Kenzo, Kenzie & Kenzio

Kenzo, Kenzie & Kenzio
Menyukai Gadis Yang Sama



Marvin masuk kedalam kamarnya untuk menemui Cerry yang tadi marah marah tidak jelas. ini lah perubahan sikap Cerry yang membuat Marvin tidak nyaman, Cerry selalu bersikap buruk kepada Adiknya padahal Zie tidak pernah membuat masalah dengannya.


"Sebenarnya ada apa denganmu Cer?? kenapa semakin lama sikap kamu semakin berubah?? " tanya Marvin dengan Nada melembut lalu duduk di samping istrinya. ia tau Cerry akan semakin marah jika ia terbawa emosi juga atas sikap Cerry.


"Sudah ku katakan, aku tidak menyukai Zie. aku bahkan membencinya. " ucap Cerry jujur dengan suara yang masih terdengar marah.


"Apa masalahnya?? selama ini Zie tidak pernah bersikap buruk padamu?? kenapa kamu begitu membencinya?? " tanya Marvin lagi.


Cerry memang selalu bilang bahwa ia membenci Zie tapi tidak pernah sedikitpun memberi tahu alasannya sehingga Marvin tidak bisa membuat buhungan keduanya membaik.


"Aku tidak suka perhatianmu padaku terbagi dengannya. kau bisa bercanda dan tertawa lepas bersamanya tapi dengan ku kau tidak pernah seperti itu. kita bahkan baru sebentar bersama setelah kembali dari kesibukan kita masing masing hari ini tapi kau malah memilih menemani dan menghabiskan waktu bersama Zie dari pada aku??" jawab Cerry.


memang benar sejak pertama kali Marvin kenal dan berteman dengan Zie, ia merasa nyaman dan bisa menjadi dirinya sendiri. tidak seperti saat bersama Cerry atau yang lainnya yang selalu harus menjaga image.


tadi Marvin keluar menemui Zie karena Cerry sedang ada di kamar mandi. butuh waktu lama untuk Cerry menyelesaikan acara mandinya untuk itu Marvin memutuskan keluar sebentar untuk sekedar menyapa Zie. ia tidak mengira kalau Cerry akan bersikap seperti itu melihat mereka bersama.


"Kalau memang tidak suka, kenapa harus marah marah dan membentak Zie seperti itu? tidak bisakah kau besikap baik dengan Zie? harusnya kamu bilang sama aku kalau kamu tidak suka, bukan malah seperti tadi." Marvin berusaha memberi pengertian kepada istrinya.


"bagaimana aku bisa bilang padamu kalau kau saja pergi tanpa memberitahuku terlebih dahulu. " jawab Cerry masih kesal


"baiklah... aku mengaku salah. maafkan aku. " ucap Marvin mengalah.


"(harusnya sikapmu tidak berlebihan seperti itu Cer... , kita bisa bicarakan baik baik apa masalahmu. Zie itu adikku, wajar jika kami terlihat dekat. apa kau bersikap seperti itu karena cemburu?? tapi cemburumu salah alamat Cer. ) " batin Marvin semakin tidak mengerti dengan sikap Cerry.


ia mencoba mengalah dengan meminta maaf kepada Cerry meski tidak tau apa kesalahannya. Marvin cuma ingin menghindari terjadinya pertengkaran di antara mereka.


...🌼,,______,,🌼 ______,,🌼 ______,,🌼...


Malam itu Arion mendatangi Apartemen Kakaknya yang tidak lain adalah Darren Wang. Arion Wang adalah adik satu satunya Darren Wang. Adik yang sangat Darren sayangi karena hanya dia lah satu satunya keluarga yang ia miliki.


Setelah Arion memencet bell pintu beberapa kali, barulah pintu terbuka. Arion langsung menerobos masuk dan langsung duduk di sofa tanpa di persilahkan masuk terlebih dahulu. Darren membiarkannya karena itu memang kebiasaan sang adik. dengan wajah datarnya Darren ikut duduk di sofa yang ada di hadapan Arion, keduanya terhalang oleh meja yang ada di depannya.


