
Zie dan Darren sudah tiba di bandara internasional Negara K setelah sarapan di luar dan menjemput Asisten Andre di AA hotel. mereka akan melakukan penerbangan pagi ini dengan menggunakan jet pribadi milik Darren. awalnya Zie akan menggunakan jet pribadi milik Papinya tetapi Darren yang sedari awal berniat ingin mengantar Zie pulang ke negaranya memberi tahu Papi Zie dan memintanya agar tidak perlu mengirimkan jet pribadinya untuk menjemput Zie. tentu saja Tuan Prabu langsung menyetujui permintaan Darren.
"Sebentar kak....., biar aku telpon papi dulu. sepertinya jet pribadi Papi belum datang." ucap Zie ketika ia mengamati landasan dari balik kaca jendela berukuran besar menjadi dinding bandara itu dan tidak menemukan keberadaan jet pribadi milik papinya di sana.
Zie tidak tau bahwa Darren juga memiliki jet pribadi seperti Papinya. meskipun sudah menjadi kekasihnya, Zie sama sekali tidak tau seberapa banyak kekayaan yang di miliki Darren saat ini. yang ia tau Darren adalah salah satu pengusaha muda yang sukses dan memiliki pengaruh yang besar dalam dunia bisnis maupun di dalam dunia bawah tanah. kekayaan tidak masuk dalam kriteria cowok yang Zie mau. bagi Zie kebaikan hati yang di miliki seseorang lebih penting dari pada kekayaan.
"Tidak perlu Zie....., kita akan menggunakan Jet pribadi milik Kakak. kakak sengaja meminta om Prabu agar tidak menjemputmu karena Kakak yang akan mengantarmu pulang. " Cegah Darren tersenyum tampan kearah Zie.
Zie yang sudah memegang HP untuk menghubungi Papinya pun mengurungkan niatnya. ia cukup terkejut mendengar bahwa Darren memiliki Jet pribadi juga. sebenarnya memang tidak heran jika pengusaha seperti Darren memiliki jet pribadi apalagi Darren sering bepergian melakukan perjalanan bisnis ke berbagai negara. Zie hanya tidak menyangka bahwa Darren salah satu pemilik alat transportasi udara itu yang harganya cukup fantastis. ia jadi penasaran seberapa besar kekayaan yang di miliki Darren saat ini.
Darren langsung menggenggam tangan Zie dan membawanya berjalan menuju jet Pribadinya setelah melakukan sedikit pemeriksaan di dalam bandara. kesan pertama begitu masuk kedalam jet pribadi milik Darren adalah nyaman, interior di dalamnya juga tak kalah mewah dengan jet pribadi milik papi Zie.
"Kak.... Asistenmu yang kemarin tidak ikut??." tanya Zie yang saat ini duduk di samping Darren. sedangkan Andre memilih duduk di kursi terpisah dengan Zie dan Darren.
Jet mereka sudah lepas landas dan mengudara beberapa menit yang lalu.
"Hey..... , beraninya kamu menanyakan laki laki lain di hadapanku?? aku cemburu...... ". Bukannya menjawab pertanyaan Zie, Darren malah merajuk dengan memanyun kan bibirnya.
bagaimana tidak cemburu, Morgan itu masih muda dan juga tampan. tidak menutup kemungkinan kalau Zie akan tertarik kepada Asisten Pribadinya itu.
Zie gemas sendiri melihat reaksi yang di tunjukkan Darren. Sungguh Darren saat ini terlihat seperti anak kecil yang sangat menggemaskan. padahal biasanya Darren akan bersikap Datar dan juga Dingin serta irit bicara.
"uuuh....... gumus banget deh kalau cemburu gini. jadi makin sayang....." ucap Zie mencubit kedua pipi Darren sambil tertawa.
Darren tidak jadi merajuk dan malah ikut tersenyum mendengar ucapan Zie yang katanya makin sayang.
"Nakal....., " ucap Darren mencubit pelan hidung mancung Zie. "awas saja kalau kamu nanyain cowok lain lagi, nanti kamu Kakak hukum..... !! " ucapnya lagi.
"iya maaf....., lagian kan Zie cuma nanya kak. biasanya Asisten pribadi itu akan mengikuti kemanapun bos nya pergi." jawab Zie.
"Morgan Kakak tugaskan untuk menghandle pekerjaan di sini selama Kakak pergi dan Kakak sendiri sudah memiliki Asisten sendiri di Negara N yang khusus menangani kerjaan kakak yang ada di sana. mereka semua orang orang kepercayaan kakak yang sangat bisa di andalkan, jadi kalau ada perjalanan bisnis ke berbagai negara Kakak tidak perlu membawa Asisten lagi." jawab Darren menjelaskan.
