Kenzo, Kenzie & Kenzio

Kenzo, Kenzie & Kenzio
Menghabiskan waktu berdua



Setelah beroleh raga dan membersihkan diri, Darren meminta ijin kepada Om Prabu untuk mengajak Zie jalan jalan. hari ini Darren ingin menghabiskan waktu bersama dengan Zie.


setelah mendapatkan ijin, keduanya pun berjalan bersama keluar rumah menuju mobil mewah milik Darren.


"Kakak tunggu dulu di mobil ya, Zie mau ngomong dulu sama Tante Dewi sebentar. " Pamit Zie kenapa Darren saat melihat Tante Dewi sedang berada di samping rumah sedang sibuk dengan tanaman hias disana.


"Baiklah.... " jawab Darren dengan mengulurkan tangannya mengusap puncak kepala Zie lalu pergi ke arah mobilnya.


Zie tersenyum mendapat perlakuan manis dari Darren, ia lalu pergi menghampiri tantenya.


"Tante...... " sapa Zie sambil berjalan mendekat kearah tante Dewi.


"Hy Zie....., duh keponakan tante sudah rapi dan cantik. mau pergi ya....?? " tanya tante Dewi sambil tersenyum.


"iya tan...., Zie mau pergi sama Kak Darren. " jawab Zie juga tersenyum manis. "tante..., Zie boleh ngomong sebentar nggak sama tante? ". tanya Zie


" Boleh dong....., emang kamu mau ngomong apa?? ". tante Dewi menghentikan aktivitasnya dan berjalan mendekat ke arah Zie berdiri.


" ini tentang Om Ibnu tante, " ucap Zie tapi tante dewi hanya diam. Zie bisa melihat rasa kecewa di wajah tantenya. "Tante...., Zie tau om Ibnu sudah berbuat jahat. tapi bisa kah tante memaafkannya?? atau setidaknya temui om Ibnu di penjara sekali saja sebelum tante kembali ke kota Y.??. " tanya Zie.


"Zie..., tante sangat kecewa dengan Mas Ibnu. dia sudah membohongi tante. dia tidak sungguh sungguh mencintai tante. dia hanya memperalat tante untuk balas dendamnya. tante kecewa dan sakit hati Zie, dia jahat. sangat jahat.!!" ucap tante Dewi sambil meneteskan air matanya.


"Zie tau bagaimana perasaan tante....," ucap Zie dengan lembut lalu meraih tangan tante Dewi yang berkepal kuat menahan amarahnya. "waktu itu, Zie datang berkunjung menemui Om Ibnu di sel tahanan. Tante tau...., Om Ibnu sudah mengakui semua kesalahannya. dia menyesal sudah melakukan itu semua. dia menyesal telah melukai tante, bahkan Om sangat menghawatirkan keadaan tante. dia juga ingin meminta maaf kepada tante dan juga Papi. Zie tau Om Ibnu sebenarnya orang baik, hanya saja hatinya di penuhi rasa sakit hati, dendam dan kebencian sehingga dia berbuat seperti ini. Tante...., temuilah Om Ibnu sekali saja. hanya tante, Lexa dan Axel yang Om Ibnu miliki di dunia ini. "ucap Zie lalu pergi meninggalkan tante Dewi yang masih terdiam di tempat.


Zie membiarkan tante Dewi untuk berfikir tentang apa yang harus dia lakukan. Zie tidak ingin memaksa tante Dewi, ia cukup tau bagaimana perasaan tante Dewi saat ini.



Zie melangkah menuju mobil Darren yang terparkir di depan rumahnya. senyum Zie mengembang kala melihat Darren yang sedang duduk menunggunya di dalam mobil.


"ternyata Kak Darren sangat tampan...... " ucap Zie dalam hati.


ia mengagumi ketampanan Darren yang menguar kuat dari diri Darren. wajah yang tampan, putih, bersih, dan senyum yang menawah. di tambah lagi Darren juga memiliki tubuh yang tinggi tegap dan juga berotot. apalagi sekarang ia memakai kaca mata hitam yang bertengger di atas hidung mancung nya, hal itu membuat ketampanan dari seorang Darren semakin bertambah.


"Hey..., kenapa masih berdiri di situ...?? ayo masuk. " ucapan Darren mengagetkan lamunan Zie.


entah sejak kapan Darren sudah berdiri di samping mobil membukakan pintu untuknya.


Zie berjalan menunduk sambil menahan tawanya yang ingin menertawakan kebodohannya sendiri. bisa bisanya ia terpesona dengan ketampanan Darren sampe segitunya.


setelah Zie masik dan duduk di dalam mobil, Darren kembali duduk di kursi belakang kemudi. ia melajukan mobilnya secara berlahan meninggalkan rumah Zie.


