
Setelah selesai makan siang, Zie dan Zio pun keluar dari Privat room. keduanya berjalan menuruni anak tangga karena memang Privat room terletak di lantai dua kenangan resto.
"Zio, Zie..... kalian disini juga?? pasti baru selesai makan siang ya??". sapa Gerry yang ternyata juga ada di Kenangan Resto.
"Iya....., kita baru saja selesai makan siang. ini sudah mau balik lagi ke Kantor." jawab Zio.
mereka berjalan bersama menuju pintu keluar.
"Kalian cuma berdua saja??" tanya Gerry. "Zie....,pulangnya gue antar ya??". Gerry menawarkan diri.
"Nggak perlu..., gue yang anter Zie balik ke kantor." Sahut Zio tidak suka.
"Biar gue aja ya Zie yang antar...., lo mau balik kantor kan?? udah sama Gue aja kan kita searah. kalo Zio beda arah jadi kasian dia nanti bola balik." ucap Gerry bersikeras ingin mengantar Zie.
tapi memang benar Zie dan Zio memang tidak searah jadi Zio akan bolak balik jika harus mengantar Zie terlebih dahulu.
"Heh....!! Zie itu kesini bareng sama gue jadi pulangnya udah pasti gue yang anter. jangankan bolak balik kantor, keliling duniapun gue siap nganterin Zie.." Sahut Zio emosi.
Zio baru saja bisa menghabiskan waktu berbua saja bareng Zie walau hanya sebentar tapi tiba tiba temannya nyerobot ingin mengambil alih untuk mengantar Zie pulang ke kantor.Tentu saja Zio tidak mau mengalah, mau bagaimanapun juga pokoknya ia yang harus mengantar Zie pulang. Saat Zio dan Gerry terus berdebat pemperebutkan untuk mengantar Zie pulang ke kantor, mereka tidak menyadari kedatangan pemuda tampan yang tidak lain adalah Daren. Daren berjalan dari dalam Restoran dan tidak sengaja bertemu Zie di depan pintu keluar restoran.
"Loh Zie....., kamu di sini?? habis makan siang ya?? sama siapa??". sapa Daren
"lah..., kakak juga disini?? iya..., Zie sama temen tapi mereka malah ribut sendiri nggak jelas gitu" jawab Zie tersenyum malu. malu dengan kelakuan temannya yang menjadi pusat perhatian pengunjung lain.
Daren tersenyum lucu melihat teman teman Zie yang ternyata sedang berdebat memperebutkan untuk mengantar Zie.
"Pulang bareng kakak saja yuk...., biarin aja temen kamu ribut nyampe besok". ajak Daren terkekeh.
"Asyik.... ayo kak..., Zie dari tadi udah jengah dengan kelakuan mereka berdua. bikin malu". jawab Zie yang ikut pergi bersama Daren kearah mobil yang baru saja datang dari arah parkiran.
Daren membuka pintu mobil dan menyuruh Zie masuk kedalam terlebih dahulu baru di susul Daren setelahnya. mereka berdua sama sama duduk di kursi belakang karena Daren menggunakan Supir. Zie membuka kaca mobil dan berseru pada Gerry dan Zio yang masih setia berdebat di dapan restoran.
"Zio, Gerry......., kalau udah selesai debat jangan lupa pulang ya......?? gue jalan dulu.... byee........." Seru Zie sambil melampaikan tangan kearah Zio dan Gery.
"Iya..... hati hati di jalan ya......" jawab Zio sambil membalas lambaian tangan Zie.
"Iya Zie... byee......." jawab Gerry yang juga melambaikan tanganmu kearah Zie.
setelah mobil yang Zie naiki tidak terlihat lagi Zio dan Gerry baru sadar bahwa yang barusan pergi itu adalah Zie, orang yang sedang mereka perebutkan.
"Eh...loh....itu Zie pulang sama siapa!?!." pekik Zio.
