
Setelah menempuh perjalanan berjam jam...,akhirnya Kenzie, Rizky, Tuan Prabu dan asisten zaki sampai di kediaman pak Hadi yang tak lain adalah ayahnya Rizky.
kedatangan mereka di sambut baik oleh pak Hadi karena Rizky sudah mengabari sebelumnya kepada ayahnya bahwa hari ini ia dan keluarga kenzie dalam perjalanan menuju bandung.
tempat yang menjadi tujuan utama Tuan Prabu adalah Makam sang istri.begitu sampai disana, tuan prabu langsung mengajak zie untuk mengunjungi makam.mereka pergi hanya berdua saja, tuan prabu membiarkan asisten zaki untuk beristirahat di kediaman rizky karena ia tahu bahwa asistennya pasti lelah setelah meneytir mobil dari kota j ke kota Bandung.
setelah sampai di pemakaman..,zie menemui Pak Mudi selaku penjaga TPU disana.setelah berbincang sebentar dengan Pak Mudi....,zie pun berjalan menuju makam maminya bersama Pak Mudi dan Papinya.makan itu terlihat rapi, bersih dan terawat tidak seperti saat pertama kali zie datang berkunjung.
setelah mengantar Zie, Pak Mudi pergi meninggalkan zie dan Papinya yang sekarang sedang berjongkok di samping sebuah makam dengan Nisan yang bertuliskan Ayu sita.
Hati Papi zie langsung bergetar melihat tulisan itu.jantungnya berdegup dengan sangat kencang. Papi zie tak mampu berbicara seolah suaranya tercekat di tenggorokan. hanya air mata yang jatuh bulir demi bulir dari kedua mata Papi zie yang menandakan betapa sedihnya sang Papi saat ini. zie akhirnya memimpin do'a untuk sang mami dengan hikmat.
setelah selesai, zie meninggalkan Papinya memberi waktu agar bisa berbicara dan nemumpahkan segala rasa yang terpendam selama belasan tahun dengan makam sang mami. benar saja.., begitu zie menjauh tangis papinya pun pecah..., meskipun zie tidak mendengar suaranya tapi ia bisa melihat dari jauh papinya duduk bersimpuh dan menundukkan kepalanya dengan kedua bahu yang bergetar kuat.
cukup lama zie membiarkan papinya disana.....,zie sebenarnya juga merasa sangat sedih begitu tahu bahwa maminya selama ini telah pergi meninggalkannya. tapi mau bagaimanapun kesedihan yang dirasa oleh zie tetap saja tak bisa mengembalikan maminya. yang bisa zie lalukan sekarang hanya mendo'a kan maminya.beruntung zie masih memiliki papi yang sekarang sudah bersamanya.
"Pih......."panggil zie sambil memegang bahu papinya yang membuat tuan prabu menoleh kearah zie yang berjongkok di sampingnya.saat ini papinya sudah lebih tenang dari sebelumnya tapi kedua matanya masih terlihat memerah dan sembab."jangan terlalu bersedih...., mami akan merasa sangat sedih jika melihat papi seperti ini."ucap Zie dengan lembut."setidaknya...bukan papi saja yang sedih karena kepergian mami.ada zie bersama papi, kita perdua merasakan hal yang sama atas kepergian mami.zie bahkan sudah lupa seperti apa kenangan indah saat zie masih kecil bersama mami dan juga papi dulu."ucap zie sendu yang mengingat bahwa selama ini ia tak merasakan kasih sayang dari orang tuanya.
"Maafkan Papi sayang...."ucap Papi zie lalu memeluk anaknya."Papi hanya tidak menyangka bahwa mamimu telah pergi meninggalkan kita untuk selamanya."ucap Papi zie....,ia tak tahu bagaimana cara mengungkapkan segala perasaan yang ada di hatinya.sakit, sedih, tak rela, tak percaya dengan kenyataan yang ada semuanya campur aduk.
"tidak papa pih....zie tau bagaimana perasaan Papi."ucap zie menenangkan sang papi.
satu yang tuan prabu syukuri adalah bisa bertemu dan berkumpul dengan putrinya kembali. "ada zie bersama papi". kata kata itu cukup menenangkan perasaan Papi zie sekarang. ya...setidaknya ada putrinya yang sekarang ada bersamanya jadi ia tidak boleh terus bersedih dan terpuruk karena ada zie yang menjadi tujuan hidupnya sekarang.
"Kita pulang sekarang ya pih......???".ajak zie karena hari sudah semakin sore.
