
Kenzie membunyikan tlakson motor sportnya bertanda bahwa ia harus berpisah dengan Marvin di persimpangan jalan karena arah rumah mereka berbeda.
marvin yang mengetahui kode itu pun hanya mengacungkan jari jempolnya kearah kenzie tanpa mengurangi kecepatan laju motor yang ia kedarai.
tak lama zie pun sampai di rumah nenek bella.Rumah yang tidak terlalu besar berlantai dua dengan halaman yang cukup luas dengan taman kecil yang tersusun rapi.di sana juga terdapat kolam ikan dan air yang di keluar dari atas batu buatan yang jatuh langsung kedalam kolam ikan seperti air terjun tapi berukuran kecil.berbeda dengan taman yang ada di belakang rumah dekat kolam renang, disana ada beberala pohon buah seperti pohon mangga, jambu air warna merah, rambutan dan berbagai macam tanaman hias yang tersusun rapi di dalam pot.di sana juga ada sebuah lapangan yang biasa zie gunakan untuk berlatih bela diri ataupun bermain basket.di teras, di dekat kolam dan di tengah tengah taman juga di sediakan tempat duduk untuk sekedar bersantai sambil menikmati pemandangan.
setelah memarkirkan motor sportnya di tempat biasa, zie berjalan santai masuk kedalam rumah. pendengarannya menajam ketika mendengar samar samar suara seseorang yang sedang berbicara di ruang tengah tepatnya di depan tv.
"assalamualaikum...........".seru zie mengucapkan salam.
"wa alaikum salam....."jawab Nenek bella, mang diman dan mbok Nah tapi ada satu lagi.cowok tampan yang sekarang tersenyum manis kearah Zie yaitu Rizky.
"A' Rizky........"kaget zie melihat Rizky yang tiba tiba ada di rumahnya.
"Neng Zie......" ucap Rizky senang dan berdiri lalu berjalan cepat kearah zie sambil merentangkan tangannya bersiap untuk memeluk zie.
"et....et....et....mau kemana hm.....???"tanya mbok nah menghadang Rizky berjalan.
"mau peluk zie mbok bentar."jawab Rizky dengan wajah polosnya.
"enak aja main peluk peluk....,bukan muhrim.jangan nakal......."ucap mbok Nah sambil menjewer daun telinga Rizky.
"aduh....aduh....ampun mbok....sakit."Rizky meringis memegangi telinganya yang di jewer oleh mbok nah.
"makannya jangan nakal.duduk.....!!"perintah mbok Nah garang sambil melepas jewerannya.
Rizky hanya nyengir dan mengikuti perintah mbok nah untuk kembali duduk sambil mengusap usap telinganya yang terasa panas.
"Nah...kalau duduk anteng kalem gini kan jadi tambah Kasep.heheheee......."puji mbok Nah dengan suara di buat selembut mungkin lalu tertawa.
Nenek bella, Mang Diman dan Zie tersenyum melihat tingkah keduanya.benar benar sangat menghibur.
zie pamit untuk membersihkan diri terlebih dahulu.ia merasa tubuhnya sangat lengket karena habis joging di taman. setelah selesai mandi, zie langsung turun lagi kebawah dan bergabung dengan semuanya yang sedang asyik ngobrol di ruangan makan.setelah sarapan bersama, semaunya kembali duduk berkumpul di ruang keluarga.
Rizky bercerita kenapa ia bisa sampai di kota J sepagi ini.sebenarnya ia kesini bersama sang ayah ( Pak Hadi) untuk menghadiri undangan pernikahan saudaranya kemarin yang memang tempatnya agak jauh dari rumah zie.pagi ini Pak Hadi dan Rizky pun akan kembali ke kota Bandung dengan di antar oleh supir. saat melewati daerah sini, Rizky teringat dengan Kenzie yang pernah bilang kalau dia tinggal di daerah ini.
Rizky meminta sang ayah untuk mampir sebentar kerumah zie tetapi tidak pak Hadi menolak,bukannya tidak mau tapi karena ada urusan penting yang sudah menunggunya di Bandung.
akhirnya Pak Hadi mengijinkan Rizky pergi kerumah Kenzie sendiri dengan berbekal alamat yang pak Hadi minta secara langsing pada Mang Diman.
"Rizky....menginaplah di sini beberapa hari itung itung kamu liburan. Nanti biar zie yang nemenin kamu jalan jalan keliling kota."ucap Nenek bella.
"Hah....beneran boleh nyonya??"tanya Rizky tersenyum sumpringah.
