Kenzo, Kenzie & Kenzio

Kenzo, Kenzie & Kenzio
Tidak sengaja bertemu



Pagi ini Kenzo, Kenzie & Kenzio telah bersiap untuk kembali ke kota j .


kemarin berkat bantuan mang Diman, makan maminya zie akhirnya selesai di perbaiki.Mang Diman juga berpesan kepada pak Mudi sebagai menjaga makan agar merawat makam mami zie dengan baik karena sewaktu waktu mereka pasti akan kembali kesana lagi dan sebagai imbalannya zie akan mengirim sejumplah uang setiap bulannya melalui via tranfer kepada pak Mudi. tentu saja hal itu langsung di sanggupi oleh pak Mudi dengan senang hati.


Mang Diman, Kenzo, Kenzie & Kenzio sudah memasukkan barang bawaannya kedalam mobil masing masing.


kini saatnya mereka berpamitan kepada Pak Hadi dan Rizky yang sudah berbaik hati menyediakan tempat untuk mereka semua menginap.


"Pak Hadi...,Rizky..., terimakasih banyak sudah mengijinkan kami untuk tinggal di sini.kami pamit pulang dulu.....,maaf sudah merepotkan."ucap Mang diman mewakili semuanya.


"Sama sama Diman.,jangan sungkan.saya senang kalian datang kemari.nanti kalau aja waktu luang berkunjung lah lagi kemari."jawab Pak Hadi.


"ya....,Pasti kami akan berkunjung kesini lagi nanti, kalau tidak...,pak Hadi dan Rizky saja yang main ke kota J...??rumah kami selalu terbuka untuk kalian."ucap Mang Diman tersenyum ramah.


"hahahaaa....boleh boleh...terimakasih sebelumnya."jawab Pak Hadi.lalu keduanya bersalaman dan berpelukan.begitu juga Rizky uang bersalaman dengan mang diman.


"Pak Hadi..., Kenzo, Kenzie dan Kenzio pamit pulang dulu ya??Terimakasih untuk semuanya".ucap Kenzo mewakili sahabat sahabatnya.


Rizky tercengang mendengar Ken menyebutkan nama mereka satu bersatu.ia baru tahu kalau nama ketiga teman barunya itu hampir mirip karena hanya nama panggilan saja yang ia tau selama mereka tinggal dirumahnya.


"iya Nak......,kapan kapan main lagi kesini ya".?jawab pak Hadi ramah.


"Insya allah pak.....,"jawab Ken tersenyum lalu bersalaman dengan Pak Hadi di ikuti Zie dan Zio.


"saya teh baru tau kalau nama kalian ternyata hampir mirip.keren ya threeple Ken?"ucap Rizky sambil terkekeh menyambut uluran tangan Ken, zie dan zio untuk bersamamu secara bergantian.


"kapan kapan main ke kota J ya a' Rizky."ucap Zie tersenyum manis.


"pasti neng...,nanti kalau a' Rizky udah wisuda pasti main kesana.kalau sekarang belom bisa soalnya lagi sibuk sama skripsi."jawab Rizky.


"ok deh...nanti kabari aja ya.semoga skripsinya cepat selesai dengan baik".ucap Zie


"siap neng......,Aamiin..."jawab Rizky.


setelah berpamitan...,mereka semua akhirnya kembali ke kota J pukul 11 siang karena sebelum pergi, Zie menyempatkan diri pergi kepasar terdekat bersama Mang Diman berbelanja kebutuhan pokok selama seminggu untuk di berikan kepada pak Hadi sebagai ucapan terimakasih karena sudah berbaik hati mengijinkan mereka tinggal disana.ini semua inisiatif zie, karena pak Hadi sendiri tak mau menerima amplop berisi sejumplah uang yang Mang Diman berikan.


jam sudah menunjukkan waktunya makan. siang....,Mang Diman membelokkan mobilnya di sebuah restoran makanan khas sunda untuk makan siang terlebih dahulu karena perjalanan mereka masih cukup jauh. mobil Zio yang ada di belakang juga mengikuti kemana mobil zie berhenti.ke empatnya turun dari mobil dan masuk kedalam restoran itu.


kini mereka sedang menikmati makan siang bersama dengan sangat lahap,makanan khas sundha nasi liwet anget, sambel, macam macam lalapan dan lain sebagainya.komplit pokoknya.menu di restoran itu memang terkenal sangat enak. apalagi cara penyajiannya yang menggunakan alas daun pisan dan cara makannya dengan menggunakan tangan secara langsung yang tentunya sudah cuci tangan hingga bersih, membuat makanan jadi terasa lebih nikmat dan sedap. berbeda jika berada dikota J, menu makanan paling enak dan di gemari oleh banyak konsumen adalah restoran milik zie sendiri.



