Kenzo, Kenzie & Kenzio

Kenzo, Kenzie & Kenzio
Bubur ayam



Seperti biasa setiap hari minggu Zie akan pergi pagi pagi untuk sekedar berolah raga. kali ini, Zie tidak bersama Marvin karena Marvin bilang ia akan pergi olah raga bersama Cerry. Zie pergi ke sebuah gelanggang olah raga yang cukup terkenal di kota J. saat ini ia pergi dengan menggunakan mobil sportnya di temani Mif yang berperan sebagai sopir pribadi Zie. olah raga yang Zie pilih kali ini adalah bermain tenis sehingga Zie memakai baju olah raga dengan bawahan rok pendek makannya ia pergi menggunakan mobil.


"Nona, apa perlu saya menemani Nona juga untuk bermain tenis.?" tanya Mif yang sedang sibuk menyetir.


Mif selalu berbicara dengan bahasa formal kepada Zie meskipun mereka berada di luar lingkungan kerja. Zie sudah berkali kali menegur Mif untuk bersikap non formal saja jika mereka sedang bersantai seperti sekarang misalnya. tapi Mif tidak mau, ia merasa tidak enak dan merasa tidak menghormati Zie jika berbicara dengan bahasa Non formal. lelah menegur akhirnya Zie membiarkannya, senyaman Mita saja lah mau berbicara dengan bahasa apa yang penting masih bisa di mengerti begitu pikir Zie.


"tidak perlu Mita, nanti di sana juga gue bakalan dapat teman main." jawab Zie


setelah Mif memarkirkan mobil, Zie dan mita turun dan berjalan bersama menuju lapangan tenis. disana sudah ada beberapa orang yang sedang bermain tenis. setelah menunggu giliran, Zie akhirnya bermain bersama seorang gadis seumuran Zie. keduanya terlihat asyik saling memukul bola secara bergantian dengan menggunakan raket khusus tenis lapangan dengan bersemangat. Mif hanya duduk di kursi yang tersedia di pinggir lapangan untuk menyaksikan permainan Nona Bosnya. Mif bahkan sudah menyediakan sebotol air mineral dan handuk kecil untuk mengelap keringan Zie.


"Nona..., matahari sudah mulai naik, pakailah topi ini." ucap Mif memberikan sebuah topi kepada Zie ketika Zie datang menghampiri Mif di pinggir lapangan untuk minum dan mengelap keringat yang membasahi wajah cantiknya.


"makasih....," ucap zie tersenyum manis.


Zie baru menyelesaikan satu kali permainan tenisnya, masih ada sekali lagi untuk ia bermain bersama teman barunya. setelah minum dan mengelap keringatnya, Zie kembali kelapangan untuk memulai permainan babak kedua.


"Zie.., kita selfy dulu yuk...," ajak teman baru Zie (Susan) yang bermain tenis bersamanya.


mereka sudah menyelesaikan permainan tenisnya dan sekarang keduanya tengah bersantai di pinggir lapangan.


"boleh...., " jawab Zie.


mereka berdua pun foto bersama menggunakan Hp Zie.



"Coba liat....,"ucap Susan ingin melihat hasil foto mereka. "ih bagus..., gue mau dong fotonya? kirim ke gue.." ucap Susan lagi setelah melihat hasil foto mereka.


"sini nomer lo, biar gue kirim fotonya ke hp lo." jawab Zie.


Susan pun memberikan nomer hp nya kepada Zie. setelah nomer susan di save oleh Zie, tak lama kemudian foto itu pun masuk kedalam Hp susan melalui pesan singkat.


"Makasih ya Zie...., ya udah kalau gitu gue cabut dulu nggak papa kan??". ucap Susan.


"nggak papa ko.... lagian gue juga ada yang nungguin tuh." jawab Zie tersenyum


"Cowok lo ya?" tanya Susan.


" Bukan, dia saudara gue." jawab Zie.


"ow...kirain, ya udah...gue cabut ya. semoga kita bisa ketemu lagi. gue seneng bisa olah raga bareng lo." pamit Susan.


"iya..., gue juga. hati hati di jalan ya Susan." ucap Zie dan keduanya pun berpisah.


