Kenzo, Kenzie & Kenzio

Kenzo, Kenzie & Kenzio
Apartemen Darren



Sore itu Darren tidak mengantar Zie kembali ke hotel, ia membawa Zie ke Apartemennya karena Asisten Darren sudah menunggunya di sana,. ada pekerjaan penting yang harus Darren diselesaikan saat itu juga.


"Kita ke apartemen Kakak dulu nggak papa kan Zie.....??, Adan pekerjaan penting yang harus kakak selesaikan secepatnya. " tanya Darren yang saat ini tengah mengemudi mobil.


"nggak papa kak...., atau kalau kakak sibuk biar nanti aku pulang sendiri naik taksi. " jawab Zie penuh pengertian.


"Jangan....., kamu tunggu saja sampai kakak selesai nanti kakak yang antar. kakak tidak akan membiarkanmu pulang ke hotel sendiri. " ucap Darren tapi lebih ke nada perintah.


"Baik lah...... " jawab Zie menurut.


Darren tersenyum lalu tangan satunya mengusap puncak kapala Zie dengan sayang. sedangkan tangan yang satunya tetap di atas setir.


Mobil mewah Darren memasuki sebuah apartemen elit...., Darren lalu mengajak Zie naik ke lantai atas dimana unit apartemennya berada. di sana sudah ada Morgan ( Asisten Darren) yang sudah menunggu di dalamnya.


tidak sembarang orang bisa mendapat akses untuk masuk kedalam apartemen elit itu kecuali Morgan, Darren memang memberi wewenang lebih kepada orang kepercayaannya itu termasuk kartu kunci apartemen dan kata sandinya.


"selamat sore Tuan.... " sapa Asisten Morgan yang beranjak dari duduknya lalu membungkukkan setengah badannya memberi hormat ketika pintu Apartemen terbuka dan sosok Darren pun masuk di ikuti Zie yang berjalan di belakangnya.


Darren hanya mengangguk dengan wajah datarnya membalas sapaan Morgan. Morgan sempat melirik kearah Zie sekilas tapi tidak berani bertanya siapa gadis cantik yang datang bersama Tuan mudanya apalagi Morgan yang sedari tadi melihat Darren yang terus menggenggam tangan Zie. dalam hati hanya berkata "apa dia Nona Zie, gadis yang di sukai Tuan Muda. ini kali pertamanya Tuan Muda membawa wanita ke apartemennya".


" Morgan....., tunggu saya di dalam ruang kerja. " perintah Darren.


"Baik Tuan Muda". jawab Morgan patuh lalu pergi dan masuk ke sebuah ruangan yang di maksud Tuan Mudanya setelah membungkukkan badan memberi hormat.


Apartemen Darren memang luas dan mewah, apalagi tatanan ruangannya yang terlihat elegan dan maskulin.


di sana terdapat ruang tamu yang luas menghadap jendela kaca yang dapat menampilkan keindahan kota itu dari ketinggian, dua kamar tidur, Dapur, Ruang makan, dan kamar mandi di luar kamar.


" Zie....., istirahatlah di kamar kakak. disini hanya ada dua kamar tapi yang satu sudah menjadi ruang kerja." Perintah Darren dengan lembut.


Iya menggandeng tangan Zie dan membawanya masuk kedalam kamar miliknya yang cukup luas, mewah tapi terlihat sangat manly.


"Tapi kak........ " Zie sebenarnya merasa sedikit takut.


benar dulu ia pernah membawa Darren kedalam apartemennya juga tapi saat itu kondisi Darren yang sedang terluka jadi Zie tidak terlalu khawatir. sebelumnya juga Zie pernah di ajak ke apartemen Darren yang ada di Negara N saat kejadian menculikan dulu tapi itu dalam keadaan Zie yang tengah tertidur pulas. berbeda dengan sekarang.


"Tenang lah...., kakak tidak akan berbuat yang macam macam. " Ucap Darren menenangkan. "kamu bisa istirahat disini terlebih dahulu sambil menunggu kakak menyelesaikan pekerjaan bersama Morgan. " ucap Darren lagi sambil tersenyum tampan.


ia menyadari ketakutan yang di rasakan oleh Zie.


bukannya Darren pergi keluar kamar tapi ia malah masuk kedalam kamar mandi. ia akan melanjutkan pekerjaannya setelah membersihkan diri terlebih dahulu apalagi hari sudah sore dan tubuhnya sudah merasa tak nyaman lagi karena sudah beraktifitas seharian.


