Kenzo, Kenzie & Kenzio

Kenzo, Kenzie & Kenzio
Latihan nembak



Pagi pagi sekali Ken dan Zie sudah sampai di rumah nenek bella.hari ini mereka ada jadwal penerbangan jam 8 pagi tapi baru jam 6 pagi keduanya sudah berada di kediaman nenek bella.


sebelum pergi ke bandara, semuanya sarapan bersama seperti biasa.setelah berpamitan dengan nenek bella dan Mbok Nah semuanya pergi bersama sama dengan menggunakan satu mobil Fort*ner milik Mang Diman yang memang muat buat semunya.


Sebenarnya Zie agak berat hati pagi ini pergi meninggalkan nenek bella.pasalnya tadi nenek bella terlihat kurang sehat seperti biasanya.wajahnya sedikit pucat tetapi nenek bella mengatakan bahwa ia baik baik saja ketika Zie menanyakan kondisinya.


" lo kenapa zie?."tanya Ken yang lihat zie diam saja sedari tadi.ken zie dan zio duduk bersama di kursi penumpang.sedangkan Rizky duduk di depan di samping Mang Diman yang sedang menyetir.mereka sedang dalam perjalan menuju bandara.


"ngga tau Ken...,perasaan gue nggak enak.sepertinya nenek bella lagi sakit."jawab Zie.


"perasaan lo aja kali zie....,buktinya tadi nenek bella baik baik aja."ucap Zio.


"iya...mungkin perasaan lo aja.mending lo do'ain semoga nenek bella baik baik aja."ucap Ken menenangkan dan zie pun menganggukkan kepalanya.


"(perasaan kamu memang sangat peka neng.mbak bella memang sedang sakit parah.bahkan dokter sudah menyerah untuk membantu penyembuhannya.mbak bella cuma berusaha terlihat baik baik saja di depan neng zie karena tak mau membuat neng khawatir dan sedih dengan kondisi mbak bella saat ini.)".batin mang diman ketika mendengar alasan zie yang diam sedari tadi.


Nenek Bella saat ini memang mengidap penyakit leukimia stadium akhir.segala macam pengobatan sudah di lakukan tetapi tetap saja kesehatannya semakin menurun di tambah lagi usianya yang memang sudah tak muda lagi.membuat kondisi nenek bella semakin memburuk.


dokter sudah menyarankan untuk melakukan tranfusi sumsum tulang belakang tetapi sampai saat ini belum aja orang yang sumsum tulang belakangnya cocok dengan nenek bella.hingga dokter sendiri menyatakan menyerah karena kangker sudah menyebar kemana mana.


nenek bella masih bisa bertahan sampai sekarang karena di bantu dengan obat pereda rasa sakit.


zie sama sekali tak tau mengenai penyakit yang di derita nenek bella.


nenek bella sengaja membuat zie sibuk dengan kegiatannya sehari hari dengan menggantikan nenek bella mengurus semua cafe dan resto miliknya.sehingga ia tak menyadari bahwa neneknya sakit parah.Nenek bella juga melarang dokter pribadinya, Mang Diman, mbok Nah dan surti untuk memberitahu kondisinya kepada zie.itu semua nenek bella lakukan karena ia sangat menyayangi zie.ia tak mau zie khawatir dan bersedih memikirkan kondisi nenek bella. untuk itu nenek bella sangat mendukung zie dalam mencari keberadaan orang tua kandungnya karena ia merasa sudah tak sanggup lagi untuk menjaga zie.


Begitu sampai di bandara, ken, zie, zio , Rizky dan mang Diman langsung check in karena sebentar lagi pesawat yang mereka tumpangi menuju denpasar akan segara lepas landas. setelah mendapat boarding pass mereka semua langsung naik kedalam pesawat.


akhirnya pesawat landing dengan baik di bandara internasional denpasar bali setelah mengudara sekitar hampir dua jam.keluar dari bandara mereka semua menggunakan dua taksi untuk mengantar mereka ke hotel yang sudah di sediakan oleh rekan bisnis Tuan Malik Abraham (papa Ken).setelah cek in di hotel,semuanya masuk kedalam kamar masing masing untuk beristirahat karena lelah menempuh perjalanan jauh.


ketika jam makan siang.....,semunya keluar dari dalam kamar untuk makan siang bersama di restoran hotel.


