Kenzo, Kenzie & Kenzio

Kenzo, Kenzie & Kenzio
Impian Cerry



Setelah mendapat pesan singkat dari Zie melalui Hp Marvin yang berisi alamat perusahaan Pahlevi Group, Mif langsung meluncur kesana sesuai apa yang di perintahkan oleh Nona Mudanya.


begitu sampai, ia langsung memasuki loby perusahaan itu dan menghampiri bagian resepsionis.


"Permisi..., saya ingin bertemu dengan Tuan Kenzio Pahlevi apakah beliau ada di tempat??". tanya Mif kepada resepsionis dengan sopan dan senyum menawannya.


"Ada tuan..., Apakah anda sudah membaut janji sebelumnya....??" jawab Resepsionis itu ramah.


" belum...., tapi tolong sampaikan bahwa saya adalah Asisten Nona Kenzie ala." ucap Mif.


"Baik tuan, silahkan tunggu sebentar." jawab resepsionis itu lalu menghubungi asisten Atasannya dengan menggunakan telepon yang ada di atas mejanya.


,_____,_____,_____,


Nico mengetuk ruangan C.E.O dan masuk kedalam setelah mendengar suara sahutan yang menyuruhnya untuk masuk.


"Permisi Bos...., Di bawah ada Asisten Nona Kenzie yang ingin bertemu dengan Tuan Bos." ucap Nico setelah berdiri di dekat Zio yang sedang berkutat dengan dokumen yang ada di depannya.


"Asisten Kenzie??". tanya Zio memastikan.


"iya Tuan Bos...". jawab Nico.


"suruh bagian resepsionis untuk mengantarkannya kesini." perintah Zio.


"Baik Bos....." jawab Nico lalu keluar dari ruang C.E.O untuk menghubungi bagian resepsionis.


tak lama setelah itu, bagian resepsionis datang bersama seorang pemuda yang cukup tampan menuju ruang C.E.O.


"(itu kan, laki laki yang bereng Zie waktu di cafe. jadi dia itu ternyata asistennya Zie)". pikir Nico yang hanya memandangnya sesaat lalu kembali berkutat dengan pekerjaannya.


tok...took......... " pintu ruang kerja Zio di ketuk dari luar.


"masuk...." seru Zio seraya menutup berkas yang sudah ia selesai periksa dan di bubuhi tanda tangannya.


"Permisi Tuan....., saya mengatar Asisten Nona Kenzie ala yang ingin bertemu dengan Tuan.". ucap Resepsionis itu dengan sopan


"hm.... kembali bekerja." perintah Zio kepada orang itu.


"Baik Tuan... Permisi..., " pamit resepsionis itu lalu mempersilahkan Mif masuk ke ruang C.E.O.


Mif berjalan masuk dan mendekat kearah Zio.


"(jadi dia Asisten Kenzie,)". gumam zio dalam hati.


sudah beberapa kali Zio melihat laki laki ini bersama Zie tetapi ia sama sekali belum mengenalnya.


"Permisi Tuan, saya Mif Asisten pribadi Nona Kenzie". ucap Mif memperkenalkan diri.


" saya Zio, sahabat Zie." jawab Zio tersenyum tipis dan mengulurkan tangannya kearah Mif dan di sambut dengan baik oleh Mif. "Silahkan duduk." ucap Zio mempersilahkan Mif untuk duduk.


"Terimakasih".Mif menganggukkan kepalanya dan duduk di kursi yang ada di hadapan meja kerja Zio.


"ehm...maksud kedatangan saya kemari karena Nona Zie menyuruh saya untuk mengambil barang yang semalam tertinggal di mobil Tuan berupa tas kecil berisi dompet dan Hp milik Nona saya Tuan." ucap Mif langsung menyampaikan tujuan kedatangannya.


"oh...iya tas itu ada sama saya. apa kamu sudah bertemu dengan Kenzie?? bagaimana keadaan Kenzie??."tanya Zio yang membuat Mif bingung karena sahabat Nona nya menanyakan keadaan Nona Kenzie. apa yang terjadi dengan Nona nya?? pikir Mif.


" saya belum bertemu dengan Nona Tuan, Beliau hanya menyuruh saya datang kemari melalui sambungan telepon. " jawab Mif apa adanya. "memang apa yang terjadi dengan Nona Zie??". tanya Mif penasaran. sepertinya ada sesuatu yang terjadi dengan Nona nya yang tidak ia ketahui.


" bagaimana dia bisa menghubungimu, HP nya saja ada sama saya." tanya Zio.


"Nona menghubungi saya melalui HP Tuan Muda Tuan.". jawab Mif


"Tuan Muda??". tanya Zio


"iya, Tuan Muda kakaknya Nona Muda." jawab Mif.


"(gue jadi ingat tadi pagi kan mbok Nah sudah memberi tahu kalau Zie tinggal di rumah baru bersama Kakaknya.)" batin Zio.


"Boleh saya tau dimana alamat rumah baru Zie.?". tanya Zio.


"Maaf Tuan..., saya tidak bisa memberitahukannya karena ini menyangkut privasi Nona saya." jawab Mif


"Tapi saya kan sahabat baik Kenzie. bukan orang lain." ucap Zio.


"Maaf Tuan, kalau Nona berkenan beliau akan memberi tahukannya secara langsung kepada Tuan." jawab Mif tidak bisa di ganggu gugat."Boleh saya ambil barang Nona Kenzie?". tanya Mif dengan sopan.