"Kita mau kemana Kak....?? ". tanya Zie


" eemm....., kakak sedang ingin ke pantai. apa kau mau?? ". jawab Darren.


" mau banget....., sudah lama aku tidak main kepantai. aku tau dimana pantai yang bagus" jawab Zie tersenyum senang.


"Baiklah...., kita pergi kesana dan kamu pemandu jalannya. " ucap Darren tersenyum tampan.


"let's go.... " seru Zie dengan cerianya.


mereka lalu pergi ke pantai yang Zie maksud. udara pagi itu masih terasa sejuk apalagi jalan menuju pantai di tumbuh pepohonan rindang di pinggir jalan. di tambah lagi Darren membuka kap atas mobil miliknya, membuat rambut panjang Zie tergerak gerak terkena terpaan angin.


begitu sampai di pantai mereka langsung di suguhi pemandangan air laut yang berwarna biru dan hamparan pasir putih yang mengelilingi di sepanjang bibir pantai. ada banyak pohon kelapa dan pohon cemara laut yang tumbuh disana yang menambah indahnya pemandangan.


"Ayo kita bermain air kak..... " ajak Zie dengan semangat. ia langsung meraih tangan Darren dan menariknya agar segera berjalan ketepi pantai.


Darren berjalan mengikuti langkah Zie sambil tersenyum senang memandangi tangannya yang di genggam erat oleh Zie.


"sebentar kak..... " Zie melepas genggaman tangannya dari tangan Darren lalu melepas sepatu yang ia kenakan.


setelah itu ia menenteng sepatunya dan berjalan ketepi laut membiarkan kedua kakinya tersapu oleh ombak.


"Sini biar kakak bawakan..... " ucap Darren langsung meraih sepatu yang aja di tangan Zie.


"makasih Kak...... " ucap Zie tersenyum manis kearah Darren.


Darren membiarkan Zie bermain ombak dengan berlari lari kecil yang seolah olah ombak itu mengejarnya. Darren ikut tersenyum melihat tawa Zie yang begitu senang bermain di pinggir pantai.


"Zie.... ayo kita menepi, hari sudah semakin siang. " ucap Darren karena matahari sudah terasa panas menyengat kulitnya.


"ayo kita duduk di sana sambil menikmati kepala muda ." ujar Zie kembali menggandeng tangan Darren dan mengajaknya berjalan ke kedai yang menjual es kelapa.


Darren membiarkan Zie terus menggenggam tangannya karena ia pun menyukainya. mereka terlihat seperti pasangan yang sangat serasih.


"Pak... mau kelapa muda dua ya..... " ucap Zie memesan minuman yang terbuat dari kelapa muda itu kepada bapak penjualnya.


"Siap Neng...., " jawab penjual itu lalu mengambil dua butir kelapa hijau dan mengupas kulit bagian atas dan bawahnya.


Zie lalu mengajak Darren untuk duduk di kursi kayu yang di sediakan kedai itu yang ada di bawah pohon cemara laut.


" silahkan Neng..... " ucap orang itu sambil menyerahkan dua kelapa mudah kepada Zie satu persatu.


"makasih Pak.... " ucap Zie.


Zie dan Darren menikmati air kelapa muda yang terasa sangat menyegarkan di tenggorokan.


"pantainya bagus dan bersih ya?? apa kamu sering kesini Zie....??". tanya Darren.


"sepertinya kalian bertiga sangat dekat ya....?? ". tanya Darren lagi.


" iya...., kami bersahabat sejak kami duduk di bangku sekolah menengah pertama hingga sekarang. dulu kami selalu menghabiskan waktu bersama. mereka adalah sahabat terbaik yang aku miliki" jawab Zie sambil tersenyum.


Zie dan Darren terus berbicara mengenai hoby dan kegemaran masing masing. mereka juga sesekali menceritakan pengalaman lucu yang pernah mereka alami lalu tertawa bersama.


"Apa kau lelah Zie....?? " tanya Darren kepada Zie. mereka sudah berada di dalam mobil setelah puas bermain di pantai.


"tidak..., " jawab Zie singkat.


" ini masih siang..., bagaimana kalau kita menonton?? ". tanya Darren. hari ini ia benar benar ingin menghabiskan waktu berdua bersama Zie.


" ide bagus kak...., aku setuju. tapi sebelum nonton kita makan siang dulu ya."jawab Zie sambil tersenyum.


"setuju....." jawab Darren sambil tersenyum, sebelah tangannya terulur untuk mengusap puncak kepala Zie dengan sayang. ia lalu kembali fokus mengemudi mobilnya menuju mall terbesar di kota itu.


setelah sampai di mall, keduanya lalu berjalan menuju sebuah restoran untuk makan siang bersama. mereka memesan makanan dan minuman sesuai dengan keinginan mereka masing masing. setelah selesai makan siang, Zie dan Darren berjalan bersama menuju lantai tiga untuk nonton bioskop.