"gimana Neng....,sudah??tanya mang Diman sedikit berbisik kepada zie.keduanya berjalan di belakang sedangkan Ken zio dan Rizky sudah jalan terlebih dahulu di depan.


"sudah Mang...,tapi di hotel ini nggak ada data papi.mungkin papi nginep di hotel lain."jawab Zie juga berbisik dan mang diman pun mengangguk mengerti.


ya...Mang Diman menyuruh Zie untuk mencari tahu keberadaan Tuan prabu di hotel itu dengan kemampuan zie meretas data di hotel yang mereka tempati sekarang.setelah selesai makan siang...,semuanya memutuskan untuk jalan jalan menikmati keindahan bali dan tempat yang menjadi tujuan mereka saat ini adalah sebuah Pura yang cukup terkenal disana.disana para pengunjung bisa mencoba memakai pakaian adat bali.


ken zio dan Rizky tertarik untuk ikut mencobanya tapi tidak dengan zie dan Mang Diman.mereka berdua memilih hanya melihat lihat saja dan sesekali menjadi fotografernya.


"Zie.... fotoin gue...."pinta Zio menyerahkan Hpnya kepada zie.zio sekarang sudah memakai pakaian adat bali.


"gue ikut....."sahut rizky yang sudah berdiri disamping Zio.ia juga menggunakan pakaian adat bali.


Zie langsung mengambil foto mereka berdua yang sudah berpose layaknya seorang raja dan pengawalnya.



"eh...gila....gue udah kaya raja beneran aja nih."ucap Zio tertawa melihat hasil foto zie.


"lah gue kenapa jadi kaya bocah baru disunat gini ya??"celetuk Rizky yang membuat Zie dan zio tertawa ngakak.


"gue mau ganti baju yang lain ah.....,"ucap Zio langsung pergi begitu saja.


"Neng nggak pengen nyobain baju adatnya??"tanya Rizky kepada zie.


tak lama kemudian Zio datang bersama Ken menghampiri zie dan Rizky.Zio sudah berganti baju yang hampir sama dengan yang Rizky pakai.


"zie...fotoin kita."ucap Ken.


"siap bos..."jawab Zie.


Zie langsung mengambil foto zio dan Ken yang berdiri saling membelakangi.



"Wih...keren......"ucap Ken setelah melihat hasil foto zie.


"gagah banget ya kita..."ucap Zio memuji dirinya sendiri.


ken zio dan Rizky bergantian meminta zie untuk mengambil foto mereka.


setelah puas,mereka semua pun berganti baju seperti sedia kala.


"habis ini mau kemana??".tanya ken.


"tak jauh dari sini ada tempat latihan nembak.mamang mau ngajak neng zie latihan disana."ucapang diman menjawab pertanyaan ken.


tak ada yang protes ajakan mang diman.


semuanya mengikuti kemauan mang diman untuk berlatih menembak.


setelah beberapa menit menempuh perjalanan,mereka pun sampai di tempat yang mang diman maksud.


hanya mang diman dan zie saja yang berlatih.ken zio dan Rizky hanya melihat dari tempat aman yang sudah di sediakan disana.Mang diman dan zie bersiap dengan memakai kaca mata dan menutup telinga.


zie melepas jaketnya dan mengikatnya dipinggan.rambut panjangnya yang biasa di gulung asal dan di jempol kini di biarkan tergerai begitu saja lalu ia mengambil senapan dan bersiap untuk latihan menembak.



"(0.M.G sejak kapan zie jadi cantik banget kaya gini. Gue baru nyadar)"batin ken yang mengagumi kecantikan zie.


"(ya Ampun zie...,lo bikin jantung gue makin deg degan.)"batin zio yang sudah dari lama menyukai zie.


"(alamaaak.......,neng zie geulis pisan....makin keren pake begituan.)".batin Rizky.


zie dan Mang diman mulai dengan latihannya.keduanya mencoba menembak dengan cepat dan tepat sasaran.


ken zio dan Rizky terkagum kagum melihat kemampuan keduanya.tapi tetap saja mang diman lebih unggul dari zie.zie memang sudah mahir jika berlatih tetap ia sama sekali belum pernah mempraktekannya secara langsung.sedangkan Mang Diman, pekerjaannya dulu mengharuskan ia terbiasa menghadapi dan mencoba musuh.


selesai berlatih menembak, semuanya kembali ke hotel untuk beristirahat karena besok pagi mereka akan menghadiri undangan pembukaan hotel baru disana.


.


.


.