
Hari pertunangan Zio dan Cerry pun tiba, Acara di adakan di salah satu Hotel mewah milik Al Azhar.
kali ini Kenzie datang hanya bersama Marvin sebagai pasangannya, karena Mif dan Andre sengaja tidak Kenzie ajak. sedangkan Ken datang bersama sekertaris cantiknya Tanti sebagai pasangannya malam ini. Zie sudah bersiap dengan gaun indah berwarna coklat susu yang membalut indah tubuh ramping Kenzie senada dengan stelan jas yang di pakai oleh Marvin. malam ini keduanya terlihat seperti pasangan kekasih yang sangat serasi.
"Sudah siap.....??". tanya Marvin begitu Zie menuruni anak tangga yang paling bawah.
"ya......., apa kau juga sudah siap?? kita harus mempersiapkan hati kita untuk menyaksikan hari bahagia mereka." ucap Zie.
"tenang saja...., setidaknya gue ngerasain sakit hati tidak sendirian. ada lo yang juga ngerasain hal yang sama kaya gue.". jawab Marvin terkekeh.
"Dasar.......,"zie ikut tersenyum."jangan lupa bawa tisu siapa tau nanti lo pengen nangis di sana." ucap zie lagi.
"Hahahaaa......... tenang aja, gue udah bawa banyak kok nanti kita nangis berjamaah ya??" jawab Marvin tertawa.
"Ogah....gue nggak mah cengeng kaya lo." jawab Zie terkekeh.
"ya ya...... kita berangkat sekarang my princess??". ucap Marvin menyodorkan lengannya kearah Zie bermaksud agar zie meletakkan tangannya di lengan Marvin.
"lets go my Prince..... " jawab Zie tersenyim cantik lalu menyambut lengan Marvin.
Zie berjalan dengan hati hati karena ia memakai sepatu yang haknya lumayan tinggi dan runcing. untung ada Marvin yang bisa di jadikan pegangan agar tidak jatuh saat ia berjalan.
sebelumnya Zie sudah pamit kepada mang Diman dan Mbok Nah. zie memang belum pindah dan menempati rumah barunya. rencananya ia baru akan pindah ketika papinya pulang begitupun dengan Marvin yang masih menempati Apartemennya.
Begitu mobil mereka sampai di hotel tempat pesta pertunangan Zio dan Cerry di selenggarakan, Marvin langsung turun dari mobilnya dan membatu Zie turun dari dalam mobil. Marvin meletakkan tangan Zie di lengannya agar memudahkan Zie berjalan. keduanya berjalan bersama secara berlahan memasuki ballroom yang sudah di dekorasi sedemikian rupa hingga menjadi pesta yang cukup mewah. disana juga terdapat banyak wartawan karena Zio termasuk pengusaha muda yang cukup terkenal di kota itu.
Zie dan Marvin duduk bergabung bersama Kenzo, Tanti, Nico, Dev dan juga Rizky. Ya....ternyata Zio juga mengundang Rizky dalam acara pertunangannya, Zio bahkan telah menyiapkan satu kamar untuk rizky tempati di hotel yang sama dengan hotel tempat zio menyelenggarkan pesta pertunangannya.
Rizky tentu saja sangat heboh begitu melihat kedatangan Kenzie. ia tak menyangka setelah beberapa tahun akhirnya bisa bertemu kembali dengan Kenzie. Rizky bahkan terus menempel dan bertanya tentang banyak hal kepada Kenzie.
Acarapun segera di mulai, baik Zio dan Cerry sudah berada diatas panggung yang sudah di siapkan. keluarga dua belah pihak juga ada disana mengdampingi mereka. senyum Zio dan Cery terus merekah menyambut kedatangan seluruh tamu undangan, terlihat jelas kebahagiaan yang terpancar dari wajah keduanya. Semua tamu undangan bertepuk tangan begitu Zio dan Ceri saling bertukar cincin, mereka juga mengumumkan bahwa pernikahan mereka akan di laksanakan bulan depan.
"Kau baik baik saja??". tanya Marvin berbisik kepada Zie.
"ya....., aku sama sepertimu." jawab Kenzie dengan senyum paksanya.
"jangan tersenyum seperti itu....., itu malah terlihat sangat menyedihkan!!". ucap Marvin.
"kau juga terlihat sangat menyedihkan." ucap Zie.
Zie tertawa tapi kedua matanya juga berkaca kaca. dadanya begitu terasa sesak saat ini.
"Bawa aku pergi dati sini Vin.....," Pinta Zie. ia merasa sudah tak sanggup menyaksikan ini semua. terlalu menyakitkan.
"Baiklah..., kita beri ucapan dulu kepada mereka setelah itu kita pergi dari sini." jawab Marvin yang sebenarnya sudah dari tadi ingin pergi dari acara itu.
Ken dan Rizky yang mengetahui bagaimana hubungan Zie dan Zio dulu hanya diam dan merasa iba melihat kakak beradik ini patah hati secara bersamaan.
sungguh Ken dan Rizky sangat kasihan melihat Zie dan Marvin yang seperti ini.
setelah acara tukar cincin selesai, para pengunjung satu persatu mengucapkan selamat kepada Zio dan Cerry.
