
Kenzo, Kenzie & Kenzio sudah sampai di restoran milik Zie.ketiganya melangkahkan kakinya dengan santai masuk kedalam restoran.
Ken & Zio langsung duduk di tempat biasanya sedangkan Zie langsung naik ke lantai atas menemui manager restoran.
gerak gerik ketiganya tak luput dari pandangan Marvin yang duduk di sudut restoran bersama Cerry dan kawan kawannya.
"(loh itu kan kenzie.ngapain dia nemuin manager restoran ini)".batin Marvin.
Marvin hanya diam sambil sesekali melihat kearah Zie.apa lagi sekarang ada Cerry di sebelahnya,pasti akan jadi perang dunia jika marvin ketahuan kepo tentang kenzie.
Ken, Zie & Zio memesan banyak makanan kesukaan mereka.hari ini mereka akan makan sepuasnya untuk merayakan kemenangan team basket sekolahnya.
mereka terus bersenda gurau sambil menunggu pesanan mereka datang.
"eh...tunggu deh....,ini nanti yang bayar siapa dong???"tanya Zio.
"emang yang menang main basket siapa??"tanya Zie balik.
"Gue sama Zio.....!!"jawab Ken.
"yang ngajak kesini siapa??" tanya zie lagi.
"Gie sama Zio......!!"jawab Ken lagi.
"yang bayar??".tanya zie.
"Gue sama Zio.....!! jawab Ken cepat.
"Pinter........!!!"sahut Zie tertawa senang.
"Lah.......ngapain kita bayar, orang kita ngajak makan sama yang punya Restoran."sahut Zio ikut tertawa.
"yeee......gue sekarang kan lagi jadi pelanggan karena di ajak kalian kesini."jawab Zie terkekeh
"iya dah iya....ngalah aja kita kalau debat sama Zie."jawab Ken.
"hahahaaaaa.........,ya udah iya. karena gue lagi baik hati, kalian bisa makan sepuasnya sekarang.gratis.....!!!"zie mengalah.
"seriusan......???"tanya Ken & zio senang
"iya gue serius."jawab Zie.
"asyiiikkkk.......makasih Zie."ucap Zio tersenyum manis.
"sama sama.....tapi abis makan kalian cuci piring ya......??"jawab Zie membuat Ken & Zio melotot secara bersamaan.
"hahahaaaaa......biasa aja dong expresinya."ucap Zie tertawa lepas.
Ken & Zio saling melirik memberi kode lalu keduanya menyerang zie secara bersamaan, zio dengan jurus gelitikan maut. sedangkan Ken dengan memgacak acak gemas rambut Zie.
zie tertawa dan meronta ronta agar ken & zio berhenti.
"udah stop.....ampun bang.hahahahaa......,gue becanda doang.hahahaaa......ampun."ucap Zie tak berhenti tertawa karena di gelitikin.
"hahahaaa.......makanya....jangan iseng sama kita.ampun nggak hah.....???"ucap zio ikut tertawa.
"iya ampun......Hahahaha.......,gue bisa ngompol kalo kaya gini terus.stop.....!!" ucap Zie sampai lelah tertawa.
Ken & zio akhirnya mengentikan serangan mereka takut zie ngompol beneran.kwkwkwkwk
tentu saja ulah mereka mengundang perhatian pengunjung restoran termasuk Marvin dan kawan kawan yang tengah menikmati makan siang disana juga.
"ish.....dasar kampungan!!di restoran mahal teriak teriak gitu.kaya restoran milik dia aja.!!"ucap Cerry sinis.
Marvin memilih diam tak mengomentari ucapan cerry.
padahal dalam hati ia ikut tersenyum melihat kearaban ketiga orang itu.
"mau kemana lo?"tanya Zio ketika melihat zie beranjak dari duduknya.
"toilet."jawab zie singkat.
"ih....ngompol beneran ya lo?".sahut ken.yang membuat zio tertawa ngakak.
"enak aja....!!!ya nggak lah."semprot zie.
lalu pergi meninggalkan kedua sahabatnya.
Ken & Zio makan terlebih dahulu karena makanan mereka sudah datang.
dari toilet Zie berlari kearah meja ken & zio lalu langsung menyambar tas sekolahnya.
"gue cabut dulu ya.kalian makan aja.nggak usah bayar.bye....!!!!ucap Zie langsung ngibrit berlari keluar restoran.
"Lah...itu anak kenapa Yo??buru buru banget??"tanya Ken kepada zio.
"nggak tau....,nanti kita tanyain.sekarang habisin ini dulu."jawab Zio asyik mengubah makanan.
di luar...,tepatnya di pinggir jalan.zie clingukan mencari taksi yang lewat di jalan itu.tadi saat di toilet,hp di saku nya berdering.ia di beritahu oleh mbok nah pembantu di rumahnya bahwa nenek bella pingsan.makanya zie buru buru pergi meninggalkan kedua sahabatnya.ia tau ken & zio pasti lelah sehabis pertandingan basket tadi apalagi mereka juga belum makan siang sama sepertinya.
tiba tiba sebuah motor berhenti di depan zie.orang itu membuka helm full face yang ia pakai.