"ow.... seperti itu ya kak...??".ucap Zie mengerti.
baru kali ini Darren merasakan perjalanan yang sangat menyenangkan karena di temani gadis kecil kesayangannya. mereka menggunakan waktu untuk mengobrol membahas semua hal. mereka juga saling bercerita hal hal lucu yang membuat mereka tertawa bersama. sungguh Darren baru kali ini bisa tertawa bahagia dan itu semua karena Zie.
"sudah...., lebih baik kamu istirahat karena perjalanan kita untuk sampai di Negara N masih panjang. " perintah Darren dan Zie pun menurut.
Setelah mengudara berjam jam lamanya akhirnya jet pribadi mereka landing dengan sempurna di bandara internasional negara N.
,,_________,,, ____________,,, _________,,
Sebuah rumah yang tidak terlalu besar dengan halaman yang juga tidak terlalu luas sudah didekorasi sedemikian rupa untuk melangsungkan sebuah acara dan rumah itu merupakan kediaman keluarga Tanti. ya.....malam ini adalah malam berbahagia antara Kenzo dan Tanti yang akan melangsungkan acara pertunangannya. mereka sengaja hanya mengadakan pesta pertunangan sederhana yang hanya mengundang sanak saudara dan teman dekat saja serta beberapa kolega.
waktu sudah menunjukkan pukul 8 malam dan sebagian besar para tamu sudah hadir memenuhi undangan dari setengah jam yang lalu karena acara sebentar lagi akan di mulai.
Tidak hanya Tanti dan keluarganya, Ken dan Ayahnya juga di sibukkan dengan menyambut kedatangan para tamu undangan.
"Akhirnya kamu bisa datang juga..... " ucap Tuan Malik dengan senyum mengembang, Tuan Malik bersalaman lalu memeluk Papi Zie yang datang bersama Marvin dan Cerrry.
Tuan Malik merasa sangat senang dengan kehadiran Papi Zie pasalnya Tuan Prabu ini sangat sibuk dan kemarin sudah meminta maaf jika tidak bisa menghadiri acara pertunangan Ken karena saat itu sedang berada di luar negeri. tapi nyatanya saat ini Orang yang sudah di anggap saudara ini hadir memenuhi undangan.
"iya Mas...., kebetulan kerjaan di sana sudah selesai jadi saya bisa pulang dan menghadiri pesta pertunangan Ken. " jawab Tuan Prabu yang juga tersenyum menyambut pelukan Ayah dari sahabat baik putrinya.
"Terimakasih banyak sudah menyempatkan untuk hadir, suatu kehormatan bagi saya karena Pembisnis besar sepertimu mau menghadiri pesta pertunangan anak saya yang sederhana ini. " ucap Tuan Malik lagi setelah keduanya mengurai pelukan.
"apa sih Mas......, jangan seperti itu. bagaimana pun juga Ken adalah sahabat baik Zie, saya juga sudah menganggapnya seperti anak saya sendiri. jadi kalau tidak ada halangan saya pasti akan menghadiri acara bahagianya Ken. " jawab Tuan Prabu.
Tuan Malik lalu beralih bersalaman dengan Marvin dan juga Cerry. Ken sendiri yang waktu itu sedang berbincang dengan Zio, Nico, Sigit beserta istrinya langsung pamit begitu melihat kedatangan Tuan Prabu, Marvin dan Cerry ia menghampiri dan menyalami mereka lalu setelah berbincang sebentar mereka di persilahkan untuk duduk karena acara akan segera dimulai.
Jika kalian bertanya di mana Zie?? maka jawabannya Zie datang bersama dengan Darren. ia sengaja datang terpisah dengan keluarganya karena ingin memberi kejutan kepada sahabatnya itu. sejak pulang kembali ke negara N kemarin, Zie sama sekali tidak memberitahu kepada siapapun kecuali keluarganya sendiri.
Acara pun di mulai..., serangkaian acara sudah berlalu dari mulai pembukaan, kata sambutan dari Tuan rumah, Do'a bersama dan Tukar cincin yang di lakukan Kenzo bersama Tanti. suara riuh tepuk tangan dari para tamu undangan ramai terdengar menyambut keduanya ketika saling memasangkan cincin satu sama lain. tiba tiba lampu di ruangan itu padam dan hanya menyisakan sebuah lampu sorot yang mengarah ke arah panggung hiburan yang membuat semua tamu undangan terdiam seketika. di sama berdiri seorang gadis cantik yang bergandengan tangan dengan pria tampan di sebelahnya.
