
Kenzie kini sedang duduk di tepi rantai menikmati hembusan angin yang membelai wajah dan rambut panjangnya. suara burung yang beterbangan serta suara deburan ombak berhasil mendamaikan suasana hatinya.
Setelah tadi kegiatan sarapan bersama selesai, Zie mengajak Marvin sekaligus Kenzo untuk jalan jalan ke Pantai seperti yang Zie mau. tidak ada penolakan dari keduanya bahkan Kenzo malah terlihat sangat bersemangat. sudah lama sekali Ken menanti masa masa seperti ini, dulu Ken, Zie dan Zio sering menghabiskan waktu bersama dengan mengunjungi tempat tempat wisata. sayangnya kali ini tidak ada Zio bersama mereka dan digantikan oleh kehadiran Marvin.
" Zie........". Panggil Ken dari jarak yang sedikit jauh.
Ken dan Marvin sedang membeli kelapa Muda untuk di nikmati bersama di sebuah kedai tak jauh dar bibir pantai. Zie yang sedang duduk menghadap kelaut pun menoleh sambil tersenyum cantik.
"(Astaga, itu sahabat gue kenapa sekarang jadi cantik banget gitu sih.)" gumam Ken dalam hati.
Ken terpesona melihat wajah Cantik dan Senyum manis Zie yang di tujukan ke arahnya. ia terdiam sesaat menikmati pemandangan indah ciptaan tuhan yang ada di hadapannya saat ini.
"Woy.....malah bengong....,". Ucap Marvin sambil menyenggol lengan Ken.
Ken yang memang sedang melamun pun tersentak kaget. ia tersenyum tipis karena terpesona sahabatnya sendiri.
"Ngelamun apa lo hah.....??", ayo jalan.". tanya Marvin, keduanya lalu berjalan mendekat kearah Zie.
"hehee.....itu Vin. Adek lo ko sekarang jadi cantik banget ya.?". ucap Ken jujur sambil berjalan santai bersama Marvin.
"jangan di lihat lama lama!!Awas Naksir!!". sahut Marvin. "Zie sebenernya emang cantik banget, apalagi kalau udah dandan. sayang anaknya emang nggak suka ribet, dia lebih suka tampil apa adanya. tapi tetep Cantik sih menurut gue." jawab Marvin.
"Ish sah sah aja dong kalau gue Naksir dia." jawab Ken enteng. "Emang lo nggak ada rasa Vin sama dia.? walaupun setatus kalian sekarang adek kakak tapi kan diantara kalian nggak ada ikatan darah." tanya Ken ingin tau.
"Sebenernya nggak sulit buat suka sama Zie. dia orangnya baik, pengertian, perhatian, ceria pokoknya asyik banget lah. gue hampir aja menaruh perasaan sama dia. asal lo tau, Papi sempet jodohin kita berdua. papi sudah merencanakan hal itu jauh sebelum papi menemukan Zie kembali. gue bahkan di wanti wanti nggak boleh main hati sama cewek lain tapi gue melanggar perintah papi dan malah pacaran sama cerry." ucap Marvin terkekeh.
"What.....??? om Prabu mau jodohin kalian berdua?? gimana ceritanya". tanya Ken kaget mendengarnya.
" iya...., setelah papi ketemu sama anaknya dengan tegas papi nyuruh gue putusin cerry dan papi juga nyuruh gue buat deketin anaknya. gue sih nggak keberatan ngelakuin itu semua karena gue sayang papi dan nggak mau ngecewain papi. papi adalah segalanya buat gue. tapi gue dibuat kaget begitu tau bahwa anak papi adalah Zie. dunia memang sempit ya??". jawab Marvin terkekeh lagi mengingat kejadian dulu saat pertama kali tau siapa anak kandung papinya.
"Terus terus....., apa perjodohan itu berlanjut sampai sekarang Vin??" tanya Ken lagi.
