
Sesampainya di tempat parkir khusus di kantornya, Zie langsung berjalan kearah mobil berwarna kuning kebanggaannya. mobil pertama yang Zie miliki dengan hasil usahanya sendiri. ia mengumpulkan uang sedikit demi sedikit dan akhirnya uang tabungannya itu cukup untuk membeli mobil yang ia inginkan.
"Gruuum.....Gruumm......" suara mobil Zie saat gas nya ia mainkan. lebih mirip dengan suara mobil balap dan Zie memang suka itu.
Zie lalu mulai melajukan mobilnya secara berlahan keluar dari area Parkir khusus di perusahaannya setelah menyalakan musik yang akan menemaninya di sepanjang perjalanan pulang. ia menambah kecepatan laju mobilnya begitu memasuki jalan raya.
"Semuanya masih tetap sama....,Rizky memang pintar merawat mobil kesayanganku." ucap Zie pada dirinya sendiri.
Zie mengemudi mobilnya dengan gembira dan sesekali ikut bernyanyi mengikuti alunan musik yang terdengar di dalam mobipnya itu. sudah lama ia tidak mengendarai mobil kebanggaannya ini.
tiba tiba Hp Zie berbunyi di sertai getaran dan lampu layar yang berkedup kedip. ada nama Mang Diman yang tertera di layar HP nya.
Zie menepikan mobilnya untuk menerima telepon karen berbahaya jika mengemudi sambil teleponan.
"Hallo Mang....." jawab Zie begitu mengangkat telepon dari Mang Diman.
"Hallo Neng....., Neng Zie dimana??, Mamang baru saja dapat kabar kalau Rizky kecelakaan Neng. sekrang sudah di bawa ke rumah sakit. ini Mamang sama Mbok Nah mau otw kesana." ucap Mang Diman memberi kabar kepada Zie.
"APA..!?!, Kecelakaan? lalu bagaimana kondisi Rizky Mang?". Tanya Zie terkejut.
Untung Zie sudah menghentikan mobilnya di tepi jalan. jadi ia tidak harus ngerem mendadak karena kaget.
"Ya Neng..., akatanya mobil yang Rizky kendarai melewati pembatas jalan dan menabrak tiang listrik yang ada di pinggir jalan. Mamang belum tau kondisi Rizky pastinya seperti apa. tapi tadi kata polisi yang mengabati mamang, Rizky dalam keadaan pingsan dan sedang di larikan ke Rumah sakit terdekat". jawan Mang Diman.
"Ya tuhan......, Semoga Rizky baik baik saja. Zie langsung kesana Mang." Ucap Zie lalu keduanya mengakhiri panggilan.
Zie lalu putar balik arah mobilnya untuk menuju ke Rumah sakit. tidak lupa ia mengirim pesan singkat kepada Sang Papi bahwa ia pulang telat hari ini.
"(kenapa Rizky bisa sampai kecelakaan seperti ini? perasaan selama ini Rizky selalu nyetir mobil dengan baik. dia nggak pernah ugal ugalan di jalan? apa ini ada hubungannya dengan orang yaang ingin mencelakai gue?? kan Rizky yang pake mobil Gue tadi.??Ya tuhan....., semoga Rizky baik baik saja" ucap Zie dalam hati.
Sepanjang perjalanan Zie menuju Rumah sakit, pikirannya terus berkecambuk memikirkan hal hal yang mungkin saja menjadi penyebab Rizky kecelakaan. hati nya benar benar merasa tidak tenang sekarang.
Zie membelokkan mobilnya masuk kedalam area rumah sakit. mobilnya terus berjalan masuk dan berhenti di parkiran. sebelum turun dari dalam Zie menghubungi Darren terlebih dahulu.
"Hallo Kak....., apa kau sibuk??" tanya Zie begitu teleponnya tersambung dengan Darren.
"Tidak...., kenapa Zie??". tanya Darren.
"Bisakah kau ke rumah sakit Medika??". tanya Zie.
"Rumah sakit??? ada apa Zie?? kau baik baik saja kan??. " tanya Darren panik. ia takut kalau Zie kenapa kenapa.
"Aku baik baik saja Kak..., tapi temanku yang tidak baik baik saja. temanku membawa mobilku dan dia mengalami kecelakaan. aku takut kalau hal itu berhubungan dengan orang yang ingin mencelakaiku.". jawab Zie menjelaskan.
Darren yang memang sedang berkendara di jalan pun langsung tertuju pada papan tulisan yang ada di sebuah bangunan besar di depan sana yang bertuliskan RS. MEDIKA.
ia lalu membelokkan mobilnya masuk kearea rumah sakit itu.
"Baik lah...., Kakak sudah sampai di Rumah sakitnya." jawab Darren.
"Cepat sekali..., aku juga baru sampai, Aku tunggu di parkiran kak." ucap Zie lalu keduanya mematikan sambungan telepon.
Zie keluar dari dalam mobilnya dan langsung melihat sebuah mobil mewah yang baru saja terparkir tidak jauh darinya. Zie langsung berjalan dan menghampiri sang empunya mobil mewah itu yang tidak lain adalah Darren.
"Zie...., bagaimana kondisi temanmu??". tanya Darren setelah turun dari mobil dan memencet remot kecil untuk mengunci mobilnya.