"Zie...... " Seru Ken Kaget tapi senang.
Tentu saja Ken sangat terkejut dengan kehadiran Zie yang sudah berdiri di atas panggung bersama Darren. ia senang akhirnya Zie datang menghadiri acara pertunangannya. padahal ia sempat kecewa saat Zie mengatakan tidak bisa hadir di acara bahagianya.
Zio, Nico dan juga Sigit ikut terkejut dengan kehadiran Zie karena sebelumnya Ken sudah memberitahu mereka tentang ketidak hadiran Zie di hari pertunangannya.
"Happy Engagement bestie......, semoga semuanya lancar sampai hari pernikahan." ucap tulus Zie dengan senyum bahagia.
Alunan musik langsung bergema begitu Zie selesai berucap. 'bahagia aku ' sebuah lagu yang Zie nyanyikan bersama Darren khusus ia persembahkan di hari bahagia Ken dan Tanti.
Suara bagus yang di miliki Zie sangat serasi dengan suara Darren yang juga tidak kalah merdu. mereka sangat menghayati lagu yang mereka bawakan sehingga membuat semua tamu undangan ikut meresapi.
Riuh tepuk tangan kembali terdengar begitu lagu yang Zie dan Darren bawakan selesai di nyanyikan dan lampu pun kembali menyala seperti sedia kala.
Zie dan Darren turun dari panggung lalu berjalan menghampiri Ken dan Tanti yang masih berdiri diatas panggung yang di gunakan untuk bertukar cincin. banyak dari tamu undangan yang mengantri untuk bersalaman dan memberikan ucapan selamat kepada Ken dan Tanti begitu juga Zie dan Darren yang juga ikut mengantri.
"Sekali lagi selamat ya untuk kalian..... " ucap Zie tersenyum begitu sampai di hadapan Ken dan Tanti.
"Zie....., astaga......bisa bisanya lo nge'prank gue bilang nggak bisa pulang karena banyak kerjaan. tapi gue seneng banget akhirnya lo datang juga ke acara gue. makasih ya......" ucap Ken tersenyum lebar dengan wajah berbinar bahagia, saking senengnya ia langsung memeluk Zie.
"selamat ya Ken.....," ucap Darren saat memeluk Ken. "meluk Zie nya jangan lama lama!! saya nggak suka karena Zie hanya punya saya. " ucapnya lagi.
Ken tertawa mendengar protesan dari kekasih sahabat baiknya ini. Ken tidak marah ketika Darren menunjukkan sikap posesif nya. itu tandanya Darren benar benar sayang dengan Zie.
"makasih Kak...., Sorry... gue nggak ada maksud apa apa kok. reflek aja tadi saking senengnya. lagian Zie itu sahabat baik gue, jadi lo harus terbiasa melihat kedekatan gue sama dia. " jawab Ken menepuk nepuk pelan punggung Darren.
Mereka mengurai pelukan lalu Zie dan Darren beralih menyalami Tanti. mereka tidak bisa berlama lama mengobrol karena yang mengantri untuk memberikan ucapan selamat sudah memanjang. setelah itu Zie dan Darren turun dari panggung dan bergabung bersama keluarganya sambil menikmati hidangan yang sudah tersedia. di meja melingkar yang ukurannya cukup besar itu sudah di isi dengan Papi Zie, Mbok Nah, Mang Diman, Ara, Marvin, Cerry dan kini bertambah dengan Zie dan juga Darren.
Di meja sebelah ada Dev, Mif, Zio, Nico, Rizky, dan juga Sisi. Levin dan Istrinya duduk di meja terpisah begitu juga dengan Sigit dan istrinya yang juga memisahkan diri dari teman temannya. sedang di meja lainnya ada keluarga Zio dan masih banyak tamu undangan lainnya. meskipun di gelar secara sederhana tapi tetap saja tidak mengurangi kemeriahan acara itu.
setelah menikmati hidangan bersama, Zie pamit kepada keluarganya lalu mengajak Darren untuk bergabung bersama teman temannya di ikuti Marvin dan juga Carry yang memilih bergabung dengan Levin dan Istrinya.
"beeeh..... yang habis pulang dari luar negeri nggak bilang bilang...., mana nih oleh olehnya. " seru Rizky sambil terkekeh begitu Zie bergabung di meja mereka.