"enggak....., lo tau sendiri kan hubungan gue sama cery kandas. begitupun hubungan Zie sama Zio. waktu tau Zio deket sama cery, Zie bener bener terpuruk Ken. kasihan dia. waktu itu gue juga sih sama kaya Zie. akhirnya kami saling mengisi kekosongan hati dan saling menguatkan satu sama lain hingga sekarang. saat papi bicara sama gue membahas soal perjodohan gua sama Zie ternyata Zie tidak sengaja mendengarnya. Zie sempat marah sama gue karena tidak memberitahukan hal itu sama dia. setelah gue jelaskan akhirnya dia mengerti. Zie menolak dengan keras perjodohan kita karena ia tau siapa yng juga cinta. begitupun sebaliknya. Zie lebih nyaman kita bersaudara sampai kapanpun. gue memang nggak bisa nolak ke mauan papi, tapi papi tidak bisa nolak kemauan Zie. di sini Zie lah pemenangnya". jawab Marvin menceritakan semuanya kepada Ken.
"Kasihan Zie..., ia baru mengenal Cinta tapi langsung merasakan gimana sakitnya mencintai tanpa harus memiliki." ucap Ken.
"Lo tau nggak Ken apa yang Zie bilang saat menolak perjodohan kita.?". tanya Marvin.
" Apa emang??". tanya Ken penasaran
"Dia bilang gini...., kalau Papi msih tetap memaksa menjodohkan kita maka lakukanlah. tapi setelah itu, Zie jamin papi tidak akan bisa menemui Zie lagi. Zie akan menemui Mami di surga dan mengadukan semuanya ke Mami. Zie mengancam papinya sendiri dengan santainya. tapi reaksi papi sangat mengenaskan, wajah papi langsung pucat pasi mendengar kata kata itu. kasihan papi untung papi nggak punya penyakit jantung. " jawab Marvin tertawa membayangkan wajah papinya dulu saat Zie membatalkan perjodohan.
"Zie di lawan......" jawab Ken ikut tertawa.
Keduanya menghentikan pembicaraan itu begitu sampai di dekat Zie. mereka ikut duduk di atas pasir sambil menikmati air kelapa muda yang Ken dan Marvin bawakan.
"kalian ngetawain apa'an sih??". tanya Zie kepo. sedari tadi Zie mengamati Ken dan Marvin yang berjalan ke arahnya sambil berbicara dan tertawa bersama. keduanya terlihat sangat akrab.
"Ngetawain lo......puas...!!!". jawab Marvin.
"ish. ... kalau lagi bahagia itu ngajak ngajak gue ngapa??". ucap Zie cemberut.
"utuu...tuuuuu........, adek gue ngambek."ucap Marvin sambil mencubit gemas sebelah pipi Zie.
Zie tertawa mendengar Marvin menyebut Zie adalah adeknya. di lihat dari sifatnya saja, Zie lebih dewasa di banding dengan Marvin. tapi Zie juga merasa senang ketika Marvin mengakui bahwa Zie adalah adeknya di depan orang lain.
"eh....itu disana ada yang jualan layang layang, kita main layang layang yuk....." ucap Ken sambil menunjuk ke arah penjual layangan yang sepertinya baru datang karena baru memajang koleksi layangannya dengan berbagai macam bentuk.
" Ayooo........." jawab zie antusias.
Zie sangat bersemangat untuk bermain layangan di tepi pantai. pasti sangat seru, begitu menurut Zie. padahal Zie sendiri belum pernah bermain layang layang sebelumnya. Zie menarik tangan Marvin dan juga Ken agar segera beranjak dari duduk nya dan berjalan bersama menuju penjual layangan. Zie memilih satu layangan yang berbentuk cantik menurutnya dan juga memilih satu gulungan benang lalu meminta sang penjual untuk memasangkan tali benang di layang layang milik Zie. begitu juga Ken dan Marvin yang juga memilih layang layang dan Benang sesuai keinginannya masing masing. tapi mereka memasang sendiri benang itu di layang layang mereka. setelah selesai dan membayarnya, Zie langsung membawa layangan itu sambil berlari kecil ke tepi pantai. ia tertawa senang begitu layang layang miliknya melayang keatas dan mengikutinya berlari.
tapi senyum itu menghilang kala layang layang miliknya jatuh ke atas pasir ketika ia berhenti berlari.