Zio pun mengeluarkan Paperbag yang berisi tas milik Zie dari dalam laci meja kerjanya dan menyerahkannya kepada Mif.


"Terima kasih Tuan, kalau begitu saya Pamit undur diri. Maaf sudah mengganggu waktu anda." ucap Mif dengan sopan lalu menundukkan kepalanya hormat sebelum pergi keluar ruangan.


Zio hanya diam melihat kepergian Mif.


"(susah sekali sih Zie untuk bisa bertemu dengan lo, padahal gue hanya ingin memastikan keadaan lo. gue khawatir sama lo. gue ngerasa sangat bersalah kemarin sudah ninggalin lo sendirian sehingga lo terkena sayatan pisau. Maafin gue Zie, gue nggak bermaksud bikin lo celaka)" gumam Zio dalam hati.


"Sayang......."seru Cerry begitu masuk kedalam ruangan Zio yang langsung menyadarkan Zio dari lamunannya.


"Hay...., ko kamu kesini nggak bilang bilang dulu sih sayang....??". ucap Zio tersenyum tampan kearah Cerry.


"sengaja nggak bilang biar jadi kejutan buat kamu.hehee....." ucap Cerry tersenyum cantik.


"Kerjaan kamu masih banyak ya??". tanya Cerry.


" nggak juga, malah kerjaan aku sudah selesai. kenapa hm....??". tanya Zio.


"beneran?? aku mau ngajakin kamu jalan sekalian makan siang diluar bisa nggak??". tanya Cerry.


"Bisa dong sayang...., emang kamu mau jalan kemana??". tanya Zio


"Ke mall, aku pengen shoping di temenin sama kamu." jawab Cerry manja.


"ya udah....., yuk jalan." ucap Zio berdiri dari duduknya dan meraih Jas yang ia sampirkan di kursi kebesarannya lalu memakainya.


Cerry langsung bergelayut manja di lengan Zio dan berjalan keluar bersama dari dalam ruang kerja Zio sambil saling melempar senyum satu sama lain.


Zio memang selalu memanjakan Cerry, ia tidak pernah menolak apapun keinginan Cerry.


"Nic..., gue keluar dulu. kalau ada apa apa langsung hubungi gue." ucap Zio kepada Asistennya.


"Siap Bos...." jawab Nico.


Zio dan Cerry pergi ke mall terbesar di kota itu dengan menggunakan mobil sport milik Zio. setelah sampai, keduanya berjalan mengelilingi mall sambil bersenda gurau dan tertawa bersama.


mereka akhirnya memasuki salah satu toko baju brand ternama setelah cukup lama berkeliling. kegiatan seperti ini sebenarnya sudah sering mereka lakukan bersama. Bagi Zio, tidak masalah walau hanya menemani cerry berbelanja seperti ini selama itu membuat Cerry senang.


setelah puas berbelanja, mereka pun pergi ke salah satu restoran mewah yang ada di mall itu untuk makan siang bersama. Zio bahkan tidak malu membantu Cerry membawakan barang barang belanjaan milik Cerry.


"sayang...., kamu tau nggak, aku dapat undangan fashion show di luar negeri dan rancanganku mendapat kesempatan untuk mengikuti pameran di sana bersaing dengan brand brand ternama sedunia.". ucap Cerry dengan bahagianya. keduanya telah menyelesaikan makan siangnya.


menjadi designer terkenal go internasional adalah impian terbesar cerry dan kali ini impian itu ada di depan mata. impiannya benar benar akan terwujud jika ia berhasil masuk menjadi salah satu Designer terbaik di fashion show kali ini.


"Benar kah....??, bagus dong sayang. berarti rancangan kamu bagus makannya kamu dapat undangan itu." jawab Zio ikut senang.


"iy sayang..., aku nggak nyangka banget dapat kesampatan bagus seperti ini. kamu dukung aku kan sayang??kamu ngijinin aku pergi ikut fashion show itu kan??" tanya Cerry.


"pasti dong sayang..., aku akan selalu dukung kamu. memang kapan fashion show nya di adakan??" tanya Zio penasaran.


"dua minggu lagi......" jawab Cerry.


"loh.....dua minggu lagi kan tepat acara pernikahan kita sayang.....??. kalau kamu pergi ngikuti fashion show nya, terus pernikahan kita gimana??". tanya Zio.


"kita undur aja pernikahannya sayang. yaaa....??." ucap Cerry dengan sikap manjanya agar Zio tidak marah.


"nggak bisa gitu dong sayang...., kamu pikir nikah itu main main yang bisa di majuin atau di mundurin sesuka hati. bahkan persiapan untuk pernikahan kita udah hampir selesai. untuk kali ini kamu nurut ya sama aku. aku yakin suatu saat nanti kamu akan dapat kesempatan buat ikut fashion show lagi." jawab Zio berusaha memberi pengertian kepada Cerry.


Zio tau menjadi designer terkenal adalah impian Cerry jadi sebisa mungkin Zio memberi pengertian kepada cerry agar tidak mengikuti fashion show itu karena bertepatan dengan hari pernikahan mereka. Zio sedikit lega melihat Cerry menganggukkan kepalanya yang artinya ia mau mendengar kata kata Zio meski raut wajahnya berubah sedih tak seceria tadi.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung......


.


.


.


.


.


*Daren



* Nico



*Mif