"Lah.....beg*!! gue nggak tau lah dia sama siap....,!! orang dari tadi gue sama lo.!! lo sih dari tadi ribut bae orang gue yang mau nganter Zie juga!!! semprot Gerry menyalahkan Zio.
"lo tuh!!! udah tau Zie sama gue!! tetep aja maksa mau nganter pulang!!". ucap Zie bersungut sungut.
Zio pergi meninggalkan Gerry begitu saja. ia benar benar merasa sangat kesal, gara gara Gerry ia jadi gagal mengantar Zie.
Zio masuk kedalam mobilnya dan menutup pintu dengan sedikit membantinng. gara gara Gerry, Zie lebih memilih pulang dengan orang lain.
"(Tapi tadi Zie pulang sama siapa ya?? itu mobil siapa?, perasaan gue baru liat mobil itu?? itu bukan mobil setertaris Mif, bukan mobil Marvin dan bukan mobil tuan Prabu juga. Lalu siapa yang bareng sama Zie tadi ya.....?)". ucap Zio dalam hati bertanya tanya.
Zio memacu mobilnya dengan sedikit kesal karena gagal mengantar Zie dan itu semua gara gara Gerry. Fix ini Gerry sudah benar benar mengibarkan bendara untu bersaing dengannya memperebutkan hati Zie.
Ya.... Gery dulu juga menyukai Cerry, cewek cantik dari fakultas desainer. tapi begitu tau bahwa Cerry adalah kekasih temannya sendiri akhirnya Gerry pun memilih mengalah dan mundur. ia tidak mau mengganggu dan merusak hubungan orang lain.
Mobil Daren sudah sampai di sebuah bangunan yang menjulang tinggi nan megah yang tidak lain adalah Perusahaan MK group. Daren cukup kagum dengan kemegahan bangunan yang ada di depan matanya. terlihat mewah den elegan meskipun hanya di lihat dari luarnya saja.
"Kamu kerja disini Zie....??" tanya Daren.
"Iya kak....., " jawab Zie singkat," kakak mau mampir dulu....?" ucap Zie menawarkan.
"Kantornya bagus...., tapi Lain kali saja ya mampirnya. kakak masih ada meeting dengan klien." tolak Daren secara halus.
tapi memang benar ia akan ada Meeting dengan Klien di tempat lain satu jam lagi.
"oh ya sudah kalau gitu...., makasih ya.... kakak udah anter Zie.".ucap Zie sebelum turun dari dalam mobil.
"Sama sama......., kalau butuh sesuatu apapun itu jangan lupa hubungi kakak." ucap Daren
"Ya kak...Bye......" Zie lalu turun dari dalam mobil. ia melambaikan tangannya seiring mobil Daren yang perlahan pergi meninggalkan perusahaan MK group.
Zie berjalan masuk kedalam Perusahaan. hari ini pekerjaannya tidak terlalu padat. setelah jam istirahat ia hanya akan ada satu pertemuan penting dengan Klien. itu pun pertemuannya di perusahaan sendiri. Klien itu yang akan datang ke perusahaan satu jam lagi jadi Zie masih memiliki waktu untuk bersantai selama menunggu Kliennya datang.
"drt......drt......" Hp Zie bergetar menandakan ada pesan masuk.
Zie membuka dan membaca pesan itu yang ternyata dari Daren. tidak..., bukan dari Daren saja tapi juga dati Zio.
Zie tersenyum membaca pesan dari Daren yang mengajaknya untuk makan malam.
"Padahal tadi kan kak Daren nganterin aku, kenapa tidak mengajak makan malam secara langsung saja. dia malah mengajakku melalui pesan singkat."gumam Zie sendiri.
Zie lalu membalas pesan singkat dari Daren. setelah itu ia juga membalas pesan dari Zio yang menanyakan dengan siapa Zie pulang. setelah itu Zie menyimpan kembali Hp nya kedalam tas nya.
.
.
.
.
Bersambung. . . .
.
.
.
.
.