
Ken & Zio kini sudah resmi menjadi salah satu mahasiswa di salah satu universitas terbaik di kota J setelah mengikuti Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus yang sering kita kenal dengan kata OSPEK. keduanya mengambil fakultas yang sama yaitu management bisnis karena ken dan zio nantinya akan menggantikan Papanya dalam memimpin perusahaan mereka masing masing sehingga mereka harus bisa belajar tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan bisnis mereka.
"Habis ini mau kemana kita yo??".tanya Ken kepada zio. keduanya baru saja selesai mengikuti kelasnya.
"Lo nggak ngantor??"tanya Zio balik karena memang akhir akhir ini Ken sibuk dengan urusan kantor ayahnya.
Sebagai sahabat yang baik zio hanya bisa memberi dukungan pada ken meski zio sendiri padahal sedang butuh teman tapi zio bisa memahami posisi ken saat ini.
"Gue kan kuliah yo jadi urusan kantor free dulu. nanti kalau gue di butuhin baru deh ngantor lagi."jawab Ken terkekeh.
ia sadar akhir akhir ini tidak bisa menemani sahabat baiknya. mau bagaimana lagi...papanya hanya memiliki Ken, jadi siapa lagi yang akan membantu Papanya mengelola perusahaan kalau bukan Ken. lagian kemarin hanya sesi belajar selama Ken belum masuk kuliah. setelah Ken aktif kuliah, Papanya melarang Ken untuk ikut ke perusahaan karena Papanya ingin Ken fokus dengan kuliahnya terlebih dahulu.
"ok kalau gitu......, kita ke AK Cafe yuk, udah lama kita nggak nongkrong bareng disana." ajak zio berjalan sambil merangkul Ken.
"Boleh....Yuk......, "jawab Ken.
keduanya lalu berjalan menuju parkiran Kampus.
"Ken... zio...., kalian mau pulang??".sapa carri begitu melihat Ken dan zio.cerri juga ada diparkiran saat itu dan kebetulan mobilnya terparkir tak jauh dari mobil milik Ken dan Zio.
"iya......, tapi kita mau ke cafe sekarang."ucap Zio jujur.
hubungan mereka memang sekarang cukup baik semenjak carri di tolong ken dan zio waktu itu. bahkan Cerri sempat beberapa kali makan bersama zio di Kenangan Resto.
"wah....gue ikut kalian boleh nggak?? kelas gue juga baru selesai. " ucap Cerri penuh harap.
"boleh....ayo aja.lebih rame lebih seru ya kan Ken??" tanya Zio pada Ken.
"Yo'i......" jawab Ken singkat.
"Asyik.....kalian jalan duluan aja. gue ngikutin di belakang, gue bawa mobil sendiri soalnya." ucap Cerri.
"kebalik weh.......,lo yang jalan duluan. kita di belakang lo. kalau kita di depan terus ada apa apa sama lo kita kan jadi nggak tau" ralat Zio.
"oh.... gitu ya. jadi ceritanya kalian jagain gue gitu ya?? dan kalau gue kenapa kenapa kalian bisa langsung tolongin gue?. ih so sweet.......".ucap Cerri tersenyum ceria.
" Yaaaa......nggak juga sih. setidaknya kita bisa jadi orang terdepan yang nonton sambil vidioin lo. hahahaaaaa........" jawab zio lalu tertawa.
"Bener banget lo yo."sahut Ken ikut tertawa
" s*alan........!! resek banget lo berdua......!!" maki cerri tapi ikut tertawa.
ketigannya lalu masuk kedalam mobil masing masing dan melajukan mobil mereka secara berlahan meninggalkan area kampus menuju cafe. setelag beberapa menit, mereka pun sampai karena jaral cafe dan Kampus mereka tidak terlalu jauh.
"Weh........., baru kelihatan. dari mana aja nih para sahabat Nona Bos ??" tanya Dev yang melihat Zio, Ken dan Cerri datang bersama, kebetulan Dev sedang berdiri di depan Cafe sehabis menerima telepon dari seseorang.
"Gue sering kesini ya......, Lo nya aja yang nggak ada." sahut Zio. ia memang sering kesini bahkan sendiri dan duduk di sudut ruangan hanya untuk mengenang kebersamaannya dengan zie.
Para pemuda itu bertos ria dengan menggunakan kepalan tangannya secara bergantian.
" iya deh percaya......., gue kan sekarang sibuk setelah menjadi orang kepercayaan Nona Bos sepenuhnya. jadi mohon di maklumi " jawab Dev tersenyum tipis
"Iya deh percaya....."jawab Ken dan zio bareng. merekapun tertawa bersama.
"silahkan masuk......" Dev membuka pintu dan mempersilahkan sahabat baik bos nya untuk masuk kedalam Cafe.
ketiganya masuk kedalam dan berjalan ke tempat yang biasa mereka duduki saat bersama zie dulu
" Lo adeknya Levin kan?? yang dulu pernah marahin Bos disini??" tanya Dev ketika mengingat wajah cerri.
"iya Kak....., maaf ya soal waktu itu udah bikin keributan disini." ucap Cerri mengakui kesalahannya dan dengan tulus meminta maaf
"asal nggak di ulangi lagi aja." jawab Dev dengan wajah berubah datar tanpa senyum.
"iya kak..... gue janji nggak akan ngulangin itu lagi." ucap cerri.
