
Sudah dua minggu lamanya Marvin berbulan madu bersama sang istri di luar negeri, akhirnya hari ini mereka pun kembali ke tanah air. tepat jam tujuh pagi mereka berdua telah sampai di kediaman Kenzie.
"Selamat pagi semuanya.....," sapa Marvin yang langsung masuk keruang makan bersama Cerry setelah pelayan membukakan pintu rumah.
Di ruang makan sudah ada Tuan Prabu, Kenzie, Tante Dewi, Lexa dan juga Axel yang sedang sarapan bersama.
Tante Dewi memang sudah pulang dari rumah sakit setelah tiga hari dirawat pasca operasi kecil di lengan tangannya.
"Kak Marvin...... " ucap Zie tersenyum senang dengan kepulangan Marvin.
"Vin....., kamu sudah pulang?? kenapa tidak memberitahu Papi kalau kamu akan pulang hari ini? kalau tau kamu pulang hari ini kan Papi bisa jemput di bandara? ". tanya Tuan Prabu tersenyum tipis kearah putranya.
" Kejutan Pi......, Marvin memang sengaja tidak memberitahu siapapun kalau Marvin pulang hari ini. " ucap Marvin seraya menyalami Papinya begitu juga dengan Cerry yang melakukan hal yang sama seperti Marvin.
"Bagaimana kabar Papi....? ". tanya Cerry kepada Tuan Prabu.
"kabar Papi sangat baik..., bagaimana bulan madu kalian?". tanya Papi.
" Tentu saja sangat menyenangkan Pi... " bukan Cerry yang menjawab tapi Marvin dengan senyum sumringah nya.
mereka semua ikut tersenyum senang melihat wajah bahagia sepasang pengantin baru yang baru saja pulang dari berbulan madu. setelah bersalaman dengan Papinya, Marvin mengacak puncak kepala Zie lalu berpindah menghampiri tante Dewi dan menyalaminya.
"Ayo duduk..., kita sarapan bersama. " Perintah Papi.
tanpa menjawab perkataan sang Papi, Marvin langsung menarik salah satu kursi untuk Cerry duduk dan menarik satu kursi lagi untuk dirinya sendiri. mereka semua lalu sarapan bersama tanpa bersuara.
"sstt...., Zie gue punya oleh oleh khusus buat lo. tapi tidak untuk mereka. " ucap Marvin berbisik kepada Zie lalu melirik kearah Lexa dan Axel.
"benarkah....? asyik..., thank kak. " ucap Zie senang yang juga berbisik kepada Marvin.
Marvin memang duduk di tengah tengah antara Zie dan juga Cerry saat ini. mereka baru saja menyelesaikan sarapan bersama.
"Pih.... Marvin sama Cerry pamit mau istirahat ke kamar dulu ya??".ucap Marvin.
" Ya..., kalian pasti lelah setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh. beristirahatlah dulu... ". jawab Papi penuh pengertian.
" gue kekamar dulu ya Zie...., lo libur kan?? nanti gue temuin lo lagi." ucap Marvin kepada adik kesayangannya.
"iya... ok.....".jawab Zie.
" permisi ya tante.... " ucap Marvin kepada Tante Dewi. bagaimanapun juga Tante Dewi adalah kakak dari Papinya, jadi Marvin harus tetap menghormatinya meskipun ia tidak suka dengan tante Dewi.
"iya Vin..... " jawab Tante Dewi tersenyum kepada Marvin.
setelah Marvin dan Cerry pergi kini hanya tinggal Tuan Prabu, Zie, Tante Dewi, Axel dan juga Lexa yang masih duduk di meja makan.
"Prabu...., sepertinya Mbak harus pulang ke kota Y. sudah terlalu lama mbak ada disini, perusahaan yang di pimpin Mas Ibnu juga butuh pengganti. mungkin mbak sendiri yang harus terjun kedalam perusahaan itu menggantikan Mas Ibnu karena Axel dan Lexa belum mampu jika harus mengelola perusahaan, apalagi jadi pemimpin. " ucap Tante Dewi.
Ibnu memang memegang kendali anak cabang perusahaan Al Azhar yang ada di kota Y. sedangkan saat ini, Ibnu sedang berada dipenjara jadi perusahaan di sana mengalami kekosongan pemimpin sehingga mau tak mau Dewi lah yang harus menggantikan posisi Ibnu karena anak anaknya belum mampu memimpin perusahaan.