Zie mengajak Mif untuk langsung pulang karena Zie ingin segerah membersihkan diri. badannya sudah terasa sangat lengket dan gerah karena berkeringat.


"Mita, nanti tolong mampir di penjual bubur ayam ya?? gue lagi pengen makan bubur ayam." ucap Zie kepada Mif. keduanya tengah berada di dalam mobil untuk pulang kerumah.


"Siap Nona....," jawab Mif singkat.


tak berselang lama mobil yang mereka naiki berhenti di depan sebuah gerobak penjual bubur ayam yang ada di pinggir jalan.


"mau di bungkus atau makan disini Nona?". tanya Mif kepada Zie sebelum turun dari mobil.


"Kita makan bareng disini aja ya?". tanya Zie.


"iya Nona...," jawab Mif.


keduanya lalu turun dari dalam mobil dan berjalan masuk kedalam tenda penjual bubur ayam. kini Zie dan Mif duduk saling berhadapan.


"Nona mau minum apa??". tanya Mif kepada Zie.


Mif mengangguk mengerti dan memesan dua mangkuk bubur ayam dan dua teh manis panas kepada penjual bubur.


setelah pesanan mereka jadi, keduanya pun memakan bubur itu secara berlahan karena bubur itu juga masih panas.


"Tuling....... " terdengar suara notif dari hp Zie.


Zie menghentikan aktifitas makannya untuk melihat siapa yang mengirim pesan dan ternyata itu dari Papinya yang berpesan untuk membelikan bubur ayam ketika pulang nanti.


Zie tersenyum membaca pesan dari papinya, ternyata ia dan Papinya memiliki keinginan yang sama saat ini yaitu bubur ayam. setelah membalas pesan dari Papinya, Zie meletakkan Hp nya kembali dan melanjutkan makannya.


"Pak...tolong bungkusin bubur ayam satu ya?". Zie memesan bubur ayam satu lagi pada penjual bubur.


"Baik Neng. tapi tunggu sebentar ya mamang buatin yang udah pesen duluan" jawab Penjual itu.


"iya pak..." jawab Zie lalu menghabiskan makannya.


"Nona tunggu saja di mobil, biar saya yang disini menunggu bubur ayam nya selesai di buatkan." ucap Mif setelah melihat Zie menghabiskan minumnya setelah menghabiskan buburnya juga.


"ya udah..., gue tunggu di mobil ya. makasih sebelumnya" ucap Zie tersenyum manis.


Mif mengangguk lalu menekan remot mobil untuk membuka kunci pintunya.


Zie keluar tenda penjual bubur dan berjalan mendekati mobilnya. saat ingin membuka pintu mobil, ia melihat ada seorang anak perempuan kecil yang umurnya kira kira sepuluh tahunan tiba tiba menyebrangi jalan tapi Zie juga melihat ada pengendara motor dengan kecepatan tinggi mendekat kearahnya.


Zie membulatkan matanya melihat hal itu.


"AWAAASS..........." Teriak Zie dan sesegera mungkin berlari kearah gadis kecil itu tanpa memikirkan keselamatan dirinya sendiri.


Zie berhasil meraih tangan anak kecil itu dan menariknya kedalam dekapannya. jarak pengendara motor sangatlah dekat dengan anak kecil itu. Zie tidak bisa membawa anak itu lari ketepi jalan. yang dia lakukan berdiri diam sambil memeluk anak kecil itu dan memejamkan matanya pasrah.


"NONA TIDAAAAKKK...........!!". teriak Mif yang melihat posisi Zie di tengah jalan dengan sepeda motor yang sudah sangat dekat dengan Zie.


ciiit....... braaakkk!!!!!


Terdengar decitan dan gebrakan yang cukup keras membuat beberapa orang yang melihat kejadian yang tiba tiba itu berteriak histeris. Jantung Mif serasa ingin lepas dari tempatnya melihat itu semua. kakinya melemas dan nafasnya seolah tercekat di tenggorokan.


setelah beberapa menit, Mif pun tersadar dan segera berlari kearah Nonanya.


"Nonaaaaa..........." seru Mif lagi


.


.


.


.


Bersambung....


.


.


.


.