"belum tau kak....,." jawab zie dengan wajah khawatir.
"kamu tenang ya...., semoga teman kamu baik baik saja." ucap Darren berusaha menenangkan Zie dengan memberi sebuah pelukan kepada Zie. Zie mengangguk dalam dekapan yang membuatnya cukup tenang dan nyaman. "Ayo masuk...."ajak Darren setelah pelukannya terurai.
Zie kembali mengangguk dan berjalan bersama Darren masuk kedalam Rumah sakit di mana Rizky di rawat. keduanya berjalan menuju ruang UGD karena Rizky masih dalam penanganan dokter.
"Mang Diman..., Mbok Nah...." ucap Zie yang melihat mereka sedang duduk di kursi yang ada di depan ruang IGD.
Zie menyalami tangan keduanya di ikuti Darren uang juga melakukan hal yang sama seperti Zie. padahal Darren sendiri tidak mengenal kedua orang itu tapi melihat Zie yang sangat menghormati mereka Darren bisa menyimpulkan kalau mereka orang yang cukup dekat dengan Zie.
"Gimana keadaan Rizky mbok....??". tanya Zie yang ikut duduk di sebelah mbok Nah di ikuti Darren yang ikut duduk di sebelah Zie.
Mbok Nah juga terlihat sedih dan khawatir pada anak angkatnya itu. Ya....., semenjak Rizky memutuskan untuk tinggal bersama mereka, Mang Diman dan Mbok Nah mengangkat Rizky sebagai anak mereka.
tak lama pintu ruangan UGD terbuka, keluarlah dokter yang memeriksa Rizky.
"Keluarga Tuan Rizky....??". tanya Dokter
"Ya dok.., Kami orang tuanya. bagaimana kondisi Rizky dokter.?". tanya Mang Diman seraya berdiri dari duduknya.
begitu juga Mbok Nah, Zie dan Darren yang juga bangun dari duduknya. mereka semua ingin tau bagaimana kondisi Rizky saat ini.
"Kondisi Tuan Rizky baik baik saja. tidak ada yang perlu di khawatirkan. hanya saja Tuan Rizky harus mendapat jahitan di keningnya karena lukanya cukup dalam akibat terbentur setir mobil." jawab Dokter yang memeriksa Rizky.
"Syukurlah........" ucap semua bernafas lega karena Rizky baik baik saja.
"Apa kami bisa menemui Rizky sekarang dokter??". Tanya Zie.
"Bisa tapi setelah pasien di pindah ke ruang rawat inap ya....?".jawab Dokter dan setelah itu brangkar yang membawa Rizky pun keluar dengan di dorong dua perawat untuk di pindahkan ke ruang rawat inap. "kalau begitu saya permisi dulu...." pamit Dokter.
"Terimakasih dokter." jawab Zie dan dokterpun mengangguk sambil tersenyum.
Mang Diman, Mbok Nah, Zie dan juga Darren berjalan mengikuti brangkar Rizky menuju ruang rawatnya. setelah sampai dua perawat itu pun pergi meninggalkan ruangan itu. Rizky sudah sadarkan diri tapi saat ini ia sedang tertidur karena pengaruh obat.
"Mbok...., mana Ara??". tanya Zie karena sedari tadi ia tidak melihat keberadaan gadis kecil itu.
Mereka semua duduk bersama di sofa yang ada di ruangan itu.
"Ara mbok Nah tinggal di rumah sama Bi Surti Neng..., ini kan rumah sakit jadi nggak baik buat anak kecil." jawab Mbok Nah dan Zie mengangguk mengerti. "Neng.... itu siapa??? gantengnya kebangetan. pacarnya Neng Zie ya??". tanya Mbok Nah busik bisik. mbok Nah selalu ingin tau apa lagi menyangkut cowok yang bening bening gitu.
sejak tadi ia sudah ingin menanyakan siapa gerangan cowok yang ganteng kebangetan yang datang bersama zie.
"Oh iya..., Zie sampe lupa." jawab Zie nyengir. "Mbok Nah..., Mang Diman, kenalin ini Kak Darren. Kak Darren...., ini Mbok Nah sama Mang Diman orang yang sangat berjasa bagi hidup Zie karena mereka yang telah menolong, merawat dan membesarkan Zie sampai Zie ketemu sama Papi kandung Zie." ucap Zie memperkanalkan mereka semua.
Darren menyalami Mbok Nah dan Mang Diman sambil menyebutkan namanya sendiri.
Darren sedikit banyak tau tentang kisah Zie dan Papinya yang terpisah bertahun tahun karena Tuan Prabu sempat memakai jasa anak buah Darren untuk mencari Zie tapi tak lama setelah itu Tuan Prabu menghentikan pencariannya karena Tuan Prabu telah menemukan anak kandungannya yang selama ini ia cari cari.
.
.
.
.Bersambung.....
.
.
.
.
Hallo hay para reader setia Kenzo, Kenzie & Kenzio.
maaf yaa...karena kemarin nggak sempet up soalnya author abis jatoh di jalan jadi pada lecet lecet dan pegel pegel badannya.
mohon maaf juga mungkin besok libur up dulu ya..... 🙏🏻🙏🏻
Terimakasih....
.
.
.