Kenzo, Kenzie & Kenzio

Kenzo, Kenzie & Kenzio
Vidio Call



Setelah beberapa hari pembicaraan Zie mengenai universitas yang Zie mau, kini papinya memberitahu bahwa semuanya sudah siap. Zie dan Mervin bahkan sudah di daftarkan menjadi calon mahasiswa dan mahasiswi baru di sana. semua keperluan Zie dan Marvin sudah di sediakan oleh papinya, bahkan rumah yang akan mereka tempati bersama pun sudah siap untuk di huni. mereka tinggal menentukan kapan keduanya akan melakukan penerbangan ke Amerika.


beberapa hari berada di mansion Al Azhar zie bisa menyimpulkan bagaimana sifat tante dewi dan anak anaknya. mereka semuanya sangat bar bar dan kasar, kata katanya juga sangat menyakitkan di telinga. itu semua berlangsung ketika Papi zie pergi ke kantor sama persis seperti apa yang Marvin katakan waktu itu. tapi bukan zie namanya jika hanya tinggal diam di perlakuan seperti itu. bahkan zie sering kali mengerjai Axel dan lexa jika keduanya berbuat ulah. tentu saja zie juga melakukannya secara diam diam dan tanpa jejak agar tidak di ketahui oleh sang papi.


Marvin yang melihat kejahilan zie hanya tertawa ketika melihat dua anak manja itu berteriak kesal saat di kerjain zie. Marvin membiarkan zie melakukan itu semua sesuka hatinya, ia tidak menyangka bahwa zie bisa membalas perlakuan kedua saudara sepupunya dengan sangat mudah. Marvin bahkan sering membantu keusilan zie yang menurutnya itu cukup menyenangkan.


zie bahkan pernah membuat Axel bolak balik toilet karena minuman yang zie buat sengaja di campur obat pencahar. sedangkan Lexa harus pergi kesalon untuk memotong rambutnya karena zie dengan sengaja menempelkan permen karet di rambutnya dan masih banyak lagi kejahilan kejahilan yang zie perbuat kepada axel den lexa.


"Heh....anak pungut!!! kapan lo bawa pergi teman kampungan lo itu.gue udah muak liat dia disini." ucap Lexa dengan gaya angkuhnya. lexa mendatangi Zie dan Marvin yang sedang duduk santai di taman belakang mansion.


"yakin lo muak liat gue? ada cara lain ko biar lo nggak liat gue lagi. mau tau nggak??" tanya zie santai sambil mengupas apel dengan pisau buah.


"gimana caranya.....?".tanya lexa penasaran.


"Sini..... gue congkel mata lo. biar lo nggak bisa liat gue selamanya." jawab Zie sambil mengarahkan pisau mempraktekkan gaya ngongkel dengan senyum menyeringai.


Lexa ketakutan melihat senyum zie yang menurutnya sangat menyeramkan. ia segera pergi dengan langkah cepat meninggalkan mereka.


"dasar cewek spico...!!! maki lexa sambil menjauh.


Marvin dan Zie tertawa melihat wajah ketakutan lexa yang menurut mereka itu sangat lah lucu. lexa yang selalu mencari gara gara tapi nyatanya dia sendiri yang lari ketakutan padahal zie hanya baru menggertaknya saja belum melakukan apa apa. Berbeda dengan Tante Dewi dan anak anaknya, om ibnu lebih pendiam dan tidak menunjukkan rasa ketidak sukaannya. tapi yang pendiam itu yang lebih menghanyutkan. terbukti teryata om ibnu sudah menyuruh orang untuk mencari informasi tentang siapa kenzie tapi hal itu sama sekali tidak membuahkan hasil. identitas zie sangat sulit di cari dan orang orang suruh om ibnu tidak bisa mencari informasi yang di mau om ibnu. Zie tau semua yang di lakukan om ibnu karena zie mendengar sendiri percakapan om ibnu dengan orang suruhannya melalui via telepon. mbok nah juga memberi tahu zie bahwa ada seseorang yang berusaha mencari informasi tentang kenzie. tapi semuanya bisa di tangani dengan mudah oleh mbok Nah sehingga identitas kenzie masih aman sampai sekarang.


sebenarnya zie malas jika hanya menghabiskan waktu di dalam mansion. beberapa hari ini zie memang menghabiskan waktunya dengan berkeliling kota Y di temani oleh marvin. Marvin memang di tugaskan oleh papinya untuk selalu menemani zie kemanapun zie pergi kecuali bila zie berada di kamar pastinya. Marvin juga mengajak zie ikut ke tempat tongkrongannya dan mengenalkan zie kepada teman teman Marvin. tapi hari ini papinya menyuruh zie untuk istirahat dirumah dan tidak mengijinkan zie bepergian karena besok mereka akan menempuh perjalanan yang cukup lama.