"Marvin.....??"kaget zie yang melihat cowok itu tersenyum kepadanya.
"ngapain lo disini Zie??"tanya marvin tetap dengan senyum manisnya.
"nunggu taksi."jawab Zie dengan gelisah.marvin bisa menangkap rasa kagalisahan yang Zie rasakan.
"mau kemana,biar gue anter.??"tawar Marvin. zie yang memang lagi buru buru tanpa pikir panjang langsung menerima tawaran marvin.
"tolong anterin gue pulang, nenek gue sakit dirumah."ucap Zie.
Zie membuka jaketnya yang ia pakai untuk menutupi pahanya yang terbuka karena saat ini ia masih memakai seragam sekolah.tas nya pun ia letakan didepan sebagai penghalang antara dia dan marvin setelah naik keatas motor.
marvin hanya tersenyum melihat kelakuan kenzie,di saat cewek lain yang duduk di boncengannya akan dengan senangnya akan memeluk pinggangnya dari belakang tapi tidak untuk zie.
tak ada pembicaraan di antara keduanya.di fikiran zie hanya berharap agar cepat sampai di rumah.
marvin membelokkan motornya hingga kedepan halaman rumah zie.zie langsung turun lalu berlari masuk kedalam rumah setelah mengucapkan Terimakasih.
tanpa zie sadari ternyata marvin ikut masuk kedalam rumahnya.marvin hanya ingin memastikan semuanya baik baik saja.
zie masuk kedalam kamar neneknya yang memang ada di lantai satu.disana masih ada mbok nah dan seorang dokter yang memeriksa keadaan nenek bella.
dan marvin masih setia mengekor tak jauh di belakang zie.
"gimana nenek saya dokter???".tanya Zie panik saat dokter itu selesai memeriksa keadaan nenek bell.zie lalu mendekat kearah neneknya yang sedang berbaring belum sadarkan diri.
"Nona....lebih baik nenek anda di bawa ke rumah sakit.keadaannya cukup mengkhawatirkan."ucap Dokter itu. membuat zie semakin panik.
"mbok tolong bilang mang diman suruh siapin mobil......"perintah zie kepada mbok Nah.
"baik non....."jawab Mbok nah lalu pergi keluar kamar.
"ayo zie....gue bantu angkat nenek lo."ucap marvin membuat Zie terkejut dengan keberadaannya.tapi bukan waktunya untuk bertanya, zie mengangguk atas tawaran marvin.
marvin dengan hati hati mengangkat tubuh kurus nenek bella yang masih tak sadarkan diri lalu membawanya keluar.
mang diman langsung membuka pintu mobil di bagian belakang untuk mempermudah marvin memasukkan nenek bella kedalam.
mang diman sudah siap duduk di belakang kemudi.tanya banyak tanya marvin malah ikut masuk kedalam mobil duduk di samping mang diman.
mobil melaju dengan cepat membelah keramaian jalan raya menuju rumah sakit.
begitu sampai, marvin langsung turun dan memanggil dokter dan perawat agar segera membantu nenek bella.
akhirnya nenek bella langsung di tangani dokter di ruang UGD.
Marvin masih setia menemani zie di luar ruangan.
"Zie......,ortu lo mana??lo nggak ngabari mereka??"tanya Marvin.ia sangat ingin menanyakan hal itu karena sedari tadi ia tak melihat ortu Kenzie.
"gue cuma punya nenek, gue nggak tau ortu gue dimana. selama ini nenek nggak pernah cerita apa apa tentang ortu gue."jawab Zie jujur. zie bingung rasa sedih dan khawatir bercampur menjadi satu.
"yang sabar ya zie......,semoga nenek lo baik baik aja."ucap Marvin.
"makasih ya Vin....,makasih tadi udah anter gue pulanh dan anter nenek gue kesini juga."ucap kenzie dengan tulus.
"sama sama....."jawab Marvin tersenyum.
Marvin merasa iba dan semakin kagum melihat kenzie saat ini.iba karena zie hidup hanya bersama neneknya dan tak tau orang tuanya.kagum karena usianya yang masih muda ia mampu merawat neneknya dengan penuh kasih sayang.
tiba tiba Hp zie berbunyi,ia mengambil dari dalam sakunya dan melihat siapa yang menelponnya.
"ya Ken......"jawab Zie setelah menwrima panggilan telepon itu.
"zie...kenapa tadi lo buru buru banget.ada apa??."tanya Ken.
"nenek pingsan ken....,makannya gue buru buru pulang.ini gue ada di rumah sakit".jawab Zie.
"apa???nenek pingsan.kanapa tadi nggak bilang.!!"semprot ken."serlok sekarang.gue sama zio mau kesana."jawab Ken langsung mematikan sambungan teleponnya.
kenzie langsung mengirim serlok kepada Ken sesuai apa yang dia suruh tadi.
.
.
.