Touch Me!

Touch Me!
Lima Tahun Lalu Part 1



" Lexi! salip dari sebelah kanan! " Titah Kevin yang mencoba untuk menghentikan Nath.


Lexi fokus mengemudi dan mengikuti titah dari Kevin.


" Sial! kenapa Nath menggila seperti ini?! " Umpat Lexi yang tetap tidak bisa menyusul laju kendaraan yang ditunggangi Nath.


" Fokuslah! bunyikan klakson! "


Bip...! Bip....! Bip.....!


" Percepat, Lexi! " Titah Kevin yang semakin ikut menggila. Dia benar-benar kuatir melihat Mobil Sport Nath yang melesat dengan kecepatan yang sangat jauh dari kata normal.


" Diam! brengsek! jika ingin lebih cepat dari sekarang, pakaikan sayap di mobil ini agar bisa terbang! " Bantah Lexi yang sejujurnya sangat takut. Ini adalah kali pertama dia mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi.


" Nath, sadarlah! sadarlah bodoh! " Umpat Kevin yang kesal karena masih tak bisa mengimbangi laju mobil Nath.


" Kevin, kau saja yang mengemudi. Kau hebat soal mengemudi kan? " Pinta Lexi. Dia juga sadar, kalau dengan kemampuan Lexi, akan sulit untuk mengejar Nath.


" Baiklah, Menepi sekarang! "


" Ok!


Baru saja mereka menepi dan hendak menukar posisi,..


Brak.......!


" Nath!!!!!!! " Teriak Lexi dan Kevin.


Air mata lolos dari mata mereka.


Mobil Nath, menabrak Truck yang berlawanan arah. Mobil Nath berguling beberapa kali dan berhenti saat menabrak pembatas jalan.


Lexi dan Kevin berlari tapa memperdulikan apapun. Secepat kilat mereka mencoba mengayunkan kaki mereka. Hingga tak lagi perduli berapa jauh mereka berlari. Lumayan jauh memang. Untunglah jalanan saat itu lurus. Jadi Kevin dan Lexi bisa melihat dan memberikan pertolongan sebelum terlambat.


Kevin mengetuk kaca mobil sembari meneriaki Nama Nath.


" Nath! Nath! Nath! " Kevin semakin tak bisa menahan air matanya untuk semakin deras terjatuh. Dilihatnya, Nath terduduk dengan posisi terbalik. Kepala yang berada di bagian bawah. Wajahnya dipenuhi dengan darah.


Lexi yang baru sampai melihat ke arah Kevin. Dia gemetar. Sungguh dia takut. Tapi saat ini, bukan saatnya takut. Lexi mencoba membuka paksa pintu mobil Nath. Sulit. Lexi mencari batu disekitar jalan dan memukul kaca mobil.


Nath, bertahanlah,... aku mohon. Aku tidak akan memaafkan mu jika kau mati. Kau berjanji satu hal padaku. Kau akan selalu bersama ku kan? kau bilang, kau tidak akan mati sebelum aku mati. Kau begitu percaya diri degan umur panjang! jangan mati. Aku mohon Nath. Tolong, tetaplah bersama kami.


Lexi terus berusaha memecahkan kaca itu. Tidak mudah, karena kaca itu dibuat khusus dengan ketebalan di atas rata-rata.


" Brengsek!!! " Maki Lexi yang kesal karena kaca itu tak kunjung pecah.


Bugh....!


Kevin berada disebelah Lexi dan ikut membantu Lexi memecahkan kaca itu.


" Bertahanlah bodoh! aku akan membencimu jika kau berani mati tanpa izin dariku! " Ucap Kevin yang masih berusaha memecahkan kaca mobil Nath.


Setelah beberapa saat. Akhirnya, kaca itu pecah. Lexi dan Kevin benar-benar tidak memperdulikan tangan mereka yang berlumuran darah karena benturan batu yang menggores tangan mereka.


Untunglah, Kevin sudah menghubungi Ambulan sebelum ia membantu Lexi tadi.


Didalam Ambulan.


Lexi dan Kevin menatap Nath pilu. Melihat alat yang terpasang ditubuh Nath, membuat hati mereka remuk. Sungguh, Nath adalah sosok yamg begitu berarti bagi mereka. Bisa dibilang, Nath bahkan lebih dari keluarga mereka sendiri.


" Nath, aku bersumpah. Jika kau bangun nanti, aku kan melindungi dan menjagamu dengan baik. Aku tidak akan membiarkan ini terulang lagi. " Janji Kevin sembari menggenggam erat tangan Nath.


" Aku juga. Akan aku korbankan hidupku untuk melindungi mu. Maka itu Nath, jangan menyerah karena ini. Hidup kami adalah kau. Jika kau pergi, hidup kami juga berakhir.