Marvin berdiri dari duduknya dan mengulurkan satu tangannya kearah Zie, Zie meletakkan tangannya di atas tangan Marvin lalu bangun dari duduknya dan berjalan bersama sama menaiki panggung untuk menyapa pasangan yang sedang berbahagia malam ini.
Tentu saja Ken juga langsung mengajak Tanti mengikuti Zie untuk memberi ucapan kepada Zio dan Cerry. begitu pula Dev, Nico dan juga Rizky yang ikut serta berjalan di belakang mereka.
"Ya ampun Kenzie......, kamu kapan pulang Nak? makin cantik sekarang...." ucap Mama Zio sambil memeluk Kenzie. malam ini Zie memang terlihat sangat memukau dengan penampilannya. kecantikkan Zie juga tak kalah dengan Cerry si pemilik acara.
"Kemarin tante..., tante juga makin cantik dan awet muda." jawab Zie membalas pelukan Mama Zio.
"ah...kamu bisa aja..., makasih ya udah jauh jauh dari luar negeri buat menghadiri pertunangan Zio" ucap Mama Zio tertawa senang mendengar pujian Kenzie.
"iya tante....selamat ya tante, om.... sebentar lagi akan punya menantu." ucap Zie tersenyum Manis sambil menyalami mama dan papanya Zio.
Marvin, Ken, Tanti, Dev, Rizky, Nico hanya mengikuti zie menyalami orang tua Zio secra bergantian. kini Zie berpindah kepada sepasang kekasih yang baru saja bertunangan.
"selamat ya Zio Cerry, semoga semuanya berjalan dengan lancar sampai hari pernikahan kalian."ucap Zie tulus sambil menyalami dan cipika cipiki dengan Cery lalu beralih menyalami Zio.
"Makasih ya Zie...." jawab Cerry tersenyum bahagia.
deg.......
Zio diam melihat kalung yang Zie pakai saat ini. kalung berliontin huruf Z yang Zio berikan kepada Zie dulu saat Zie pergi keluar negeri empat tahun yang lalu dan Zie masih memakainya sampai sekarang. Zio bahkan tidak mengeluarkan sepatah katapun untuk menjawab ucapan selamat dari Kenzie.
"(kalung itu....., kenapa Zie masih memakainya?? apa perasaan zie ke gue selama ini tidak berubah? apa kah zie masih setia nunggu gue??)" batin Zio.
berbagai pertanyaan mulai muncul di benak Zio tapi hal itu tidak berlangsung lama karena kini Marvin menjabat tangannya untuk memberikan ucapan kepadanya.
"selamat ya......, selamat berbahagia diatas hancurnya hati seseorang." bisik Marvin didekat telinga Zio karena Marvin sedang memeluk Zio ala ala cowok sambil menepuk bahu Zio.
"(apa maksudnya??)" pertanyaan itu hanya dalam hati Zio karena Marvin sudah berlalu dan berlanjut menyalami Levin dan istrinya yang menjadi wakil sebagai orang tua cerry.
"Eh bentar deh.....,kita foto rame rame dulu yuk.....," ajak Nico yang mencegah Zie dan Marvin turun dari panggung.
Zie akhirnya mengangguk menyetujui ajakkan Nico. mereka semua melakukan foto bersama dengan gaya bebas hingga berkali kali. setelah selesai Zie langsung menggandeng Marvin dan mengajaknya pergi dari sana, bahkan Ken dan yang lainnya juga ikut Zie keluar dari dalam gedung hotel kecuali Nico karena ia harus disana sampai acara selesai.
"Vin...., tolong carikan taksi.gue pengen sendiri." pinta Zie kepada Marvin.
"Nggak Zie....., lo ikut gue. gue nggak akan ngebiarin lo sendiri. kita akan melewati ini bareng bareng." tolak Marvin.
"please..... gue butuh waktu buat sendiri Vin. tolong ngertiin gue?" ucap Zie memohon.
"Lo mau keman Zie..., biar gue anter. gue akan nemenin lo kemanapun yang lo mau".ucap Ken menghampiri Zie.
"No...., lo lebih baik antar Tanti pulang. sudah malam, kasihan kalau dia pulang sendiri." ucap Zie.
Benar tadi Ken datang bersama Tanti..., tidak mungkin Ken menyuruh Tanti untuk pulang sendiri apalagi ini sudah malam.
Marvin akhirnya mengalah...., ia menyerahkan kunci mobilnya kepada Zie dan ia sendiri akan pulang dengan menggunakan taksi.
"Thank's Vin......," ucap Zie lalu langsung masuk kedalam mobil dan pergi begitu saja.
Marvin, Kenzo, Tanti dan juga Dev pun ikut pulang kerumah masing masing. sedangkan Rizky kembali kedalam hotel karena ia memang menginap disana.
"jangan ngelakuin yang aneh aneh Zie...., pokoknya lo harus pulang dengan selamat tanpa lecet sedikitpun. jika lo butuh gue..., gue ada di bar Xx." Marvin mengirim pesan singkat kepada Zie melalui WA.
Perasaan Marvin sendiri juga sangat kacau, ia butuh sedikit hiburan untuk memperbaiki kekacauan hatinya.
.
.
.
.
bersambung......
.
.
.