
Zie duduk terdiam diruangannya seorang diri. semua pekerjaannya sudah selesai sejak tadi, ia hanya tinggal menunggu waktunya untuk pulang. sedari tadi Zie memikirkan siapa orang yang ingin mencelakainya..., ia bingung sendiri karena Zie sama sekali tidak memiliki musuh. apa ini berhubungan dengan musuh bisnis Papinya?? atau musuh Darren??? atau musuhnya sendiri?? Zie pun tidak tau, sangat sulit baginya jika hanya mengandalkan tebakan yang belum pasti benar. Zie tidak bisa tinggal diam seperti ini, ia harus mencari tahu sendiri siapa orang itu.
Zie lalu meraih Hp nya untuk menghubungi Mang Diman.
Cukup lama Zie menunggu sambungan teleponnya di angkat, ini masih jam kerja jadi kemungkinan Mang Diman masih sibuk dengan pekerjaannya.
akhirnya panggilan telepon yang ke empat dari Zie di terima juga oleh Mang Diman.
"Hallo Neng......??". jawab Mang Diman di seberang telepon.
"Hallo Mang....., lagi sibuk ya??". tanya Zie.
"enggak kok..... Mamang habis dari toilet tadi." jawab Mang Diman.
"Mamang.... Zie sedang dalam masalah yang cukup besar. bisakah Mamang membantu Zie??" tanya Zie yang suaranya terdengar seperti memang ada masalah serius yang ia hadapi.
"Masalah apa Neng?? bilang sama Mamang, Mamang akan membantu Neng mampu Mamang." jawab Mang Diman Khawatir.
tidak biasanya anak kesayangannya ini memiliki masalah yang tidak bisa di atasi olehnya sendiri. pasti masalah ini cukup rumit, sehingga membuat Zie cukup Frustasi seperti ini. begitu pikir Mang Diman.
"Bagini Mang......, (Zie lalu menceritakan kejadian semalam dan informasi yang di berikan oleh Darren kepada mang Diman tanpa sedikitpun yang terlewatkan.)
"Ya tuhan......, tapi Neng baik baik saja kan???." Mang Diman bertambah khawatir setelah mendengar cerita dari Zie.
"Zie baik baik saja Mang, Zie hanya ingin tau siapa orang yang ingin mencelakai Zie dan apa motifnya melakukan semua ini." jawab Zie.
"Neng Zie tenang saja....., Mamang akan meminta teman teman Mamang untuk menjaga Neng Zie dari jarak jauh. Mamang juga akan membantu mencari tau siapa orang itu." ucap Mang Diman bersungguh sungguh.
"Makasih banyak ya Mang...., mamang udah mau bantuin Zie" jawab Zie.
"Neng itu ngomong apa?? jelas lah Mamang akan selalu bantu Neng Zie apapun itu. Neng itu sudah Mamang anggap seperti putri Mamang sendiri jadi jangan sungkan seperti itu. jika Mbok Nah tau soal ini, dia pasti akan jadi orang pertama yang maju paling didepan untuk melindungi Neng." ucap Mang Diman.
"Kalau bisa jangan sampai Mbok Nah tau soal ini Mang. cukup Mamang saja yang tau, Zie nggak mau kalau Mbok Nah jadi ikut kepikiran juga tentang masalah Zie kali ini." ucap Zie memohon.
"Ya...akan Mamang usahakan agar mbok Nah tidak tau masalah ini." jawab Mang Diman. "Oiya Neng....., apa mobil Neng ada yang sudah memakai kaca anti peluru?? kalau ada, untuk saat ini lebih baik Neng pake mobil yang itu saja kemanapun Neng pergi. untuk berjaga jaga saja takutnya orang itu memakai senjata api untuk mencelakai Neng. " kata mang Diman.
Benar juga yang di katakan Mang Diman, orang itu pasti akan melakukan segala cara untuk mencelakai nya. tidak ada salahnya berjaga jaga karena Zie tidak tau kapan orang itu akan menyerangnya kembali.
"Mobil Zie belum ada yang pake kaca anti peluru Mang." jawab Zie.
"Hm.... begini saja. bawa mobil Neng yang akan di pasang kaca anti peluru ke rumah biar mamang yang urus." perintah Mang Diman.
"Iya Mang..., Nanti biar A'Rizky saja yang bawa mobil Zie saat pulang kerja nanti." jawab Zie.
"Baiklah kalau gitu." ucap Mang Diman.
"Sekali lagi makasih ya Mang..." ucap Zie.
Keduanyapun mengakhiri panggilan telepon. Zie lalu mengambil telepon yang ada di atas meja kerjaannya untuk menghubungi Sekertarisnya.
"Andrea Diaz tolong suruh sekertaris Rizky keruanganku sekarang!!." Perintah Zie kepada Sekertarisnya.
"Baik Nona....,segera laksanakan." jawab Andre.
Zie langsung menutup teleponnya dan menunggu kedatangan Rizky keruangannya.