"Kakak....., Jauhi Zie!! Pinta Arion to the poin. ia tidak suka berasa basi dan langsung mengatakan keinginannya.


" Kenapa...?? " tanya Darren dengan Wajah datar.


sebenarnya ia cukup terkejut karena ternyata Arion mengenal Zie, tapi seperti biasa wajah datarnya mampu menutupi keterkejutannya.


"Kemarin aku melihat kalian sedang bersama di restoran, aku tau Kakak mendekati Zie untuk menggunakannya agar aku patuh dengan perintah kakak kan??. aku akan menuruti maumu kak.... tapi tolong jauhi Zie, jangan ganggu Zie kak aku mohon. " ucap Arion panjang lebar.


Sangat mudah bagi Kakaknya menemukan siapa gadis yang sedang dekat dengannya. ia yakin Darren berusaha mendekati Zie agar bisa mengaturnya karena sudah berkali kali kakaknya mengancam akan mengusik gadis yang dekat dengannya jika ia tidak menuruti kemauan Darren. Arion tidak mau terjadi sesuatu dengan Zie sehingga ia pikir lebih baik menuruti apa kemauan kakaknya.


Darren cuma tau kalau Arion memang sedang dekat dengan seorang gadis di Negara ini. tapi Darren tidak tau seperti apa gadis itu dan siapa namannya. Darren sama sekali tidak pernah mencari tau siapa gadis itu karena Darren tidak ingin mengatur kebahagiaan adiknya, ia hanya menggunakan gadis itu untuk menggertak Arion dengan mengatakan akan mengusik gadis itu jika Arion tidak mau mengurus dan bertanggung jawab dengan perusahaannya sendiri di Negaranya.


Melihat Darren hanya diam saja, Arion semakin gelisah. ia tau betul bagaimana Kakaknya, Darren adalah ketua Mafia, sangat mudah baginya untuk melakukan apa saja untuk mencapai tujuannya.


" besok aku akan pulang dan kembali memimpin perusahaan dengan sungguh sungguh. aku tidak akan bermain main lagi tapi tolong jangan usik Zie. jauhi Zie, keluarganya dan juga perusahaannya. aku benar benar sangat menyayanginya kak...., jadi tolong jangan ganggu dia." Pinta Arion lalu pergi meninggalkan Darren.


Arion harap dengan begitu Darren tidak akan mengganggu kehidupan Zie.


Darren tidak mengatakan apapun kepada Arion, ia masih terdiam karena benar benar terkejut dengan pernyataan Arion barusan.


"Bagaimana bisa aku dan adikku menyukai gadis yang sama?? apa yang harus aku lakukan?? aku tidak tega menghancurkan hati Rion dengan mengatakan yang sebenarnya bahwa Zie adalah kekasihku." ucap Darren meraup wajahnya sendiri dengan kedua tangannya.


ia menyugar rambutnya frustasi dengan situasi seperti ini. ia bingung harus berbuat apa. apakah ia harus mengalah dengan melepaskan Zie dan merelakannya untuk Arion meski hatinya terluka atau ia akan egois dengan tetap mempertahankan Zie disisinya meski menyakiti hati adiknya.


"Kenapa harus serumit ini?? ini semua salahku, kenapa dari awal aku tidak mencari tau siapa gadis yang Arion dekati. kalau seperti ini aku harus bagaimana?? aku sudah terlanjur sangat menyayangi Zie dan baru kemarin aku merasa sangat bahagia karena cintaku terbalas. lalu sekarang......??Ya Tuhan...... apa yang harus aku lakukan.??" ucap Darren memijat pelipisnya.


ia sudah cukup lelah dengan pekerjaannya yang banyak dan sekarang ia juga di buat pusing dengan situasi yang terjadi antara Zie, Arion dan juga dirinya. ia tidak menyangka akan terlibat dalam cinta segitiga seperti ini. andai bukan adik kandungnya sendiri mungkin Darren tidak akan sebingung ini, ia pasti tidak akan mau mengalah dan ia akan terus memperjuangkan cintanya kepada Zie.


.


.


.


.


Bersambung......


.


.


.


.


.