ajaib mu ada di dalam rahim ku. Aku bisa saja melakukan visum lalu menuntut mu untuk bertanggung jawab. "


" Be bertanggung jawab? " Dodi melongo dengan wajah yang super melas.


Bagaimana bisa aku bertanggung jawab? menikahi mu sama saja menempatkan diri sendiri sebagai beban. Kalau aku dihidupi oleh mu, bukankah sama saja aku seperti peliharaan nona kaya?


" Sayang, ayo kita mandi bersama lalu pergi ke toko mu. "


Mandi bersama? orang ini tidak waras ya? Eh! tapi, kenapa tidak?


***


Pagi ini, Nathan dan Ivi tengah bersiap untuk berangkat ke Barcelona. Tidak tahu bagaimana mau mendeskripsikan ini adalah liburan untuk membuang jenuh, atau mereka sedang berbulan madu.


" Sayang, apa kita tidak perlu melakukan sesuatu? sampai kapan kita akan duduk di sini? "


Nathan yang tertegun mendengar panggilan sayang dari Ivi sontak menatap wajah Ivi. Kalau saja ada di dalan kamar, dia pasti akan langsung menyerang Ivi sekarang juga.


" Kalau kita melakukan apapun sendiri, apa gunanya siluman babi itu? lagi pula kau tidak kasihan apa? sudah tidak punya pacar, teman dekat juga tidak punya, dia pasti akan kesepian kalau tidak di beri banyak kerjaan. "


Ivi memeluk lengan Nathan lalu menyenderkan kepalanya disana.


" Sayang, aku lelah sekali loh. "


" Menyender saja. Sebentar lagi juga selesai. " Jawab Nathan lalu menepuk pelan kepala Ivi tapi matanya masih fokus dengan ponselnya.


Melihat perlakuan Nathan yang begitu pengertian, akhirnya Ivi punya keberanian untuk menatap gadis-gadis ganjen yamg sedari tadi terus memperhatikan Nathan. Dia menaikkan sebelah alisnya lalu tersenyum dingin kepada beberapa gadis itu secara bergantian. Bukanya merasa malu dan menjauh, gadis itu justru menggerakkan tangannya lalu mengusap dadanya seolah-olah dia merasa jika dada besarnya akan mampu menggoda Nathan. Tapi memang benar, buktinya saat ada laki-laki yang berlalu di hadapan gadis itu, mata si pria terlihat seperti ingin loncat dari tempatnya.


" Sialan! " Gumam Ivi lalu menatap bagian dadanya dan membandingkan dengan miliknya. Ya ampun,... jauh sekali bedanya. Miliknya benar-benar mirip seperti buah rambutan yang menempel di dada nya saja. Tidak sampai di situ, wanita itu juga mengubah posisi berdirinya untuk menunjukkan seberapa besar bokongnya.


Lagi? Ivi hanya bisa menggigit bibir bawahnya karena merasa kesal. Iya memang dia tidak memiliki dada dan bokong yang besar. Tapi, bukan kah itu bagus. Dia tidak perlu menghabiskan banyak bahan untuk baju dan celananya kan?


" Nathan, apa kau suka gadis yang memiliki dada seperti pepaya? "


Nathan mengeryit lalu menatap Ivi. Gila ya? pertanyaan macam apa ini? kenapa juga tiba-tiba menanyakan hal aneh begini?


" Memang kenapa? " Tanya Nathan bingung.


" Aku beri tahu ya. Kalau kau menyukai wanita yang memiliki dada besar dan panjang, apa kah tidak terbayang hantu kolong wewe? lagi pula, kalau dia kesal dia kan menggunakan dadanya untuk menampar wajah mu. "


" Ivi, apa sih yang ku bicarakan? "


" Nathan, apa kau suka gadis yang memiliki bokong besar dan tebal? "


" Apa lagi sih ini? "


" Dengar, kalau kau sedang kikuk-kikuk dengan wanita yang memiliki bokong besar, pinggul mu tidak akan kuat menahan berat nya saat dia ada di atas mu. Sungguh itu sangat membahayakan. "


" Jadi maksud mu adalah? "


" Tentu saja aku gadis yang paling ok, aku juga paling gurih tanpa penyedap rasa. Dan tubuh ku ringan, serta praktis di bawa kemanapun. Iya kan? "


To Be Continued.