
Baru beberapa hari kepergian zie, Zio sudah merasa sangat merindukannya. sebenarnya tak hanya zio, Ken pun juga merasakan hal yang sama tapi tak seperti zio yang selalu uring uringan.
mereka biasa menghabiskan waktu bersama dengan zie..., wajar jika mereka merasa sangat kehilangan sosok ceria dari zie yang biasa menghibur mereka berdua. ini baru dua hari...sedangkan zie belum tahu kapan akan kembali lagi. hari hari zio kini terasa sangat membosankan.
"sudah lah yo.....jangan seperti ini.sebentar lagi kita akan masuk perkuliahan kau bahkan belum menentukan pilihan universitas mana yang akan kau pilih." ucap Ken mencoba menenangkan zio. mereka berdua sedang berada di sebuah bar yang cukup yang terkenal di kota itu.
ini adalah kali pertamanya zio memasuki tempat ini karena sebelumnya selalu ada zie yang melarangnya dan menasehatinya bahwa tempat ini kurang baik untuk mereka yang masih berstatus pelajar.
"gue sedih Ken, gue ngerasa sangat kehilangan, hati gue hampa, biarin gue ngerasa tenang untuk sesaat."ucap zio lalu meminum minuman haram itu.
Ken membiarkan zio melakukan apa yang ia ingin kan.susah memang membujuk zio jika sudah mempunyai keinginan.sejak dulu hanya zie yang bisa mengatasi keras kepalanya zio.
"Zio...... gimana kalau zie tau lo seperti ini?? dia pasti akan kecewa sama lo." ucap Ken berusaha menghentikan zio.dia sudah terlihat setengah mabuk karena sudah meneguk beberapa gelas minuman beralkohol itu.
benar saja..., mendengar nama zie di sebut. zio langsung menghentikan apa yang ia lakukan. zio tak mau zienya merasa kecewa dengannya. Ken bernafas lega ketika zio mengajaknya untuk pulang. akhirnya ia memiliki senjata pamungkas untuk mengatasi zio. Ken membawa zio pulang kerumah ken karena tidak mungkin membawa pulang zio kerumahnya dalam keadaan mabuk seperti ini.
"Zie.... apa yang harus gue lakuin?? zio begitu sangat kehilangan lo sampai seperti ini. kisah cinta kalian benar benar menyedihkan, baru jadian sudah harus LDR'an yang tak tau sampai kapan??hufff........."gumam Ken sambil menghembuskan nafasnya secara kasar setelah membaringkan zio di atas ranjang king size miliknya.
Ken lalu membantu melepas sepatu yang di kenakan zio dan menarik selimut untuk menyelimuti zio. biar lah malam ini zio tidur dengan nyenyak karena pengaruh alkohol. ken lalu masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri dan berganti baju lalu ikut tidur di sebelah zio.
,_____,____,______,____,_____,
keesokkan hari nya Ken bangun tidur lebih dulu dari pada Zio, ken sengaja tidak membangun kan zio ketika ia akan berangkat ke kantor. akhir akhir ini, Ken memang lebih sering menghabiskan waktu di kantor papanya berbeda dengan zio yang tidak punya kegiatan dan masih belum mau terjun ikut mengelola perusahaan papinya. itu sebabnya kepergian zie sangat berpengaruh pada hati zio. ken yakin zio hanya butuh waktu untuk bisa terbiasa hidup tanpa kehadiran zie di tengah tengahnya.
"Papa sedang baca apa??serius sekali."ucap ken yang baru masuk ke dalam ruangan papanya sambil membawa beberapa berkas hasil kerjanya.
Papa ken tengah terlihat sangat serius menatap hp nya sehingga tidak mengalihkan pandangannya dari hp ketika ken masuk ruangannya.
"kebangkrutan perusahaan Seno menjadi tranding topik di berita online hari ini."jawab Papa ken sambil melepas kacamata yang bertengger di hidungnya.
