
Zie berjalan keluar dari kamarnya dan menuruni anak tangga untuk menuju ke dapur. suasana rumahnya sudah sangat sepi bahkan lampu pun sudah di matikan tapi Zie dapt melihat ada seseorang di dapur yang sedang membuka lemari dingin.
Zie berjalan santai sambil memainkan HP nya berbalas pesan dengan Darren.
"Waaaa...... Hantuuu..........!!!" teriak orang yang ada di dapur yang ternyata adalah Om Ibnu. Om ibnu bahkan sampai melempar keatas apel di tangannya yang baru saja ia gigit karena terlalu syok dan takut.
Om ibnu yang merasa haus pergi kedapur untuk mengambil minum sendiri karena istrinya sudah tertidur pulas. ia membuka lemari pendingin dan mengambil apel lalu menggigitnya karena ia juga merasa sedikit lapar. begitu menutup pintu lemari pendingin, Om ibnu di kejutkan dengan sosok yang sangat menakutkan. Perempuan berbaju putih berdiri tepat di hadapannya. posisi wajahnya sedikit menunduk sehingga rambut panjang hitamnya menutupi sebagian wajah putih menyeramkan itu. siapa yang tidak teriak melihat sosok menyeramkan di tengah malam seperti ini.
"Mana hantunya Om.....??". tanya Zie dengan wajah tanpa dosa. ya... sosok perempuan berbaju putih dan berambut hitam panjang dengan wajah menyeramkan itu adalah Zie.
setelah selesai memasang masker berwarna putih di wajahnya, Zie pergi ke dapur untuk mengambil minum. posisi wajahnya yang menunduk dan tersorot sinar dari Hp nya menambah Zie terlihat sangat menyeramkan apalagi lampu di ruangan itu mati. itu sebabnya Zie terlihat seperti penampakan hantu yang menyeramkan di tengah malam yang gelap.
"Dug.....!! aduuuh.......". Om ibnu mengaduh begitu apel yang ia lempar keatas mengenai kepalanya sendiri. ia mengusap usap kepalanya yang terasa cukup sakit karena kejatuhan apel. sedangkan Zie berusaha keras menahan tawanya agar tidak terdengar oleh om ibnu.
"Sakit ya Om....??" tanya Zie lalu menyalakan lampu dapur.
"Kau......!?! Zie......,!! kau masih hidup??" tanya Om ibnu terkejut.
Zie mengeryitkan alisnya merasa heran dengan pertanyaan Om Ibnu barusan.
"Ya.... saya masih hidup dan saya bukan hantu." jawab Zie lalu berjalan kearah rak piring untuk mengambil gelas dan mengisinya dengan air mineral lalu menimunmya.
"Kau sengaja menakutiku ya....??". tuduh Om ibnu dengn wajah yang kebalik datar.
"Mana ada....., Zie hanya mau minum saja. Memangnya om takut ya sama hantu??" tanya Zie balik.
"Tidak....." jawab Om ibnu singkat. tentu saja ia gengsi mengakui kalau dirinya takut dengan mahluk goib yang bernama Hantu itu. Zie hanya mengangguk dan percaya saja dengan jawaban Om ibnu.
"Om haus apa lapar.....?? mau aku buatkan makanan tidak....??" Zie menawarkan diri untuk membuatkan makanan untuk om ibnu.
"Kau bisa masak??". tanya Om ibnu.
"bisa....," Zie membuka megicom lalu membuka lemari pendingin. "masih ada nasi dan ada pasta juga di lemari pendingin. om mau di buatin nasi goreng atau spageti??" tanya Zie lagi.
"Nasi goreng" jawab Om ibnu singkat.
"Pedas apa tidak??". tanya Zie lagi.
"sedang... " jawab om ibnu singkat
"ok...om tunggu saja di meja makan. Zie buatin dulu nasi gorengnya." Perintah Zie.
tanpa membantah, Om Ibnu menuruti perintah Zie untuk duduk dan menunggu di meja makan.
Om ibnu melihat kearah Zie yang sedang bergulat di dapur dengan alat masak. dari gerakan tangan Zie yang cekatan memotong sayur, meracik bumbu dan mengaduk aduk nasi yang ada di wajan sepertinya keponakannya itu memang sudah terbiasa memasak.
tidak lama nasi goreng buatan Xie pun jadi, Zie membawa sepiring nasi goreng dan segelas air putih dari dapur dan meletakannya di hadapan Om ibnu.
"Nasi goreng ala Chef Kenzie sudah jadi..., selamat menikmati." ucap Zie tersenyum manis.
Nasi goreng campur sayuran, di tambah Telor ceplok di atasnya dilengakapi krupuk, di hiasi irisan tomat dan juga irisan timun sebagai lalapannya. di lihat dari tampilannya saja sudah menarik untuk segera di nikmati, apalagi aroma yang di keluarkan dari nasi goreng buatan Zie hmmmm....... sungguh menggugah selera.