" Ko layangan gue nggak mau terbang keatas." Zie bermolog sendiri.
ia lalu mengedarkan pandangannya dan melihat layang layang milik Marvin dan Ken sudah bertengger di atas angin.
Zie tertawa melihat bentuk layang layang yang keduanya pilih., terlihat imut sekali.
Zie lalu mengambil layangan milikmu yang tergletak diatas pasir dan membawanya kearah Marvin dan Ken.
" tolong bantu terbangin layangan gue dong....?? gue nggak bisa." ucap Zie sambil menyodorkan layangan miliknya kearah keduanya.
"Nih...tolong pegangin layangan punya gue, biar gue terbangin layangan lo." ucap Ken sambil menyerahkan gulung benang layang layangnya kearah Zie.
Ken lalu menukar gulungan benang layangan Zie yang ada di tangannya dengan gulungan benang layangannya yang ada di tangan Zie.
ketiganya asyik bermain layangan di pinggir pantai dan tak lupa mereka mengabadikan momen ini dengan berfoto bersama.
drrtt.....drrttt........
Hp milik Zie bergetar. ada sebuah panggilan masuk dari Papinya. Zie langsung buru buru mengangkat telepon dari sang Papi.
"Assalamu'alaikum Pi......" salam Zie begitu panggilan tersambung.
"wa alaikum salam sayang..., Papi sudah di bandara sekarang. bisa kah kalian menjemput papi??". jawab Papi Zie.
" Lah...ko Papi udah di bandara??bukannya Nanti sore ya baru nyampenya??". tanya Zie bingung.
"Papi sudah rindu denganmu sayang makannya begitu kerjaan selesai papi langsung berangkat." jawab Papi.
"Ya sudah...,papi tunggu di bandara ya?? Zie sama Marvin segera berangkat jemput Papi sekarang."ucap Zie.
"ya sayang....kamu hati hati di jalan. jangan ngebut bawa mobilnya." pesan Papi.
"Ya pi....Assalamualaikum...." salam Zie.
"Wa alaikum salam..." jawab Papi zie.
Keduanya pun mengakhiri panggilan teleponnya. ia lalu berlari mendekat kearah Marvin dan Ken yang memang berdiri agak jauh dari Zie.
"Kak....., kita harus kebandara sekarang. Papi sudah menunggu kita disana." ucap Zie begitu berdiri didekat Marvin.
"Hah.....? Papi udah di bandara?? bukannya Nanti sore??".tanya Marvin
"udah ayo cepat, papi udah nungguin nih." ajak Zie tidak sabaran.
"Gue ikut boleh nggak??". tanya Ken.
"Boleh..., ayo....." ucap Zie langsung mengambil gulungan benang di tangan Ken dan menyerahkannya kepada Marvin sekalian gulungan benang miliknya. Zie lalu nggandeng lengan Ken dan berjalan bersama.
"eh...tunggu dong!! ini layangannya gimana??". seru Marvin yang di tinggal oleh Zie dan Ken begitu saja.
"Terserah......". jawab Zie singkat tanpa menghentikan langkah kakinya.
Marvin berlari membawa tiga gulung benang yang layang layangnya masih mengudara di atas ke penjual layangan tadi dan menyerahkan tiga gulung benang itu ke tangan penjualnya.
"Loh Mas..., mas...... layangannya ko di balikin." seru penjual itu karena Marvin sudah berlari menjauh.
"Buat Bapak." Teriak Marvin singkat sambil terus berlari mengejar Zie dan Ken yang sudah hampir sampai ke tempat parkir.
Marvin langsung masuk di kursi belakang begitu sampai diparkiran dan duduk sambil mengatur nafasnya sehabis berlari.
"Kenapa gue di tinggal sih!!". semprot Marvin sedikit kesal.
"abis lo lama sih....!!"jawab Zie sekenanya.
Ken langsung menancapkan gas mobilnya menuju Bandara untuk menjemput Tua Prabu. tadi mereka bertiga memang pergi kepantai dengan menggunakan mobil jeep rubicon warna hitam milik Ken yang sudah di modifikasi.
.
.
.
.
.
Bersambung....
.
.
.
.