Rencananya besok pagi zie, Marvin dan Papinya akan berangkat ke amerika meskipun perkuliahan masih akan di mulai seminggu lagi. zie ingin jalan jalan dulu di amerika agar bisa lebih mengenal negara itu sebelum sibuk dengan kuliahnya. ini adalah pertama kalinya zie datang ke Negara paman sam itu sehingga ia perlu mengenal Negara itu terutama lingkungan kota yang akan ia tinggali. berbeda dengan Marvin, ia sudah beberapa kali datang ke negara itu ikut bersama papinya saat melakukan perjalanan bisnis sehingga sedikit banyak Marvin sudah tau arah jalanan yang ada di sana.


malam sudah menunjukkan pukul 9 saat zie selesai melakukan panggilan via vidio call dengan Mbok Nah dan Mang Diman untuk berpamitan bahwa besok ia akan pergi ke Amerika untuk menuntut ilmu disana. Zie juga tadi sempat melakukan vidio call dengan Kak Levin dan Kak dev, seperti biasa keduanya tidak pernah akur dan selalu saja bertengkar dan itu menjadi hiburan tersendiri bagi zie.ia pasti akan sangat merindukan suasana seperti itu. Sekarang saatnya Zie melakukan Vidio call dengan Ken, Zio dan Juga Rizky. ia masih menunggu panggilannya tersambung dengan ketiga pemuda tampan itu.


"Hallo......assalamu'alaikum...."salam Rizky yang pertama kali vidio call nya tersambung. lalu ken dan zio juga mengucapkan salam.


"Wa'alaikumsalam.......hallo hay..., apa kabar kalian semua??"jawab zie tersenyum manis sambil melambaikan tangannya.


"Baik........"jawab mereka satu persatu. mereka semua juga membalas senyuman zie.


"Gue cuma mau pamit sama kalian semua, besok pagi gue akan pindah keluar negeri dan kuliah disana. jangan pernah lupain gue ya gaes...., gue pasti akan merindukan kalian semua." ucap zie sedih....,matanya mulai berkaca kaca. entah lah....hatinya terlalu sensitif jika berhubungan dengan perpisahan.


"lo mau ke luar negeri??kemana?? kuliah dimana zie.?" tanya Zio sedih,itu artinya ia akan semakin jauh terpisah dengan zie. ken dan Rizky terdiam karena ingin mendengarkan jawaban zie.


"Gue mau kuliah di Harvard, Amerika." jawab Zie


"Wooaah......itu kan Universitas orang orang kaya Neng.Keren Neng zie bisa masuk kesana." pekik Rizky terkagum kagum.


"lo baik baik ya disana......, gue pasti akan selalu rindu sama lo. sekarang pun gue udah ngerasa rindu sejak lo pergi dari sini."ucap Zio jujur.


"gue juga bakal kangen sama lo Zie....., berasa banget nggak ada lo berasa sepi. "ucap Ken


"jaga kesehatan ya neng.....,semoga jadi orang sukses dan semoga kita semua bisa bertemu kembali." ucap Rizky.


"Aamiin........, makasih ya semua...." jawab zie sambil menghapus buliran air mata yang menetes secara berlahan membasahi kedua pipinya. " udah malam....., telponnya udahan dulu ya...., met malam and met istirahat semua, pokoknya jangan pernah lupain gue ya. dadaaaaahhh..........."ucap zie melambaikan tangannya. "assalamu'alaikum". salam zie sebelum mematikan panggilan.


"iya.... met istirahat juga zie...., Wa'alaikumsalam " jawab Ken sambil melambaikan tangan.


" jangan pernah lupain gue juga ya zie. Wa'alaikumsalam" jawab Zio juga melambaikan tangannya.


" iya Neng.., met malam...,met istirahat juga... a' Rizky teh nggak bakalan atuh lupain Neng zie. dadah.... Wa'alaikumsalam " jawab Rizky melambaikan tangannya juga.


Panggilan pun berakhir. zie meletakan Hp nya di atas meja dan menghela nafasnya dalam dalam untuk menghilangkan rasa sesat didadanya.


"(ternyata begini rasanya jauh dari orang orang yang kita sayang....., jangan sedih zie.., lo pasti akan kembali dan berkumpul bersama mereka lagi. semangat zie......, perjuangan lo baru akan di mulai.)" gumam zie dalam hati menyemangati diri sendiri.


zie naik ke atas ranjang empuknya setelah mematikan lampu kamar dan menyalakan lampi tidur. ia berdo'a semoga hari esok akan lebih baik dari hari sebelumnya lalu zie menarik selimut dan tertidur.


.


.


.


.


Bersambung.......


.


.


.