Zie duduk di ranjang besar berwarna putih yang sangat empuk. ia mengeluarkan PH nya yang berdering dari dalam tasnya. tertera nama Kenzo yang tengah menghubunginya.


"Hallo Ken....... " jawab Zie ketika menerima panggilan itu.


"Zie.... kapan lo pulang?? kenapa lama sekali di sana?? ". tanya Ken di seberang telepon.


" kenapa...?? lo kangen sama gue...?? ". tanya Zie sambil tertawa.


" iya gue kangen. makannya lo buruan pulang. " jawab Ken ngasal.


"Ada apa?? tumben lo nyuruh gue cepat cepat pulang??. " tanya Zie lagi.


"tiga hari lagi gue mau tunangan Zie sama Tanti. masa lo tega sih nggak menghadiri acara penting sahabat lo sendiri. " jawab Ken akhirnya memberitahu kabar baik itu.


"oya......?? selamat ya kalau gitu. tapi maafin gue kalau nanti nggak bisa hadir di acara lo" ucap Zie pura pura sedih sengaja ingin mengerjai Ken. padahal besok ia akan kembali ke negara N yang tentunya sangat bisa menghadiri acara pertunangan sahabat baiknya itu.


"Yah....., ko gitu sih Zie. Pliss..... pulang ya?? masa lo nggak datang sih di acara pertunangan gue. lo kan sahabat baik gue Zie. kaya ada yang kurang kalau lo nggak datang." ucap Ken sedih....


"gimana ya Ken...., Kerjaan gue nggak bisa di tinggal soalnya. " jawab Zie beralasan.


"yah....., pokoknya kalau bisa lo usahain datang ya Zie. gue tunggu kehadiran lo. gue tutup dulu telponnya, lo hati hati disana dan jaga kesehatan. miss you Zie..... " ucap Ken.


"iya.... Miss you Too..... " jawab Zie lalu keduanya mengakhiri panggilan.


Zie menggenggam HP nya lalu tersenyum karena berhasil ngerjain Ken. ia akan memberi kejutan di hari pertunangan sahabat baiknya itu nanti.


"Ehm..... kakak sangat cemburu dengernya. " ucap Darren yang sudah berdiri di dekat Zie yang mana membuat Zie terlonjak kaget.


Zie bertambah kaget melihat penampilan Darren yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk putih yang yang melilit di pinggangnya dengan rambut yang masih basah. bahkan masih ada sisa tetesan air yang terjatuh dari rambutnya.


wajah Zie langsung memerah melihat tubuh Darren yang kekar berotot dengan perut kotak kotak. bukannya menutup matanya tapi Zie malah membuka lebar lebar kedua matanya karena pemandangan itu terlalu indah untuk di lewatkan. sungguh Zie tidak dapat mengalihkan pandangannya dari Darren.


Darren tertawa melihat reaksi Zie yang sangat lucu dan menggemaskan. ia melempar handuk kecil berwarna putih di tangannya yang ia gunakan untuk mengeringkan rambut hingga menutupi wajah Zie.


"Tutup mata kamu......," ucap Darren lalu berjalan menuju ruangan khusus penyimpanan pakaiannya ( walk in closet) .


tentu saja kain basah itu mampu menyadarkan Zie dari keterpesonaannya pada tubuh Darren.


"Astaga..... mata gue ternodai..... ". ucap Zie menyingkirkan handuk itu dari wajahnya lalu menutup wajahnya kembali dengan kedua tangannya malu.


"( padahal gue kan udah sering liat badan kekar kaya gitu saat nge gym bareng Ken, Zio atau Marvin. berati mata gue udah nggak suci sejak dari dulu dong??? tapi melihat tubuh kekar kak Darren kali ini kenapa rasanya berbeda. jantung gue rasanya mau copot dari tempatnya. )"batin Zie.


" tenang aja Zie....., nanti juga kamu bakal bisa melihatnya setiap saat. bukan hanya melihat, kamu juga bisa menyentuhnya sepuasnya. " goda Darren sambil tertawa karena mendengar ucapan Zie barusan.


" apa sih kak......??, udah sana buruan ganti bajunya. udah di tungguin tuh dari tadi. " sahut Zie malu.


"siapa yang nunggu....? kamu dari tadi nungguin aku? ". tanya Darren yang keluar dari Walk in closet dengan pakaian santainya.