"Hah.....kapan itu terjadi?? kenapa zie nggak pernah cerita ke gue??" tanya Ken hatinya ikut kesal mendengar sahabat baiknya di marahi didepan umum. Ken tau sendiri gimana dulu cerri yang suka mencari masalah dengan zie.
"udah lama, lagian zie juga nggak mempermasalahkan itu" jawab Dev.
Dev lalu menaikkan satu tangannya memanggil waiters untuk melayani para sahabat dari kenzie.
"Lia tolong layani pesanan mereka dengan baik." ucap Dev pada salah satu pelayannya begitu orang yang bernama lia itu mendekat.
"Baik Kak......"jawab Lia.
Dev memang tidak mau di panggil Pak oleh para pekerja di cafe, ia lebih suka di panggil Kak dari pada Pak.
"Maaf Ken, Zio dan Adeknya levin......, saya tinggal dulu nggak papa kan??" pamit Dev sopan dengan sopan.
"lo mau ruangan zie kan?? gue ikut ya.....??"tanya Ken kepada dev.
"Boleh....., tapi lo jangan ngrecokon kerjaan gue ya??". jawab Dev.
"beres....gue bantuin malah."jawab Ken terkekeh lalu pergi ikut Dev naik ke lantai dua.
Zio masih terdiam duduk bersama dengan cerri membuat suasana sedikit canggung.
"Yo....gue minta maaf karena dulu udah pernah jahat sama kalian. soal kejadian zie waktu itu di sini juga gue minta maaf. kejadiannya udah cukup lama, itu sebelum nenek zie meninggal dan gue udah minta maaf langsung sama zie. bahkan gue juga udah kena hukuman dari bang Levin. jadi please banget...jangan benci gue. gue pengen jadi teman kalian." ucap Cerri panjang lebar.
dulu cerri memang sangat membenci zie, ia iri karena zie memiliki sahabat baik seperti ken dan Zio yang sangat perhatian sama dia. Cerri benci zie karena Marvin juga diam diam berteman dengan zie. bahkan mervin pernah membela zie ketika cerri menjelek jelekkan zie di depannya. Tapi kini cerri sudah berubah, ia sadar bahwa ia salah. zie itu baik bahkan zie memaafkan cerri begitu saja padahal ia sudah sering membuat gara gara dan berkata kasar pada zie.
"seperti yang Dev bilang tadi, asal nggak diulangi lagi aja..."jawab Zio.
Zio juga sebenarnya kesal mendengar Cerri pernah memarahi Kenzie disini. tapi kenzie sendiri tidak pernah menceritakan masalah itu dan kejadian itu juga sudah cukup lama. lalu sekarang Cerri juga sepertinya sudah menyesali perbuatannya. kenzie saja sudah memaafkan cerri lalu untuk apa zio mempermasalahkan hal itu lagi.
sementara di lantai dua AK cafe tepatnya diruangan pribadi zie, Ken duduk bersandar di sofa yang ada diruangan itu sedangkan Dev duduk di kursi kerja yang sebelumnya adalah milik zie sambil membuka berkas laporan hari ini dari berapa cafe milik zie lainnya.
" Apa zie sering menghubungi lo kak??"tanya Ken membuka percakapan diantara mereka.
"Tidak juga....,hanya sesekali. perbedaan waktu antara Indo dan Amrik salah satu penyebab jarangnya komunikasi." jawab Dev santai.
"Ya......gue sendiri juga hanya sesekali bisa bertukar kabar dengan Zie." jawab Ken. "bisakah lo cerita tentang apa yang terjadi antara zie dan cerri waktu itu?? gue penasaran, zie sama sekali tidak menceritakan itu sama gue." tanya Ken pada Dev.
"Gue males ceritanya Ken, kalau lo Mau lo bisa liat ini." jawab Dev lalu mengotak atik laptop yang ada di hadapannya setelah itu membawa laptop itu dan meletakkannya di meja yang ada di hadapan Ken.
seketika laptop itu menampilakan sebuah rekaman dari CCTV cafe yang merekam kejadian beberapa waktu lalu. Ken melihat rekaman itu sambil mendengarkan apa saja yang di katanya oleh Cerri kepada Zie.
"Cerri dari dulu mulutnya memang sangat pedas...." komentar Ken setelah selesai melihat rekaman itu.
"Cerri masih mending karena Zie memaafkannya begitu saja. lo tau Ken....., kejadian seperti itu juga pernah di alami zie waktu di kenangan resto. waktu itu zie bersama om Prabu di sana sehingga orang yang menghina, merendahkan dan mempermalukan zie di depan umum itu langsung mendapat balasannya. Om Prabu langsung memutuskan kerjasama antara perusahaannya dengan perusahaan orang tua gadis itu dan finaly Perusahaan itu sekarang bangkrut bahkan beritanya menjadi tanding topik di dunia bisnis." ucap Dev. Ken hanya mendengarkan apa yang dev katakan.pikirannya melayang memikirkan sesuatu.
"(jangan jangan itu perusahaannya om Seno papanya Mell., jadi seperti itu kejadiannya. om Prabu memutuskan kerja samanya karena tak terima mell telah menghina zie. Cerri sama Mell mulutnya memang sama sama pedas. ck..... kenapa gue dulu bisa suka sama mell sih. bodoh.....!!)" ucap Ken dalam hati.
setelah pembicaraan panjang lebar bersama Dev akhirnya Ken pamit untuk turun kebawah bergabung bersama zio kembali.
.
.
.
.
.
.
bersambung........
.
.
.