"Apa mbak yakin dengan keputusan ini....?". tanya Prabu memastikan.
" ya... mbak sudah yakin dengan keputusan yang mbak ambil. "jawab Dewi.
" Baiklah kalau begitu.., saya akan mengantar mbak Dewi pulang ke kota Y sekalian untuk serah Terima jabatan di perusahaan itu. "ucap Papi Zie.
" jadi Papi mau ke kota Y juga?? ".tanya Zie
" ya... karena Papi pemilik perusahaan itu jadi Papi sendiri yang harus menyerahkan jabatan kepemimpinan perusahaan kepada mbak Dewi secara langsung."jawab Papi Zie.
"Lalu kapan Papi dan Tante mau ke kota Y??". tanya Zie lagi.
" Kalau besok bagaimana Prabu?? " ucap tante Dewi yang malah bertanya pada Adiknya.
"bisa..., lagian Marvin kan sudah pulang dari bulan madunya jadi Zie ada temannya dirumah." jawab Papi Zie.
"iya iya....., Putri Papi memang sudah besar dan pemberani. " jawab Papi Zie tersenyum tipis.
Setelah itu..., mereka semua pergi meninggalkan ruang makan. Zie mengajak Papinya keruang gym yang memang ada di rumah itu. ia ingin mengajak papinya untuk sedikit berolah raga di sana. biasanya jika hari libur seperti ini Zie akan berolah raga di luar rumah tapi kali ini ia sedang ingin bermain dengan alat alat gym yang ada dirumahnya.
"sayang..., kamu keruangan gym dulu ya. Papi mau ganti baju sebentar. " Perintah Papi Zie.
"Ok Pi..... " jawab Zie lalu pergi keruangan itu terlebih dahulu.
sebelum memegang alat alat fitnes yang ada disana, Zie melakukan pemanasan terlebih dahulu untuk meregangkan otot ototnya. setelah di rasa cukup, Zie berjalan kearah Kaca besar yang ada di dinding lalu ia mengeluarkan HP nya untuk mengambil gambar dirinya sendiri dan mengunggahnya di media sosial yang ia miliki.
Tak lama sang Papi datang dengan pakaian olahraga raganya. meskipun Papi Zie sudah tidak muda lagi tapi Papi Zie memiliki badan yang sangat bagus, tegap dan juga berotot.
Papi Zie juga melakukan gerakan gerakan kecil sebagai pemanasan sebelum menggunakan alat alat olahraga di sana. setelah di rasa cukup, Papi Zie memilih alat Fitnes untuk membentuk otot lengannya.
Berbeda dengan Papinya, Zie justru memilih untuk bergulat dengan samsak. ia ingin melatih otot otot di tubuhnya agar lebih kuat.
Zie dan Papinya asik dengan kegiatannya masing masing sampai mereka tidak menyadari kehadiran seseorang di ruangan itu.
"ehm...., boleh saya bergabung?? ". ucap orang itu yang membuat Zie dan Papinya menghentikan aktifitasnya sejenak dan melihat kearah suara orang tersebut.
" Kakak...... " ucap Zie.
"Darren..... " ucap Papi Zie.
keduanya sama sama tersenyum melihat kedatangan Darren di ruangan itu.
"ayo sini.... kita olah raga bersama.... " ajak Papi Zie yang sudah berjalan kearah Darren sambil mengelap keringatnya dengan handuk kecil di tangannya.
"Boleh om....?? dengan senang hati. " jawab Darren tersenyum tampan.
"Apa kamu bawa baju olah raga?? ". tanya Papi Zie.
" tidak om..... " jawab Darren nyengir.
"Ya sudah..., kamu ganti baju dulu. pakai baju olah raga om. " Perintah Papi Zie..
"Siap om....,. " jawab Darren penuh semangat.
Darren memang sangat menyukai olah raga, jadi tidak heran jika Darren juga miliki tubuh yang bagus, tinggi, tegap dan berotot sama seperti Papi Zie. setelah berganti baju, Darren langsung ikut bergabung bersama mereka setelah melakukan pemanasan terlebih dahulu tentunya. pagi itu mereka habiskan dengan berolah raga bersama sambil di selingi canda dan tawa.
.
.
.
.
bersambung....
.
.
.
.
.