" bukan tapi Asistenmu.... " jawab Zie memberi tahu


"astaga Kakak sampai lupa.... " ucap Darren menepuk keningnya sendiri karena telah melupakan asistennya yang sudah menunggu di ruang kerja sedari tadi.


"kamu istirahat saja disini, kakak tinggal ke ruangan kerja dulu ya.....? ". ucap Darren mengusap puncak kepala Zie dengan sayang. "mandi lah...., kakak sudah menyimpan pakaian dan perlengkapan lainnya untuk mu di dalam ruangan itu. " perintah Darren sambil menunjuk ke arah walk in closet. sejak Kedatangan Zie ke negara K, Darren memang sengaja membeli pakaian dan perlengkapan yang di butuhkan wanita khusus untuk Zie di apartemennya. entah lah, tapi Darren hanya ingin menyediakannya saja dan terbukti saat ini Zie singgah ke apartemennya.


Zie hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya patuh.


Darren mengecup kening Zie sekilas lalu langsung melangkahkan kakinya keluar dari dalam kamar. tapi baru saja Darren membuka daun pintu, ia menghentikan langkahnya dan menoleh kepada Zie.


"Tadi kamu telponan sama siapa?? kenapa pake acara kangen kangenan. jangan bilang kamu punya kekasih lain selain kakak?? ". tanya Darren dengan wajah serius. kini dia berdiri di ambang pintu yang tengah terbuka.


melihat wajah Zie yang terpesona dengan tubuhnya tadi membuat Darren lupa kalau Zie tadi tengah senyum senyum sendiri sambil memegang hpnya setelah mengatakan 'iya ... miss you too' kepada orang yang berbicara dengannya lewat telepon.


Zie tertawa mendapat pernyataan seperti itu terlihat sekali wajah Darren yang tidak bersahabat saat ini.


"Kepo ya.....? ". tanya Zie dengan mode jailnya.


" Zieee........ " ucap Darren sedikit menggeram dan berniat kembali masuk kedalam kamar.


"Udah...., kakak selesaikan dulu pekerjaan Kakak. kasihan Asisten kakak sudah menunggu sejak tadi. " ucap Zie.


"katakan dulu siapa....?? ". tanya Darren lagi yang kini sudah keluar dari dalam kamarnya.


" Rahasia..... wlek...... " jawab Zie lalu memeletkan lidahnya setelah itu ia menutup daun pintu dan langsung menguncinya dari dalam.


"Zie....,." panggil Darren sambil mengetuk pintu kamar. terdengar suara tawa Zie dari dalam kamar. "awas kamu ya....., tunggu hukuman dari kakak. " ucap Darren mengalah.


Darren pergi meninggalkan kamarnya lalu masuk kedalam ruang kerjanya.


disana masih ada Morgan yang menunggu dengan setianya.


"Tuan Muda......" sapa asisten Morgan membungkukkan setengah badannya memberi hormat kepada Darren begitu tuan mudanya itu masuk kedalam ruang kerja.


"Kamu sudah membawa semua pekerjaan yang harus saya selesaikan sekarang?? ". tanya Darren yang sudah duduk di kursi kerjanya.


" Sudah tuan muda.... " jawab Asisten Morgan lalu menyerahkan berkas cukup banyak kepada Darren.


"Saya akan pergi ke negara N untuk beberapa hari kedepan. jadi kamu handle semua pekerjaan saya selanjutnya seperti biasa. " perintah Darren.


"Baik tuan Muda. " jawab Asisten Morgan dengan patuh.


sudah hal biasa Morgan mendapat tugas untuk menggantikan pekerjaan Tuan Mudanya selama tuan Mudanya tidak ada di tempat karena itu memang sudah menjadi tugasnya.


Kini Darren sudah mulai fokus dengan pekerjaan yang ada di hadapannya.


ia harus menyelesaikan semua pekerjaan itu secepat mungkin sebelum ia pergi ke negara N mengantar kepulangan Zie. tentu saja Morgan ikut membantu pekerjaan Darren agar lebih cepat selesainya.


Zie sudah terlihat lebih segar dan anggun, dirinya saat ini sedang mematut penampilannya di depan cermin. tadi setelah selesai mandi, Zie masuk kedalam walk in closet seperti yang Darren perintahkan. di sana memang sudah ada beberapa dress cantik yang Darren sediakan untuk Zie. tidak banyak hanya sepuluh pasang paju, ia menjatuhkan pilihannya pada dress cantik yang kini ia kenakan.


