
Marvin mengantar Zie sampai di depan Restoran, ia langsung pamit pergi setelah Zie turun dari dalam mobilnya dan mengucapkan terimakasih. Zie lalu berjalan masuk kedalam Restoran mewah miliknya yang langsung di sambut oleh salah satu pelayan restoran dengan ramah.
" Slamat Datang di Kenangan resto Nona....., " ucap pelayan iku kepada Zie sambil membungkukkan setengah badannya memberi hormat.
" Pak Levin dimana....?? " tanya Zie Setelah menganggukkan kepalanya membalas sapaan anak buahnya.
"Ada di lantai tiga Nona..., ada pelanggan yang reservasi tempat di Privat room dan meminta Pak manager sendiri untuk melayaninya. " jawab Pelayang itu dengan sopan.
"Siapa yang reservasi tempatnya?? " tanya Zie lagi.
"Nona Agata dari perusahaan QA Group." jawab pelayan itu.
"ok kalau gitu gue keatas dulu...., kamu kembali bekerja. " ucap Zie lalu berjalan masuk menuju lift.
"Baik Nona...., " jawab pelayan itu sambil membungkukkan setengah badannya memberi hormat kepada Zie.
Zie menekan angka 3 begitu masuk kedalam lift khusus untuknya. ia akan menemui Levin terlebih dahulu sebelum masuk ke ruangannya sendiri.
"Ting..... " Lift yang Zie naiki berhenti di lantai tiga. ia melangkahkan kakinya keluar begitu pintu lift terbuka. Zie terus berjalan mencari keberadaan Levin disana.
Deg
" Kak Darren " gumam Zie lirih
Zie menghentikan langkahnya ketika melihat Darren sedang berpelukan dengan seorang wanita berparas cantik di depan salah satu pintu privat room. ada rasa yang tidak bisa di ungkapkan dengan kata kata yang hinggap di hati Zie saat melihat adegan yang ada di hadapannya. tiba tiba buliran air mata Zie jatuh begitu saja dari kedua matanya tapi Zie buru buru menghapusnya dengan kasar. ia dengan cepat berbalik untuk pergi dari sana.
"prang...... " suara gelas yang jatuh dan pecah berserakan di lantai, Zie menabrak salah satu Pelayang yang datang membawa minuman.
"Maaf......, " ucap Zie kepada Pelayang itu. Zie berjongkok dan membantu Pelayang itu memunguti pecahan gelas kaca itu.
"Tidak Papa Nona...., biar saya saja yang membereskan." jawab Pelayan itu karena melihat siapa yang telah menabraknya.
Tentu saja hal itu mengundang perhatian Darren yang saat itu berdiri di luar pintu Privat room bersama Agata. Nona Agata dari perusahaan QA Group memesan tempat privat room untuk bertemu dengan pengusaha muda dan tampan yang berasal dari luar negeri yaitu Tuan Muda Darren Wang.
"Zie...... " gumam Darren lirih.
Zie menoleh kearah Darren dan buru buru pergi dari sana sebelum Darren datang menghampirinya. ia berjalan cepat menuju lift pribadinya.
"Brug.... " lagi lagi Zie menabrak seseorang saat akan masuk kedalam Lift dan korbannya saat ini adalah Levin.
"Zie..... " ucap Levin sedikit terhuyung.
"Maaf kak buru buru...., jangan lupa nanti laporannya bawa keruangan gue. " ucap Zie sambil memencet tombol nomer lantai paling atas.
" Tumben banget tu anak buru buru gitu kaya di kejar kejar setan aja. "gumam Levin sambil menggelengkan kepalanya.
di dalam lift, Zie memegangi dadanya yang terasa menyesakan. begitu lift terbuka, ia berjalan dengan cepat dan masuk keruangannya. Zie langsung duduk di kursi kebesarannya sambil menutup kedua matanya dengan tangan yang bertumpu di atas meja.
"(Kenapa rasanya sakit dan menyesakkan seperti ini melihat kak Darren dengan wanita lain. seolah hati dan perasaan gue tidak suka melihatnya. apa gue cemburu?? ini tidak boleh terjadi, harusnya gue nggak boleh seperti ini. Kak Darren berhak bersama wanita manapun karena antara gue dan kak Darren tidak ada hubungan apa apa.)"batin Zie setelah menyadari perasaannya kepada Darren.
" Apa gue menyukai Kak Darren lebih dari seorang teman?? lalu gue harus bagaimana kalau ternyata kak Darren memang ada hubungan dengan wanita tadi. " ucap Zie pada dirinya sendiri.
Zie akhirnya menangis menumpahkan segala rasa sesak di dadanya. setelah itu ia masuk kedalam kamar mandi untuk mencuci wajahnya yang sembab sehabis menangis sebelum Levin datang. setelah selesai dan penampilannya kembali rapi, ia keluar dari dalam kamar mandi lalu mengambil air minum di lemari pendingin yang ada di ruangannya dan meminumnya sambil berdiri di depan jendela memandang jauh keluar.