"tok...tok....tok......". Tidak lama pintu ruangan Zie di ketuk dari luar.
"Masuk....." sahut Zie yang masih duduk santai di kursi kebesarannua.
"Permisi...., Nona memanggil saya??". tanya Rizky begitu sudah berdiri di hadapan Zie. tidak lupa ia membungkukkan setengah badannya memberi hormat kepada Zie.
"Duduk A'. Perintah Zie kepada Rizky dengan bahasa Non formal.
" Siap Bos...." jawab Rizky tersenyum tampan.
"Tentu saja boleh...., itu mobil lo ya... bukan mobil gue." jawab Rizky terkekeh.
Rizky selama ini memang menggunakan mobil milik Zie yang berwarna kuning yang ada di rumah Mang Diman. Zie sendiri yang menyuruh Rizky untuk memakainya dan merawatnya dengan baik selama Rizky belum memiliki mobil sendiri.
"hehee....Ok deh...., Nanti lo pulang bawa mobil gue ya." Perintah Zie.
"eh...nggak perlu Neng, Aa' teh bisa pulang sendiri." tolak Rizky.
"Oowh...., lo sekarang berani membantah perintah atasan lo? hmm.....??". ucap Zie garang
"eh ... ya bukan gitu Neng....," elak Rizky
"gue sengaja minjem mobil lo biar lo bisa bawa mobil gue pulang kerumah Mang Diman biar mobil gue di modiv sama Mamang. besok gue yang jemput lo buat berangkat kerja. " ucap Zie sedikit menjelaskan
"Owh.... begitu. bilang atuh Neng...., ya udah nanti biar A' Rizky bawa mobil Neng pulang. tapi besok Neng Zie nggak perlu repot repot jemput Aa' karena A' Rizky bisa berangkat kekantor sendiri." jawab Rizky
"Hm......, bantah lagi kan??, gue pecat dengan tidak hormat lo A'!! mau hah.....!??!." Ancam Zie tapi hanya bercanda saja sih.
"Ampun Bos...., Ancamannya Ngeri tea euy...." ucap Rizky terkekeh..
"Nah...gitu dong. Nurut sama atasan biar aman. hehee....... " jawab Zie terkekeh." nih kunci mobil gue, Sini'in kunci mobil lo." perintah Zie sambil menyodorkan kunci mobilnya dan Rizky pun menurutinya dengan menukar kuncinya dengan kunci mobil sport mewah milik Zie. "udah sono pergi.....". Usir Zie songong.
"he'elah......, Habis manis Aa' buang. teganya dirimu Bos.!!". jawab Rizky dengan wajah di buat sedih dan dramatis seperti orang dianiaya. tapi ia tetap berjalan keluar ruangan menuruti perintah Nona Bosnya itu.
Zie tertawa ngakak melihat polah anak buahnya yang satu ini. Rizky memang sangat pintar memposisikan dirinya. ketika bersangkutan dengan kerjaan dia akan bersikap formal dan profesional. tapi di luar itu, Rizky akan tetep menjadi Rizky yang selalu menjadi teman Zie yang mengasikkan.
"Puas..... puas......!!" ucap Rizky menoleh kearah Zie sebelum membuka pintu ruangan itu. tapi ia juga ikut tersenyum melihat Zie tertawa.
Rizky keluar dari ruangan Zie sambil tersenyum tampan yang mana membuat Andre merasa penasaran melihatnya.
"Lo kenapa Ky??". tanya Andre ingin tau.
"Dih... Kepo....!!" jawab Rizky menyebalkan.
"Nyesel gue nanya sama lo.!!" semprot Andre kesal.
Rizky tertawa karena berhasil membuat sekertaris Nona bosnya itu kesal. setidaknya bukan dia saja yang merasa kesal saat ini. ada Andre yang menemaninya yang sama sama merasa kesal.
Tepat pukul 4 sore jam kerja di perusahaan MK groub berakhir. semua karyawan keluar secara serempak untuk pulang kerumah masing masing kecuali yang masih harus lembur. Perusahaan MK group buka dari jam 8 pagi hingga jam 4 sore. 8 jam kerja normal dengan satu jam istirahat.
Zie keluar dari dalam ruangnya dan berjalan menuju Lift di ikuti Asisten Mif dan Sekertaris Andre di belakangnya. tak lama Sekertaris Sisi dan Asisten Rizky juga ikut bergabung dengan mereka.
sungguh pemandangan yang sangat Keren begitu rombongan orang orang hebat perusahaan besar MK group keluar dari dalam lift secara bersama dan berjalan beriringan dengan di pimpin oleh seorang gadis cantik yang berjalan paling depan. siapa lagi kalau bukan Nona Kei. aura kepemimpinan yang di keluarkan dari setiap orang orang hebat itu begitu terlihat sangat kuat. meskipun sudah terbiasa setiap hari melihat pemandangan seperti sekarang tapi tetap saja orang orang hebat itu selalu terlihat berwibawa dan mempesona.
.
.
.
.
.
Bersambung......
.
.
.
.