"hmm....ayo kita pulang....,zaki pasti sudah menunggu kita."jawab Tuan prabu beranjak dari duduknya.
keduanya berjalan bersama meninggalkan area TPU dan pulang kerumah Pak Hadi.
"assalamu'alaikum....."ucap Zie begitu memasuki rumah Pak Hadi.
"wa alaikum salam.....,"jawab Pak Hadi dan asisten zaki."oh neng Zie...,sudah pulang??"tanya Pak Hadi.pak Hadi dan Asisten zaki sedang berbincang ruang keluarga.
"sudah Pak....."jawab Zie tersenyum.lalu tak lama Tuan Prabu pun masuk kedalam rumah.
"Neng zie pasti lelah...,istirahatlah dulu di kamar."ucap Pak Hadi
"iya pak.....kalau gitu zie masuk dulu ya??,Pih....zie kekamar dulu ya.?".Pamit Zie yang diangguki kepala oleh Pak Hadi.
"iya sayang....."jawab Papinya yang sudah duduk bergabung bersama Pak Hadi dan Asistennya.
Zie masuk kedalam kamar yang dulu pernah ia tempati saat berkunjung kesini bersama Ken, Zio dan Mang Diman.ia lalu duduk di tepi ranjang setelah mengeluarkan HP nya dari saku celana yang ia pakai. ada banyak pesan masuk dari Zio, Ken, Mbok Nah dan juga Dev. semua isi pesannya hampir sama yang menanyakan zie sudah sampai mana.?setelah membalas pesan itu satu persatu zie meletakan Hp nya lalu masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri.
setelah makan malam Papi Zie, asisten zaki, dan Pak Hadi duduk bersantai di saung yang ada di depan rumah Pak Hadi.
sedangkan Zie berjalan kaki memutari komplek rumah bersama Rizky untuk melihat suasana malam hari didesa itu..
udara di bandung memang sangat dingin jadi mereka semua menggunakan jaket jika ingin keluar rumah.
"hayuk atuh......"jawab Rizky bersemangat.
keduanya melangkahkan kaki secara beriringan lalu menyebrang jalan dengan hati hati.
"Neng mau minum apa??".tanya Rizky kepada zie ketika keduanya sudah sampai di angkringan itu.
"em........., jahe susu panas ada deh a'."jawab Zie setelah membaca menu minuman yang tertulis di kain yang menutupi bagian depan angkringan.
"ok......, "jawab Rizky......."Mang wedang jahe susu panas dua ya."ucap Rizky memesan minuman kepada penjualnya.
"Siap....., mangga atuh duduk dulu. mamang bukinkan dulu minumnya."jawab Penjual itu dengan rama.
Rizky memilih beberapa tusuk sate dari beberapa jenis makanan karena makanan yang dijual disana semuanya di tusuk seperti sate.
"Kita duduk disana aja yuk....."ajak Rizky menunjuk ke sebuah tikar kosong yang sudah di gelar di samping angkringan berjajar dengan pembeli yang lain yang juga duduk di atas tikar.
tanpa menjawab zie berjalan mengikuti Rizky yang sudah berjalan di depannya sambil membawa piring berisi macam macam makanan yang di tusuk seperti sate. keduanya lalu duduk bersama disana dan tak lama minuman yang mereka pesan pun datang.
"cobain nih neng.....pasti belum pernah kan makan yang beginian.?".tanya Rizky sampul menyodorkan satu tusuk sate kepada zie.
"kalau makan di pinggir jalan seperti ini sih udah pernah a'.tapi kalau makan makanan kaya gini belum pernah."jawab zie jujur lalu mengambil sate yang rizky berikan dan mengamatinya."ini sate apa'an a'..?tanya zie yang baru melihat sate berbentuk seperti itu.
"ini teh namanya sate tutut bisa juga di bilang sate keong."jawab Rizky.zie langsung merinding geli mendengar nama itu dan langsung mengembalikan sate itu ke tangan rizky dan tidak jadi memakannya. "kenapa Neng??" tanya Rizky tertawa melihat reaksi zie yang sangat lucu.
"Geli.......iddiihhhh........"jawab Zie bergidik....
zie membayangkan betapa menggelikannya hewan itu saat masih hidup dan berjalan berlahan lahan berpindah dari tempat satu ketempat yang lain.
"hahaaa.....enak neng.nih......."jawab Rizky memakan sate itu dengan lahapnya.
"nggak mau ah....,buat a' rizky aja semuanya tuh....."jawab zie ogah ogahan.
zie lebih memilih meminum minuman hangat yang berbuat dari air jahe dicampur susu itu dari pada memakan sate tutut seperti Rizky.
.
.
.
.
bersambung........
.
.