"tentu saja boleh.......,panggil Bu de saja.karena nenek lebih tua dari ayahmu."ucap nenek bella kepada Rizky."surti...tolong kamu siapkan kamar tamu buat Rizky."perintah Nenek bella kepada pembantu di rumah itu.
"Siap nyah......".ucap Bi surti patuh lalu pergi masuk ke salah satu kamar tamu yang ada di lantai bawah.
setelah beberapa menit,bi suruh datang dan mengatakan bahwa kamar sudah siap untuk di tempati.nenek bella lalu menyuruh Rizky untuk beristirahat terlebih dahulu di kamar tamu.
ketiganya masuk kedalam ruang kerja nenek bella lalu Mang Diman membuka sebuah lemari kaca besar dan memencet sebuah tombol yang ada di sudut lemari itu.seketika bagian belakang lemari itu bergeser dan memperlihatkan beberapa anak tangga untuk masuk ke sebuah ruang rahasia yang baru kali ini zie melihatnya.zie di buat mengangga tak percaya bahwa di rumahnya terdapat ruang rahasia yang bahkan zie sendiri tidak pernah tau selama tinggal di rumah itu.
Zie berjalan masuk kedalam ruangan itu mengikuti Mang Diman dan Nenek bella.
ia di buat terkagum kagum dengan isi dari ruang rahasia itu.
disana terdapat monitor besar seperti layar lebar dan beberapa laptop dan alat canggih lainnya yang tersusun rapi di atas meja dan di dalam lemari.
"Zie...ini adalah ruang rahasia kami bertiga.ruangan ini biasa kami gunakan untuk mengawasi atau lebih tepatnya mengintai seseorang yang berbuat jahat dan merugikan negara.ruangan ini juga yang kami gunakan untuk membantu negara dalam menyelesaikan masalah.
meskipun kami sudah tidak aktif dalam misi agen rahasia.,tapi sesekali Negara kita meminta bantuan kapada kami untuk menyelesaikan masalah yang cukup sulit untuk dihadapi."nenek zie menjelaskan kepada zie tentang ruangan itu.
"ini sangat keren nek....."ucap Zie penuh kagum.
"Neng.......coba kamu tes kamampuan IT yang sudah kamu kuasai dengan alat alat ini."ucap Mang Diman mempersilahkan zie untuk mengoperasikan alat canggih yang ada di ruangan itu.tanpa menjawab Zie langsung duduk di kursi dan mulai mengoprasikan salah satu laptop yang ada di meja.
"sekarang coba kamu lacak dimana keberadaan ayah kamu."ucap Mang Diman.zie mengangguk lalu tangannya dengan lincah seperti menari nari di atas Keyboard.
cukup lama zie berkutat dengan laptop canggih yang ada dihadapannya hingga ia mendapatkan apa yang dia mau.
zie berhasil mendapatkan semua alamat Rumah milik ayah zie yaitu Prabu al azhar.
zie sampai pusing sendiri karena banyaknya alamat rumah yang ayahnya miliki baik di luar kota maupun luar negeri.tapi satu informasi akurat yang zie dapatkan bahwa besok ayahnya akan menghadiri sebuah pembukaan hotel berbintang yang ada di bali.
Nenek bella dan Mang Diman tersenyum puas dengan hasil yang zie temukan.kemampuan zie memang patut diacungi jempol karena baru beberapa menit ia duduk di kursi itu tapi zie sudah mendapatkan informasi yang cukup memuaskan.padahal baik Mang Diman, mbok Nah dan Nenek bella sudah pernah mencoba pencari informasi tentang Prabu al azhar tapi hasilnya nihil.
"Zie....ini adalah cincin yang mami kamu pakai dulu, nenek sengaja menjadikannya liontin di kalung ini.sepertinya ini adalah cincin pernikahan mami dan papimu karena di sana ada imisial A & P. pakailah......."perintah nenek bella sambil memberikan kalung berliontin cincin permata yang simple tapi mewah.
"Cantik sekali......"ucap Zie sambil memperhatikan cincin permata itu.
"itu bisa dijadikan salah satu bukti jika kau adalah anak tuan Prabu.,jika tetap tidak percaya maka lakukan tes DNA.karena itu satu satunya bukti yang sangat akurat dan tidak bisa di ganggu gugat."ucap Nenek bella. zie mengangguk dan memakaikan kalung itu di leher jenjangnya.
setelah itu..., Mang Diman, nenek bella dan Zie pun keluar dari ruangan itu.
dengan ijin dari nenek bella, besok pagi pagi sekali zie akan pergi ke bali bersama Mang Diman dan juga Rizky.
.
.
.
.
.