"kamu tunggu di sini ya...?? biar kakak yang membeli tiketnya. " pinta Darren kepada Zie.


Zie mengangguk menurut dan duduk di kursi menunggu Darren yang sedang mengantri untuk membeli tiket. Zie membuka HP nya yang terdapat beberapa pesan dari Marvin, Ken, Zio, Arion dan juga Darren yang mengiriminya foto foto tadi saat di pantai tadi. setelah membalas pesan mereka satu persatu, ia lalu membuka galeri melihat kembali foto foto kebersamaannya dengan Darren.


"Ayo Zie....., sebentar lagi filmnya akan di mulai. " ajak Darren yang sudah berdiri di dlhadapan Zie yang sedang asyik dengan HPnya.


di tangan Darren bahkan sudah ada satu cup pop corn berukuran cukup besar dan dua minuman.


"Ah.... ayo kak...., sini aku bantu bawa minumnya. " ucap Zie meraih dua minuman dari tangan Darren.


keduanya masuk kedalam kedung bioskop dan duduk di kursi yang sesuai dengan nomer yang ada di tiket yang mereka pegang.


lampu ruang bioskop langsung padam pertanda film akan segera di mulai. begitu layar lebar yang ada di depan sana mengeluarkan gambar seram dengan tulisan "Beranak dalam kubur" Zie langsung terpekik kaget.


"Astaga.... kakak. kenapa milih film horor sih.... ". semprot Zie memukup lengan atas Darren pelan.


" cuma itu film yang mau di putar sekarang. yang lainnya masih tiga jam lagi. " jawab Darren apa adanya.


"Tapi aku takut kak..... ". ucap Zie


"maaf..., kakak tidak tau kalau kamu takut film horor." jawab Darren. " tapi tenang aja, kamu nggak perlu takut kan ada kakak bersamamu jadi jangan takut. ok....?? " ucap Darren menenangkan Zie.


meskipun masih takut Zie pun menganggukkan kepalanya.


film sudah mulai di putar, awal awal memang belum terlihat seramnya tapi lama kelamaan film itu mulai seru dan menakutkan. Zie sampai berteriak takut sambil memejamkan matanya dan menutup telinganya. ia menyembunyikan wajahnya di bahu Darren. Darren secara reflek langsung mendekap Zie dan membiarkan Zie membenamkan wajahnya di dada bidang Darren. Darren bahkan membantu Zie menutupi telinganya saat musik seram dan mengagetkan bergema ketika wajah seram hantunya muncul. Darren bisa merasakan beberapa kali tubuh Zie tersentak kaget dan berteriak takut.


"Zie...., ayo kita keluar. " ajak Darren. ia berbicara tepat di dekat telinga Zie agar Zie mendengarnya.


Darren tidak tega melihat Zie yang ketakutan seperti ini. jadi lebih baik Darren menyudahi acara nontonnya. dia bukan pria yang suka memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan.


Zie mendongakkan wajahnya menatap kearah Darren. ia hanya menganggukkan kepalanya menyetujui ajakan Darren.


Darren membimbing Zie beranjak dari duduknya dan berjalan keluar gedung bioskop. ia berjalan sambil merangkul Pinggang Zie agar berjalan dengan hati hati karena kondisi bioskop yang minim cahaya.


Zie bernafas lega begitu mereka sudah keluar dari bioskop itu.


"ah.... akhirnya..... " ucap Zie sambil menghela nafasnya. tadi rasanya ia kesusahan bernafas saat menonton film horor itu.


"maaf kan aku Zie...., aku tidak tau kalau kau takut dengan film horor. " ucap Darren tak emak hati.


"tidak papa kak...., aku memang menakut apalagi dengan sesuatu hal yang berbau horor seperti film tadi." jawab Zie sambil tersenyum.


"jika aku tau kau takut film horor dari awal, aku tidak akan mengajaknya menonton film itu dan membuatmu ketakutan seperti ini. " jawab Darren merasa bersalah.


"Hey.... kakak memang sangat bersalah telah mengajakku nonton film horor!! sebagai hukumannya kakak harus mentlaktirku shopping sepuasnya sekarang. " ucap Zie


" Dengan senang hati...... " jawab Darren terkekeh mendengar hukuman yang di berikan Zie untuknya.


Ia lalu meraih tangan Zie dan menggandeng nya berjalan menuju lantai dua dimana barang barang brand ternama di jual di lantai itu. sebenarnya Zie tidak bermaksud untuk meminta di belikan apapun oleh Darren, dia hanya berusaha menghibur Darren agar tidak merasa bersalah lagi.


.


.


.


.


.


Bersambung.......


.


.


.


.