"jadi perusahaan Papanya mell beneran bangkrut pah??"tanya Ken tak percaya.
ken tau perusahaan milik papanya mellisa adalah salah satu perusahaan besar di kota itu. tak menyangka hanya batalnya kerja sama dengan Perusahaan al azhar, perusahaan milik Papanya mell langsung bisa bangkrut dalam hitungan hari.
"iya......sangat disayangkan perusahaan sebesar seperti itu bangkrut begitu saja hanya karena perbuatan anaknya yang telah menyinggung tuan prabu. padahal butuh bertahun tahun membangun sebuah perusahaan hingga bisa maju dan berkembang seperti sekarang tapi dalam hitungan hari saja, semuanya bisa hilang begitu saja. ini bisa di jadikan pelajaran yang berharga untuk kita semua agar kita tidak berbuat seenaknya kepada orang lain. ingat mulutmu adalah harimaumu." nasehat papa Ken.
"iya pah........"jawab Ken singkat.
sementara itu zio baru saja bangun dari tidurnya. kepalanya terasa sedikit berdenyut efek dari minuman semalam. ia mengedarkan pandangannya dan setelahnya baru sadar bahwa ia berada di kamar milik Ken.
"semoga saja ken nggak ngasih tau zie kalau semalam gue mabuk. gue nggak mau zie kecewa sama gue."gumam Zio.
"Ken kemana Bi?".tanya Zio pada pbantu di rumah ken sambil memakan dua lembar roti tawar yang sudah di olesi selai coklat.
"Den Kenzo sudah berangkat ke kantor bersama Tuan Den."jawab pembantu itu sopan. Ken hanya mengangguk kepalanya tanda mengerti.
semua pelayan di rumah Ken sudah mengenal baik kenzie dan Kenzio karena keduanya memang sering datang berkunjung dan menghabiskan waktu bersama. setelah sarapan, zio pamit pergi kepada pembantu Ken. zio akan mulai mencari kegiatan agar pikirannya teralihkan dan tidak hanya fokus kepada zie. ia harus yakin kalau jodoh tidak akan kemana.jika zie memang jodohnya maka zie akan kembali lagi kepada zio. tiba tiba HP nya bergetar tanda ada pesan masuk dari seseorang. senyum manis zio mengembang ketika nama Zie yang tertera disana. zio menghentikan mobil di tepi jalan untuk membalas pesan dari zie.
"Zio lagi apa??"isi pesan singkat dari zie
"lagi kangen kamu."balas zio.
"ciyeee.....pinter gombal ya sekarang.....😄 , zio jaga diri baik baik, jaga kesehatan dan jangan ngelakuin hal yang bisa merugikan diri kamu sendiri. aku akan ikut sedih jika terjadi sesuatu sama zio.ok.....???" balasan pesan dari zie.
ada rasa bahagia di hati zio begitu mendapat perhatian kecil dari zie. mood nya kembali baik setelah mendapat pesan singkat dari zie.
"Siap sayang......,apa ken telah memberi tahu sesuatu padamu?.tanya zio.
"janji ya zio.......,?? iya ken sudah memberi tahuku dan aku sedikit kecewa padamu.kau tidak boleh memarahinya, asal kau tau ken adalah sahabat baikku 😉 .".balas zie.
"iya iya......aku janji."balas zio
"ya sudah kalau begitu...... zie sayang zio. bye Zio 👋🏻" balas zie lagi
senyum zio kembali mengembang setelah membaca ungkapan sayang zie kepadanya. zie benar benar sudah menjadi mood boster bagi zio.
"zio juga sayang zie....,😘 bye sayang" balas zio.
zio tersenyum sabil memegang pipinya yang pernah di cium zie sebelum pergi. ah.....rasanya sangat rindu sekali kepadanya padahal baru beberapa hari berpisah. Zio memasukkan Hp nya kembali ke kantong celana lalu melanjutkan perjalanannya. ia akan pulang kerumah karena Mamanya pasti menghawatirkan zio yang tidak pulang kerumah semalam.
.
.
.
.
.