Kenzo, Kenzie & Kenzio

Kenzo, Kenzie & Kenzio
Daren Wang



Marvin terbangun dari tidurnya setelah semalam mabuk berat. saat ini ia berada disebuh kamar yang memang tersedia di bar semalam ia kunjungi. bartender disana memang sudah cukup mengenal Marvin karena sebelum Ke Amerika, Marvin memang sering berkunjung ketempat itu dan bermalam di salah satu kamar disana jika ia sedang Mabuk.


setelah mengumpulkan kesadarannya Marvin langsung bergegas kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri.


setelah dari kamar mandi, marvin mengeceh Hp nya terlebih dahulu sebelum memakai pakaiannya. Matanya membulat sempurna kala membaca pesan dari Kenzie yang memberitahunya bahwa saat ini Zie sedang berada di Rumah sakit.


Cepat cepat Marvin memakai pakaiannya dan segera pergi kerumah sakit. Pikiran Marvin sudah kemana mana membayangkan hal buruk yang zie lakukan semalam sehingga harus di larikan kerumah sakit. padatnya lalu lintas dijalan raya itu membuat taksi yang Marvin tumpangi saat ini harus terjebak macet yang cukup lama.


begitu sampai di rumah sakit Marvin langsung berlari masuk setelah membayar ongkos taksi.


"Tuan kembaliannya......." panggil sopir taksi itu karena penumpangnya pergi begitu saja.


"Ambil saja buat Bapak....." seru Marvin dan langsung masuk kedalam rumah sakit.


Marvin berlari ke arah lift untuk menuju lantai tiga di mana ruang rawat VIP yang Zie sebutkan berada. setelah berlari melewati lorong rumah sakit akhirnya Marvin menemukan ruang rawat itu, dengan sedikit kasar Marvin membuka pintu itu tanpa permisi.


braaakk.........


Dokter dan suster yang berada di dalam pun cukup terkejut dengan kedatangan seseorang dengan tiba tiba.


"Kenzieee.........." ucap Marvin sambil berjalan masuk.


Marvin terkejut melihat dokter yang sedang memeriksa seorang pria disana. lalu di mana Kenzie di rawat?? tanya marvin dalam hati.


"Maaf dokter......saya salah kamar." ucap Marvin merasa bersalah karena telah mengganggu dokter yang sedang memeriksa pasien yang sepertinya baru saja siuman.


dokter itu tersenyum dan mengangguk memaklumi kelakuan Marvin yang mungkin memang sedang panik menghawatirkan seseorang.


"Apa tuan sedang mencari Nona Kenzie??". tanya perawat yang mendampingi dokter itu karena tadi sempat mendengar Marvin menyebut nama Kenzie.


"iya suster..... apa anda tau di mana ruang adik saya di rawat??". tanya Marvin


" Anda tidak salah kamar Tuan, Nona Kenzie ada disini." ucap suster itu sambil menyibakkan tirai di samping brangkar pasien pria itu.


terlihat sebuah prangkar dengan pasien yang memejamkan matanya dengan tenang meskipun ada kegaduhan di sekitarnya tetapi hal itu tidak membuat pasien itu terusik sama sekali.


"Kenzie......," Panik Marvin langsung mendekat kearah Zie. "Apa yang terjadi dengan adik saya dokter.?" tanya Marvin. ia memandang wajah Zie yang masih terlihat pucat.


"Nona Kenzie baik baik saja Tuan, dia hanya sedang tidur efek obat yang saya berikan untuk memulihkan kondisinya seperti semula karena semalam Nona Kenzie telah mendonorkan darahnya cukup banyak untuk menolong Tuan ini di atas meja operasi." jawab Dokter menjelaskan dengan tenang. lalu dokter itupun pamit untuk memeriksa pasien lain.


"Syukurlah......," ucap Marvin merasa lega.


ia sangat tau bagaimana sifat adik angkatnya ini..., dia memang baik hati yang selalu mau menolong siapapun yang membutuhkan pertolongan meskipun tidak saling kenal. "Menolong orang lain yang sedang kesusahan itu jangan setengah setengah". itulah kata kata yang pernah Zie ucapkan kepada Marvin.


"Cepatlah pulih Zie..., jangan bikin gue khawatir.....". ucap Marvin sambil mengusap puncak kepala Zie dengan sayang.


interaksi kakak beradik itu tidak lepas dari perhatian sepasang mata yang sedang berbaring setengah duduk sambil menikmati bubur yang suster suapi untuk orang itu.