" Apa?! " Lexi menatap Kevin bingung. Apa-apaan dia ini? mana mungkin meninggalkan Nath disaat begini.


" Setelah Nath sampai dirumah sakit. Pergilah saat itu juga. "


" Tapi kenapa?


Kevin melepaskan kalung yang melingkar dilehernya. Nampak sebuah permata berbentuk bintang berwarna biru terang. Dia menyerahkan kepada Lexi.


" Pergilah,. Aku akan menghubungi seseorang untuk menjemputmu disana nanti. Berikan kalung ini saat kau bertemu langsung dengan Mr Hendrick. Katakan padanya, Z350 membutuhkan bantuannya.


Meski merasa ragu dan bingung, Kevin bukanlah orang yang tidak memiliki rencana matang untuk sebuah tindakan. Lexi paham, jika saat ini, menyetujui Kevin adalah satu-satunya hal yang harus dia lakukan.


" Kau yakin aku yang harus pergi kan? "


Kevin mengangguk. " Aku harus mengurus Nath. Aku akan menangani Nath sendiri. Kau paham kan?


" Iya. Baiklah.


" Mr Hendrick akan menuntun mu dan memberi tahu bagaimana cara dan akan membekali mu dengan banyak peralatan. Pastikan keamanannya. Dan, gunakan jet pribadi untuk kembali. Jangan kerumah mu. Tapi pergilah ke Mansion ku. Kau tahu ruangan bawah tanah yang ada disana kan?


Lexi mengangguk. Sejujurnya, dia benar-benar merinding saat mendengar semua ucapan Kevin. Awalnya, dia benar-benar tidak menyangka kalau akan melihat sisi lain seorang Kevin. Sosok yang terlihat menyeramkan dan penuh dengan strategi yang selalu berkaitan dengan nyawa.


Setelah beberapa saat, Nath sudah berada diruang operasi. Tentu saja, Kevin adalah dokter yang memimpin jalannya operasi. Dan Lexi, dia sudah dalam perjalanan menuju bandara.


Nath, bertahanlah,... Aku tahu, kau tidak akan mati secepat ini. Bertahanlah...


Batin Kevin berharap. Untuk kali pertama, dia merasa takut saat mengoperasi seseorang. Dia takut melakukan kesalahan yang bisa berakibat fatal. Tapi, dia juga tidak bisa membiarkan Dokter lain menanganinya. Karena, ada rencana yang sudah ia siapkan nantinya.


Dua jam berlalu. Kevin mendesah lega. Akhirnya, operasi berjalan lancar. Gumpalan darah di kepala Nath berhasil di singkirkan.


Kevin menatap tiga Dokter yang membantunya. Dan mereka, mengangguk tanda menyetujui.


" Ingat! jangan katakan apapun. Biarkan aku, yang bicara. " Mereka kembali mengangguk.


Kenapa mereka begitu patuh kepada Kevin? Jawabannya adalah, karena Kevin adalah Dokter kebanggan rumah sakit itu. Dokter yang terkenal dengan tangan malaikat. Tangan yang yang mampu menyembuhkan banyak pasien dengan keadaan kronis.


Dilain sisi, Rumah sakit itu, adalah milik Kevin 😁 Tapi sayangnya, tidak ada yang mengetahui jika Kevin adalah pemilik Rumah sakit. Mereka benar-benar tunduk karena kemampuan Kevin yang luar biasa.


Ketiga Dokter itu keluar terlebih dulu dan di susul oleh Kevin.


Ternyata, Kedua orang tua Nath sudah menunggu di luar dengan wajah cemas mereka. Mereka bertanya dengan tiga Dokter yang keluar lebih awal, tapi mereka hanya meminta maaf karena tidak bisa menjelaskan.


Demi Tuhan! kalian tidak pantas menjadi orang tua Nath. Umpat Kevin saat melihat kedua orang tuan Nath.


" Bagaimana keadaan putraku? " Tanya mereka yang kompak berjalan ke arah Kevin.


Kevin menghela nafasnya. " Tidak baik Nyonya, Tuan.


" Apa?! " Ibunya Nath menutup bibirnya karena terkejut dan sedih.


Kalian sedih? bahkan kalian lah penyebab ini semua terjadi.


" Ini semua karena kau dan anak itu. ( Maksutnya, Lexi. )


Kevin mengepalkan tangannya kuat.


" Semenjak berteman dengan kalian!, Nath menjadi susah dia atur. Dia selalu bertindak liar. Jika saja, kalian tidak ada di hidup putraku, dia tidak akan menjadi seperti ini!


To Be Continued.