"selera Kak Darren boleh juga..., tapi dari mana dia tau ukuran bajuku ya....?? ". ucap Zie bermonolog sendiri.


setelah rapi....., Zie keluar dari dalam kamar dan menengok pintu ruang kerja Darren yang masih tertutup rapat. ia lalu berjalan kearah dapur berniat membuat sesuatu disana. dua kopi hitam dan satu teh manis hangat telah selesai Zie buat. ia ingin menikmati suasana sore hari di balkon kamar milik Darren dengan ditemani teh manis hangat. tapi Zie lebih dulu mengantar dua cangir kopi hitam ke ruang kerja Darren.


"tok tok tok........ " Zie mengetuk tiga daun pintu yang tertutup rapat itu.


perlahan pintu itu terbuka dan asisten Morgan mempersilahkan Zie masuk. Darren mengalihkan pandangannya dari dokumen yang ia pegang kearah Zie. ia tersenyum senang melihat Zie yang terlihat sangat cantik ketika mengenakan dress yang ia belikan.


"Kopi kak....". ucap Zie yang masuk keruangan itu sambil membawa nampan berisi dua cangkir kopi dan cemilan yang ada di kulkas tadi.


Zie lalu meletakkan mempan itu di atas meja yang ada di depan sofa putih di ruangan itu.


" aduh Zie....., kenapa kamu repot repot. padahal biasanya Morgan yang buatin." ucap Darren beranjak dari duduknya dan mendekat kearah Zie.


tapi ia sangat bahagia karena mendapat perhatian dari Zie.


"Nggak repot sama sekali kak.....," jawab Zie tersenyum manis kearah Darren." ayo di minum biar kerjanya makin semangat. " ucap Zie lagi.


Morgan melirik kearah tuan Mudanya..., begitu tuan mudanya memberi kode dengan menganggukkan kepalanya baru ia mendekat dan ikut duduk bersama Darren untuk menikmati kopi buatan Kekasih Tuan Mudanya.


"kalau begitu...., aku keluar dulu ya kak.... " pamit Zie yang tidak ingin mengganggu kerjaan Darren.


"iya sayang...., makasih ya..... " jawab Darren dengan suara lembut dan tersenyum tampan kearah Zie.


Zie mengangguk lalu beranjak keluar dari ruangan itu.


(tuan muda dan nona pasangan yang sangat serasi, apalagi sikap tuan muda yang begitu hangat kepada Nona. sungguh aku baru melihat sisi lain dari tuan muda yang biasanya bersikap datar, dingin dan tidak pernah tersenyum). batin Morgan.


Darren dan Morgan lalu menyesap kopi buatan Zie.


"wah.... kopi ini rasanya sungguh nikmat tuan muda. sangat enak. " ucap Morgan yang merasakan kopi buatan Zie memang lebih enak dari kopi buatannya.


Darren tersenyum tipis mendengar pujian Morgan untuk kekasihnya. ia juga mengakui kopi buatan Zie memang enak.


"Zie memang pintar membuat kopi." jawab Darren.


"jadi apakah Nona Zie ini kekasih Tuan Muda....?? ". tanya Mogan pada akhirnya. ia sudah tidak bisa menahan rasa ingin tau nya sejak tadi.


Darren kembali tersenyum mendengar pertanyaan Morgan. ia mengangguk membenarkan pertanyaan asitennya.


" Dia Kenzie al azhar putri dari Tuan Prabu al azhar." ucap Darren kemudian.


Morgan terdiam sejenak mendengar nama itu, lalu ia tersenyum ketika ingat siapa orang yang Tuan Muda nya maksud.


"Jadi Nona Zie adalah putri Tuan Prabu pembisnis yang terkenal itu....??, bukan kah Tuan Prabu hanya memiliki seorang putra?? ". tanya Morgan ingin tau.


" tidak...., Tuan Prabu memiliki satu putra bernama Marvin al azhar dan Zie adalah putri kandung Tuan Prabu yang selama ini identitasnya di sembunyikan. jadi kau juga harus merahasiakan ini dari siapapun. mengerti??" ucap Darren.


"saya mengerti Tuan Muda. " jawab Morgan


Morgan tidak menyangka bahwa kekasih Tuan Mudanya adalah anak dari orang hebat yang namanya sudah meraja di kalangan pembisnis.


"lebih baik kita kembali bekerja agar semuanya cepat selesai.... " perintah Darren lalu keduanya kembali berkutat dengan berkas berkas yang tadi masih belum mereka selesaikan.


.


.


.


.


.


bersambung.....


.


.


.


.


.