"tok... tok..... " pintu ruang Pribadi Zie di ketuk.
"Masuk kak..... " sahut Zie
Pintupun terbuka dan masuklah seseorang dengan beberapa berkas di tangannya dan meletakkannya di atas meja. Zie masih enggan untuk membalikkan wajahnya melihat kearah Levin.
"Zie...... " sapanya yang berdiri tidak jauh di belakang Zie.
*deg
Zie langsung menoleh ketika mendengar suara berat yang memanggilnya barusan dan benar dugaannya, suara itu adalah suara Darren. orang yang datang keruangannya sambil membawa beberapa berkas laporan itu Darren, bukan Levin.
Zie menundukkan kan wajahnya tidak mau memandang wajah tampan Darren yang ada di hadapannya, Zie berjalan untuk menuju tempat duduknya tapi langkahnya tertahan oleh cekalan Darren di lengannya.
"Apa kamu cemburu?? ". tanya Darren sambil menatap Zie dengan intens meski wajah Zie masih menunduk.
Zie terdiam mendengar pertanyaan dari Darren, ia tidak bisa menjawabnya. Zie ingin menjawab iya tapi Zie sadar di antara mereka tidak ada hubungan apa apa. mau jawab tidak tapi hatinya mengatakan iya.
Darren tersenyum melihat Zie terdiam. kini ia yakin bahwa Zie memiliki perasaan yang sama seperti apa yang Darren rasakan.
"Zie.... lihat aku.... " ucap Darren meraih sebelah pipi Zie agar menghadap kearahnya. "Apa kau cemburu melihat aku bersama wanita itu?? ". tanya Darren lagi. kini kedua pasang mata itu saling bertatapan. tangan Darren masih setia berada di sebelah pipi Zie dan sesekali mengelus pipi itu dengan ibu jarinya. Darren bisa melihat mata Zie yang sedikit memerah dan ia yakin Zie habis menangis.
" Aku.....," Zie tidak tau harus berkata apa. "tidak Kak....., Kakak berhak bersama wanita manapun yang kakak sukai. " jawab Zie sambil memaksakan senyumnya berusaha menyembunyikan perasaannya.
"Tidak Zie...., kamu berhak atas diriku. kamu berhak melarang ku jika kamu tidak suka dengan apa yang aku lakukan dan aku akan selalu menuruti apa yang kamu mau. " ucap Darren menatap Zie dengan penuh cinta.
"kenapa begitu kak.....? " tanya Zie.
" Karena aku menyayangimu Zie, aku menyayangimu lebih dari seorang teman, aku menyayangimu melebihi rasa sayang adik dan kakak. aku sangat menyayangimu Zie. I love you......... " ucap Darren yang akhirnya mengungkapkan isi hatinya kepada Zie.
Zie masih terdiam mendengar ungkapan hati Darren..., ia masih tidak percaya bahwa Darren mencintainya.Zie tidak menyangka Darren memiliki perasaan yang sama dengan yang ia rasakan. Zie berusaha keras mengontrol debaran hatinya yang tidak karuan.
melihat reaksi Zie yang hanya diam saja, Darren pun menundukkan wajahnya. mungkin ia terlalu percaya diri telah beranggapan bahwa Zie memiliki perasaan yang sama dengannya. meskipun kecewa tapi Darren tidak akan memaksa jika ternyata Zie tidak mencintainya.
"I Love you too kak....... " ucap Zie tiba tiba saat keheningan tercipta di antara keduanya.
Darren yang menunduk langsung mengangkat wajahnya mendengar ucapan Zie. ia bisa melihat senyum manis yang menghiasi wajah Zie tapi Darren masih tidak percaya dengan apa yang barusan ia dengar.
"Apa.....?? barusan kamu bilang apa?? ". tanya Darren dengan menatap Zie dengan penuh cinta.
" I love you too...... " ucap Zie malu malu karena di tatap begitu dalam oleh Darren.
Darren sangat senang mendengarnya, senyumnya bahkan terus mengembang tidak mau berhenti.
"Katakan sekali lagi Zie..... " perintah Darren.
"I Love you kak....., aku mencintaimu..... " ucap Zie lagi menuruti kemauan Darren.
entah mengapa kata kata dari Zie itu terdengar sangat indah dan membuat hati Darren merasa sangat bahagia. Darren langsung memeluk Zie dengan erat, mendekap nya penuh sayang.
"I love you Zie...., aku sangat mencintaimu... " bisik Darren di dekat telinga Zie tanpa melepas pelukannya.
keduanya berpelukkan cukup lama saling mengungkapkan rasa sayang mereka melalui sebuah pelukan. terlihat jelas binar bahagia di wajah keduanya. tidak ada kata kata yang mampu mengungkapkan kebahagian yang mereka rasakan saat ini.
.
.
.
.
bersambung....
.
.
.
.