"(siapa gadis kecil itu??, mengapa dia begitu baik padaku padahal kami tidak saling kenal dan tidak pernah bertemu sebelumnya?? , mengapa dia mau menolongku dan mau mendonorkan darahnya begitu banyak hingga membahayakan nyawang sendiri demi menyelamatkan nyawaku?? apakah benar dia malaikat yang di kirim tuhan untuk menyelamatkanku?? ". Batin orang yang telah Zie tolong. banyak pertanyaan yang muncul di dalam benak orang itu tentang siapa gadis kecil yang telah menolongnya semalam.


Lamunan orang itu buyar ketika mendengar suara suster yang menyuapinya pamit untuk keluar ruangan. orang itu bahkan tidak terasa telah menghabiskan makanannya dan telah meminum obat yang suster itu berikan.


setelah suster itu pergi, Marvin pun menghampiri orang yag telah di tolong oleh Kenzie.


"Bagaimana kondisi anda Tuan?? apakah semuanya baik baik saja??" tanya Marvin dengan sopan.


"Dia Kenzie adik saya, dan Saya Marvin. Anda......??". tanya Marvin lalu menarik sebuah kursi dan mendudukan dirinya disana.


"Ah....saya Daren Wang, anda bisa memanggil saya Daren saja." jawab Orang itu memperkenalkan diri kepada Marvin.


"sepertinya Tuan Daren bukan asli orang sini ya?? lalu bagaimana bisa Tuan bertemu dengan Zie??". tanya Marvin penasaran.


Akhirnya Daren menceritakan awal mula kedatangan di negara ini.


Daren adalah asli orang korea yang sedang melakukan perjalanan bisnis di negara ini, bahkan dia juga memiliki sebuah perusahaan yang cukup besar di kota ini. malam itu Daren baru saja memenuhi undangan makan malam dari salah satu pemilik perusahaan yang melakukan kerjasama dengannya tapi di perjalanan pulang tiba tiba Daren di serang oleh banyak orang dengan pakaian yang sama yang Daren yakini bahwa mereka adalah pembunuh bayaran.


Daren yang hanya seorang diri di serang oleh banyak orang pun akhirnya kewalahan apa lagi Daren tidak memiliki persiapan senjata sama sekali sehingga ia memilih menyelamatkan dirinya dengan untuk melarikan diri. aksi kejar kejaranpin terjadi antara mobil Daren dan lima mobil hitam yang mencoba untuk mencelakai dirinya.


Mobil duren terus di serang denga tembakan yang bertubi tubi hingga Daren oleh dan mobilnya pun menabrak pembatas jalan dan terbalik. beruntung Daren selamat dan bisa keluar dari dalam mobil sebelum mobil itu akhirnya meledak.


Daren yang melihat ada beberapa mobil yang mengejarnya tadi mendekat kearah kobaran api yang melahap mobilnya pun mencoba terus berusaha melarikan diri meskipun dengan susah payah. beruntung Daren bertemu Zie dan Zie langsung membawa pergi dirinya kerumah sakit dan berhasil lolos dari kejaran orang orang jahat itu.


"Tapi tuan..., sepertinya saya harus segera pergi dari rumah sakit ini. saya yakin mereka sedang mencari saya saat ini dan secepatnya mereka pasti akan menemukan saya disini. saya tidak mau Anda dan adik anda terlibat dalam masalah saya." ucap Daren.


"jangan panggil saya Tuan, panggil Marvins aja karena sertinya usia anda lebih tua dari saya."protes Marvin.


"baiklah.... kalai begitu anda juga jangan memanggil saya dengan embel embel Tuan. cukup Daren saja." Daren juga protes.


"Baik lah...bagaimana kalau saya memanggil anda dengan sebutkan kakak?? Kak Daren??".tanya Marvin.


"Tidak begitu buruk...." jawab Daren terkekeh kecil.


"Bagaimana Bisa kak Daren pergi dari sini sedangkan kakak sendiri baru siuman pasca operasi. luka jahitan Kak Daren masih sangat baru. Dokter pasti tidak akan mengijinkan kakak pergi dari sini.itu terlalu beresiko." ucap Marvin.


"Kau benar..., tapi aku tidak bisa terus berdiam diri seperti ini. mereka akan segera menemukanku dan aku tidak mau kalian berdua terlibat dalam masalahku. lebih baik setelah Nona Kenzie bangun, kalian berdua harus segera pergi dari sini. aku tidak mau membuat nyawa kalian dalam bahaya." ucap Daren bersunguh sungguh.


keduanya terdiam memikirkan langkah apa yang tepat untuk menyelamatkan mereka semua. tanpa mereka sadari ternyata Kenzie sudah bangun dari tidurnya sedari tadi dan mendengarkan semua yang di bicarakan oleh mereka berdua. Kenzie pun ikut memikirkan apa yang harus di lakukan untuk menyelamatkan mereka semua.


.


.


.


.


.bersambung........


.


.


.


.


*Daren Wang