"Kapan pulang Zie.....?? ". tanya Dev tersenyum kearah Zie. padahal sedari tadi wajahnya datar datar saja saat berbincang dengan teman temannya tapi begitu melihat Nona bos nya ekspresi wajahnya berubah seketika.
" Lo pulang sendiri Zie....?? Andre mana?? " . tanya Nico pasalnya Andre juga tak memberi kabar kepada Nico bahwa ia sudah pulang dari luar negeri.
"Waduh waduh.... baru juga duduk udah di bom banyak pertanyaan. " ucap Zie terkekeh setelah duduk di kursi yang Darren tarikan untuknya lalu Darren sendiri ikut duduk di sebelah Zie. tentu saja perlakuan Darren tak luput dari pandangan Zio. "sengaja gue nggak bilang bilang A', biar jadi kejutan." Zie menjawab ucapan Rizky. "gue pulang kemarin Kak Dev, sorry belum datang ke Cafe." jawab Zie nyengir. "dan gue pulang tentu saja bareng sama Andre. " Zie menjawab pertanyaan Nico. "soal oleh oleh tenang aja.....sudah gue siapin, nanti biar Andre yang urus. " ucap Zie lagi.
"Terus Andrenya mana...?? ko dia nggak ikut datang kesini....?? " tanya Nico lagi. seandainya tau Andre sudah kembali, Ia sudah pasti akan menjemput Andre untuk menghadiri acara Ken bersama.
tapi sebelum Zie menjawab pertanyaan Nico tiba tiba ada suara yang menyahut terlebih dahulu.
"Sorry telat...., kena macet tadi. " ucap Andre nyengir. " boleh gabung?? ". tanyanya lagi yang langsung di respon oleh Nico dengan menarik satu kursi di sebelahnya yang kebetulan masih kosong.
" Cie.... Nico Gercep.... " ejek Zio terkekeh.
" Yang di cari cari akhirnya datang juga.... " seru Rizky ikut mengejek.
" Rindu sangat ya Masseh.....?? ". ucap Zie ikut tertawa mengejek Nico.
" Apa sih kalian....?? bisa diem nggak?? ". kesal Nico yang di ejek sana sini. " kamu mau minum apa An...? biar aku ambilin. " tawar Nico kepada Andre. ia tidak mempedulikan ejekan dari teman temannya.
"Ciye Ciye........ " tentu saja sikap Nico mendapat sorakan dan gelak tawa dari teman temannya.
"Makasih...., nanti biar aku ambil sendiri saja. " tolak Andre malu.
teman teman yang ada di meja masih gencar mengejek Nico saat ini kapan lagi mereka bisa menindas seorang Nico yang biasanya menjadi ketua penindas. gelak tawa di meja Zie cukup seru bahkan Ken pun menoleh dan ikut tersenyum melihat teman temannya yang sedang bercanda dan tertawa bersama. ingin ikut gabung tapi sayangnya masih banyak tamu dan menyalaminya di atas panggung.
"Kakak mau kemana....?? " tanya Zie lirih saat Darren beranjak dari duduknya.
"mau ambil minum bentar, kamu tunggu di sini ya... " jawab Darren lalu pergi setelah Zie mengangguk.
setelah Darren pergi, datang seseorang yang tengah menggandeng kekasihnya menghampiri meja mereka.
"Hallo guys....., boleh gabung nggak??". sapa Gerry dengan seorang gadis cantik yang bergelayut manja di lengannya.
" Wah.... baru datang lo Ger.....,?? gabung aja sini. " jawab Zio mempersilahkan.
Gerry menarik satu kursi kosong untuk dirinya duduk dan mempersilahkan gadis yang datang bersamanya untuk duduk di sebelahnya yang mana kursi itu yang tadi di duduki Darren. pandangan Gerry masih fokus kepada Zie yang terlihat cuek dengan kehadirannya.
"Hay Zie...., apa kabar?? ". tanya Gerry kepada Zie dengan senyum menggoda.
" Baik..... " jawab Zie singkat dengan senyum terpaksa. "Guys...., gue ke toilet dulu ya.... " pamit Zie lalu beranjak dari duduknya dan pergi.
"mau di anterin nggak Neng....?? " tawar Rizky sebelum Zie menjauh.
"Nggak usah A'....., makasih... " jawab Zie tersenyum.
Sebenarnya Zie tidak hanya ingin pergi ke toilet, tapi ia juga ingin mencari keberadaan Darren yang pergi terlebih dahulu untuk mengambil minum.
.
.
.
.
bersambung.....
.
.
.
.