"Ah....puasnya......"ucap Ken sambil meminum es jeruknya setelah selesai dengan acara makan siang mereka.


"iya.....perut gue jadi buncit karena makan banyak".jawab Zio yang duduk bersandar sambil mengelus perutnya yang kekenyangan lalu mengelap keringat yang bercucuran karena habis makan sambal yang cukup pedas.


zie dan Mang diman hanya terkekeh melihat kelakuan kedua pemuda tampan duduk tak berdaya karena kekenyangan dengan keringat yang mengalir membasahi pelipis keduanya.


setelah cukup lama mereka beristirahat di Restoran itu, akhirnya mereka kembali melanjutkan perjalanan setelah membayar semua makanan.


"Biar gue aja yang bayar ke kasir....,skalian mau ketoilet."ucap Zie langsung beranjak dari duduknya dan pergi kearah kasir terlebih dahulu baru ke toilet.


zie keluar dari toilet langsung berjalan dwngan santai menuju pintu keluar restoran.


"Bugh......"seseorang menabrak bahu Zie yang membuatnya sedikit terhuyung tetapi tidak sampai terjatuh karena zie berhasil menguasai keseimbangan tubuhnya.


Berkas yang berada ditangan orang itu terjatuh hingga beberapa lembar kertas yang ada di dalamnya betebaran di lantai.


"Maaf Nona....saya tidak sengaja. saya sedang buru buru."ucap seorang laki laki paruh baya dengan stelan jas rapi yang membalut di tubuhnya.sangat karismatik dan berwibawa sekali.hanya dengan melihatnya saja bisa diketahui bahwa ia seorang pengusaha.tanpa meihat zie orang itu langsung berjongkok mengambil berkas berkas penting miliknya yang berjatuhan.


"tidak apa apa Tuan...."jawab Zie tersenyum ramah.lalu membantu orang itu mengambil kertas yang berserakan di lantai.lalu menyerahkannya.


"Terimakasih....."ucap Orang itu tulus sambil menerima kertas yang zie pegang lalu orang itu memandang kearah zie.


"sama sama tuan.,lain kali hati hati ya.permisi........"ucap Zie dengan ramah dan sopan tak ketinggalan senyum manis yang selalu menghiasi sudut bibirnya.


"Deg........."jantung orang itu berdetak lebih cepat. hatinya terasa bergetar saat orang itu melihat gadis belia yang ada dihadapannya.wajah, mata, hidung dan senyumnya benar benar membuat orang itu diam terpaku.ia terus memandang kearah zie yang berjalan keluar restoran.


satu Nama yang terlintas di pikiran orang itu adalah Ayu sita sang istri tercinta yang hilang belasan tahun yang lalu dan sampai sekarang belum diketahui keberadaannya.


mengingat nama istrinya, orang itupun tersadar dan langsung berjalan cepat menuju kearah pintu keluar restoran untuk mengejar gadis belia itu yang tak lain adalah zie.sayangnya Mobil zie dan zio sudah berjalan meninggalkan area parkir.


"Tuan Prabu.....,meeting akan segera di mulai."ucap seseorang yang juga berpakaian jas rapi seperti tuannya.ia sudah berdiri di dekat atasannya.


ia adalah asisten pribadi tuan prabu.ya...orang yang tadi bertabrakan dengan zie adalah Prabu al Azhar pengusaha tersukses di segala bidang yang merupakan suami dari Ayu sita yang tak lain adalah orang tua kandung zie.


Tuan Prabu masih sibuk mengedarkan pandangannya kesana kemari mencari seseorang yang baru saja ia temui.tak ada sepatah katapun yang keluar dari tuan prabu.rasanya suaranya tercekat begitu saja di tenggorokan dengan mata yang berkaca kaca.


"Tuan....apa anda baik baik saja??".tanya zaki asisten pribadi Tuan Prabu.ia khawatir melihat kondisi Tuannya saat ini.


Tuan prabu hanya menggelangkan kepalanya sebagai jawaban.


melihat kondisi tuannya yang kurang baik, zaki membawa tuan Prabu masuk kedalam mobil dan memberinya sepotol air mineral untuk sedikit menenangkan tuannya, atas perintah Tuannya zakipun membatalkan meeting hari ini yang di adakan di restoran makanan khas sundha tadi.


.


.


.


.


Prabu al azhar



.


.


.