"Kau tidak makan??" tanya Om Ibnu yang melihat Zie hanya membawa sepiring nasi goreng untuknya saja.
"Tidak om...., Zie masih kenyang. Ayo di cobain. tapi hati hati...masih panas soalnya" ucap Zie lalu duduk di kursi sebelah om ibnu.
Om ibnu yang memang merasa lapar langsung menyendok nasi goreng itu dan menyuapinya kedalam mulutnya setelah meniupnya beberapa kali.
"gimana om... enak tidak...??". tanya Zie.
"lumayan....." jawab jawab om ibnu menganggukkan kepalanya dan menyendok nasi gorengnya lagi.
Enak...., nasi goreng buatan Zie sangat sangat enak. tapi Om ibnu terlalu gengsi untuk mengakuinya. kedua mata om ibnu sampai berkaca kaca karena Nasi goreng buatan Zie sama persis dengan nasi goreng buatan seseorang yang sudah lama sekali Om ibnu rindukan.
" nasi gorengnya kepedesan ya?? mata om ibnu sampai berair. minum om...." ucap Zie lalu mendekat ke air putih yang ia bawa tadi kearah om ibnu.
"iya pedas..., tapi tidak papa, ini enak." ucap Om ibnu setelah meminum air.
"Ya sudah..., om habiskan saja makannya...., Zie balik ke kamar dulu.". pamit Zie lalu beranjak dari duduknya.
setelah masuk kedalam kamar, Zie meletakkan gelas air nimun di nakas samping tempat tidurnya. ia lalu masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan masker yang masih menempel di wajahnya. setelah selesai, Zie naik keatas ranjang king size nya dan bersiap untuk tidur.
...,_____,_____,_____,...
ke esokkan harinya, Zie sudah siap untuk pergi kekantor dengan stelan baju berwarna kuning yang merupakan warna kesukaannya. terlihat simple tapi sangat cantik dan juga elegan.
*Kenzie
"Pagi semua....." sapa Zie dengan senyum Ceria. Zie baru saja turun dan langsung bergabung bersama yang lainnya di ruang makan.
"Pagi sayang....." jawab Papi Zie tersenyum tipis.
"Pagii......" jawab Marvin tersenyum
"Pagii Zie....." jawab Tante Dewi.
sedangkan Om Ibnu dan juga Cerry hanya diam tanpa menjawab sapaan Zie.
Mereka semua lalu memulai sarapan pagi bersama tanpa ada suara. hanya terdengar dentingan sendok dan garpu yang beradu dengan piring.
"lo jadi pergi sekarang kak.....??" tanya Zie kepada Marvin. mereka semua sudah menyelesaikan sarapan paginya.
"Jadi dong....., ni bentar lagi otw..." jawab Marvin tersenyum senang.
Marvin akan pergi bulan madu dengan menggunakan pesawat pribadi jadi mereka tidak terlalu buru buru karena takut ketinggalan pesawat.
"Ciyeee..... pengantin baru semangat banget." goda Zie yang membuat Marvin tersenyum lebar. "eh tapi sorry ya..., gue nggak bisa nganter soalnya ada meeting penting pagi ini." ucap Zie.
"mulai jail......,"jawab Marvin terkekeh. " iya.... gue tau kok. urus baik baik tuh perusahaan selama gue nggak ada." kata Marvin.
"Santai aja Bos...., semua beres di tangan gue. yang penting oleh olehnya aja jangan lupa" jawab Zie songong lalu tertawa.
"percaya sih gue.....," ucap Marvin membenarkan ucapan Zie. memang benar semua urusan kantor pasti beres di tangan Zie. "iya nanti kalau gue inget ya..." jawab Marvin tertawa.
"ish.... nyebelin banget. oiya... nih buat bekal lo sama kakak ipar di perjalanan." ucap Zie menyodorkan sekotak coklat berukuran besar kepada Marvin.
"Waaah..... Coklat asli belgia. makasih ya Zie...." ucap Marvin senang. Zie dan Marvin itu sama sama pecinta coklat tentu saja keduanya akan sangat senang bila mendapat coklat.
"Sama sama....., itu dari Kak Daren." jawab Zie tersenyum. "Ya sudah Pi, Om, Tante, Kak Marvin dan Kakak Ipar, Zie pamit berangkat kekantor dulu ya." Pamit Zie kepada semuanya.
"Ya sayang...hati hati di jalan ya...." jawab Papi Zie setelah Zie menyalaminya.
Zie pergi ke kantornya dengan mengedarai mobil sportnya sendiri karena Mif sudah Zie tugaskan untuk menyiapkan berkas berkas yang akan ia gunakan untuk meeting nanti.
.
.
.
Bersambung......
.
.
.
.
Taraaa......., karya baruku ni gaes. masih baru banget. jangan lupa mampir ya........
Makasih.........